Masjid Agung H. Ahmad Bakrie Kisaran kab. Asahan

Masjid Agung H. Ahmad Bakrie Kisaran kab. Asahan

Lokasi Masjid Agung H. Ahmad Bakrie tepat pada ruas jalan lintas provinsi Sumatera yakni desa Sidomukti, kec. Kisaran Barat, Kab. Asahan. Letaknya berseberangan pada komplek kantor Bupati Asahan serta disebelah Alun Alun Kisaran yang memiliki bangunan pendopo sangat unik.

Desain bangunan masjid Agung Kisaran berbentuk segi empat simetris dan memiliki atap bertingkat dua. Selain itu, pada atap tersebut juga diletakkan sebuah kubah besar sebagai kubah induknya dengan cincin yang diberi warna strip emas. Disekeliling kubah induk juga ada 4 menara yang menjulang tinggi pada ke 4 sudut masjid yang diberi warna emas, sama dengan warna kubahnya. Bukan Cuma ada kubah induk yang ada di atas masjid ini, ada juga kubah pendamping yang berukuran lebih kecil diatas setiap beranda masjid tersebut.

Kubah masjid yang digunakan termasuk kubah panel enamel. Jenis kubah inilah yang sekarang ini sangat populer dikalangan masjid modern. Sehingga banyak yang mengganti kubah konvensionalnya dengan bahan panel enamel untuk bangunan kubah masjidnya. Bahan ini selain memiliki ketahanan yang sangat bagus juga mempunyai ketahanan warna hingga 20 tahun.

Sehingga banyak yang beralih memilih jenis kubah ini untuk bangunan masjidnya. Tersedia banyak warna yang mencolok yang sesuai dengan bangunan masjid yang ada. Namun untuk kubah masjid agung kisaran sendiri memilih warna yang natural seperti bangunan masjidnya. Yakni warna putih bersih dan kuning emas untuk kubah bagian bawahnya. Warna ini sangat elegan dan megah untuk sebuah masjid dengan kesan melayu yang ada didalamnya.

Eksterior masjid ini berwarna putih serta kuning ditambah dengan aksen berwarna hijau lumut di bagiaan kerawang atau yang menutup bukaan serambi majid. Walaupun dibangun dengan mengadopsi konsep bangunan masjid modern, namun bangunan masjid Agung H. Ahmad Bakrie Kisaran juga mempunyai aksen melayu yang kental. Hal ini bisa dilihat dengan tambahan ornament pada bagian atas dinding eksterior masjid berwarna kuning. Maupun cincin penopang kubah induk serta cincin yang melingkari menara masjid berwarna kuning emas ini. Untuk sisi kerawangnya telah didominasi dengan adanya pola geometris dan warna hijau lumut.

Konsep melayu juga terlihat pada tangga masuk masjid dari langgam melayu, dengan tangga yang lebih lebar dan sangat tinggi telah mengesankan bangunan masjid ini sama dengan rumah panggung tradisional melayu. Selain itu, penambahan jendela yang berukuran besar dan lengkungan ataupun ornamen yang ada di atas jendela pun menggunakan warna kuning emas sehingga menghadirkan kesan melayu yang sangat kental.

Bagian interior masjid juga dirancang lebih lega dan minimalis karena hanya ada ornament yang sedikit. Bagian yang banyak hiasannya Cuma di bagian bingkai mihrabnya, terdapat satu lampu gantung besar yang menjuntai ke bawah tepat dibawah kubah besar masjid ini. Ruangan ini juga didominasi dengan warna putih serta ada banyak jendela kecil yang terdapat di atap masjid maupun jendela besar disekeliling masjid. Dengan adanya jendela-jendela tersebut, masjid terlihat sangat terang ketika siang hari. Dengan atap yang tinggi juga mampu menghadirkan kesan masjid yang sangat teduh.

Bangunan masjid Agung kisaran terdiri atas 3 Lantai. Di bagian lantai pertama digunakan sebagai tempat wudhu dan juga kantor untuk para pengurus Masjid ini. Area kamar mandi yang digunakan untuk wudhu pun sangat luas. Selanjutnya pada bagian lantai 2 maupun lantai 3 adalah bangunan utama masjid sebagai tempat beribadah shalat. Di lantai 2 adalah bagian utama masjid yang sangat terasa konsep Melayunya.

Masjid agung Darussalam Palangkaraya Kalimantan tengah

Masjid agung Darussalam Palangkaraya Kalimantan tengah

Masjid Raya Darussalam adalah salah satu masjid yang terbesar sekaligus termegah yang ada di kota Palangka Raya. Lokasi masjid yang dibangun pada luas tanah sekitar 5 hektar tersebut berada di komplek STAIN Palangka Raya.

Masjid Raya Darussalam juga menjadi pusat pengembangan agama Islam dan dirancang dengan fasilitas gedung serbaguna. Sementara untuk menara masjidnya memiliki tinggi hingga 118 meter.

Keindahan masjid raya Darussalam bisa anda nikmati secara langsung dari jln. raya G. obos. Saat anda memasuki pintu masuk kampus STAIN, maka anda akan memasuki gerbang masjid agung Darusalam. Jalannya memiliki dua jalur yang dibelah dengan hiasan kaligrafi yang memiliki bahan dasar beton dengan dilapisi oleh hiasan keramik warna merah putih terdapat pula hiasan kaligrafi kalimat tauhid. Selain itu, perpaduan dua symbol yang ada bisa berupa tauhid untuk Islam dengan merah putih bagi Indonesia.

Berdasarkan perencanaan, bangunan arsitektur Masjid Raya Darussalam terdiri atas tiga lantai yakni lantai I yang digunakan untuk fasilitas perkantoran. Ruangan ini memiliki luas sampai 1.017 meter persegi. Sedangkan pada lantai II maupun lantai III, memiliki luas hingga 2.028 meter persegi. Sehingga luas bangunan masjid seluruhnya ialah 3.358,5 meter persegi. Dalam ruangan masjid ini mampu menampung jamaah hingga 5.000 jemaah.

Bukan Cuma ruangan masjid yang bisa digunakan untuk tempat shalat. Halaman masjid pun juga bisa digunakan untuk shalat dengan memiliki luas hingga 3.442,5 meter persegi sehingga mampu menampung sekitar 15.000 jemaah. Area parkir memiliki kapasitas hingga 72 unit mobil dengan kendaraan bermotor sampai 300 unit disekelilingnya juga ada ruangan terbuka.

Berdasarkan symbol yang ada dalam masjid ini, sudah bisa terlihat secara jelas jika masjid ini merpakan masjid yang memiliki symbol pancasila. Memiliki lantai keramik yang didalamnya dipadukan dengan warna merah maupun putih. Alasannya karena masjid raya Darussalam adalah salah satu dari ke 999 masjid yang sudah dibangun Yayasan Amal Bakti Musim Pancasila atau (YAMP) yang telah tersebar luas hingga ke berbagai daerah yang ada di Indonesia. jadi, masjid yang memiliki model arsitektur ini kerap disebut oleh mayarakat dengan sebuatn masjid Pancasila.

Kegiatan yang dilakukan dalam masjid raya ini sangat beragam bukan Cuma untuk ibadah shalat saja. Kegiatan keagamaan lain yang biasa dilakukan disini seperti TPA, Madrasah, maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Di masjid ini juga menyelenggarakan Dakwah Islam yang dipimpin oleh tokoh agama dengan jamaah yang terdiri atas tetangga dan orang luar.

Dalam pengerjaan pembangunan masjid ini terutama bagian kubahnya, disediakan hingga 15 teknisi dari Jakarta. Kubah utama masjid ini memiliki diameter hingga 32 meter. Bangunan kubahnya juga dirancang dengan metode terbaru sehingga menghasilkan kubah modern dengan desain yang sangat megah. Bahan yang dipilih untuk bangunan kubah ini ialah dari bahan GRC sehingga selain lebih kokoh, kubah jenis ini juga mempunyai berat yang sangat ringan. Glassfiber Reinforced Cement atau (GRC) adalah bahan komposit yang berasal dari adanya campuran semen dan juga pasir kemudian dipompakan maupun disemprotkan sekaligus diberi penulangan bahan fiberglass. Komponen GRC yang ringan karena menghasilkan produk yang tipis akan memudahkan pengangkutan, penyimpanan, penanganan, hingga proses pemasangannya diatas masjid. Disamping kubah utama, kubah pendamping yang ada pada Masjid ini juga berkonstruksi sama dengan kubah utamanya.

Masjid Azizi cagar budaya peninggalan kerajaan Langkat

Masjid Azizi cagar budaya peninggalan kerajaan Langkat

Dari sisi luas wilayah, tanjungpura mungkin tidak bisa digolongkan sebagai kota besar. Namun, kota yang berada di perbatasan Sumatera Utara dan Aceh tersebut merupakan wilayah tumbuh kembangnya kebudayaan Melayu. Salah satu Monumen yang membuktikan hal tersebut adalah Masjid Azizi.

Masjid Azizi merupakan rumah ibadah yang menjadi simbol Abadi perekat berbagai suku, ras dan budaya. Bangunan berarsitektur Melayu Islam ini adalah peninggalan Kesultanan Langkat di Tanjung Pura Sumatera Utara.

Masjid Azizi dibangun pada masa pemerintahan Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil rahmadsyah, sultan kedua kerajaan Langkat pada tahun 1893 – 1927 Masehi. Dia adalah putra Sultan Haji Musa Al muazzam Syah alkhandi naqsyabandi yang telah mewakafkan tanah untuk pesantren Babussalam Kepada Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan alkhandi naqsyabandi.

Masjid tersebut berjarak sekitar 200 meter dari istana Sultan Langkat, yakni istana Kota Baru dan istana Darul aman. Letaknya pun hanya sekitar 50 meter dari Madrasah Mas lurah dan madrasah aziziyah yang merupakan sekolah dan perguruan tinggi Jamaah mahmudiyah litholabil Khoiriyah.

Masjid terlihat mencolok dengan kombinasi warna kuning cerah pada bagian tubuh bangunan dan warna hitam yang melapisi kubah masjid. Elemen hias bergaya Melayu Deli tampak tersebar di beberapa titik dalam bentuk ukiran yang menyatu dengan bangunan.

Masjid juga tampak Semarak dengan banyaknya pilar. Di sebagian dalam masjid yang berfungsi sebagai ruang utama salat terdapat 34 pilar sedangkan di teras masjid 94 pilar.

Ruang utama tampak anggun dengan lampu gantung hias berukuran besar dari bahan kuningan berukir berisi 110 titik lampu. Mimbar tempat khotib menyampaikan khotbah terbuat dari kayu dengan motif hias flora. Adapun dinding bagian dalam dan luar masjid dihiasi kaligrafi ayat-ayat al Quran hiasan geometris dan motif flora.

Pada tahun 2010, pemerintah menetapkan masjid ini yang telah berusia sekitar 110 tahun ini sebagai benda cagar budaya karena memiliki peran penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan pendidikan agama dan kebudayaan. Penetapan tersebut juga berlaku pada Kompleks makam Kesultanan Langkat yang berada di halaman masjid

Masjid Raya Baiturrahman Aceh Masjid Indah Saksi Bisu Sejarah

Masjid Raya Baiturrahman Aceh Masjid Indah Saksi Bisu Sejarah

Bencana tsunami yang melanda Provinsi Aceh pada 26 Desember 2004 merupakan peristiwa menggemparkan di tingkat dunia. Tidak dapat dipungkiri perhatian masyarakat di berbagai pelosok tertuju pada kepentingan bangunan Masjid Raya Baiturrahman saat bangunan di sekitarnya luluh lantak disapu ombak tsunami. Kejadian ini semakin menguatkan keberadaan Masjid Raya Baiturrahman sebagai bagian sejarah panjang rakyat Aceh. Sejak awal didirikan pada masa Sultan Iskandar Muda 1607 – 1636, masjid ini sudah memiliki fungsi selain untuk beribadah, yakni sebagai pusat pendidikan ilmu agama. Kala itu banyak kalangan bahkan dari luar negeri seperti Melayu Persia Arab dan Turki yang datang untuk memperdalam ilmu agama.

Memasuki era penjajahan Belanda, masjid ini difungsikan sebagai basis pertahanan dan perlawanan rakyat Aceh. Tak heran, belanda yang merasa kerepotan dengan perlawanan rakyat Aceh dan kematian mayjen Kohler, akhirnya memutuskan untuk membakar habis masjid ini pada tahun 1873.
Pembakaran tersebut tidak melemahkan perjuangan rakyat Aceh, tapi justru meningkatkan perlawanan. Untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, pemerintah kolonial Belanda yang diwakili Gubernur Jenderal Van Lansnerge pada 1879 mulai membangun kembali masjid kebanggaan rakyat Aceh ini.

Masjid Raya Baiturrahman pun dipugar beberapa kali hingga kondisi dan bentuknya menjadi seperti sekarang. Saat ini masjid memiliki 7 kubah, empat menara, dan satu menara induk.
Posisi masjid yang terletak di lapangan terbuka semakin memperkuat kesan megah karena bentuk bangunan masjid tampak secara keseluruhan dari berbagai arah.

Di depan masjid, terdapat taman yang ditumbuhi rerumputan dengan aksen beberapa pohon kurma. Kolam besar yang ada di taman itu pada waktu-waktu tertentu akan memantulkan refleksi bangunan masjid tampak depan secara keseluruhan hingga menghasilkan sebuah pemandangan yang sangat indah.

Keseluruhan arsitektur Masjid merupakan gabungan gaya sejumlah negara. Gerbang utama yang menyerupai gaya rumah klasik Belanda berada tepat di depan pintu utama yang dibatasi serambi bergaya arsitektur masjid-masjid di Spanyol. Adapun yang menjadi sekat menuju ruang utama masjid bergaya khas arsitektur kuno India.

Memasuki bagian ruang utama masjid akan terlihat hamparan luas ruang berlantai marmer warna dominan putih dari Italia. Ruang utama juga dipenuhi tiang penyangga berwarna putih dengan sedikit aksen hiasan di bagian bawahnya. Warna putih ini membuat ruang utama terkesan semakin lapang.

Bagian dalam kubah utama yang tepat berada di bagian tengah ruang utama dilengkapi lampu gantung yang memuat 17 titik lampu penerang. Lampu gantung hias juga terlihat di Mihrab masjid, tepat di titik Tengah bagian depan ruangan.

Fungsi masjid ini semakin berkembang seiring penerapan syariat Islam di Nanggroe aceh Darussalam. Bukan hanya sebagai tempat ibadah dan pendidikan agama, kini Masjid Raya Baiturrahman juga dijadikan sebagai media pengembangan potensi sosial kemasyarakatan.

Masjid Agung Baiturrahman Limboto Gorontalo

Masjid Agung Baiturrahman Limboto Gorontalo

Salah satu masjid terbesar yang ada di Kab.Gorontalo ialah masjid agung baiturrahman yang berada di pusat Limboto. Dengan desain bangunan masjid yang memadukan dua konsep arsitektur yakni antara bangunan khas Nusantara dan juga khas Arab. Hal ini tampak sangat jelas dari adanya kombinasi atap utama yang berbentuk limas dengan tujuh kubah lainnya yang berbentuk bulat yang menjadi pendamping disekelilingnya.

Bangunan kubah masjid agung Baiturrahman Limboto sangat unik. Berbeda dengan kubah yang biasa digunakan di masjid-masjid nusantara. Bentuk yang menyerupai bangunan kubah khas masjid arab ini mampu menunjukan kemegahan masjid ini. Jenis kubah yang digunakan untuk masjid ini ialah kubah panel. Yang merupakan kubah alternatif paling ngetrend sekarang ini. Dengan paduan warna kubah yang sangat atraktif, hal ini mampu menambah nilai estetik sebuah kubah masjid sendiri. Hal inilah yang membuat banyak orang lebih suka memilih bangunan kubah ini dibandingkan jenis kubah lainnya. Warna yang mampu bertahan lebih lama menjadikan kubah ini tetap terlihat indah dan tidak membutuhkan perawatan seperti kubah konvensional.

Jika dilihat dari bagian eksterior masjid, akan terlihat sangat megah dan tetap bersahaja dengan adanya 2 kombinasi yakni antara warna putih dengan abu-abu muda. Sementara bagian interior masjid ini telah menampilkan kesederhanaan, karena hanya mengecat dinding masjid dalamnya berwarna putih bersih. Bukan hanya itu, untuk menambah keagungan bangunan masjid, juga diberikan aksen berwarna emas di bagian depan mihrabnya.

Selain itu, mihrab yang ada pada Masjid Agung Baiturrahman Limboto ini juga dibedakan antara relief dinding yang berbentuk kotak disertai hiasan kaligrafi dengan motif batik. Adanya kombinasi warna emas dengan hitam juga mampu menjadikan mihrab dalam masjid ini terlihat sangat mewah. Sementara tepat di bagian depan mihrab juga ada mimbar yang sudah di desain mirip dengan mimbar Ar-Raudah. Atau mimbar yang pernah dipergunakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah ketika berada di Masjid Nabawi. Untuk bangunan tiang mimbar juga menggunakan berbagai hiasan berupa ukiran berbentuk segi lima dengan motif bunga yang berjumlah hingga 5 buah. Jumlah 5 ini juga menyimbolkan banyaknya lima kerajaan yang terdapat di Gorontalo.

Selanjutnya lihat di bagian samping kiri ataupun kanan, dinding yang dibalut oleh kayu hitam dan hiasan desain kaligrafi. Hal ini juga terlihat seperti sebuah pagar kecil dengan berlukiskan emas. Menengok sedikit ke belakang juga ada 4 buah tiang besar sebagai penyangga masjid yang sangat mewah. Beberapa tiang tersebut sebagai simbol 4 sahabat nabi Muhammad SAW yang telah menopang perjuangan dakwah agama islam. Maka dibuatlah 4 tiang besar sebagai bukti empat tokoh tersebut memegang peranan penting ketika mengibarkan bendera kejayaan agama islam dahulu.

Tiang-tiang masjid tersebut bukan cuma berdiri begitu saja. Karena di bagian atasnya telah dihiasi oleh warna emas. Dengan bentuk bulat akan terlihat seperti sebuah lingkaran cincin dan mirip dengan scrub.

Jika anda masuk masjid dari pintu belakang, akan menemukan bentuk pintu masjid yang menyerupai pintu pondok yang memiliki atap runcing. Dengan lantai yang sangat bersih dan indah. Konon ubin yang digunakan tergolong jenis ubin yang mahal dan besar-besar, sehingga menjadikan masjid terlihat sangat indah. Selain itu, tidak jauh dari pintu masuk masjid dari belakang juga ada sebagian lantai yang dibuat dari kaca. Bukan Cuma itu, untuk menambah keindahan ornament tersebut, maka dipeliharalah ikan dalam kaca tersebut. Inspirasi lantai kaca dalam masjid ini telah diambil dari tahta kerajaan Nabi Sulaiman dahulu yang telah menggunakan lantai kaca dalam kerajaannya.

Kemegahan Masjid Agung Al-Falah di Batulicin

Kemegahan Masjid Agung Al-Falah di Batulicin

Sebenarnya jika anda ingin mengunjungi masjid bergaya timur tengah tidak perlu jauh-jauh ke negri Arab. Karena sekarang ini di Indonesia sudah banyak dibangun masjid yang bergaya arsitektur timur tengah. Salah satunya ialah masjid agung Al-Falah yang terletak di Jln. Kodeco Km 2,5. Disebuah Desa yang bernama Gunung Antasari, Kec. Simpang Empat Kab. Tanah Bumbu. Bangunan masjid yang dibangun dari bulan April tahun 2014 lalu ini telah mengadopsi gaya arsitektur Negara timur tengah dan menggabungkan beberapa unsur khas daerah Kalimantan selatan pada bagian interior bangunan masjidnya.

Bangunan masjid dilahan sekitar 1.6 hektare ini telah dibangun seorang pengusaha bernama Haji Samsudin Andi Arsyad (H Isam) lewat perusahannya bernama Jhonlin Grup. Masjid ini juga mampu menampung hingga ribuan pengunjung dengan kapasitas parkir kendaraan roda empat sampai 100 unit maupun kendaraan bermotor sampai 150 unit. Area parkir ditata dengan terpisah baik motor atau mobil. Ini semata untuk memperlancar akses keluar dan masuknya kendaraan yang digunakan oleh para pengunjung di area masjid ini. Khusus area parkir mobil ada di bagian kanan masjid, sementara area parkir sepeda motor berada di bagian kiri masjid.

Interior masjid ini bagian dalam juga banyak dihadirkan hiasan. Sementara dinding masjid baik dalam ataupun luar menggunakan bahan granit. Bangunan masjid ini juga terdiri atas dua lantai. Antara pintu gerbang dan juga pintu masuk menuju ke dalam masjid juga disediakan ruang terbuka yang memiliki lantai sangat bersih dan rapi. Untuk menambah kenyamanan para pengunjung wanita, disediakan juga akses menuju pintu masjid dari lokasi wudu yang terpisah antara pria dan wanita.

Telah didesain sebuah kolam yang ada dibagian sisi kanan dan kiri masjid yang mampu menambah kesejukan para jamaah yang berada di area masjid ini.

Sementara keindahan Masjid Agung Al-Falah juga terlihat karena bangunan kubahnya terlihat menyala berwarna kuning keemasan. Untuk menambah kesejukan para jamaah yang beribadah didalam masjid juga tersedia AC berukuran jumbo terpasang di dinding masjid bagian dalam.

Masjid ini juga terlihat sangat indah ketika malam hari. Sorot lampu yang mengenai warna keemasan kubah dan menara masjid mampu menghidupkan suasana masjid ini. Kubah yang dimiliki oleh masjid ini hanya ada satu sebagai kubah induknya. Yang bentuknya sangat unik tidak seperti kubah biasanya yang sudah di pasang pada masjid lainnya. Dua menara yang juga menambah keindahan bangunan masjid juga tidak kalah menarik dengan kubah induknya. Karena di puncak menara ada kubah kecil yang berwarna keemasan seperti pada warna kubah induknya. Inilah yang menjadi daya tarik masjid hingga menjadikannya sebagai salah satu masjid terindah yang ada di Kalimantan selatan.

Sebenarnya bangunan kubah yang paling banyak dipilih oleh masyarakat ialah kubah jenis enamel. Pembuatan kubah masjid mengunakan sistem enamel memang terlihat lebih eklusif, Kuat, bahkan lebih ringan. Apalagi harga yang di bandrol juga lebih murah dibandingkan dengan kubah dari bahan beton. Masalah warna juga tidak mudah pudar dan mampu bertahan hingga uisa pembuatan 20 tahun. Meskipun pada jaman dulu kubah masjid berbentuk ½ bola dari bahan beton, namun sekarang sudah mulai berkembang menjadi beraneka macam bentuknya. Ada yang berbentuk berbentuk bawang, bentuk ½ bola yang meninggi dipertengahan kemudian meruncing bahkan kubah yang seperti pada masjid Masjid Agung Al-Falah di Batulicin ini. Semua tergantung dengan permintaan para konsumennya.

Wisata Religi Masjid Syaichona Moch Cholil di Bangkalan

Wisata Religi Masjid Syaichona Moch Cholil di Bangkalan

Masjid Syaichona Cholil sampai sekarang sangat dijaga dan dihormati oleh warga sekitar sebagai rasa terima kasih pada ulama yang sudah berjasa dalam menyebarkan syiar Islam pada bagian ujung selatan Madura ini. Di dalam masjid ini juga ada makam Syaikhona Kholil. Beliau adalah seorang ulama besar yang sangat karismatik dan beliau juga guru kiai besar di jawa timur. Keelokan dan kemegahan bangunan arsitektur masjid di Mertajasah, Bangkalan, ini menjadikannya sebagai salah satu masjid terindah yang ada di Nusantara.

Bagian dalam bangunan masjid Syaikhona Kholil juga telah dihiasi oleh ornamen-ornamen kaligrafi dan menyebar pada setiap sudut bangunnannya. Masjid dengan kubah berwarna emas dan satu menara ini juga mempunyai halaman yang sangat luas. Selain itu, tersedia juga lahan parkir untuk kendaraan bermotor dan mobil yang mampu menampung hingga belasan bis besar bahkan puluhan motor yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan letak masjid.

Suasana religius dan kesan kemewahan pada setiap sudut bangunan sangat segar dipandang. Hal ini terpancar karena hampir bagian sudut bangunan masjid telah dihiasi dengan hiasan kaligrafi yang diukir begitu indah. Sementara pada bagian atap di lantai satu juga ada rangkaian hiasan kaligrafi yang memutari sisi-sisi atap masjid. Dicat dengan warna kuning keemasan juga semakin menambah kemewahan masjid ketika terkena sinar lampu yang sudah terpasang hampir pada setiap jarak 1 m persegi atap masjid tersebut.

Bangunan kubah yang dipilih untuk masjid ini juga termasuk kubah jenis panel enamel. Jenis kubah tersebut dibuat dari plat baja karbon ringan dari jenis spcc-sd. Dengan kata lain sphc yang keduanya mempunyai ciri yang mirip dengan karakteristik enamel. Kubah jenis ini mempunyai ketebalan antara 0,7 mm sampai 1,2 mm. Hal tersebut disesuaikan terhadap luas media panelnya sendiri.

Sementara bila mengacu pada bahan kubah enamel sendiri, maka sejumlah pihak kontraktor mulai berfikir keras dan memperkenalkan bahan enamel produksinya untuk kubah masjid. Kelebihan yang dimiliki oleh kubah masjid dari bahan enamel, juga membuat banyak pengurus masjid mulai tertarik ingin beralih pada bahan ini untuk kubah masjidnya. Bukan Cuma itu saja, warna yang sangat mencolok pada kubah enamel juga menjadi pertimbangan untuk memilih kubah enamel sebagai pelengkap bangunan masjid mereka.

Pada tempat wudhu juga sudah didesain sangat unik yakni (melingkar) yang menjadi daya tarik para pengunjung yang hendak berwudhu disini. Jika umumnya masjid menggunakan desain tempat untuk berwudhu dengan deretan kran yang memanjang ke samping. Hal ini tidak terjadi di masjid ini. Karena tempat wudhu masjid ini mempunyai bentuk yang unik berbentuk melingkar dan terdapat juga tempat untuk meletakkan peci atau kopyah di atasnya. Tempat wudhu ini juga dibangun dengan ukuran yang sangat luas dan mempunyai puluhan kran wudhu.

Masjid ini bukan Cuma dikunjungi para jamaah yang ingin melakukan ibadah shalat. Melainkan juga para jamaah yang ingin berziarah kemakam Syaikhona Kholil. Jadi, jika Anda hendak berziarah kesini, tidak perlu khawatir mencari waktu yang paling tepat. Karena setiap waktu masjid ini selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin beribadah dan berziarah ke masjid ini. Namun biasanya masjid sangat ramai dikunjungi ketika malam Senin (minggu malam). Hal itu karena tepat dengan acara istighosah yang digelar. Umumnya para peziarah berkunjung menjelang waktu maghrib. Sehingga sesudah shalat maghrib, peziarah langsung membacakan doa, tahlil, dan yasin hingga waktu shalat isya’ tiba. Usai berziarah, para pengunjung juga dapat membeli oleh-oleh khas dari Madura yang letaknya sangat dekatan dengan lokasi parkir kendaraan. Dengan harga yang sangat terjangkau dan tentunya memiliki kualitas terjamin.

Bangunan Arsitektur Kubah Masjid Agung Kota Kediri

Bangunan Arsitektur Kubah Masjid Agung Kota Kediri

Bangunan masjid Agung Kediri termasuk salah satu masjid termegah sekaligus masjid terbesar yang ada di kota Kediri. Hal ini sesuai dengan status yang disandangnya sebagai Masjid Agung untuk Kota Kediri, bangunan Masjid ini berdiri sangat kokoh tepat berada di depan alun alun Kediri. Jika dilihat dari kejauhan juga akan terlihat menara masjid yang menjulang tinggi disertai kubah berwarna hijau diatas masjid. Bangunan masjid agung kediri selesai dibangun ketika tahun 2006 silam. Sebanyak tiga lantai yang didalamnya memadukan berbagai desain masjid-masjid di dunia tanpa harus meninggalkan identitas asli masjid Nusantara.

Pada Masjid agung Kediri telah dilengkapi juga dengan lantai basemen sebagai area pendukung tempat wudhu, dan kamar mandi maupun tempat parkir untuk jamaah yang berkunjung. Lantai dasar pada masjid ini juga merupakan ruang serbaguna dan sekarang biasa dipakai dalam moment keagamaan. Pada ruangan ini juga biasa dilakukan prosesi ijab qobul dan acara pernikahan. Sementara untuk ruang sholatnya telah ditempatkan pada lantai dua dan juga di lantai tiga.

Menara sebagai pelengkap masjid yang berdiri sangat tinggi yang ada di sebelah tenggara masjid juga mampu menambah karakteristik tersendiri pada masjid agung kediri. Ditambah adanya sebuah gedung perpustakaan yang ada di sebelah telatan masjid. Dibangun anak tangga juga yang di tempatkan pada sisi depan masjid menghadap di jalan Raya P. Sudirman untuk akses utama para jamaah yang masuk ke dalam ruang utama masjid.

Sederetan pilar yang terbuat dari beton yang berukuran besar dan sangat tinggi juga telah mendominasi tampilan luar masjid agung kediri. Pilar-pilar seperti ini telah dikenal sebagai ciri khas bangunan yang bergaya Eropa. Sementara ciri khas bangunan masjid Nusantara yang masih melekat dalam bangunan masjid ini ialah struktur atap masjid yang masih berupa atap Joglo yang bersusun tiga.

Pada tiga tumpukan bagian atap masjid tersebut tidak dirancang secara sejajar satu dengan yang lainnya namun bersilangan antara satu dengan lainnya. Sehingga akan menghasilkan atap masjid berdenah layaknya bintang delapan jika dilihat dari udara. Desain atap tumpang yang bersilangan seperti ini bisa dijumpai jugapada Masjid Said Naum yang berlokasi di Jakarta Pusat. Bentuk segi delapan juga telah dikenal sebagai sebuah simbol dunia Islam. Dan juga menjadi arah mata angin sebanyak delapan yang mengisyaratkan jika agama Islam menebarkan rahmat untuk seluruh alam.

Pada puncak tertinggi atap bangunan Masjid telah dilengkapi oleh sebuah kubah ang dicat warna hijau. Bangunan kubah adalah salah satu simbol universal dalam bangunan Masjid. Pada masjid agung Kediri telah memilih jenis kubah masjid dari bahan enamel. Kubah Masjid Enamel merupakan jenis kubah yang terbuat dari bahan plat baja ringan yang menggunakan ketebalan tidak sama dan bisa disesuaikan terhadap kebutuhan dan keinginan pemesannya.

Ciri yang sangat mencolok pada jenis kubah ini adalah memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan dengan kubah jenis lainnya. Kubah ini juga memiliki struktur sangat ringan jadi sangat cocok digunakan bagi setiap bentuk masjid karena tak akan memberi beban berat tambahan untuk bangunan masjid tersebut. Kubah ini juga mempunyai banyak variasi desain yang bisa ditambahkan dengan aplikasi warna apa saja pada setiap detail bangunan kubahnya. Berbagai pilihan warna juga semakin menambah keindahan kubah yang memperlihatkan bangunan kubah masjid tersebut mempunyai ciri khas tersendiri sehingga berbeda dengan jenis kubah lainnya.

Sedangkan pilar-pilar besar di masjid tersebut akan mengingatkan pada desain pilar pada Masjid Agung Pati rancangan Prof. Muhammad Nu’man. Bangunan pilar pilar yang bentuknya nyaris menyamai pilar di Masjid luar negri The Foundation of Islamic Center of Thailand. Masjid-masjid tersebut telah dibangun lebih dulu disbanding dengan Masjid Agung Kediri.

Masjid Baitul Makmur Termegah di Pantai Barat Aceh

Masjid Baitul Makmur Termegah di Pantai Barat Aceh

Masjid Agung Baitul Makmur merupakan salah satu masjid yang terbesar dan termegah di wilayah pantai Barat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Letaknya sangat strategis karena berada di persimpangan yang membelah beberapa kabupaten.


Bagian timur masjid terletak di persimpangan Kabupaten nagan raya dan Aceh Barat Daya, masing-masing 7 Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Aceh Selatan atau Singkil. Di sebelah barat terdapat persimpangan Aceh Jaya menuju Banda Aceh, sementara di bagian selatan diapit lautan Hindia dengan pelabuhan kota Meulaboh menuju Kabupaten Simeulue.
Bangunan masjid tampak sangat menonjol dengan gaya arsitektur perpaduan Timur Tengah, asia, dan Aceh serta pemilihan warna coklat cerah yang dikombinasikan dengan warna merah bata di kubah masjid.
Ciri khas masjid yang dapat dilihat secara kasat mata adalah 3 buah kubah utama yang diapit dua kubah menara air berukuran lebih kecil. Bentuk kepala semua kubah sama, yakni bulat berujung lancip, paduan arsitektur Timur Tengah dan Asia.
Masjid juga akan dilengkapi dua menara baru yang hingga tulisan ini turunkan masih dalam tahap penyelesaian. Menara tersebut akan membuat masjid terlihat semakin megah dan dapat berfungsi sebagai Landmark wilayah setempat.
Pintu gerbang masjid pun merupakan keistimewaan tersendiri. Gerbang yang berdiri sendiri dengan jarak beberapa meter dari masjid kini terlihat sangat Anggun. Gerbang ini seakan-akan bahwa siapapun yang memasuki gerbang akan menjumpai pemandangan yang sangat indah.
Di dalam masjid terlihat dua konsep ruang yang berbeda. Pertama, pengunjung disambut oleh ruangan yang memiliki banyak tiang penyangga lantai dua sebagai mezzanine. Di bagian tengah terdapat ruang lapang yang terasa sangat lega dengan ornamen lampu hias tempat ditengahnya.
Inspirasi gaya arsitektur Timur Tengah juga terlihat dari bentuk mihrab. Mihrab yang terlihat sangat indah ini didominasi warna coklat dan nuansa keemasan khas material perunggu dengan ornamen khas Islam. Kesan mewah dan sejuk langsung terasa saat menatapnya.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid memiliki fungsi pendidikan. Fungsi ini diwakilkan oleh keberadaan madrasah Tsanawiyah, ibtidaiyah, diniyah, tK Al Quran, dan TPQ lokasi masjid. Eksistensi Masjid Baitul makmur di tengah masyarakat Meulaboh yang religius pun semakin kuat.
Kombinasi antara keluasan bangunan dan keindahan arsitektur yang membentuk satu struktur kemegahan telah menjadikan Masjid Baitul Makmur sebagai salah satu masjid terelok di Indonesia.

Masjid Agung Kota Sampang di Pulau Madura

Masjid Agung Kota Sampang di Pulau Madura

Pulau Madura tidak hanya terkenal karena sebutan Pulau Garamnya saja tetapi juga dari sebutan Pulau Seribu Masjid. Sebutan ini memang sangat cocok dengan pulau Madura ini. Bila anda berkunjung ke pulau Madura, pasti selama perjalanan banyak menemukan masjid. Salah satu bangunan masjid terbesar yang ada di Madura sebagai kebanggaan masyarakat Madura ialah masjid agung kota Sampang. Nuansa agamis yang sangat kental terasa disini, karena mayoritas masyarakat beragama Islam.

Bangunan kubah adalah ciri khas masjid yang ada di Indonesia. Walaupun semua masjid tidak ada keharusan untuk memiliki bangunan kubah, tetapi sudah menjadi hal yang umum bangunan masjid ada kubahnya. Karena kebanyakan para wisatawan yang sedang perjalanan jauh mencari masjid dengan cirri khas bangunan yang ada kubahnya. Kubah juga bisa menambah kemegahan sebuah masjid. Bahkan adanya kubah juga dimanfaatkan sebagai penentu arah kiblat dilihat dari bagian luar maupun reflector cahayanya guna menerangi bagian interior masjid.

Oleh karena itu, anda harus mencari kubah yang sangat sesuai dengan bangunan masjid dan bisa memperindah masjid tersebut. Kubah panel termasuk salah satu bentuk kubah yang banyak menjadi solusi bangunan masjid saat ini. Selain karena bentuk belah ketupat sebagai penyusun bangunan kubahnya, pada kubah panel juga mempunyai paduan motif dan warna yang lebih atraktif sehingga menambah nilai estetik bangunan kubah sendiri. Keutamaan kubah yang dilapisi dengan enamel ialah memiliki ketajaman serta kecerahan warna sangat tahan lama dan mampu bertahan sampai usia 20 tahun pembangunan.

Masjid agung Sampang memiliki kubah yang berukuran besar tepat berada di bagian tengah dan disampingnya ada menara menjulang tinggi. Kubah yang berukuran besar pada masjid ini berwarna hijau tua dan mempunyai diameter sampai 10 meter sehingga menjadi pusat perhatian banyak orang yang melihatnya.

Desain depan masjid juga sangat sederhana karena adanya warna dominan putih. Sementara pintu utamanya sebagai pintu masuk ruang utama terlihat sangat mempesona dibuat dari bahan kayu jati asli yang diukir sangat indah. Kesan tradisional tampak dari pintu dan jendela dari bahan kayu jati yang diukir terlihat sangat kontras saat memasuki ruangan utama. Konsep ruangan tanpa tiang penyangga serta plafon yang telah menjulang tinggi juga mengikuti bentuk dari kubah utamanya yang dibiarkan polos. Hal ini menampilkan konstruksi besi sehingga terlihat modern. Inilah perpaduan yang kontras dan sangat bagus terlihat.

Sedangkan bagian mihrab masjid juga menciptakan kesan megah karena penggunaan relief dengan bentuk tiang dari bahan batu alam serta adanya lukisan kaligrafi. Tetapi, pemilihan warna cat krem muda di bagian dinding depan akan menghasilkan sebuah kemegahan sehingga tampil hangat jika dipandang.

Bagian luar dinding juga berpola ceruk terbuka. Dengan bagian bawah bangunan yang terlihat lowong tanpa adanya dinding pembatas serta menembus di ruang interior masjid. Visual tersebut menghasilkan penempatan ruang balkon yang mengelilingi ruangan masjid utama yang dibatasi dengan dinding dan juga pintu.

Masjid ini menjadi salah satu  aktivitas keagamaan dalam kota Sampang. Dalam masjid ini juga mampu menampung jama’ah sampai 10.000 orang.

Lokasi masjid ini berada ditengah-tengah kota, tepat di Jln. Pahlawan Sampang. Untuk para pengunjung yang mau melihat langsung keindahan Masjid Agung Sampang dari Jembatan Suramadu, dapat naik bus umum ke arah Sampang. Lalu naik becak untuk menuju masjid agung kota Sampang.