Masjid Terapung di Dunia yang Paling Indah

Masjid Terapung di Dunia yang Paling Indah

Adanya bangunan masjid yang indah maka akan memberi nilai positif, khususnya kalau di pandang dari sisi pariwisata. Seperti halnya dengan masjid-masjid yang akan dibahas berikut ini. tidak hanya memiliki arsitektur yang indah tetapi juga dibangun di atas air. Ini akan memberikan pemandangan yang sungguh berbeda dan tentunya akan dikagumi semua wisatawan.

Kita ketahui bersama bahwa saat ini sudah banyak masjid-masjid yang berdiri kokoh dan indah di daratan. Maka setiap jamaah yang sedang melakukan ibadah maka akan merasakan kenyamanan dan ketenangan. Nah, kali ini kita akan membahas masjid-masjid yang mampu menghipnotis semua pengunjung melalui desain dan hamparan lautan yang luas dan terlihat sangat indah. Sudah mulai penasaran kan? Inilah tujuh masjid terapung yang tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.

1.Masjid Amirul Mukminin di Makassar

Amirul Mukminin di Makassar

Tepatnya di pesisir pantai Losari yang sudah terkenal sebagai tempat wisata di Makassar telah berdiri sebuah masjid megah yang diberi nama Masjid Amirul Mukminin. Yang membuat unik dan menarik Masjid Amirul ini dibangun bukan di daratan melainkan di bangun jauh dari bibir pantai. Jadi ketika air laut pasang maka masjid Amirul Mukminin ini benar-benar terapung di laut.

Keberadaan Masjid Amirul Mukminin ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang sedang berkunjung di pantai Losari. Banyak pengunjung yang sengaja datang untuk melaksanakan ibadah tapi juga ada yang datang hanya sekedar berfoto-foto.

Masjid Amirul Mukminin ini merupakan masjid terapung pertama yang di bangun di Indonesia. masjid ini dibangun dengan dua lantai, dimana lantai pertama digunakan untuk beribadah kaum laki-laki dan lantai dua digunakan untuk para jamaah perempuan.

Masjid Amirul Mukminin terapung ini juga menyandang nama lain yaitu Masjid 99 Al Makazzary yang mana terdapat gabungan nama yang merujuk pada jumlah Asmaul Husna dan nama imam besar Masjidil Haram.

2.Masjid Arkam Babu Rahman di Palu, Makassar

Arkam Babu Rahman di Palu, Makassar

Masjid Arkam Babu Rahman merupakan masjid terapung yang berada di Negara Indonesia, tepatnya di Palu, Makassar. Bagi anda yang penasaran akan keindahan masjid terapung ini maka silahkan datang ke jalan Cumi-Cumi kota Palu, di sanalah terdapat masjid yang mengagumkan.

Masjid Arkam Babu Rahman termasuk masjid terapung yang baru dibangun. Dapat kita ketahui bahwa masjid ini masih berumur 9 tahun. Pembangunan masjid Arkam ini dimulai pada tahun 2011 lalu dan baru selesai pada akhir tahun 2011.

Masjid terapung ini mampu menampung jamaah sekitar 200 orang di ruang utamanya. Masjid ini semakin menarik ketika lantai masjid ini dihiasi oleh keramik impor langsung dari negara India. Kalau kita melihat sisi luarnya maka dilengkapi dengan ornament lampu yang berwarna warni. Sehingga ketika malam hari akan terlihat kombinasi warna yang indah dan menenangkan. Setidaknya ketika malam menghampiri maka pengunjung masjid akan disuguhi cahaya dengan tujuh warna yang menghiasi kubah masjid Arkam Babu Rahman ini. sunggun menarik bukan?

3.Masjid Bandaraya, Kinabalu Malaysia

Bandaraya, Kinabalu Malaysia

Selain di Indonesia, masjid terapung juga terdapat di negara tetangga, Malaysia. Mereka juga memiliki masjid terapung yang tak kalah indahnya. Masjid ini diberinama Masjid Bandaraya. Masjid Bandaraya dibangun diatas Laguna buatan yang langsung menghadap mengarah ke laut Cina Selatan.

Kalau kita melihat sejarahnya masjid terapung ini mulai diresmikan pada tanggal 2 Februari 2000. Setelah diresmikan keberadaan masjid terapung ini langsung menjadi kebanggan para warga setempat dan langsung dijadikan tempat tujuan wisata religi.

Kalau anda dan para jamaah ingin berkunjung maka Masjid Bandaraya ii terletak 3 kilometer dari pusat kota Kinabalu. Para jamaah yang datang menggunakan jasa pesawat maka akan mendarat di Bandara Kota Kinabalu dan langsung dapat melanjutkan perjalanan ke masjid dengan kubah putih biru yang sungguh gagah dan indah dipandang. Dari bandara anda hanya memakan waktu sekitas 30 menit sampai ketempat tujuan.

Nampak sangat jelas arsitektur masjid terapyng ini sangat mirip dengan masjid-masjid yang berdiri kokoh di Timur Tengah. Terlihat menara yang sangat mirip dengan menara yang ada di Masjid Nabawi. Masjid Bandaraya ini mampu menampung sekitar 12.000 jamaah.

4.Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin di Brunnei Darussalam

Sultan Omar Ali Saifuddin di Brunnei Darussalam

Kita menuju negara tetangga satunya Brunei Darussalam. Negara kecil ini terkenal dengan kekayaannya. Di Brunnei juga terdapat satu masjid terapung yang diberi nama Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin. Masjid terapung ini dibangun di sebuah tempat laguna yang dibuat di tepi sungai Kampong Ayer, Brunei.

Kemegahan arsitektur masjid terapung ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Asia Pasifik. Masjid terapung ini lokasinya berada di kota Bandar Seri Begawan. Selain tempat ibadah, Masjid Sultan Omar ini juga sebagai tempat wisata andalan di negara Brunnei. Masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1958 dan namanya diambil dari nama Sultan ke-28.

5.Masjid Melaka, Malaysia

Melaka, Malaysia

Masjid Melaka merupakan sebuah masjid terapung yang dimiliki oleh Malaysia. Sesuai dengan namanya masjid terapung ini dibangun di kota Melaka, lebih tepatnya berada di Selat Malaka. Selat yang terkenal tersibuk ini merupakan selat yang memisahkan pulau Sumatera dan Malaysia. Masjid Melaka ini memiliki lahan seluas 1,8 hektar dan mampu menampung jamaah sebanyak 2.000 jamaah.

Kalau melihat dari arsitekturnya masjid Melaka ini terinspirasi oleh bentuk bangunan masjid terapung di kota Jeddah. Maka anda tak perlu heran lagi karena kedua masjid ini memiliki kemiripan. Masjid ini pertama kali diresmikan pada tahun 2006 dan langsung menjadu primadona wisata.

6.Masjid Al Rahma di Jeddah

Al Rahma di Jeddah

Masjid Al Rahmah merupakan salah satu masjid terapung yang ada di Jeddah. Adanya masjid Al Rahma ini juga menjadi inspirator bangunan Masjid terapung Melaka. Masjid Al Rahma ini terletak di kota Jeddah dan masjid ini seakan-akan terapung apabila laut sedang pasang.

Kalau melihat sejarahnya Masjid Al Rahma ini sebelumnya bernama Masjid Fatimah. Mengingat banyak jamaah yang menyebut masjid Fatiham Azzahra maka pemerintah telah memutuskan untuk mengganti nama. Pergantian ini bertujuan agar tidak ada lagi salah persepsi.

7.Masjid Haji Ali Dargah di India

Haji Ali Dargah di India

Negara india merupakan negara yang penduduknya mayoritas beragama Hindu dan apabila ada Islamnya maka berpusat di daerah Arga. Terdapat sebuah bangunan masjid terapung yang terletak di tengah Laut Arab, masjid tersebut bernama Masjid Haji Ali Dargah.

Masjid Haji Dargah merupakan sebuah bangunan ibadah yang suci dan menjadi salah satu landmark di kota Arga. Masjid terapung ini pertama kali dibangun pada tahun 1431 dan telah mengalami renovasi pada tahun 1960 dan 1964.

Pada lingkungan masjid ini terdapat makam ulama besar Bukhara, Uzbekistan yang bernama Pir Haji Ali Shah Bukhari. Marmer yang digunakan untuk membangun masjid ini sama dengan marmer yang digunakan untuk membangun Taj Mahal. Bagi para jamaah yang ingin mengunjungi masjid ini maka harus menyebrangi jembatan untuk sampai di masjid yang lokasinya berada di tengah Laut Arab.

Dari tujuh masjid terapung yang sangat indah dan mengagumkan tersebut, anda sudah pernah mengunjungi yang mana?

Masjid Bawah Tanah Di Indonesia

Masjid Bawah Tanah Di Indonesia

Secara umum masjid dibangun di atas lahan yang sangat mudah dijangkau oleh para jamaahnya. Selain itu agar keberadaan masjid diketahui oleh orang banyak. Namun di Indonesia ini terdapat beberapa masjid yang unik dan menarik untuk dibahas. Keunikan masjid ini terletak pada letaknya yang berada di bawah tanah.

Walau keberadaanya di bawah tanah namun lokasinya masih dapat di jangkau oleh para jamaah, tanpa menghilangkan estetika dan kenyamanan dalam melakukan ibadah. Sudah penasaran bagaimanakah bentuk dan maksud dibangunnya masjid bawah tanah tersebut. Maka berikut ini ada beberapa penjelasan mengenai masjid bawah tanah.

1.Masjid Tamansari di Yogyakarta

Tamansari di Yogyakarta

Masjid Sumur Gumuling yang lebih dikenal dengan Masjid Tamansari merupakan salah satu masjid yang berada dibawah tanah. Masjid Tamansari ini berada di lingkungan Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Lebih tepatnya berada di area pemandian. Bagi para pengunjung yang ingin masuk maka harus berjalan kaki menyusuri lorong bawah tanah. Sepanjang perjalanan melewati lorong dan tangga maka anda akan merasakan suasana klasik dan unik. Selain itu tempat ini juga sering dijadikan tempat berfoto-foto.

Memiliki keunikan yang berada dibawah tanah, masjid ini juga berfungsi sebagai benteng pertahanan. Maka tidak heran apabila dinding masjid ini sangat tebal. Banyak orang yang datang untuk berwisata dan tertarik terhadap desain bangunan yang unik. Keunikan tersebut karena adanya lima tangga yang mengelilingi masjid yang merupakan lambing rukun Islam.

Jangan sampai anda bayangkan bentuk Masjid Sumur Gumuling sama dengan masjid-masjid yang berdiri pada umumnya. Masjid ini dibangun juga difungsikan sebagai benteng maka bentuknya terlihat besar dan kokoh.

Dari keterangan Parjio staf karyawan Tamansari masjid ini sudah tidak difungsikan sejak tahun 1812 silam. Menurut sejarahnya masjid Tamansari ini dibangun pada tahun 1765. Masjid bawah tanah ini merupakan peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono I. kemudian masjid ini difungsikan sampai kepemimpinan Sultah hamengkubuwono II.

Masjid Tamansari ini tidak difungsikan karena pihak Keraton membangun Masjid Gedhe Kauman yang terletak di sebelah barat Alun-alun kota Yogyakarta. Dasar pembuatan masjid Gedhe kauman itu setelah terjadi gempa bumi yang besar di wilayah Yogyakarta.  

2.Masjid Baabul Munawwar di Papua

Baabul Munawwar di Papua

Masjid Baabul Munawwar merupakan salah satu masjid yang dibangun di bawah tanah. Masjid Baabul ini sempat memperoleh gelar rekor dunia sebagai masjid yang berada di lokasi paling dalam yaitu pada kedalaman 1.700 m di bawah permukaan tanah. Proses pembangunan Masjid Baabul Munawwar ini selesai pada bulan Juni 2016.

Masjid Baabul Munawwar ini dibangun oleh PT Freeport yang letaknya berada di wilayah pertambangan emas di Tembagapura, Mimika Papua. Unik dan menariknya, masjid ini berdampingan dengan tempat ibadah Gereja Oikumene Soteria yang letaknya juga di bawah tanah.

Pembangunan masjid bawah tanah ini sebenarnya untuk mendukung kegiatan rohani para karyawan Freeport. Jadi para kariawan tidak perlu lagi naik-naik keatas pertambangan apabila sudah waktunya sholat.

Kita sendiri juga tahu bahwa Shalat Lima waktu ini merupakan sebuah keharusan yang harus dilakukan oleh setiap umas Islam. Walau sedang berpergian dan beraktivias lainnya maka jangan lupa ibadah wajib harus dilaksanakan.

Mengingat perusahaan emas di Asia Tenggara tersebut m memiiki 32 ribu yang semuanya berasal dari seluruh negara Indonesia. Tentunya mereka semua ini memiliki keyakinan yang berbeda-beda maka pembangunan kedua tempat ibadah ini untuk memenuhi kebutuhan rohaninya.

Itulah dasar PT Freeport membangun sebuah masjid di bawah tanah. Dengan adanya masjid itu untuk efisiensi waktu antara beribadah dan bekerja para karyawan. Masjid Baabul Munawwar yang kokoh di perut bumi ini sangat bermanfaat bagi para pekerja muslim di Papua.

3.Masjid Goa Muhammad di Mojokerto

Goa Muhammad di Mojokerto

Masjid Goa Muhammad ini berada di bawah tanah tepat di bawah Masjid Agung Wisnu Manunggal. Lokasinya berada di Dusun Losari, Pekukuhan, Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur. Pembangunan masjid bawah tanah ini merupakan bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Bagi para jamaah yang ingin menuju ke Masjid Goa Muhammad maka para jamaah akan melewati gapura yang menuju ke bawah tanah. Masjid Goa ini sering kali dimanfaatkan para jamaah untuk melakukan ibadah itikaf dan mendapatkan ketenangan jiwa.

Bagi anda yang ingin berwisata religi maka sempatkanlah untuk berkunjung ke Masjid Goa di Mojosari, Mojokerto. Serta melihat berbagai keunikan dan kebesaran Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta ini.

Apabila anda akan memasuki Masjid Goa Muhammad maka anda harus berwudhu terlebih dahulu. Pikiran dan hati harus selaras berniat karena Allah. Itulah pesan yang disampaikan oleh Ki Imam Malik, pengasuh Masjid Goa Muhammad untuk semua jamaah yang ingin masuk ke Masjid Goa Muhammad.

Goa ini pertama kali ditemukan pada tahun 1995. Kemudian muncul keinginan membuat masjid bawah tanah, pembangunan masjid ini baru selesai pada tahun 1997 dan diberi nama Masjid Goa Muhammad. Keberadaan masjid ini bertujuan untuk selalu mengingat kebesaran Allah SWT.

Dengan kedalaman sekitar 5-7 meter maka para jamaah yang menuju ke Masjid Goa ini harus berjalan sejajar ke belakang. Hal itu disebabkan oleh lorong yang hanya muat dilewati satu orang saja. Di sepanjang dinding lorong tersebut terbuat dari tanah dan pasir. Terdapat tulisan nama-nama Allah yang menghiasi lorong-lorong Goa Muhammad.

Masjid ini memiliki memiliki tujuh ruang utama untuk melakukan shalat. Setiap lorong dapat digunakan untuk 7 jamaah untuk melakukan shalat. Secara keseluruhan masjid ini mampu menampung sekitar 50 jamaah dan imamnya.

4.Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi di Tuban

Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi di Tuban

Masjid Aschabul Kahfi sebelumnya merupakan sebuah goa alami yang kemudian disulap menjadi sebuah masjid. Beliau adalah K.H.Shubhan yang telah merubah goa menjadi sebuah masjid yang unik dan alami.  Beliau ingin memanfaatkan terowongan atau gua tandus ini sebagai Islamic Center.

Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi ini lokasinya berada di Jalan Gedongombo, Kecamatan Semandingm Tuban, Jawa Timur. Apabila anda menuju ke masjid ini maka akan menemukan banyak tulisan kaligrafi yang sangat indah. Semakin masuk ke dalam maka berbagai bebatuan eksotis pun dibiarkan bergelantungan sebagai langit-langit masjid. Sungguh sangat eksotis banget kan! Bongkahan stalagmite dan stalakti yang sudah kering serta di tambah berbagai ukiran dan penerangan yang samar-samar membuat kita tenang dalam beribadah.

Seperti dengan masjid-masjid pada umumnya, tidak ada biaya untuk masuk ke masjid yang kini sudah berusia 14 tahun. Hanya saja kita sebagai pengunjung juga harus sadar untuk menyisihkan uang kita untuk infaq.

Demikianlah empat masjid yang berada di bawah tanah. Sebuah keindahan dan keunikan yang tersaji. Hal ini bertujuan untuk terus mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Bahwa kelak kita semua akan mati, maka persiapkan bekal sebanyak mungkin dengan beribadah di rumah Allah SWT. Semoga penjelasan ini menambah pengetahuan kita tentang masjid-masjid yang ada di Indonesia.

 

Masjid Arsitektur China di Indonesia

Masjid Arsitektur China di Indonesia

Akulturasi budaya sering sekali mampu melahirkan berbagai bangunan yang memiliki arsitektur yang sungguh mengagumkan. Terutama di Indonesia yang kaya akan budaya telah melahirkan bangunan dengan arsitektur megah dan mengagumkan. Salah satu yang dapat kita temukan di Indonesia yaitu banyaknya bangunan Masjid yang memiliki arsitektur China.

Awalnya sejak zaman Kerajaan Majapahit, orang China merupakan salah satu yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di Indonesia. Masjid mana saja yang memiliki arsitektur China, sudah mulai penasaran? Nah, berikut ini bangunan masjid yang memiliki arsitektur China yang ada di Indonesia.

1.Masjid Cheng Ho di Surabaya

Masjid Cheng Ho di Surabaya

Masjid Muhammad Cheng Ho atau yang lebih dikenal dengan Masjid Cheng Ho ini merupakan Masjid pertama di Indonesia yang menggunakan gaya arsitektur China. Masjid Cheng Ho terletak pada jalan Gading No.2 Ketabang, Genteng, Kota Surabaya. Masjid yang kaya akan ornamen khas negeri Tirai Bambu ini didirikan sebagai bentuk penghormatan terhadap Laksamana Cheng Ho. Beliau merupakan seorang bahariawan muslim China yang menyebarkan agama Islam di bumi Indonesia.

Pada langit-langit masjdi Cheng Ho ini terdapat ornamen kaligrafi yang bertulisan Allah yang terletak pada sebuah bidang berbentuk segi delapan. Unsur angka delapan ini dipilih karena dianggap tidak memiliki sudut mati seperti pada angka lainnya. Pada sudut dinding sebelah utara terdapat relief sang Laksamana Cheng Ho dan lengkap dengan miniatur kapalnya.

Masjid Cheng Ho ini didominasi oleh kombinasi warna kuning dan hijau yang semakin memperkuat kesan bangunan seperti klenteng atau wihara. Bentuk kubah Masjid Cheng Ho ini memiliki ornamen tiga tingkat yang semakin mempertegas adanya unsure budaya China. Namun pandangan mata yang menganggap bangunan ini sebuah klenteng akan terbantahkan dengan adanya lafad “Allah”.

Masjid Cheng Ho ini pertama kali mulai di bangun pada tahun 2001. Pembangunan ini diprakasai oleh para sesepuh, pengurus Islam Tionghoa Indonesia, penasehat dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia di Jawa Timur. Proses pembangunan Masjid Cheng Ho ini selesai pada tahun 2003 dan diresmikan oleh Prof. Dr. Said Agil Husin Al Munawar, sebagai Menteri  Agama Republik Indonesia.

2.Masjid Tan Kok Liong di Bogor

Tan kok bogor

Masjid Tan Kok Liong ini merupakan salah satu dari sekian banyak masjid di Indonesia yang pembangunannya mengandung arsitektur Tiongkok. Secara sepintang memang tidak seperti bangunan masjid yang ada pada umumnya melainkan masjid ini dibangun dengan mengadopsi gaya arsitektur di era dinasti Ching di China.

Masjid Jami’ Tan Kok Liong ini merupakan bagian dari komplek Pondok Pesantren Terpadu At-Ta’ibin. Pendiri masjid ini adalah Mohammad Ramdan Effendi, beliau merupakan seorang mantan napi yang kini telah sukses menjadi da’I dan seorang pengusaha. Nama Tan Kok Liong ini di ambil dari nama beliau saat masih usia anak-anak.

Rancangan bangunan masjid Jami’Tan Kok Liong ini dibuat oleh beliau sendiri yang memiliki tiga lantai dengan ukuran 16 x 20 m. Bangunan masjid ini di bangun menyerupai dengan klenteng dari pada dengan bangunan masjid pada umumnya. Dominasi warna merah menyala,  dan ornamen naga mampu menambah kekentalan nuansa Tiongkok.

3.Masjid Al Mahdi di Magelang

Al Mahdi di Magelang

Masjid Al-Mahdi sudah diresmikan pada tahun 2017 ini memiliki nuansa Tionghoa yang kini semakin ramai dikunjungi oleh masyarakat luas. Yang mengunjungi pun tidak hanya warga sekitar, namun sudah banyak jamaah luas di luar daerah.

Masjid Al-Mahdi ini dibangun oleh warga keturunan China yang bernama Giok Yong. Beliau merupakan seorang mualaf yang masuk agama Islam sejak berusia 11 tahun dan kemudian berganti nama menjadi Mahdi.

Kwee Giok yang kini berusia 47 tahun ini juga yang selalu mengisi berbagai kajian di masjid Al-Mahdi. Kegiatan yang beliau lakukan yaitu seperti mengisi kultum waktu menjelang magrib dan setelah sholat shubuh, shalat berjamaah dan tadarus Alquran.

Memang kalau di lihat dari jauh Masjid Al-Mahdi ini sekilas seperti kelenteng. Kalau kita melihatnya lebih dekat maka bangunan mengagumkan tersebut adalah sebuah masjid dengan berbagai ornamen bernuansa Islam. Terdapat kaligrafi dan tentunya ada mimbar serta tempat untuk melaksanakan shalat berjamaah. Di tempat ini juga terdapat sebuah pesantren kilat untuk anak SD sampai jenjang perguruan tinggi.

4.Masjid Cheng Ho di Palembang

Cheng Ho di Palembang

Masjid Cheng Ho tidak hanya ada di Surabaya saja, ternyata Masjid Cheng Ho juga ada di Palembang. Adanya bangunan masjid ini sebenarnya bertujuan untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat Palembang dengan Tionghoa. Selain itu Masjid Cheng Ho ini didirikan untuk memperdalam dan mengamalkan ajaran agama Islam ke seluruh umat.

Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho ini berada di Kompleks Perumahan Amin Mulia, Jakabaring. Masjid ini dibangun berdasarkan oleh prakarsa Persatuan Islam Tionghoa Indonesia di Palembang. Bangunan masjid ini berbeda dengan bangunan masjid lainnya. Masjid Cheng Ho ini sangat kental dengan nuansa Tiongkok.

Apabila anda berkunjung ke Masjid Cheng Ho maka akan menyaksikan warna dominan merah yang sangat dominan dengan budaya Tionghoa. Arsitekturnya juga sangat terlihat  pada daun pintu yang ada pada pintu utama masjid. Didukung dnegan berbagai ornamen yang sangat kental dengan budaya China. Masjid Cheng Ho ini mampu menampung jamaah hingga 500 orang.

5.Masjid Al-Imtizaj di Bandung

Al-Imtizaj di Bandung

Apabila suatu bangunan masjid dibangun dengan gaya yang tidak biasanya, maka hasilnya akan semakin menarik dan mampu menarik pertahian banyak orang. Seperti yang terjadi di kota Bandung, terlintas terdapat bangunan seperti kelenteng. Namun setelah didekati maka terdapat tulisan Masjid Al-Imtizaj. Maka setelah itu anda akan menyadari bahwa bangunan tersebut merupakan tempat ibadah umat Islam.

Masjid Al-Imtizaj ini lokasinya berada di Jalan ABC No.8 Banceuy, Bandung. Masjid ini sangat kental sekali dengan budaya Tiongkok. Dari bentuk dan gaya arsitektur lengkung maka ini nyata ciri khas diri bangunan China.

Pemilihan warna kuni, merah dan emas yang memiliki makna kemakmuran bagi etnis Tionghoa sangat mendominasi bangunan masjid tersebut. Terdapat hiasan lampion yang berwarna merah juga Nampak bergelantungan di dalam dan luar area masjid. Yang Nampak unik pada masjid ini adalah terdapat sebuah cawan yang berukuran besar dan berwarna emas yang berfungsi sebagai tempat wudhu. Dengan adanya cawan tersebut semakin mengentalkan adanya pengaruh budaya China di dalam proses pembangunan masjid tersebut.

Masjid Al-Imtizaj ini secara resmi dibuka pada tanggal 6 Agustus 2010 oleh mantan Gubernur Jawa Barat R.Nuriana. Masjid ini memiliki kapasitas sekitas 200 jamaah. Keberadaan masjid ini bertujuan untuk menyatukan para komunitas muslim Tionghoa yang semakin banyak bermunculan khususnya di Kota Bandung.

Demikianlah beberapa masjid di Indonesia yang mengandung arsitektur Tionghoa. Tentu keberadaan masjid ini bertujuan untuk menyatukan masyarakat pribumi dan masyarakat Tionghoa yang beragama Islam. Sehingga terbentuklah umat muslim yang damai dan sejahtera. Nah, dari lima masjid tersebut manakah yang sudah pernah anda kunjung?

Masjid Terkecil Di Dunia, Beberapa Diantaranya Ada Di Indonesia

Masjid Terkecil Di Dunia, Beberapa Diantaranya Ada Di Indonesia

Masjid merupakan salah satu tempat beribadah bagi umat muslim. Di Indonesia sendiri yang masyarakatnya kebanyakan menganut agama Islam, tentunya masjid juga tersebar sangat banyak di negara ini. Beberapa masjid memiliki keunikan dan keindahan tersendiri, hal tersebut yang menjadi daya tarik masjid untuk di datangi oleh para penganut Agama Islam. Bahkan beberapa diantara masjid tersebut memiliki keunikan arsitektur dan beda dari yang lain. Keunikan arsitektur ini bisa berupa bentuk dari modernisasi, sisi keindahan, masjid besar ataupun masjid terkecil.

Biasanya masjid-masjid ini dibangun memang dengan arsitektur yang indah agar di kunjungi oleh banyak penganut Agama Islam. Masjid yang memiliki arsitektur indah, tentunya akan menambah daya tarik para penganut Agama Islam untuk beribadah berjamaah. Masjid merupakan tempat untuk menjalankan sholat wajib berjamaah. Biasanya di dalam masjid terdapat banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh para pemuda masjid atau kelompok lingkungan. Kegiatan-kegiatan ini tentunya untuk bertujuan meramaikan masjid. Banyak kegiatan di dalam masjid yang dibuat oleh pengelola masjid, biasanya kegiatan ini bersifat keagamaan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Tentunya untuk menarik minat masyarakat untuk beribadah berjamaah di dalam masjid bisa dilakukan dengan banyak cara. Selain sering menyelenggarakan acara untuk meramaikan masjid. Arsitektur yang unik pada masjid juga akan menjadi daya tarik tersendiri. Di Indonesia sendiri terdapat banyak masjid yang unik untuk disinggahi. Masjid-masjid ini telah mengalami pluralisme dengan budaya setempat. Tentunya masjid-masjid ini akan menjadi sebuah daya tarik bagi jamaah di luar lingkungan masjid tersebut.

Masjid dengan bangunan arsitektur unik tentunya akan menambah daya tarik jamaah yang datang untuk beribadah bersama di masjid tersebut. Salah satu bentuk arsitektur unik adalah bentuk masjid dengan bangunan terkecil, masjid dengan bangunan kecil tentunya akan sangat menambah wawasan dari masyarakat muslim. Masjid masjid dengan arsitektur terkecil terdapat di seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Masjid dengan bangunan kecil ini juga ada di luar negeri dan menjadi sebuah daya tarik tempat wisata religi bagi kaum muslim di sana. Daya tarik tersebut bisa berupa keunikan di dalam arsitektur masjid tersebut, salah satunya adalah arsitektur masjid dengan desain kecil.

Berikut beberapa masjid dengan arsitektur desain terkecil yang dapat menambah wawasan anda :

Masjid An Nurumi Jogja- Solo

Masjid An Nurumi Jogja Solo

Masjid An Nurumi adalah masjid kecil yang terletak di tepian jalan Jogja menuju Solo. Memiliki arsitektur yang unik dan dapat menambah daya tarik wisatawan di daerah masjid tersebut maupun orang yang melintasinya. Keunikan arsitekturnya terletak pada kubah yang mirip dengan bangunan di Moskow Rusia. Kubah masjid ini berwarna-warni, dan di desain sangat mencolok. Masjid An Nurumi ini juga dikenal dengan nama Masjid Kremlin, namun beberapa orang juga menyebutkan nama lain untuk masjid ini adalah Masjid Permen. Penyebutan nama Masjid Permen ini berlandaskan pada kubah yang berwarna-warni tersebut mirip dengan permen lolipop.

Masjid Perahu Di Sebuah Gang Kecil Casablanca

Masjid Perahu Di Sebuah Gang Kecil Casablanca

Masjid ini didesain dengan bentuk perahu berwarna putih, dan digunakan untuk beribadah bagi kaum muslim. Masjid perahu ini terletak di gang kecil dan terapit oleh Apartemen Casablanca Jakarta. Masjid ini memiliki nama asli masjid Al Munada Darussalam. Namun banyak orang yang menyebutnya dengan nama Masjid Perahu. Masjid ini tergolong kecil untuk desainnya yang menarik. Karena terletak di gang kecil yang terapit apartemen, bagian perahu pada masjid ini digunakan untuk berwudhu. Masjid ini memang sangat unik diantara masjid-masjid yang ada di Indonesia. Sebab hal itu menjadikan daya tarik tersendiri bagi masjid perahu ini.

Masjid Terkecil Di Abu Dhabi

Masjid Terkecil Di Abu Dhabi

Masjid ini memiliki bangunan terkecil serta menjadi masjid yang paling tua di Uni Emirat Arab. Bukan di Indonesia, ini terletak di Uni Emirat Arab yang memiliki arsitektur modern yang telah dikenal dunia. Masjid ini memiliki luas 53 M2. Masjid dengan arsitektur terkecil di Abu Dhabi ini bernama masjid Al Badiya. Masjid ini memiliki kapasitas menampung 50 orang, namun bagi orang yang memiliki tinggi diatas 160 meter tidak bisa tegak berdiri di masjid ini karena bagian atap yang minim. Masjid ini terletak di bukit Fujairah. Masjid Al Badiya ini dibangun pada tahun 1446 M.

Masjid ini dinamakan Al Badiya, karena berada dekat dengan desa Al Badiya tersebut. Karena dibangun di wilayah perbukitan, masjid ini memiliki pemandangan yang apik. Tentunya masjid di Uni Emirat Arab ini sangat terbalik dengan perkembangan arsitektur di negara tersebut. Uni Emirates Arab dikenal dengan bangunan-bangunannya yang modern dan memiliki banyak gedung dengan tinggi melebihi langit.

Masjid Dhai Seedhi Ki Yang Terletak Di India

Masjid Dhai Seedhi Ki Yang Terletak Di India

Masjid ini terletak di sebuah kota di India yang bernama Bhopal. Kota ini sering menjadi sebuah destinasi bagi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri ke India. Karena pada kota ini terdapat danau buatan terbesar di Asia.

Masjid ini terletak di sekitar wilayah tersebut, dalam sejarah mengungkapkan bahwa masjid dengan arsitektur terkecil berasal dari India ini pada awalnya merupakan sebuah rumah ibadah darurat untuk tentara muslim yang sedang melakukan peperangan. Tetapi setelah perang usai, masjid ini dibiarkan tetap berdiri dan menjadi saksi sejarah. Arti dari masjid “Dhai Seedhi Ki” ini sendiri adalah “masjid dengan dua setengah langkah”. Masjid ini dibangun oleh Muhammad Khan pada masa pemerintahannya di Bhopal pada tahun 1720 an.

Masjid Larabanga Di Ghana Afrika

Masjid Larabanga Di Ghana Afrika

Salah satu masjid dengan arsitektur terkecil di dunia kali ini berada di Afrika, tepatnya di Ghana. Masjid ini terletak pada kampung Larabanga di Ghana. Masjid ini memiliki nama Larabanga diambil dari nama kampong letak Masjid tersebut. Masjid ini menjadi sebuah tempat ibadah tertua yang ada di Afrika Barat. Dan isunya Masjid ini masuk ke dalam daftar 100 situs dunia yang wajib untuk diselamatkan versi The World Monuments Fund’s. Pada masa pembangunan Masjid Larabanga ini ingin dibuat seperti Masjid Kuno dari daerah Sudan. Masjid kuno tersebut memiliki ciri khas dalam arsitekturnya yaitu berbentuk segi empat dan dilengkapi dengan kerangka atau pilar-pilar sebagai penompang atap.

Masjid Larabanga ini dibangun pada 1421 Masehi oleh saudagar muslim bernama Ayuba. Dan hingga saat ini, masjid ini terus berdiri kokoh dengan keunikannya. Salah satu masjid dengan bentuk arsitektur terkecil yang ada di dunia dan malah justru menambah minat wisatawan luar negeri untuk datang ke Ghana.

Itu dia beberapa masjid terkecil yang ada di Indonesia dan di mancanegara, tentunya bagi anda yang ingin berwisata religi setelah mengunjungi masjid besar dapat menambahkan list anda untuk mengunjungi masjid dengan arsitektur terkecil. Beberapa di antaranya berada di Indonesia, dan bisa dikunjungi oleh semua orang. Masjid merupakan salah satu tempat suci di dunia.

Masjid adalah sebuah tempat yang disucikan bagi kaum muslim. Masjid adalah tempat yang penting bagi penganut Agama Islam, oleh sebab itu menjaga dan meramaikan masjid adalah sebuah kewajiban bagi seluruh masyarakat Islam. Ketika berada di masjid tersebut usahakan untuk tidak mengganggu jamaah lain, dan berfokus untuk melakukan ibadah sholat sunnah maupun berjamaah.

 

 

Fasilitas Masjid Masjid Tercanggih Di Indonesia Dan Di Luar Negeri

Fasilitas Masjid Masjid Tercanggih Di Indonesia Dan Di Luar Negeri

Masjid merupakan tempat beribadah bagi umat Islam yang disucikan dan dijaga. Setiap aktivitas umat Islam kebanyakan menggunakan masjid sebagai fasilitas. Di Indonesia sendiri sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, memiliki masjid dengan jumlah yang banyak. Masjid di Indonesia sangat beragam, dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang biasa hingga yang modern. Banyak Masjid di Indonesia yang dikenal sebab keunikan dari segi arsitekturnya. Oleh karena itu, biasanya masjid-masjid ini digunakan untuk sengaja didatangi oleh para kaum muslim dari penjuru Indonesia.

Ada juga masjid yang memiliki sejarah besar terhadap Islam di negara ini. Beberapa masjid tersebut biasanya adalah masjid peninggalan para wali. Wali Songo yang menjadi pendakwah yang mempopulerkan dan memperjuangkan Islam masuk di Indonesia memiliki beberapa masjid yang disakralkan, di lingkungan masjid yang biasanya juga terdapat petilasan atau sebuah pemakaman dari para raja. Di Indonesia terdapat macam-macam Masjid yang bisa dikunjungi sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Islam. Salah satu yang sering di kunjungi saat ini adalah masjid-masjid yang memiliki arsitektur tercanggih di abad ini. Masjid tercanggih ini tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia dan sudah dikenal oleh banyak orang.

Masjid yang merupakan tempat beribadah bagi umat Islam, saat ini juga berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Beberapa masjid menggunakan arsitektur dan rancangan dengan balutan teknologi untuk mendapatkan manfaat lain dari masjid tersebut. Masjid-masjid saat ini yang memiliki fitur canggih selanjutnya akan menjadi sebuah daya tarik bagi kaum muslim untuk datang menjalankan sholat berjamaah di masjid tersebut.

Berikut beberapa masjid dengan fitur tercanggih dengan arsitektur yang dimilikinya dan bisa untuk anda kunjungi :

Masjid Rahmatan Lil Alamin Di Indramayu, Jawa Barat

Masjid Rahmatan Lil Alamin Di Indramayu Jawa Barat

Masjid ini terletak di Indramayu, Jawa Barat. Salah satu masjid dengan bangunan termegah yang ada di Indonesia dan telah diakui oleh banyak orang. Bila melihat dari arti nama masjid ini adalah “rahmat bagi alam semesta, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW”. Masjid yang terletak di Indramayu ini, memiliki 6enam lantai. Hal tersebut menjadi alasan mengapa Masjid ini merupakan bangunan yang canggih di era saat ini. Dengan tingginya yang enam lantai ini, masjid ini mampu menampung 100 ribu jamaah. Tentunya jumlah tersebut adalah jumlah yang sangat besar untuk sebuah Masjid. Masjid ini sudah dikenal dan sering dikunjungi karena kemegahannya di area Jawa Barat. Masjid Rahmatan Lil Alamin ini dibangun oleh Universitas Al Zaytun.

Masjid Raya Sumatera Barat Atau Masjid Mahligai Minang

Masjid Raya Sumatera Barat Atau Masjid Mahligai Minang

Merupakan sebuah masjid yang dibangun pada lokasi di jalan Khatib Sulaiman, Alai Parak kopi, Padang Utara. Masjid ini mulai dibangun pada 21 Desember 2007. Masjid tahan gempa ini dibangun di atas lahan seluas 40000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 18000 meter persegi. Arsitek dari masjid ini adalah Rizal Muslimin, yang sudah dikenal setelah menjuarai salah satu kompetisi arsitektur bergengsi. Rizal muslimin adalah pemenang dari sayembara arsitektur yang diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara.

Masjid ini memiliki arsitektur desain yang modern dan tidak meninggalkan sisi tradisional. Pada eksterior masjid ini tidak menggunakan kubah namun menggunakan atap seperti bangunan tradisional Minang dengan ukiran kaligrafi khas Sumatera Barat. Kubah pada masjid ini diganti dengan Kepala Kerbau khas rumah adat Minangkabau. Namun biasanya pada rumah adat Minangkabau Kepala Kerbau yang digunakan memiliki jumlah dua buah. Pada masjid ini Kepala Kerbau yang digunakan memiliki jumlah empat. Dalam budaya minang empat sisi ini disebut dengan filosofi Taurat, Injil, Zabur, dan Alquran. Kecanggihan yang lain terdapat pada permadani yang digunakan dalam masjid berasal dari hibah pemerintah Turki.

Masjid ini mampu menampung lima belas ribu jamaah dan pada lantai kedua mampu menampung lima ribu jamaah. Pada lantai ketiga dikhususkan sebagai tempat alternatif para jamaah atau bisa sebagai tempat beristirahat bila tidak digunakan. Masjid dengan fitur tercanggih ini dirancang mampu menahan gempa hingga kekuatan 10 Skala Richter. Dengan kemampuannya tersebut, masjid ini dapat menjadi sebuah tempat pertahanan bila sewaktu-waktu terjadi bencana gempa maupun tsunami. Banyak sekali jamaah yang terkesima dengan kemegahan masjid ini, sehingga masjid ini sangat cocok bila ingin anda kunjungi sewaktu wisata religi.

Masjid Baiturrahman Aceh

Masjid Baiturrahman Aceh

Alasan mengapa masjid ini masuk ke daftar masjid dengan fitur tercanggih adalah karena kemampuannya yang sudah terbukti dalam menahan gempa. Di Indonesia sendiri sebagai negara yang rawan terkena gempa, memiliki sebuah bangunan dengan fungsi menahan gempa sangatlah diperlukan untuk waktu-waktu kritis. Begitu pula yang terjadi pada masjid ini, masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid yang berada di Kota Banda Aceh. Pada tepatnya masjid ini berada di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia. Setelah bencana tsunami Samudra Hindia 2004, masjid ini menjadi Landmark di Banda Aceh karena selamat dari bencana tersebut.

Dibangun pertama kali pada tahun 1879, oleh arsitektur Gerrit Bruins masjid ini selesai pada tahun 1881. Memiliki tujuh buah kubah dan delapan buah menara, serta dengan kemampuan menampung sebanyak 30.000 jamaah. Melihat dari tahun berdirinya sangat mustahil bagi masjid ini untuk bisa bertahan karena terjangan tsunami. Sebab banyak bangunan-bangunan yang lebih muda justru hancur terkena terjangan tsunami pada tahun 2004 lalu. Tetapi masjid ini mampu bertahan dan bisa digunakan sebagai tempat untuk membangkitkan mental warga Banda Aceh.

Pada interior masjid ini dinding dan pilarnya berasal dari Tiongkok dan jendela kaca patri berasal dari Belgia. Pada dasarnya masjid ini memiliki gaya Kebangkitan Mughal, yang dapat dicirikan dari kubah besar dengan menara menara.

Itu dia beberapa masjid canggih yang ada di Indonesia. Dan bisa anda kunjungi sebagai salah satu destinasi wisata religi. Selanjutnya di bawah ini adalah beberapa masjid tercanggih yang berasal dari mancanegara, berikut daftarnya :

Masjidil Haram, Termegah Dan Tercanggih

Masjidil Haram Termegah Dan Tercanggih

Masjid yang merupakan kiblat sholat umat islam di seluruh dunia ini memiliki bangunan yang megah dan canggih. Masjid ini selalu dikunjungi untuk kegiatan ibadah haji. Memiliki luas hampir 400.000 M2, bisa digunakan untuk menampung dua juta jamaah haji di setiap tahunnya. Hingga sekarang banyak proyek pembangunan gedung dan arsitektur yang sedang berjalan untuk bertujuan agar ibadah haji di Masjidil Haram ini semakin lancar. Masjidil Haram dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang luar biasa. Fitur-fitur canggih di masjid ini untuk memantau pelaksanaan haji dan memudahkan ketika proses pembersihan masjid yang luas ini. Fitur canggih untuk membersihkan masjid sendiri membutuhkan waktu 20 menit bagi petugas membersihkan seluruh wilayah masjid ini. Merupakan mesin pembersih bernama Haram Captor, merupakan penghisap kotoran tercanggih di Masjidil Haram. Biasanya pembersihan masjid ini dilaksanakan pada waktu pergantian Maghrib dan Isya. Alat ini mampu mengumpulkan sampah sebanyak hampir 100 ton.

Masjid Nabawi Di Saudi Arabia

Masjid Nabawi Di Saudi Arabia

Merupakan Masjid yang berlokasi di kota Madinah, Saudi Arabia. Ini merupakan salah satu Masjid yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW ketika berhijrah. Masjid ini sudah menjadi tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya yaitu Abu Bakar dan Umar Bin Khattab.

Masjid ini dibangun dengan luas 80.000 M2 hingga mampu menampung 500.000 jamaah. Kecanggihan masjid ini berada pada kubahnya yang dapat bergeser. Masjid Nabawi memiliki banyak kubah besar dan indah dibalut dengan teknologi yang canggih. Setiap malam atau ba’da isya, puluhan kubah tersebut akan bergeser secara otomatis. Ketika keseluruhan kubah tersebut bergeser, akan sangat indah berada di bawah kubah tersebut, keindahan tersebut adalah ketika anda melihat atap langit yang terbuka melalui dalam masjid. Salah satu kecanggihan dari masjid ini juga terletak pada teknologi pendeteksi plat kendaraan yang bisa digunakan sampai radius 10 Km. Masjid ini Memiliki 500 kamera CCTV dan puluhan Air Conditioner. Kecanggihan yang terakhir berada pada payung Masjid Nabawi, payung pada Masjid Nabawi bisa terbuka dan tertutup secara otomatis dan dapat menurunkan suhu sampai 10 derajat Celcius.

Itu dia beberapa masjid tercanggih yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Masjid-masjid tersebut dibangun dan diperbaiki dengan kemajuan teknologi zaman. Tentunya kemajuan teknologi membantu manusia dalam berbagai hal salah satunya pada kecanggihan sebuah masjid.

Inilah Masjid Tertua Indonesia yang Desainnya Masih Asli Berusia Ratusan Tahun  

Inilah Masjid Tertua Indonesia yang Desainnya Masih Asli Berusia Ratusan Tahun  

Bila membahas tentang peradaban Islam di Indonesia memang tak bisa terlepas dari bangunan-bangunan masjid yang berdiri di Indonesia. Berdasarkan teori yang berkembang, masuknya Islam di Indonesia diperkirakan terjadi sekitar abad ke-7 yang kala itu dibawa oleh saudagar Arab dari Timur Tengah. Selain itu adapula teori yang menjelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 yang dibawa oleh pedagang India dari Gujarat. Melihat telah lamanya agama Islam masuk ke Indonesia maka tak heran bila banyak ditemukan bangunan masjid tertua Indonesia.

Seperti yang telah diketahui bahwa mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam Kondisi tersebut membuat pembangunan masjid di Indonesia semakin bertambah dari waktu ke waktu dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tetapi perlu diketahui bahwa dari sekian banyak masjid yang ada di Indonesia ternyata masih banyak bangunan masjid tertua dengan bangunan tradisional yang berusia ratusan tahun. Bahkan sampai sekarang bangunan masjid tersebut ada yang belum pernah mengalami renovasi. Penasaran dimana saja masjid tertua Indonesia tersebut?

Berikut informasinya

1.Masjid Tua Palopo

Masjid Tua Palopo merupakan salah satu masjid yang tertua di Indonesia yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan. Masjid ini didirikan tahun 1604 pada masa pemerintahan Raja Luwu yaitu Datu Payung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah Matinroe. Ketika awal masa pemerintahan Sultan Abdullah, beliau memerintahkan untuk melakukan pemindahan ibukota kerajaan Luwu dari Patimang ke Palopo. Alasan pemindahan tersebut karena secara teknis dan strategi pemerintahan untuk mengembangkan ajaran agama Islam kala itu. Agar lebih mendukung dalam upaya penyebaran serta pengembangan ajaran agama Islam maka didirikanlah Masjid Tua Palopo yang berada di tengah Kota Palopo yang letaknya juga tak jauh dari Istana Raja.

2.Masjid Al-Hilal Katanga

Masjid Al-Hilal Katanga

Masjid yang tertua di Indonesia berikutnya yaitu Masjid Al-Hilal Katanga. Dimana masjid yang dibangun tahun 1603 ini adalah masjid yang paling tua di Sulawesi Selatan. Pemberian nama Masjid Hilal Katanga diambil dari bahan pembuatan bangunan masjid dari Pohon Katanga. Tahun pembangunan masjid ini juga terdapat dalam sebuah prasasti namun ada beberapa sejarawan yang masih meragukan informasi tersebut. Tetapi adapula yang menyebutkan bahwa masjid tersebut didirikan sekitar abad ke-18. Dahulu masjid ini adalah pusat kerajaan Gowa dan sebelah utara masjid ini adalah makam Sultan Hasanuddin. Tempat makam tersebut dahulu dipercaya merupakan tempat berdirinya Istana Tamalate yaitu Istana Raja Gowa kala itu.

3.Masjid Tuo Kayu Jao

Masjid Tuo Kayu Jao

Masjid yang satu ini terletak di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Gunung Talang, Solok, Sumatra Barat. Berdasarkan informasi yang berkembang, masjid ini dibangun tahun 1599 dan menjadi salah satu cagar budaya di Sumatra Barat. Meskipun masjid ini pernah mengalami beberapa pemugaran seperti pemugaran salah satu tiang yang lapuk serta penggantian atap ijuk yang lama namun keaslian bangunan masjid ini tetap terus dipertahankan sampai saat ini.

4.Masjid Mantingan

Masjid Mantingan

Masjid Mantingan merupakan masjid yang berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang didirikan tahun 1559 sesuai yang digambarkan pada ukiran mihrab masjid tersebut. Dahulu pembangunan masjid ini dilakukan oleh Kesultanan Demak dan menjadi pusat penyebaran Islam di wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Desain bangunan masjid ini sangat kental bergaya arsitektur Cina sehingga terlihat sangat unik. Selain itu di dalam komplek masjid ini juga terdapat makam Sultan Hadlirin yaitu penguasa terakhir Demak. Ada pula makam Waliulah Mbah Abdul Jalil yang dikenal dengan nama Syekh Siti Jenar.

5.Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten didirikan pada tahun 1552-1570 oleh kesulatanan Banten yang pertama dan merupakan putra pertama Sunan Gunung Jati. Bangunan masjid ini sangat unik karena atapnya berbentuk lima tumpuk yang mirip dengan pagoda Cina. Sedangkan bentuk menaranya mirip dengan mercusuar dengan tinggi 24 meter yang memiliki 83 buah anak tangga. Dahulu menara tersebut dijadikan sebagai gudang untuk menyimpan senjata dan tempat azan. Kini menara tersebut masih berdiri kokoh dan bisa digunakan untuk melihat pemandangan sekitar masjid dari ketinggian.

6.Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus

Masjid yang satu ini memiliki desain bangunan yang memadukan antara budaya Islam dan Hindu yang bisa terlihat dari bentuk menaranya yang mirip dengan candi. Gaya bangunan masjid yang dibangun pada tahun 1459 ini memang dipengaruhi oleh Sunan Kudus yang kala itu selalu bijaksana dalam berdakwah. Dahulu penduduk pribumi banyak yang menganut ajaran Hindu dan Budha sehingga pembangunan masjid Menara Kudus disesuaikan dengan kondisi tersebut agar Islam mudah diterima oleh penduduk pribumi.

7.Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah

Masjid yang tertua di Indonesia ini berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang dibangun pada tahun 1526 pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah yang tak lain adalah Raja Banjar pertama yang memeluk Islam. Pembangunan masjid ini dilakukan di tepi sungai utara Banjar Lama. Masjid ini dibangun dengan gaya khas tradisional Banjar yang terlihat dari bagian atapnya yang tumpang tindih serta atap mihrabnya yang terpisah dari bangunan utama. Hingga kini masjid Sultan Suriansyah tetap terawat dengan baik dan berdiri kokoh.

8.Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak merupakan masjid tertua yang dibangun oleh Raden Patah yakni Raja pertama Kesultanan Demak. Masjid yang dibangun tahun 1474 ini mempunyai 4 tiang utama untuk bangunan induk yang disebut sebagai saka guru. Sedangkan atapnya berbentuk limas da memiliki 8 tiang yang disebut sebagai saka Majapahit. Di dalam komplek Masjid Agung Demak juga terdapat beberapa makam raja Kesultanan Demak beserta abdinya. Bahkan di komplek masjid juga terdapat sebuah museum yang berisi sejarah Masjid Agung Demak.

9.Masjid Ampel

Masjid Ampel

Masjid yang didirikan oleh Sunan Ampel ini berada di Kelurahan Ampel Kota Surabaya. Masjid yang dibangun tahun 1421 ini mempunyai 16 tiang utama yang dibuat dari kayu jati dan hingga saat ini masih berdiri kokoh. Masjid Ampel dibangun dengan gaya arsitektur Arab dan Tingkok sehingga begitu unik. Di bagian samping kiri halaman masjid terdapat sebuah sumur yang dipercaya sebagai sumur bertuah penguat janji. Di sebelah Barat masjid ini terdapat makam Sunan Ampel yang meninggal pada tahun 1481.

10.Masjid Wapauwe

Masjid Wapauwe

Masjid Wapauwe merupakan masjid yang dibangun pada tahun 1414 dan terletak di Maluku. Di dalam masjid ini tersimpan Mushaf Al Quran yaitu Mushaf Imam Muhammad Arikulapessy yang ditulis tangan tahun 1550 yang disebut-sebut sebagai Al Quran tertua di Indonesia. Selain itu terdapat pula Mushaf Nur Cahya tahun 1590 dan beberapa benda bersejarah Islam lainnya.

11.Masjid Saka Tunggal

Masjid Saka Tunggal

Masjid yang satu ini dibangun pada tahun 1288 di Desa Cikakak, Banyumas, Jawa Tengah oleh Kyai Mustolih. Informasi tahun pembangunan masjid tertua di Indonesia ini tertulis jelas di bagian tiang utama masjid. Pemberian nama Saka Tunggal berkaitan dengan jumlah tiang masjid ini yang dahulu hanya satu tiang saja dan menjadi lambang bahwa hanya ada satu Tuhan yaitu Allah SWT.

Dari beberapa sajian informasi diatas dapat diketahui bahwa di Indonesia masih banyak masjid tertua yang menyimpan kisah sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Tentunya masjid tertua Indonesia tersebut hingga saat ini masih berdiri kokoh dan sering dijadikan sebagai destinasi wisata religi yang bisa dikunjungi saat liburan dan untuk menambah wawasan seputar agama Islam.

Alasan Mengapa Masjid Indonesia Dengan Kubah Terbesar Dapat Menarik Minat Wisatawan Dalam Negeri Dan Luar Negeri

Alasan Mengapa Masjid Indonesia Dengan Kubah Terbesar Dapat Menarik Minat Wisatawan Dalam Negeri Dan Luar Negeri

kubah masjid terbesar

Masjid merupakan tempat beribadah bagi kaum muslimin. Sebagai Penganut Agama Islam, masjid adalah tempat yang disucikan untuk melakukan peribadahan. Oleh karena itu banyak sekali masjid-masjid yang memiliki daya tarik tinggi agar banyak muslimin yang datang untuk beribadah di sini. Sebagai seorang muslim tentunya memiliki masjid yang arsitektur di dalamnya indah dan megah merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Karena itu, kita harus turut menjaga kondisi masjid tersebut serta kondisi jamaah pada masjid tersebut. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah menjaga kebersihan di sekitar masjid. Lalu turut mempromosikan masjid tersebut kepada dunia, mempromosikan masjid tentunya adalah salah satu bentuk dakwah di era modern saat ini yang dapat dilakukan oleh banyak orang. Hal ini memanfaatkan akan tipisnya jarak antara dunia nyata dan dunia maya. Hampir semua orang bergaul di dunia maya, terkait satu sama lain dan saling bertukar pesan komunikasi.

Salah satu daya tarik masjid adalah kubah yang dimilikinya. Kubah menjadi sebuah identitas sebuah masjid dimanapun dia berada. Di seluruh penjuru dunia hampir semua masjid memiliki kubah. Apakah ini mendirikan sebuah gaya dari Timur Tengah yang sering diimplementasikan di beberapa gaya masjid di Indonesia maupun di luar Indonesia. Arsitektur kubah masjid ini memang merupakan salah satu yang populer di dunia. Sebagai bentuk sebuah tempat peribadahan bagi kaum muslim dimanapun dia berada. Kubah menjadi identitas yang penting, ketika kita akan menuju masjid. Bagi orang-orang yang berpergian dan memerlukan datang ke masjid untuk melakukan sholat wajib, kubah akan menjadi sebuah identitas yang dicari oleh banyak orang. Walaupun memang beberapa masjid modern saat ini tidak memiliki kubah. Kubah hanyalah sebuah daya dari arsitektur, yang terpenting adalah keyakinan dari setiap penganut agama tersebut. Seperti halnya budaya, kubah adalah suatu hal yang tidak diharuskan untuk diyakini. Tetapi memang merupakan salah satu bentuk identitas atau bentuk komunikasi antar sesama muslim di seluruh dunia dengan pesan “disinilah tempat untuk bertemu Allah SWT”. Mungkin bisa dikatakan seperti itu mengenai pesan yang terkandung di dalam kubah masjid.

Sebagian orang menganggap kubah masjid ini sebagai hal yang penting yang harus ada di masjid tersebut. Bisa dikatakan komunikasi yang terjadi adalah sebuah komunikasi simbol antara para penganut agama Islam. Tentunya hal ini berguna untuk mempermudah seorang Muslimin yang sedang mencari masjid ketika berada di luar lingkungan rumahnya. Dengan bentuk kubah ini akan menjadi sebuah ciri khas dari masjid-masjid di seluruh dunia.

Bagi beberapa orang yang sering berpergian, mengunjungi masjid bisa menjadi sebuah destinasi yang tepat. Karena tanpa kita sadari ketika kita telah berada di sebuah masjid, kita akan merasa nyaman dan tentram. Rasa nyaman dan tentram tersebut akan menghilangkan segala bentuk kekesalan. Baik itu berbentuk kekesalan secara fisik maupun secara nonfisik. Berada di masjid tentunya akan membuat hati kita semakin tenang, dan badan kita semakin nyaman. Maka tidak heran banyak orang yang tertidur pulas di serambi masjid, hari ini adalah sebuah nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Dan untuk teman-teman yang suka berpergian, inilah beberapa rekomendasi yang dapat diberikan terkait dengan masjid yang memiliki kubah besar di Indonesia. Beberapa masjid ini telah populer di kalangan Muslimin dalam negeri maupun luar negeri.

Berikut ulasannya :

Filosofi Masjid Indonesia Dengan Kubah Terbesar Milik Al Azhom

Masjid dengan kubah terbesar pertama di Indonesia yaitu masjid Al Azhom. Masjid ini terletak di tengah kota Tangerang. Mulai dibangun pada Juli 1997, masjid ini memiliki kubah terbesar di Indonesia. Dan dengan arsitek yang handal, buka besar ini tidak ditopang oleh tiang penyangga. Tetapi ditopang dengan, 4 kubah kecil di setiap sisi yang berbentuk setengah lingkaran. Kubah utama masjid ini diyakini memiliki diameter sepanjang 63 meter.

Tentu kubah yang besar dari masjid ini dipengaruhi oleh wilayah yang luas untuk masjid. Memang masjid ini terletak di lahan seluas 2,25 hektar. Untuk ukuran masjid ini juga memiliki luas 5775 m2, serta yang tidak perlu dikhawatirkan adalah lahan parkir sebesar 14.000 m2. Daya tampung masjid al Ahzam ini sebanyak 15.000 kaum muslimin. Disinyalir masjid ini telah menghabiskan dana sebesar 28 miliar rupiah, tentunya bukanlah uang yang kecil untuk membangun sebuah masjid.

arsitektur kubah masjid

Di dalam masjid ini sendiri juga terdapat lima kubah emas dengan kaligrafi yang menawan. Filosofi dari hal ini mengatakan mengenai kewajiban lima sholat wajib bagi seorang muslimin yang harus selalu ditegakkan. Serta filosofi lain yang terkandung di masjid ini berada di bagian luar yaitu tiang menara. Tiang menara pada masjid ini berjumlah empat yang melambangkan empat tiang ilmu yaitu Bahasa Arab, Syariah, Sejarah dan Filsafat.

Yang tidak kalah penting adalah mengapa tinggi menara masjid ini mencapai 30 meter. Hal ini mengandung filosofi jumlah Juz dalam Al-Qur’an. Selain menara bentuk filosofi yang muncul lagi terdapat pada tinggi kuncup menara setinggi enam meter yang menjulang, hal ini melambangkan mengenai rukun iman.

Tentunya masjid dengan kubah terbesar ini menjadi sebuah pilihan yang tepat bagi anda seorang traveler muslimin yang ingin mengunjungi masjid-masjid di Indonesia. Masjid ini mengajarkan banyak filosofi terkait dengan Islam untuk setiap bagian pada masjid. Jadi selain anda dapat beribadah di masjid ini, anda akan mendapatkan hikmah dari setiap bagian masjid ini. Yang akan menyadarkan kita akan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Bahkan Selain itu kita akan dihadirkan pada tanggung jawab merawat dan menjaga masjid ini. Merawat dan menjaga masjid bukan hanya dari sisi bangunannya, nilai dari bangunan tersebut tidak akan ada artinya bila tidak ada jamaah yang berada di masjid tersebut. Salah satu cara kita adalah dengan berdakwah di media sosial agar beberapa orang terbuka mata hatinya untuk melakukan sholat di masjid.

kubah tampak luar

Itu dia masjid dengan kubah terbesar di Indonesia, yang dapat menjadi destinasi anda bila berpergian di daerah Tangerang. Tentu mengunjungi masjid ini akan menjadi sebuah kewajiban agar anda mendapatkan hikmah dari setiap sisi bangunan masjid tersebut. Masjid yang merupakan tempat beribadah seorang muslim, haruslah terus dijaga dari sisi bangunan dan juga pengunjung masjid tersebut. Bila masjid tersebut tidak memiliki jamaah yang hadir, tentunya akan menjadi sebuah kabar buruk bagi Muslimin. Jadi alangkah baiknya jika kita turut membantu keberlangsungan dari masjid-masjid ini. Masjid dengan kubah terbesar ini memiliki daya tarik dari wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Tentunya wisatawan-wisatawan mereka yang menganut agama Islam sebagai keyakinan di hidupnya. Karena masjid yang memiliki kubah terbesar ini bangun tidak asal-asalan. Setiap bagian dari masjid memiliki filosofi yang penting yang dapat kita ambil hikmahnya. Bisa mengingatkan kita terkait dengan hal-hal penting di dalam Islam. Masjid Indonesia dengan kubah terbesar ini, telah ramai diperbincangkan di media sosial. Jadi bagi anda seorang yang aktif di media sosial, melakukan dakwah di media sosial juga merupakan sebuah kewajiban seorang Muslimin. Ketika melihat peluang tersebut ada baiknya kita seorang muslim turut mendukung dan ikut berdakwah dalam hal mempromosikan masjid ini. Sebagai bentuk mengingatkan kita kepada sesama serta meningkatkan kredibilitas Islam dimata dunia. Selain Masjid tersebut terdapat juga Masjid Istiqal Jakarta juga memiliki kubah yang besar dan Masjid Islamic Centre di Samarinda dengan gaya arsitektur Madinah. Tentunya masih ada banyak masjid lagi yang berada di Indonesia yang memiliki banyak keunikan dan keunggulan. Serta masjid-masjid ini nantinya juga akan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi di bidang arsitektur. Sebagai seorang muslim kita haruslah turut menyongkong perkembangan zaman tersebut ke arah yang lebih baik.

Beberapa Masjid Dengan Arsitek Modern Yang Bisa Jadi Spot Selfie Keren

Beberapa Masjid Dengan Arsitek Modern Yang Bisa Jadi Spot Selfie Keren

Manusia lama-kelamaan akan semakin modern mengikuti perkembangan zaman. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia akan terus melakukan an pembaharuan di semua bidang kehidupan. Manusia akan terus berpikir maju untuk selalu membenahi kesalahannya di masa lalu. Sebab karena itu pada dasarnya semua manusia akan menjadi lebih baik seiring dengan umur mereka yang akan menua. Dengan begitu manusia akan memiliki motivasi menjadikan hari ini ini lebih baik dari hari sebelumnya agar tidak tergolong dalam kelompok manusia yang merugi karena waktu. Karena perkembangan zaman inilah tentunya Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia akan mempunyai penilaian dari sudut pandang yang berbeda oleh masing-masing orang. Semakin manusia memiliki pengetahuan dan ilmu yang luas, mereka haruslah menjadi lebih bijaksana. Tapi tanpa kita sadari, setiap manusia memiliki egonya masing-masing yang bisa menutupi sisi baik orang lain.

Beberapa hal mengenai perkembangan zaman ini salah satunya adalah di bidang teknologi media sosial. Teknologi memang terus berkembang seiring perkembangan zaman, munculnya aplikasi-aplikasi baru yang diciptakan oleh developer aplikasi di seluruh dunia. Persaingan di bidang teknologi juga terus berkembang, hingga mengalami dinamisasi di masyarakat. Salah satu dinamika yang terjadi adalah tipisnya jarak antara dunia maya dengan dunia nyata setelah media sosial menjadi sebuah kebutuhan pokok. Tanpa kita sadari Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Tapi di dalam kemajuan modern ini, pada saat ini manusia melakukan pergaulan salah satunya dengan cara mengenal satu sama lain di media sosial. Salah satunya adalah media sosial Instagram yang menjadi primadona saat ini. Hampir semua orang memiliki Instagram, salah satu produk perusahaan pemilik Facebook ini. Cara kerja Instagram adalah berbagi foto dan video melalui setiap akun yang terkait satu sama lain. Maka dari itu terjadilah sebuah fenomena masyarakat yang sering melakukan selfie untuk keperluan posting di Instagram ini.

Lalu bagi seorang muslim, apakah hal tersebut diperbolehkan tentunya bukanlah porsi kita untuk menilai. Karena yang terpenting adalah niat yang tertanam dari seorang muslim tersebut. Banyak orang yang melakukan selfie di tempat peribadatan saat ini. Kita harus melihat nilai positif yang tertera dari kegiatan tersebut. Selfie bisa dikatakan sebuah tindakan berdakwah di era modern saat ini. Dengan begitu seorang muslim juga memperkenalkan dirinya kepada dunia, memperkenalkan agamanya, dan memperkenalkan tempat beribadahanya. Dengan berlandas melihat nilai baik tersebut kita tidak boleh memberikan dorongan yang bersifat negatif. Untuk itu melakukan selfie bisa dikategorikan sebagai kegiatan berdakwah di era modern ini, dan untuk mengetahui tempat mana saja yang memiliki nilai arsitektur yang indah dan cocok untuk dijadikan spot selfie, kami telah merangkumnya dengan pembahasan di bawah ini :

Masjid Dengan Arsitektur Modern

Masjid Dian Al Mahri 

Masjid Dian Al Mahri 

Salah satu masjid di Depok yang dikenal dengan Masjid Kubah Emas ini, merupakan masjid yang direkomendasikan bagi anda yang menyukai berfoto-foto saat berpergian. Masjid ini terkenal dengan sebutan Kubah Emas karena memiliki kubah yang dilapisi dengan emas setebal hampir 3 MM dengan mozaik kristal. Masjid ini setelah diresmikan di Depok menyita perhatian banyak orang. Banyak orang tertarik dengan masjid ini karena memiliki arsitektur mirip dengan masjid-masjid di di timur Tengah, selain itu juga memiliki Kubah Emas sebagai daya tarik tersendiri. Disinyalir didalamnya terdapat sebuah lampu kristal yang didatangkan dari Italia serta memiliki berat 8 ton.

Bagi anda yang berada di daerah Depok, tentunya berfoto dan ber selfie di masjid ini merupakan salah satu bentuk dakwah di era modern yang bisa anda lakukan. Jadi setelah anda selesai beribadah di masjid ini, anda dapat berjalan-jalan untuk menikmati pemandangan yang ada. Karena memiliki masjid yang megah dan indah merupakan kebanggaan bagi seorang Muslimin.

Masjid Agung An Nur Di Pekanbaru

Masjid Agung An Nur Di Pekanbaru

Lalu untuk masjid yang satu ini, bila anda berfoto di daerah ini bangunannya lebih mirip dengan bangunan masjid milik Turki. Bila anda seorang pecinta Disney, masjid ini bisa menjadi pilihan untuk anda. Karena bentuknya yang mirip dengan di film Aladin. Ditambah lagi dengan kemegahan dan taman yang indah, masjid ini dapat menjadi salah satu destinasi berlibur anda di Pekanbaru. Banyak orang yang mengatakan masjid ini memiliki nama lain Taj Mahal Riau. Yang berarti Taj Mahal nya versi di Pulau Riau. Memang bila dilihat sekilas, masjid ini memiliki nilai seni yang tinggi gaya arsitektur yang mengadopsi Melayu, India, Turki dan Arab dijadikan jadi satu di masjid ini.

Taj Mahal Riau ini berfokus pada pendidikan di mana di dalam komplek masjid terdapat sejumlah fasilitas pendidikan. Di area komplek ini terdapat wilayah pendidikan Playgroup hingga Sekolah Menengah Atas yang bisa menjadi pilihan sekolah anak-anak anda. Selain itu terdapat area perkantor, perpustakaan, dan aula yang bisa digunakan.

Tentunya masjid Taj Mahal Riau ini menjadi pilihan yang tepat bagi anda kaum lelaki maupun perempuan yang menyukai traveler ke berbagai masjid di Indonesia. Anda bisa melakukan selfie di luar dengan latar belakang masjid ini setelah anda selesai beribadah. Sangat bagus bila melakukan pemotretan saat menjelang sore, karena akan terdapat cahaya biru, jingga dan orange sebagai latar belakang masjid tersebut.

Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Masjid ini merupakan sejarah di Indonesia. Sebagai saksi bisu dari kekuasaan Tuhan akan sebuah bencana terbesar di dekade ini. Masjid Raya Baiturrahman di Aceh ini, merupakan masjid tertua di Indonesia. Terletak di Kota Banda Aceh dan dipimpin pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam di tahun 1612 Masehi. Masjid ini juga pernah dibakar oleh Belanda dan dibangun kembali dengan arsitektur bergaya India oleh arsitek De Bruchi.

Masjid ini telah mengalami banyak pengorbanan untuk Islam di Indonesia. Sempat dibakar lalu di bangun lagi, terkena tsunami yang besar dan dapat bertahan hingga saat ini. Tentunya melakukan ikan kegiatan foto di area masjid ini akan mengingatkan kita akan kebesaran Allah SWT. Dan akan menambah iman kita mengenai kepercayaan yang kita yakini. Berfoto di area masjid ini tentunya merupakan salah satu bentuk dakwah di era modern. Maka dari itu, penting sekali untuk terus melakukan dakwah di zaman modern ini.

Itu dia beberapa masjid dengan arsitektur modern di era saat ini yang bisa menjadi destinasi liburan bagi anda dan keluarga. Berfoto di area masjid ini tentunya akan menambah sisi promosi untuk masjid ini, sehingga nantinya tanya orang yang akan datang ke masjid masjid ini. Setidaknya kita mampu menimbulkan minat dan kesan yang baik terhadap Islam yang damai di dunia. Salah satunya adalah dengan cara berdakwah melalui media sosial. Selalu bersikap terbuka dan ceria di media sosial merupakan salah satu cara untuk menambah daya tarik seseorang. Masjid-masjid ini sangat cocok untuk disinggahi bila kita sedang melakukan perjalanan. Selain memiliki bangunan yang modern, masjid-masjid ini memiliki visi yang kuat dan dapat memberikan kita dorongan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

 

Masjid Raya Al-Munawaroh, Ternate

Masjid Raya Al-Munawaroh, Ternate

Sebuah bangunan masjid yang unik dan juga sangat mempesona salah satunya berada di Ternate, Maluku Utara. Masjid tersebut menjadi kebanggaan sendiri bagi masyarakat Ternate karena memang memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri. Hal tersebut dikarenakan bangunan masjid tersebt berdiri di sebuah tepi pantai. Jadi jika terlihat dari kejauhan, masjid tersebut sangat indah dan terkesan megah.masjid Ternate juga merupakan bangunan yang didirikan oleh Pemerintah kota Ternate di bibir pantai. Keberadaan masjid ditepian pantai ini sangat unik karena biasanya masjid-masjid yang ukurannya sangat besar biasanya ditemukan di pusat kota besar. Keindahan dari masjid ini sangat bertambah karena berada di bibir pantai yang alami dan luas. Sehingga biasanya setelah melaksanakan ibaah shalat maka para jamaah dan pengnjung akan menikmati panorama keindahan alam yang luar biasa kepada laut lepas.

masjid al-munawaroh

Proses pembangunannya sendiri membutuhkan waktu kurang lebih tujuh tahun. Dimana pada tahun 2003 mulai pertama peletakan batu yang menunjukan akan dibangunnya sebuah masjid kemudian rampung pada tahun 2010. Dalam pembangunannya pun dana yang didapatkan berasal dari APBD ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Tak tanggung-tanggung Pemerintah kota Ternate menghabiskan biaya sebesar hamper 48 miliar rupiah. Jumlah yang tidak sedikit tersebut menghasilkan sebuah bangunan masjid yang sangat luar biasa megah dan berdiri kokoh di bibir pantai.tepatnya selesai dibangun pada 6 Agustus 2010 lalu kemudian dilanjutkan dengan shalat Jum’at berjamaah sekaligus dengan adanya takbir akbar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1431 H. Meskipun demikian, sebenarnya pada saat itu keseluruhan bangunan masjid Raya Al-Munawaroh belum selesai, tetapi antusias dari Pemerintah kota Ternate dan juga penduduk sekitar menjadikan semangat yang luar biasa agar masjid tersebut segera dibuka dan diresmikan. Terlebih pada saat itu juga bersamaan dengan datangnya bulan Suci Ramadhan.

masjid al-munawaroh

Pada tanggal 6 Agustus 2010 juga dihadiri oleh orang penting dari Ternate yaitu Syamsir Andili yang merupakan walikota Ternate. Ditambah dengan berbagai jamaah dan masyarakat yang ikut serta ingin melihat secara langsung dari masjid tersebut sebanyak ribuan umat muslim. Perlu diketahui juga pada saat prosespembangunannya, masjid tersebut pernah mengalami keterlambatan waktu sehingga Pemerintah Kota Ternate bertanya dan menegur terhadap para tukang serta pelaksana pembangunan masjid Raya Al-Munawaroh. Kemudian ternyata setelah dilakukan pemeriksaan oleh BPK atau Badan Pemeriksa Keuangan ternyata terdapat hasil yang kurang memuaskan dimana menyebabkan para pelaksana pembangunan tersebut harus mengganti rugi hingga mencapai lima ratus juta rupiah. Hal tersebut dilakukan sebagai rekomendasi dari hasil audit BPK sendiri di tahun 2007 lalu.

Bangunan masjid Raya Al-Munawaroh berdiri diatas lahan seluas 6 Hektar. Luas dari masjidnya sendiri mencapai 9512 meter persegi. Dengan luas seperti itu masjid Raya Al-Munawaroh dapat menampung jamaah hingga mencapai 15.000 jamaah sekaligus. Hal tersebut merupakan sangat wajar dimana kota Ternate memang bervisi sebagai kota madani dengan jumlah penduduknya yang mencapai 650 ribu jiwa dan mayoritas disana beragama islam yaitu mencapai persentase lebih dari 95% dari jumlah populasi tersebut.

interior masjid al munawaroh

Masjid Raya Al-Munawaroh sangat menonjol dengan ke empat menaranya yang berdiri menjulang tinggi yang mencapai 44 meter. Terlebih kedua menara masjid tersebut sengaja dibangun di atas laut. Ditambah dengan sebuah kubah besar dibagian tengah atap masjid tersebut dengan warna yang menarik yaitu paduan dari warna kuning dan hijau. Sehingga jika dilihat dari kejauhan masjid ini benar-benar sangat luar biasa indah,megah dan unik karena berada di bibir pantai. Masjid ini juga termasuk dari kategori bangunan monumental dengan spesifikasi khusus karena beberapa bahan dari bangunannya sendiri didatangkan langsung dari Turki yaitu keramik dan lampu yang sangat indah.

Masjid Niujie – Beijing China

Masjid Niujie – Beijing China

Masjid yang diberi nama “Niujie” ini menjadi masjid teruta di Kota Beijing, Ibukota Republik Rakyat China. Diberi nama “Niujie” karena memang masjid ini terletak di Jalan (Jie) Sapi (Niu), atau Jalan Sapi di daerah Xuanwu. Apalagi, warga di kawasan ini hanya menjual masakan halal, terutama masakan halal berbahan baku daging sapi. Jadi, tidak heran jika kawasan ini dipenuhi oleh warung dan restoran khas muslim. Bahkan, kawasan ini merupakan kawasan muslim terbesar di Beijing China, yang ditinggali oleh sekitar 13,000 orang muslim.

Masjid Niujie menjadi masjid tertua di Beijing diantara lebih dari 68 masjid lain yang juga berdiri di kawasan Beijing. Masjid ini pun terbuka untuk umum, artinya orang non-muslim dapat berkunjung ke kompleks masjid ini, namun ruang utama tertutup untuk umum. Karena usianya yang sudah sangat tua, masjid ini menjadi masjid tertua sekaligus menjadi salah satu warisan budaya China yang harus di lestarikan oleh masyarakat sekitar dan juga pemerintah.

masjid neujie

Sejarah Berdirinya Masjid NiuJie

Masjid yang terletak di Jalan Sapi (NiuJie) ini dibangun pertama kali pada tahun 996 oleh dua orang berkebangsaan arab yang tinggal di daerah tersebut, pada saat masa pemerintahan Kaisar Tonghe dari Dinasti Liao. Pembangunan kemudian dilanjutkan pada tahun 1442 pada saat pemerintahan Dinasty Ming, kemudian dilanjutkan pada tahun 1696 pada masa Dinasty Qing.

Kemudian, Sejak Negara Republik Rakyat China berdiri dengan resmi pada tahun 1949, bangunan Masjid NiuJie sudah mengalami setidaknya 3 kali renovasi yang dilakukan pada tahun 1955, 1979 dan 1996. Renovasi yang cukup besar dilakukan pada tahun 2000 pada saat Beijing menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade 2000. Renovasi tersebut mencakup beberapa bangunan seperti tempat wudhu untuk wanita, ruang untuk umum dan juga ruang pameran.

Secara keseluruhan Masjid NiuJie ini berarti sudah melewati enam zaman yang pernah terjadi di China, mulai dari Dinasti Liao hingga Era China Modern yang kita alami saat ini.

Menara yang didirikan di samping masjid ini dibangun pada tahun 1068 dan 1077, kemudian difungsikan sebagai penyimpan dokumen-dokumen penting. Kemudian pada tahun 1496, menara yang disebut dengan “Xuanlilou” tersebut direnovasi kembali dan mulai difungsikan sebagai tempat mengumandangkan adzan.

Agama Islam di China disebut dengan “Yisilan Jiao” atau “Agama Yang Murni”. Pada awalnya Islam dibawa ke wilayah China oleh para pedagang asal arab. Bahkan, penyebaran Islam di China sudah dimulai oleh Paman Nabi Muhammad SAW sejak tahun 650.

interior masjid niujie

Arsitektur Masjid NiuJie

Kawasan Masjid NiuJie ini memiliki luas hingga 6,000 meter persegi, dengan arsitektural asli kekaisaran China dengan berbagai ornamen perpaduan antara China dan Arab. Berbagai kaligrafi Arab diatas bangunan yang berwarna merah khas China bisa kita nikmati dihampir seluruh bangunan masjid ini.

Keseluruhan bangunannya mencakup Ruang Sholat Utama, Tempat Wudhu, Tempat Pengajian, Ruang Pameran, dan Menara lengkap dengan beberapa paviliun yang digunakan sebagai kantor-kantor   pengurus.

Bangunan masjid ini memang sengaja dibangun dengan arsitektural khas kerajaan China, karena pada saat mulai dibangun pada tahun 996 silam, umat muslim tidak diperbolehkan untuk membangun sebuah bangunan yang melenceng dari arsitektural bangunan China pada umumnya. Jadi, pembangunan masjid dilakukan dengan gaya arsitektur bangunan khas China dengan pengecualian penggunaan kaligrafi Arab di seluruh bagian bangunan masjid masih diperbolehkan dan dimaklumi pada saat itu.