Masjid Taj Mahal, India

Masjid Taj Mahal, India

Nama Taj Mahal sudah sangat populer hingga penjuru dunia. Taj Mahal sendiri  merupakan sebuah komplek yang sangat luas dan terdiri dari beberapa bangunan, seperti dibagian timur ada sebuah istana Kesultanan Mughl, di sebelah barat terdapat masjid yang begitu megah dan bangunan Taj Mahal itu sendiri. Ketiga bangunan tersebut dibangun secara simetris yang lokasinya bersebelahan dari bangunan satu dengan bangunan lainnya. Tak hanya bangunan tersebut, dimasing-masing bangunan terdapat pelataran dan taman yang begitu luas. Ketika pertama kali mengunjungi Taj Mahal mungkin akan sedikit membingungkan karena bangunan masjid dan bangunan istana peristirahatan merupakan dua bangunan yang sangat persis dan sulit jika membedakan kedua bangunan tersebut dari luar.

Masjid Taj Mahal

Masjd Taj Mahal berada disebelah barat bangunan mausoleum Taj Mahal dan bangunan tersebut menghindari ke arah makam karena hal itu dilarang dalam agama islam. Masjid megah ini didirikan dengan perpaduan seni khas Dinasti Mughal, Persia dan arsitektural islam. Keindahan masjid Taj Mahal mengundang beberapa wisatawan lokal hingga luar negeri untuk datang menikmati keindahan bangunan megah ini ditambah dengan adanya sungai Yamuna yang semakin mempercantik bangunan masjid Taj Mahal.

Kemegahan masjid Taj Mahal tak lepas dari sejarah yang terukir di India. Majid yang dibangun pada tahun 1632 dan selesai pada tahun 1652, merupakan sebuah proyek besar dan memperkerjakan ribuan pekerja bangunan dan beberapa pekerja seni yang menangani pembuatan kaligrafi  ayat-ayat Al-Qur’an, Asmaul Husna hingga ukiran ornamen bercorak islami yang menghiasi hampir seluruh bagunan. Arsitektur masjid Taj Mahal adalah Isa Muhammed yang memegang peranan penting dalam pembangunan masjid.

Pembangunan masjid Taj Mahal hampir bersamaan dengan Maosoleum Taj Mahal. Pada tahun 1631 Seorang ratu yang bernama Ratu Mumtaz Mahal meninggal dunia lalu jenazahnya sementara waktu dimakamkan di area sekitar sisi tembok Taj Mahal. Makam tersebut terlihat dengan adanya tanda batu pualam ditinggikan yang berukuran sama dengan makam tersebut. Dan pada tahun yang sama juga kopleks Taj Mahal mulai dibangun juga rampung pada tahun 1648, sesaat setelah itu jenazah Ratu Mmtaz Mahal dipindahkan ke dalam Taj Mahal.

UNESCO bahkan sampai menghadiahkan gelar Permata Islam pada bangunan Tajmahal, atas apresiasi terhadap keindahan bangunan, serta warisan kuno, yang diberikan pada tahun1983.

interior Masjid Taj Mahal

Arsitektur masjid Taj Mahal sangat megah meskipun bahan bangunannya menggunakan batu pasir merah. Masjid tersebut dilengkapi dengan empat menara di masing-masing penjuru masjid yang memiliki bentuk segi delapan dengan dilapisi oleh batu pualam sangat halus. Selain itu terdapat kubah yang sangat mewah berjumlah tiga buah, kubah tersebut dilapisi oleh pualam putih. Masyarakat Indonesia biasanya menyebut sebagai kubah bawang.

Di bagian puncak kubah terdapat hiasan dengan menggunakan ornamen seperti kuntum bunga teratai terbalik yang sangat unik dan cantik. Pada dasarnya kubah masjid Taj Mahal sama seperti kubah yang berada di Masjid Jami Delhi yang merupakan kubah  yang sangat cantik dan sempurna dengan sisi bawahnya berupa silinder.

Pada lantai masjid Taj Mahal jelas terbentuk dari sajadah yang berbahan batu pualam yang sangat halus karena sudah digosok permukaannya dengan teliti dan lumayan cukup lama. Ada juga mihrab yang dihias dengan kaligrafi Al-Qur’an dari surah As-Syams serta pada bagian sisi kanan mihrab terdapat mimbar masjid yang terbuat juga dari batu pualam yang halus.

Masjid Sunan Ampel Surabaya

Masjid Sunan Ampel Surabaya

Di Indonesia terdapat beberapa masjid yang tersebar disetiap kota. Hal itu karena mayoritas penduduk nya beragama Islam maka tak heran berbagai tempat ibadah umat muslim sangat mudah ditemukan di Indonesia. Terdapat berbagai macam masjid yang ada di Indonesia mulai dari masjid unik, masjid terbesar bahkan masjid tertua pun ada di Negara ini. Salah satunya adalah masjid Sunan Ampel yang menempati urutan masjid terua ke-3 di Nusantara.

Masjid Sunan Ampel Surabaya

Masjid Sunan Ampel didirikan pada tahun 1421 oleh Raden Achmad Rachmatullah pada zaman kerajaan Majapahit. Dilihat dari arsitekturalnya, masjid Sunan Ampel memiliki desain Jawa Kuno dengan nuansa Arab yang sangat kental. Namun pada tahun 1481sang pendiri masjid wafat dan makam beliau atau  Raden Ahmad Rachmatullah atau disebut juga dengan Sunan Ampel berada di sebelah barat masjid tersebut. Tak hanya makam Sunan Ampel yang berada di masjid tersebut tetapi terdapat juga makam dari Mbah Soleh seorang yang bertugas membersihkan masjid Sunan Ampel. Pada zaman dahulu masjid Sunan Ampel merupakan tempat berkumpulnya para ulama dan wali Allah untuk membahas tentang keagamaan dan penyebaran Islam di Indonesia khususnya di tanah Jawa.

Dibangun tembok yang besar untuk mengelilingi komplek makam yang ukuran tingginya 2.5 meter. Pada makam Sunan Ampel dikelilingi pagar baja tahan karat yang tingginya 1.5 meter dan melingkar seluas 64 meter persegi.

Masjid Sunan Ampel lokasinya berada di Jalam KH Mas Mansyur, Kelurahan Ampel, Surabaya Utara. Tempat masjid ini sangat mudah ditemui karena dilewati oleh berbagai macam angkutan dan berada di tempat yang cukup strategis. Masjid Sunan Ampel dikelilingi oleh gapura yang berjumlah lima dan memiliki makna tentang Rukun Islam. Pintu gerbang utama terdapat pada Jalan Sasak yang bernama Gapuro Munggah. Di gapura ini akan ditemukan para pedagang yang menjajakan dagangannya. Selanjutnya pengunjung akan melewati Gapuro Poso yang letaknya berada di bagian selatan masjid Sunan Ampel dan disana merupakan halaman masjid. Dari halaman ini akan terlihat keindahan masjid Sunan Ampel salah satunya menara yang sangat tinggi.

mimbar Masjid Sunan Ampel Surabaya

Selanjutnya terdapat Gapuro Ngamal yang menyimbolkan rukun islam ke tiga atau zakat. Disini pengunjung dapat bersodaqoh seikhlas mereka. Lalu ada Gapuro Madep menghadap ke arah kiblat (barat) yang menyimbolkan rukun islam kedua yaitu shalat. Sedangkan gapura terakhir adalah Gapuro Panekasan yang merupakan simbol dari rukun islam pertama yaitu Syahadat. Panekasan memiliki arti kesaksian yang dimaknakan bersaksi bahwa tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah. Gapura inilah yang menjadi gerbang masuk menuju ke makam masjid Sunan Ampel.

Meskipun umur bangunannya sudah tua, namun masjid Sunan Ampel masih terpelihara dan terawat dengan sangat baik. Tiang-tiang penyangganya berukuran besar dan tinggi terbuat dari kayu dan juga desain langit-langit masjid terlihat kokoh yang menunjukan tentang kekuatan masjid Sunan Ampel. Masjid Sunan Ampel selalu dipenuhi oleh orang-orang yang merupakan jamaah masjid tersebut atau wisatawan yang sengaja datang ke masjid untuk melakukan wisata religi. Bahkan ketika Ramadhan tiba, masjid ini berkali lipat dipadati oleh jamaah yang datang tak hanya berasal dari wilayah Sunan Ampel saja. Pada melaksanakan shalat taraweh di Masjid Sunan Ampel jumlahnya ada 20 rakaat ditambah dengan 3 rakaat shalat witir. Namun di masjid Sunan Ampel berbeda karena imam shalat biasanya membaca satu juz Al-Qur’an sehingga dalam sebulan dapat mengkhatamkan Al-Qur’an dengan jumlah 30 juz.

Masjid Jami Kebir Simferopol – Masjid Putih Krimea

Masjid Jami Kebir Simferopol – Masjid Putih Krimea

Simferopol atau biasa dikenal dengan “Kota Masjid Putih”, merupakan sebuah kota di semenanjung Krimea. Semenanjung tersebut dulunya merupakan wilayah kekuasaan Rusia, namun kemudian dihadiahkan kepada Ukraina pada saat bergabung dengan Uni Soviet. Kemudian di ambil kembali oleh Rusia seiring runtuhnya Uni Soviet pada abad ke-19. Sampai sekarang, sepertinya kekuasaan penuh terhadap semenanjung Krimea tetap dipegang oleh Rusia, meskipun beberapa kali Ukraina tetap mengakuinya sebagai Republik Otonom Krimeria.

Masjid Jami Kebir Simferopol

Sejarah kota Simferopol sangat erat  dengan sejarah masjid Jami’ Kebir yang merupakan masjid tertua di daerah tersebut dan di seluruh semenanjung Krimea. Apalagi pada abad pertengahan Kota Simferopol disebut-sebut dengan nama “Aqmecit City” atau “Kota Masjid Putih”. Nama tersebut diambil dari keseluruhan dominasi warna masjid yang berwarna putih.

Sampai saat ini, masjid Jami’ Kebir menjadi monumen arsitektur tertua dan sangat terkenal di kota Simferopol, apalagi bangunan masjid tersebut masih terlihat kokoh sampai sekarang. Menurut sejarah, masjid ini pertama kali dibangun oleh Menli Giray Khan pada tahun 1508 M / 914 H, sebagaimana tertulis dengan jelas pada sebuah plakat di pintu masuk masjid yang mengatakan bahwa Masjid ini dibangun pada saat kejayaan dan keagungan Khan Meli I Giray.

Setelah perang dunai kedua, masjid Kebir memang sempat terbengkalai selama bebrapa tahun dan digunakan sementara sebagai tempat pembuatan sampul buku. Kemudian pada tahun 1989, komunitas muslim Tatar Krimea kembali dari pengaasingan dan secara resmi masjid ini dikembalikan lagi pada komunitas muslim tersebut. Rekonstruksi bangunan dikalukan pada bulan Oktober 1991 karena pada saat itu masjid hampir roboh.

Pada tahun 2009 lalu, masjid Jami’ Kebir ini kembali mengalami rekonstruksi bertepatan dengan perayaan umur bangunannya yang sudah mencapai 500 tahun. Hayder Ismail, Wakil Mufti Krimea mengatakan bahwa rekonstruksi tersebut dimaksudkan untuk memulihkan seluruh interior serta ornamen masjid, yaitu lukisan kaligrafi serta mihrab masjid yang bersumber pada arsip kuno, sehingga keaslian dari arsitekturnya dapat dipulihkan kembali.

Rekonstruksi masjid ini menghabiskan dana lebih dari 250 ribu Hryvnyas (mata uang Ukraina) yang bersumber dari dana yang dikumpulkan oleh donator, serta para pengusaha muslim di Krimea. Hayder Ismail juga menghimbau kepada pemerintah untuk meninjau kembali umur kota Simferopol yang berusia 225 tahun, karena menurut fakta yang ditemukan dari Masjid Putih mengatakan dengan jelas bahwa Kota Simferopol sudah ada sejak lebih dari 500 tahun lalu.

Saat ini, masjid Jami’ Kebir menjadi masjid utama disemenanjung Krimea, serta menjadi tempat tinggal bagi Mufti Krimea. Selain itu, masjid ini juga difungsikan sebagai tempat pusat aktivitas Spiritual kaum muslim Krimea, serta tempat pembelajaran dimadrasah dan perpustakaan yang ada kompleks bangunan masjid.

mimbar Masjid Jami Kebir Simferopol

Sedangkan pada Arsitektur Masjid dibangun dalam bentuk desain segi empat, dengan dinding luar polos berwarna putih yang nyaris tanpa ornamen apapun. Sebuah kubah besar juga dipasang di atas masjid bagian tengah, ditopang oleh bangun segi delapan yang menyerupai menara namun berukuran pendek. Disamping masjid juga terdapat menara menjulang dengan ujung lancip dengan tangga dan balkoni yang dapat digunakan oleh muadzin dalam menyuarakan adzan. Diatas menara dipasang ornamen berbentuk bulan sabit seperti kebanyakan masjid tua di daerah Rusia.

Berbeda dengan bagian luarnya yang berwarna putih polos, bagian dalam masjid tampak begitu apik dengan sentuhan karya seni Tatar Krimea dibalut dengan warna hijau, merah, dan kuning.

Masjid Husejnija Gradacac Bosnia

Masjid Husejnija Gradacac Bosnia

Masjid Husejnija atau panggilan masyarakat sekitar “Husejnija Dzamija” atau juga bisa disebut dengan Masjid Hussein Gradacac, merupakan salah satu masjid tua peninggalan Turki Usmani (Emperium Usmaniyah) di kota Gradacat, Bosnia & Herzegovina. Masjid ini juga masuk dari salah satu masjid tertua di Bonisa & Herzegovina, yang dibangun pada tahun 1826 oleh Husein-Captain Gradascevic. Kini masjid Husejnija menjadi salah satu monumen sejarah nasiolan di negara bagian Bosnia & Herzegovina.

Masjid Husejnija Gradacac

Arsitektur Masjid Hussein Gradacac

Masjid tua Hussein Gradacac dibangun dengan satu kubah besar yang berbahan baku metal, dengan desain penampang octagonal, ditambah dengan tiga kubah kecil dengan desain yang sama dibagian atas beranda masjid.  Masjid ini hanya mempunyai satu menara yang menjulang tinggi sekitar 25 meter, dan terletak di samping masjid.

Kemudian, menara masjid tersebut dilengkapi dengan satu balkoni berpagar atau Stereophilus / Circular Porter, tepat dibagian bawah atap menara sebagai tempat muazin yang mengumandangkan azan, sedangkan akses untuk area tersebut dibangun serangkaian anak tangga dari bawah menara hingga ke balkoni.

Dekorasi Islam kuno juga dapat ditemui pada hampir keseluruhan masjid, mulai dari bagian pintu masjid hingga ke bagian interiornya. Bangunan masjid dikelilingi oleh pagar keliling dari batu yang tidak terlalu tinggi, dengan sebuah gerbang yang juga dibangun dengan bahan baku batu. Lokasi masjid tua ini terletak sekitar 40-50 meter dari luar tembok tua benteng Kota Gradacac.

Fasilitas yang diberikan masjid ini lumayan lengkap, mulai dari tempat wudhu, toilet, hingga perpustakaan. Gerbang yang ada dimasjid ini ada 2, gerbang utama berada di sisi barat laut, sedangkan gerbang lain berada di timur laut yang menjadi jalan masuk bagi Husein-Captain Gradacac pada masa itu.

Perjalanan dari gerbang utama langsung menuju ke bagian beranda dan pintu utama masjid, menunjukkan bahwa sisi kiblat serta mihrab berada pada sisi berlawanan yaitu disisi tenggara, tidak seperti di Indonesia yang kiblatnya mengarah ke arah barat.

Pintu batu masjid yang mengarah ke halaman depan, tidak didekorasi dengan penuh, namun hanya berbentuk lengkungan semikular, serta terdapat hiasan ukiran bentuk bunga, lengkungan, jambangan, serta bentuk geometris.

Sedangkan tinggi menara masjid sebenarnya adalah 33,89 meter, namun hanya disebutkan angka 25 meter karena diukur dari bagian landasan menara, tanpa memasukkan ukuran landasan tersebut.

Pada bagian atas mihrab masjid terdapat ukiran bentuk bunga lili, ukiran tersebut sekaligus mematahkan teori bahwa penggunaan bentuk ukiran bunga lili hanya digunakan pada masa abad pertengahan saja, namun juga digunakan pada masa kekuasaan Turki Usmani.

interior Masjid Husejnija Gradacac

Selain ukiran pada mihrab, terdapat juga ukiran pada beberapa batu nisan dari beberapa makam yang terletak di pekarangan masjid, ada total 9 makam di kompleks masjid Hussein Gradacac ini, salah satu diantaranya adalah makam pendiri masjid yaitu Hussein-captain Gradascevic, dan putranya yang bernama Mesar Muhammad. Makam-makam tersebut sampai saat ini masih dirawat dengan baik, untuk mengenang jasa pendiri masjid ini.

Keunikan masjid ini terletak pada pintu masuk utama masjid yang terdapat ukiran batu seperti batu prasasti sebagai pengingat seselainya pembangunan masjid di tahun 1826. Tulisan tersebut berisikan tentang rasa syukur masyarakat setempat kepada Tuhan yang maha kuasa, dan rasa terima kasih diberikan kepada Hussein-Captain Gradacac atas usahanya dalam pembangunan masjid ini.

Pada akhir prasasti dituliskan “Masjid indah ini merupakan rumah bagi orang-orang yang beriman”.

Masjid Hukuru Miskiiy – Masjid Tertua di Maladewa

Masjid Hukuru Miskiiy – Masjid Tertua di Maladewa

Maladewa atau dikenal juga dengan nama Maldives merupakan negara kepulauan di tengah Samudera Hindia yang terdiri dari rangkaian 1192 pulau-pulau kecil, namun sebagian besar pulau tidak berpenghuni karena luas pulau tersebut sangat kecil hanya berupa karang mungil di tengah samudera. Tak heran Maladewa termasuk dalam daftar negara terkecil di dunia yang memiliki luas 298 km2, bahkan ukurnnya lebih kecil jika dibandingkan dengan luas pulau Batam di Indonesia dengan seluas 415 km2. Pulau tersebut merupakan beberapa pulau mini yang menjadikan Maladewa sebagai negara yang begitu mengkhawatirkan dari dampak pemanasan global.

Masjid Hukuru Miskiiy

Di Maladewa terdapat sebuah kota besar bernama Male yang merupakan ibukota negara tersebut. Luas kota Male hanya 2.6 km2 ukuran tersebut sedkit lebih luas dari pulau Penyengat yang memiliki luas 1.87 Km2 di  kota Tanjung Pinang provinsi Kepulauan Riau yang terkenal karena memiliki Masjid Telur Putih Sultan Riau. Kota Male yang luasnya seperti itu menjadikan ibukota berbentuk pulau paling kecil di dunia, juga sebagai ibukota terpadat penduduknya, yang berjumlah 90.000 penduduk dari total 385.000 penduduk.

Maladewa yang merupakan sebuah Republik telah menerapkan hukum islam sebagai hukum negara dengan agama islam sebagai satu-satunya agama yang di akui di Maladewa. Di kota Male pun terdapat sebuah masjid Negara dengan umurnya yang sudah sangat tua karena telah dibangun sejak lama dan menyimpan sejarah panjang peradaban Islam di Maladewa. Masjid tersebut bernama Masjid “Hukuru Miskiiy” dengan bangunan kuno dan sangat sederhana, sekaligus merupakan masjid yang dibangun pertama kali di Maladewa.

Sekitar 140 meter dari Masjid Agung Jum’ah atau Grand Friday Mosque Male telah berdiri Masjid Hukuru Miskiiy. Masjid tersebut merupakan Islamic Center dan Masjid Nasional Maladewa yang memiliki nama resmi Masjid “Al-Sultan Mohammed Thakurufanan-al-A’z’am”. Jarak dari bibir pantai hanya sekiar 100 meter dan bangunan masjid tersebut sejajar dengan Istana Kepresidenan Maladewa yang berada ditepi pantai.

Pada tahun 1153 Maladewa merupakan sebuah Kesultanan Islam di abad ke 12 yang dibentuk oleh seorang ulama yang berasal dari Afrika Utara yaitu Abu Barkat Yoosuf Al Barbary. Perlu diketahui bahwa sebelumnya di Maladewa mayoritas penduduknya menganut agama Budha.

Ulama Abul Barakat Yoosuf Al Barbary pernah singgah di Maladewa pada saat kekuasaan Raja Sri Tribuvana atau juga disebut dengan Dhovemi of The Maldives. Beliau naik tahta pada tahun 1138 dari Dinasti Theemuge sebagai raja kedua dan berganti nama menjadi Muhammad Ibnu Abdullah dengan gelar Dharumavantha (Dharumas) Rasgefaanu ketika beliau masuk islam. Lalu Muhammad Ibnu Abdullah mengirimkan para da’i untuk menyebarkan dan mengajarkan agama islam ke berbagai pelosok di Maladewa.

Sultan Muhammad Ibnu Abdulah adalah seseorang yang pertama kali memeluk agama Islam di negara tersebut, lalu diikuti oleh istri dan anak-anaknya, kemudian istana kesultanan diubah menjadi pusat agama kerajaan dan sejak saat itu juga ajaran agama Budha ditinggalkan. Bahkan candi-candi yang berada disana telah dirobohkan dan arca-arca Budha dihancurkan lalu dibangun tempat untuk beribadah umat islam yaitu masjid.

interior Masjid Hukuru Miskiiy

Pembangunan masjid Hukuru Miskiiy pertama kali dilakukan atas permintaan dari Siri Kalo dan merupakan perintah dari Sultan Muhammad Ibnu Abdullah. Seperti pada masjid umumnya, kini masjid Hukuru Miskiiy terkenal dengan ukiran kayu yang sangat detail dengan menggunakan tulisan kaligrafi menghias di berbagai bangunan luar dan dalam masjid. Bahan utama masjid ini adalah batu karang, karena tempat di Maladewa yang berada di tengah Samudera Hindia memudahkan untuk mendapatkan berbagai batu karang sebagai bahan baku bangunan.

Masjid Ferhat Pasha Banjaluka – Saksi Bisu Pemusnahan Etnis Muslim Bosnis & Herzegovina

Masjid Ferhat Pasha Banjaluka – Saksi Bisu Pemusnahan Etnis Muslim Bosnis & Herzegovina

Masjid dengan nama “Ferhat Pasha” ini mempunyai kenangan yang sangat buruk yaitu menjadi saksi bisu atas pemusnahan Etnis Muslim Bosnia yang terjadi pada tahun 1993 di Banjaluka.  Upaya pemusnahan Etnis Muslim Banjaluka dan Bosnia Herzegovina secara biadab terjadi secara bersamaan pada saat era Modern Eropa pada penghujung abad ke 20.

Masjid Ferhat Pasha Banjaluka

Masjid Agung di kota Banjaluka, Republik Federasi Bosnia & Herzegovina ini disebut dengan Masjid “Ferhat Pasha” dengan tujuan penghormatan kepada Sanjak-bey Ferhat-pasa Sokolovic. Dia adalah Gubernur Emperium Utsmaniyah diwilayah Sanjak Bonisa pada abad ke-16. Masjid ini mulai didirikan pada tahun 1579 dengan arsitektur luar biasa pada masa itu, bahkan sampai sekarang masjid ini menjadi warisan arsitektur terbaik dunia.

interior Masjid Ferhat Pasha Banjaluka

Sekilas Sejarah Kelam Masjid Ferhat Pasha

Bersamaan dengan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1990-an, banyak dari negara anggota federasi negara Soviet yang ini memerdekakan diri, termasuk negara sekutu Republik Federasi Yugoslavia yang terdiri dari bebera negara bagian, seperti Bosnia & Herzegovina yang notabene memiliki penduduk mayoritas Muslim.

Upaya kemerdekaan tersebut ternyata mendapatkan tentangan keras dari Etnis Serbia, yang merupakan Etnis terbesar di Federasi pada saat itu. Akhirnya pertentangan tersebut berujung dengan kebrutalan, dimana pihak Etnis Serbia melakukan “Etnic Cleansing” atau usaha penghapusan Etnis Muslim dari negara Federasi tersebut.

Para pemeluk agama islam di Bosnia & Herzegovina menjadi korban terparah dari insiden mengerikan tersebut, puluhan ribu jiwa terbunuh dari kegiatan pembantaian brutal di kota Banjaluka. Kejadian biadab tersebut terjadi pada malam hari, tanggal 7 Mei 1993, milisi Etnis Serbia menyerang dengan membabi buta di Kota Banjaluka dan membunuh ribuan penduduk muslim di kota tersebut.

Dari laporan sejarah, tercatat lebih dari 60.000 penduduk muslim Bosnia dan dari Minoritas Kroasia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka dibantai, ditawan, maupun diusir secara paksa dari Banjaluka dengan keadaan yang sangat memprihatinkan.

Milisi Etnis Serbia juga membumi hanguskan seluruh bangunan yang berbau muslim di kota Banjaluka, rumah-rumah, toko-toko, bahkan masjid juga ikut di hancurkan dan diledakkan. Pada saat itu Masjid Ferhat Pasha merupakan salah satu target penghancuran, dan akhirnya diratakan dengan tanah tanpa bersisa sama sekali.

Rekonstruksi Masjid Ferhat Pasha

Akhirnya PBB sebagai badan perdamaian dunia tidak tinggal diam, mereka mengerahkan pasukan perdamaian besar-besaran langsung menuju Bosnia & Herzegovian. Akhirnya berkat bantuan PBB keadaan negara bagian tersebut berangsur pulih.

Keadaan yang sangat memprihatinkan dialami oleh Etnis Muslim Bosnia & Herzegovina pada masa itu, mereka memulai kehidupan dari NOL, tanpa tempat tinggal, tanpa persediaan makanan dan tanpa tempat ibadah, karena hampir seluruh masjid di negara bagian tersebut sudah diluluhlantakkan dengan tanah. Beruntungnya, bantuan dari Dunia Internasional mengalir ke wilayah tersebut, sehingga situasi kehidupan bisa dipulihkan secara perlahan.

Masjid Ferhat Pasha mulai di rekontruksi 14 tahun setelah kejadian na-as tersebut. Masjid ini direkontruksi dan didanai sebagian besar dari Pemerintah Turki, sedangkan sisanya dari pemerintah Bosnia & Herzegovina. Rekontruksi tersebut memang tidak mudah, karena masjid Ferhat Pasha sudah tidak bersisa sama sekali, hanya puing-puing reruntuhannya saja yang tersisa.

Proses Rekontruksi dimulai oleh Muhammed Hamidovic, mantan Pimpinan Fakultas Arsitektur Sarajevo. Akhirnya rekonstruksi masjid Ferhat Pasha selesai dalam waktu 9 tahun dan dibuka kembali sebagai tempat ibada pada tanggal 7 Mei 2016, atau sekitar 23 tahun setelah insiden pembantaian tersebut.

Masjid Agung Bahria – Lahore

Masjid Agung Bahria – Lahore

Masjid Agung Baria merupakan masjid agung yang berada di kota Bahria, Provinsi Lahore, Republik Islam Pakistan. Masjid ini mulai dibuka pada saat perayaan Hari Raya Qurban (Idul Adha) 1433 H atau tepatnya pada tanggal 06 Oktober 2014. Pembangunan masjid ini memerlukan waktu 3 tahun mulai dari tahun 2011 sampai pada tahun 2014 dengan melibatkan hingga 1000 pekerja untuk pembangunannya.

Masjid Agung Bahria

Masjid ini merupakan masjid yang menempati posisi ketiga terbesar di Pakistan setelah Masjid Badshasi Lahore dan Masjid Raja Faisal Islamabad. Karena ukurannya sangat luas, masjid ini mampu menampung hingga 70.000 jamaah, 25.000 jamaah bisa ditampung pada ruang utama, sedangkan sisanya bisa ditampung dibangunan sekitar dan pelataran masjid.

Dengan bangunan yang sangat megah bergaya klasik, serta wilayah yang luas, tidak heran jika pembangunan Masjid Agung Bahria ini menghabiskan dana sekitar Rs 4 Miliar atua sekitar Rp. 510 miliar.

Majid Bahria dirancang khusus oleh para arsitek lokal dari Pakistan, wajar saja jika kemudian masjid terbesar ke-3 di pakistan ini disebut-sebut sebagai karya Masterpiece dari kumpulan arsitek lokal. Dari ukuran serta luas bangunannya, masjid ini masuk dalam peringkat masjid terbesar ke-7 di dunia.

Peresmian masjid dilakukan sendiri oleh Mantan Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, beserta para pejabat tinggi negara, serta puluhan ribu jamaah muslim sekitar, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1435 H. Selain itu, pihak tokoh agama serta tokoh masyarakat sipil dan militer juga ikut dalam peresmian tersebut.

Peresmian dilakukan setelah Sholat Idul Adha yang pada hari itu dipimpin oleh Allama Shamsul Arfeen, selesai dilaksanakan.

Walikota Bahria bersama koleganya menyatakan kebanggaannya atas berdirinya Masjid Agung Bahria dan sekaligus dinobatkan sebagai identitas asli Bahria dan Simbol kemegahan Pakistan di dunia Islam.

Sedangkan pada segi arsitekturnya, masjid ini terinspirasi oleh masjid Badshahi, masjid Wazir Khan serta masjid Syeikh Zayed. Pembangunannya ditangani oleh beberapa arsitek lokal sekaligus, misalnya Maqsood Ahmed, Nayyar Ali Dada serta Arfan Ghani.

Sejak dimulai pembangunan sampai masjid selesai dibangun, bangunan masjid ini menyita perhatian publik karena ukuran serta luasnya yang tidak lazim. Akhrinya dengan kepopulerannya, masjid ini dinobatkan sebagai Landmark bagi kota Bahria, serta menjadi tambahan ciri dari negera Pakistan.

Masjid Bahria memiliki kurang lebih 21 kubah, yang terdiri dari 1 kubah utama berukuran besar, dan 20 kubah-kubah yang berukuran lebih kecil. Selain itu, terdapat juga pelataran tengah yang sangat luas dikelilingi oleh koridor tertutup yang diapit oleh empat menara setinggi 165 kaki atau 50 meter.

Kubah utama masjid dirancang sedemikian rupa hingga memiliki ketinggian 150 kaki atau 45 meter, dengan hiasan lapisan ukiran bermotif tumbuhan, serta kaligrafi khas dinasti Mughal.

Material bangunan utama menggunakan batu merah, terutama pada bagian eksteriornya. Batu merah tersebut adalah bahan baku juga digunakan dalam pembangunan masjid Badshashi dan masjid Wazir Khan.

interior Masjid Agung Bahria

Interior yang dirancang sangat megah dan mengagumkan, dengan pduan seni bina bangunan tradisional Islam dengan kultur Islam daerah Pakistan. Kaligrafi yang sama juga di gunakan di masjid Badshahi, sedangkan keramik yang digunakan meniru keramik masjid Wazir khan. Kesengajaan ini memang ditanamkan di masjid Agung Bahria, karena kekaguman arsiteknya dengan bangunan masjid Badshahi dan masjid Wazir Khan yang sangat megah, dan tetap kokoh meskipun sudah berusia tua.

Masjid Jama Terindah di India

Masjid Jama Terindah di India

Salah satu masjid yang merupakan peninggalan terakhir raja Shah Jahan atau pemilik taj mahal ialah masjid jama. Indahnya bangunan masjid ini bisa dilihat dari luar yang terlihat ada pilar pilar yang berdiri seperti jajaran lengkung sebuah jendela. Sementara pada setiap sudut halaman masjid ini juga berdiri Chattris yang turut menghiasi arsitektur bangunan masjid ini dari luar.

Bukan Cuma itu saja, bangunan utama masjid ini juga tertutup dengan 3 buah kubah besar yang berwarna putih. Bagian kiri dan juga kanan kubahnya juga ada menara yang tingginya mencapai 41 meter. Didalam menara tersebut juga ada 130 anak tangga yang bisa digunakan untuk jalan menuju puncak menara.

masjid indah di india

Ada 3 buah pintu gerbang pada masjid ini yang mana masing masing pintu gerbang mempunyai satu buah menara. Ada banyak keistimewaan yang terdapat pada masjid ini. Salah satunya ialah mempunyai 2 menara

utama sebagai tempat muadzin dalam mengumandangkan adzan pada ketinggian 41 meter. Untuk menaiki menara, anda harus menaiki anak tangga yang dibuat dari bahan batu pualam hitam dengan batu bata. Jika anda berada di puncak menara, maka anda akan disuguhkan dengan pemandangan indah kota delhi terlihat juga bentangan Red Fort dari sudut utara menara masjid ini.

Masjid ini juga mempunyai kubah sebanyak 3 buah yang sangat besar. Ketiga kubah tersebut juga dihiasi oleh batu pualam hitam maupun putih dengan lapisan emas bagian atasnya. Meskipun kubahnya terlihat sangat sederhana, namun kubah ini sangat besar dan serasi dengan warna bangunan masjidnya. Selain itu, ada kubah kecil yang ada pada setiap menaranya yang diberi warna sama dengan kubah induk dan juga masjidnya.

Jika disini bangunan kubahnya dibuat dengan hiasan batu pualam, berbeda dengan bangunan kubah di Indonesia. Jika di Indonesia bangunan kubah masjid yang banyak digunakan ialah kubah dari bahan flannel enamel. Kubah jenis ini sangat indah warnanya sehingga banyak yang memilih kubah tersebut untuk masjid yang dibangun dibawahnya. Selain mempunyai gabungan warna yang indah dan mencolok, kubah ini juga mempunyai ketahanan yang bagus sehingga bisa bertahan sampai 20 tahun.

Peran penting masjid jama ini ialah sangat berarti yakni sebagai salah satu masjid warisan dari abad silam. Itu karena dalam masjid ini menyimpan banyak benda penting dari jaman dulu. Diantaranya ialah adanya manuskrip alquran tertulis pada lembaran lembaran dari kulit rusa. Ada beberapa pintu yang bisa digunakan sebagai akses menuju kota diantaranya Khasmiri Gate, Ajmeri Gate, Delhi Gate, dan Turkman Gate. Selain itu, beberapa pintu tersebut adalah bagian dari 14 pintu dahulunya ada pada tembok kota Shahjahanabad.

masjid agung india

Pada dinding masjid juga tertulis ayat ayat alquran dengan tulisan yang sangat indah sebagai hiasan dinding masjid. Pada setiap garis lengkung pintu juga terdapat potongan ayat alquran yang diukir sangat indah. Lengkungan pintu juga telah terukir hiasan geometri dengan bagian atas yang dihiasi dengan daun yang membentuk lambing bintang.

Ada pavilium cantik yang di buat diujung undakan yang ada ditengah pintu masjid ini. Pavilium tersebut berukuran setinggi badan yang disanggah oleh 4 pilar. Yang dibuat dari ukiran batu marble putih yang diukir menerawang diatasnya. Selanjutnya masuk didalam masjid juga telah dibentangkan sajadah panjang untuk alas beribadah sholat. Hiasan lainnya juga disuguhkan dengan adanya lampu Kristal yang menggantung yang berukuran besar.

 

Masjid Agung Madrid Adalah Simbol Kebangkitan Islam di Spanyol

Masjid Agung Madrid Adalah Simbol Kebangkitan Islam di Spanyol

Dimasa lalu, Spanyol pernah menjadi salah satu pusat kekuasaan umat islam yang ada di Eropa. Ketika berada di bawah kekuasaan bani umayah, umat muslim telah berhasil membangun peradaban besar yang ada di bumi Hispania.

masjid agung madrid

Masjid ini dirancang sebagai masjid berkonsep modern dan tidak meninggalkan cirri sebagai sebuah masjid. Salah satunya dengan melengkapi bangunan masjid ini dengan menara ataupun balkon. Sehingga, jika tidak disertai dengan menara ataupun tulisan besar pada fasad depannya pasti akan sulit untuk mengenali jika bangunan ini sebuah masjid. Apalagi bentuk masjid ini tidak jauh beda terhadap bangunan yang ada disekitarnya.

Dinding masjid ini dibangun dengan material batu pualam. Selain itu, interiornya juga dihiasi oleh batu pualam ini pada bagian dindingnya. Sementara untuk bagian jendela masjid ini juga dilengkapi oleh kaca patri warna warni yang bernuansa islami sebagai penutup ruangan. Sementara pada satu sisi bangunan ini yang arahnya mengahadap pada halaman tengah juga dilengkapi oleh jendela dari kaca yang sangat besar yang bernuansa islami juga.

Beranda masjidnya juga dilengkapi oleh mozaik islami. Bisa anda lihat dari jendela jendelanya atau bangunan mihrab masjid bagian eksterior dan menaranya. Sebagai penyangga lengkungan besar yang ada didalam, dibangun pilar pilar dari batu pualam yang sangat ramping. Hal tersebut sama dengan masjid yang ada di cordoba serta istana alhamra, akan tetapi konsepnya sangat sederhana karena tanpa ada ukiran. Berbeda dengan kedua masjid tersebut yang menawarkan keindahan dan juga ukiran yang sangat indah.

Hiasan lain juga terlihat pada lampu Kristal gantungnya yang ada diruangan masjid. Sementara halaman masjid ini juga dirancang terbuka dengan lantai dari bahan material batu pualam berwarna terang. Sitambah pola yang sangat sederhana namun berwarna gelap. Selain itu, halaman tengah masjid ini juga bisa dimanfaatkan sebagai area tambahan bagi para jamaah yang ingin beribadah dimasjid ini.

Mihrab masjid ini juga dirancang dengan bentuk setengah lingkaran yang disertai adanya lengkungan berukir pada bagian atasnya. Sementara bahan material dari pembuatan mihrab tersebut ialah batu pualam berwarna hijau muda dengan merah hati. Ada juga ukiran geometris pada sisi kanan maupun kiri mihrab yang akan menambah keindahan mihrab ini. Hiasan kaligrafi atau tulisan arab juga turut serta menghiasi sisi bagian atas mihrab ini. Untuk bagian mimbarnya juga sangat unik yakni terbuat dari bahan kayu berbentuk podium setengah lingakaran.

masjid di madrid

Sedangkan kubah yang ada pada masjid ini hanya ada satu yakni di puncak menara. Pada ujung kubah tertinggi juga dipasang ornament lambing bulan sabit, yang merupakan lambing universal bagi islam sedunia. Atap yang digunakan oleh bangunan utama dengan bangunan penunjangnya ialah dari genteng serta tidak ada kubah. Di masjid ini juga dibangun gedung perkuliahan, tempat berwudhu, restoran hala, kafe dan juga gymnasium.

Masjid yang didominasi dengan warna putih tulang ini juga dilengkapi kubah kecil pada ujung menaranya yang warnanya sama dengan bangunan dibawahnya. Sehingga, jika anda tidak mengamati dengan teliti, pasti tidak akan tahu jika bangunan ini adalah sebuah masjid. Apalagi kubahnya sangat kecil yang ada dipuncak menara. Di Indonesia kubah yang hampir sama dengan kubah masjid ini juga banyak sekali. Kubah dengan bentuk halus dan berwarna putih ini seperti kubah beton yang juga banyak digunakan oleh masjid masjid yang ada di luar negri salah satunya di kota Madrid ini.

Masjid An Nashr Rotterdam Belanda

Masjid An Nashr Rotterdam Belanda

Salah satu masjid yang ada di Belanda Rotterdam ialah masjid An Nashr. Bangunan masjid ini dahulunya adalah sebuah gereja bernama Reformed Church. Gereja tersebut di dibeli komunitas islam yang ada di Rotterdam pada tahun 1982 dengan harga setengah juta Euro. Bangunan gereja tersebut kemudian dialih fungsikan menjadi bangunan masjid yang diberi nama An Nashr.

masjid An Nashr Belanda

Sementara pada tahun 2010 dilangsungkan proyek besar besaran dari pengelola masjid dengan dukungan LSM untuk merenovasi masjid dengan saling bekerja sama. Perluasan dan renovasi masjid ini dilakukan dan membutuhkan dana yang tidak sedikit yakni memakan dana lebih dari 10 juta Euro. Usaha ini bertujuan ingin memberikan tampilan baru pada masjid An Nashr yang dahulunya sebuah gereja.

Masjid ini juga termasuk salah satu masjid yang telah dikelola muslim maroko dan termasuk masjid besar di kota Rotterdam. Meskipun masjid ini bukan termasuk masjid satu satunya yang ada di Rotterdam, karena masih banyak masjid lain yang ada disini. Selain itu, Rotterdam juga dikenal sebagai salah satu kota paling ramah dengan muslim Eropa. Apalagi walikota dari kota ini ada yang pernah menjabat yang beragama muslim.

masjid di Rotterdam Belanda

Kota ini juga populer dengan penduduk imigran sangat tinggi yakni mencapai 47 % dari penduduk kota ini adalah imigran. Bahkan kota ini adalah kota dengan imigran muslim terbesar yang ada di belanda. Warga kota ini sebanyak 25 % beragama islam dan diperkirakan jika pada tahun 2020 nanti muslim adalah mayoritas kota ini. Dengan begitu, tidak akan sulit jika anda ingin mencari makanan halal dikota ini. Sedangkan walikota Belanda yang beragama islam ialah Ahmed Aboutaleb. Beliau termasuk warga belanda dari garis keturunan maroko menjabat sebagai walikota dari tahun 2009 silam. Beliau juga satu satunya muslim yang pernah menjabat sebagai walikota di kota ini.

Di kota ini anda juga akan mudah menemukan masjid di seluruh penjuru kota dan plosok kota. Akan tetapi, bangunan masjid disini memang tidak terlihat seperti masjid biasanya. Hal itu karena bangunan masjid tersebut ialah berbentuk seperti apartemen dan menyatu pada rumah rumah maupun apartemen bahkan juga kantor yang ada disekitarnya.

Nah, salah satu masjid yang terlihat seperti masjid di kota ini karena mempunyai kubah dan juga menara ialah masjid An Nashr ini. Dengan begitu, anda akan sangat mudah mengenali masjid ini. Tidak seperti masjid lain yang ada dikota ini yang bentuknya menyerupai dengan apartemen. Meskipun ada dimana anda tidak bisa mengenalinya.

ruangan yang lega di masjid an-nashr

Selain itu, para panitia masjid juga memiliki keinginan untuk membuat masjid ini sebagai salah satu masjid terbesar yang ada di Eropa. Mereka juga ingin menambahkan bangunan lainnya sebagai penyempurna bangunan masjid. Yang merupakan salah satu bangunan lembaga social serta kebudayaan selain sebagai tempat ibadah.

Masjid ini mempunyai bangunan kubah 2 buah dengan menaranya 2 buah. Kubah dengan warna putih ini seperti kubah beton yang ada di Indonesia. Jenis kubah ini juga banyak di bangun di Indonesia karena kekuatannya yang sangat kokoh. Sehingga banyak masjid yang dibangun di dataran tinggi memilih kubah ini untuk bangunan masjidnya.

Selain itu, untuk masjid yang dibangun di sekitar pesisir pantai juga menggunakan kubah beton bagi bangunan masjidnya. Bukan Cuma kokoh saja, kubah beton juga bisa di beri warna yang indah dan sesuai dengan bangunan masjidnya.