Masjid Agung Darussalam Bojonegoro

Masjid Agung Darussalam Bojonegoro

Masjid Agung Darussalam Bojonegoro didirikan tepat berada di barat alun-alun kota Bojonegoro, atau di ruas jln. KH. Hasyim Asy`ari Nomor 21. Bangunan masjid ini juga banyak mengalami pemugaran yang menjadikannya seperti sekarang ini menjadi lebih luas dan indah.

Fitur yang paling menarik perhatian pada Masjid Agung Darussalam ini ialah dibagian menaranya telah dibangun dengan desain yang berbeda. Bangunan menara tersebut merupakan Kebudayaan Arsitektur khas Timur Tengah. Bentuknya Spiral yang memutar ke atas. Walaupun tidak terlihat sama, akan tetapi menara ini termasuk dengan kategori bentuk menara seperti menara milik kota Samarra di (Irak).

Sementara pengaruh budaya arsitektur khas Timur Tengah lain berada pada bentuk lekung pintu bagian serambi depan masjid. Desain lekung setengah lingkaran yang melancip ada pada Serambi Masjid ini. Bila diamati, terdapat kesamaan bentuk kubahnya dengan bentuk kubah khas Timur Tengah yakni berbentuk setengah lingkaran. Di sela-sela pintu juga dihiasi dengan tulisan kaligrafi melingkar di atas pintu. Kaligrafi yang dituliskan berupa potongan Surat Al-baqarah.

Renovasi masjid yang dilakukan masih tetap melestarikan bangunan yang lama dan mempertahankan arsitektur bangunan induk serta adanya pilar – pilar kayu menjulang tinggi yang mengandung nilai historis sekaligus untuk menjaga kelestarian beberapa benda wakaf. Sementara bangunan Masjid lantai 2 juga dilengkapi dengan area parkir yang sangat luas.

Ruangan untuk ibadah shalat terdiri atas dua lantai. Pada lantai pertama telah dibagi kedalam 3 area, sperti area mihrab, area liwan pria, serta liwan wanita. Sedangkan lantai 2 digunakan oleh liwan wanita. Tempat berwudhu juga disediakan dua bagian bagian kiri masjid untuk wanita dan bagian kanan untuk berwudhu Pria. Bentuk serambi masjid yang dibangun untuk masjid ini ialah persegi panjang yang ada dua buah tiang penyangga atap.

Sementara ruangan di antara pintu bagian depan dengan pintu utama memiliki atap berbentuk bulat atau bentuk interior dari lengkungan kubah utamanya. Ruangan serambi ini juga sudah dihiasi dengan 3 lampu Kristal dengan penghubung antara lantai 1 dengan lantai 2 berupa tangga di bagian kiri dan juga kanan.

Selanjutnya juga terdapat kebudayaan arsitektur Eropa yang telah mempengaruhi arsitektur bangunan Masjid Agung Darussalam. Hal tersebut tampak dari ornament interior masjid berupa lampu Kristal utama pada ruangan shalat. Ornament berupa lampu Kristal tersebut juga mengelilingi ruangan shalat utama, sekaligus menghiasi bagian serambi masjid.

Pada masjid ini juga dipengaruhi dengan kebudayaan arsitektur khas Cina. Hal tersebut tercermin dengan adanya ukiran kayu yang terdapat pada mimbar, pintu utama, bedug, serta tiang soko guru yang telah mengadopsi kebudayaan arsitektur Cina. Desain ukiran kayu tersebut keseluruhan hampir sama dan berbentuk tumbuh tumbuhan menjalar, bunga dan juga ukiran yang bentuknya geometris.

Selanjutnya untuk bangunan kubah masjidnya ternyata menggunakan kubah masjid flannel enamel. Warna yang dipilih untuk menghiasi kubah jenis ini ialah perpaduan antara warna putih, hijau dan kuning. Warna ini sangat serasi dengan bangunan masjid ini. Jenis kubah flannel enamel memang menyediakan banyak warna yang mencolok untuk menarik perhatian sehingga mempercantik bangunan masjid yang ada dibawahnya.

Selain warna yang sangat mencolok, kubah jenis ini juga banyak digunakan karena ketahanan yang dimilikinya sangat luar biasa. Sehingga cocok sekali digunakan untuk bangunan masjid yang berada di dataran tinggi yang rentan terhadap bencana gempa. Benturan yang keras tidak akan mempengaruhi kubah ini dan tentunya kubah ini akan lebih awet karena mampu bertahan hingga 20 tahun lebih. Bukan Cuma itu saja, kubah jenis ini juga sedang populer sekarang ini. Jenis kubah ini seperti tempelan berbentuk belah ketupat yang menutupi bagian seluruh kubah masjid. Nah, itulah sebabnya kubah jenis ini dinamakan kubah flannel enamel.

Masjid Terunik Nurul Falah Rantau Kabupaten Tapin

Masjid Terunik Nurul Falah Rantau Kabupaten Tapin

Masjid Nurul Falah termasuk salah satu Masjid pertama yang ada di Indonesia tepatnya di Rantau kabupaten Tapin yang menaranya dibangun ditengah perempatan. Lokasinya tepat berada di jalan negara penghubung jln. Jenderal Ahmad Yani, diarah persimpangan menuju Pasar Raya Rantau, Hulu Sungai Tengah, Dulang, serta jalan tol Tapin.

Menara yang unik menjadikan masjid ini menyandang status sebagai masjid terunik didunia. Masjid bukan Cuma digunakan untuk ibadah shalat saja. Tetapi juga digunakan untuk kegiatan keagamaan lainnya seperti ceramah keagamaan.

Bangunan masjid ini juga didirikan di atas lahan Serambi Madinah, atau sebutan lain dari tanah Tapin. Lokasi ini merupakan salah satu kabupaten yang ada di provinsi Kalimantan bagian Selatan. Masjid tersebut juga berada tepat di sebelah persimpangan jalan, disertai dengan bangunan menara Masjid yang dimanfaatkan untuk menara persimpangan tersebut.

Menara Masjid Nurul Falah memiliki tinggi 30 meter yang diberi kubah dipuncaknya, serta ada empat pengeras suara yang mengarah ke empat mata angin persimpangan jalan. Bangunan menara ini juga berada di sebelah kiri Masjid yang ditopang dengan empat buah tiang dengan masing-masing tiang dibangun satu kubah kecil. Jadi, keempat tiang ini semakin keatas juga semakin melengkung lalu bertemu pada puncak kubah utamanya.

Bukan Cuma menaranya yang terlihat indah tapi juga masjid nurul falah memang tampak sangat megah dan besar. Sehingga masjid ini disebut sebagai masjid raya kabupaten.

Jadi, Masjid Nurul Falah mempunyai sepuluh buah kubah. Tiga buah kubah diantaranya ada di puncak Masjid (diberi warna hijau satu buah, serta dua lainnya diberi warna kuning). Selanjutnya ada satu kubah yang berada di puncak dari bangunan tempat bedug berada (yang berwarna hijau). Selanjutnya ada lima kubah sisanya yang ada di menara (4 buah kubah pada setiap tiangnya, 1 kubah induk berada di puncak serta satunya lagi ada di dalamnya).

Bangunan masjid ini juga mempunyai cirri khas kubah hijau yang mirip dengan kubah di masjid Nabawi. Bangunan menara masjid di perempatan jalan juga menambah daya tarik bangunan masjid ini. Adanya lima buah beduk juga jarang kita temui di masjid lain. bedug yang berukuran paling besar memiliki diameter dua meter.

Jenis kubah yang digunakan oleh masjid nurul falah ialah kubah flannel enamel. Jenis kubah ini sekarang ini semakin banyak digemari oleh konsumen karena selain awet warna yang tersedia juga sangat beragam. warnanya juga terlihat lebih berani dan mencolok daripada jenis kubah lainnya. Inilah yang menjadikannya sangat cocok digunakan untuk bengunan masjid manapun di tanah air. Anda juga bisa menggunakan paduan warna yang sangat cerah untuk kubah flannel enamel ini.

Perpaduan antara keduanya sangat mempengaruhi keindahan kubah dan juga keindahan masjid yang ada dibawahnya. Jadi anda harus pintar-pintar memilih warna yang paling sesuai dengan bangunan masjid yang akan anda pasang dengan kubah ini. Tetapi jika anda ingin membuat kubah yang hanya memiliki satu warna saja, tipe ini juga bisa anda pilih. Untuk ketahanan yang melebihi usia 20 tahun lebih anda bisa memilih jenis kubah flannel enamel ini.

Bukan hanya itu saja, bangunan Masjid Nurul Falah juga mempunyai bangunan yang sama dengan maqam Iberahim di Masjidil Haram. Bedanya jika Maqam Iberahim yang ada di Mekkah telah tersimpan jejak kaki dari Nabi Iberahim, sedangkan pada Mesjid Raya Nurul Falah telah menyimpan prasasti yang menandakan peresmian mesjid tersebut.

Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon

Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon

Masjid Agung Nurul Ikhlas memang masjid agungnya kota Cilegon di provinsi Banten. Masjid tersebut berdiri di sebelah ruas jln. Sultan Ageng Tirtayasa 2 tepat di pusat kota Cilegon. Lokasinya juga berseberangan dengan kediaman dinas walikota Cilegon. Letak masjid ini diantara jejeran pertokoan sebagai pusat bisnis yang wilayahnya membentang sampai ke pelabuhan Merak. Pelabuhan ini merupakan gerbang utama masuk ke pulau Jawa jika berasal dari arah laut atau arah pulau Sumatera. Kemegahan masjid ini juga tak lepas dari bangunan menara yang berjumlah empat buah yang bentuknya sangat unik. Ditambah lagi bangunan kubah masjid yang diberi cat hijau seperti masjid Nabawi. Cirri khas tersebut menjadi daya tarik utama masjid agung Cilegon ini.

Bangunan masjid Agung cilegon dibangun di atas tanah seluas 3600 m2. Berdasarkan beberapa sumber, bangunan masjid ini telah berdiri dari masa penjajahan Belanda. Meskipun dahulunya tidak semegah dan sebesar sekarang ini. Saat itu, bangunan masjid ini telah memiliki menara, tetapi tidak setinggi seperti sekarang ini. Selanjutnya dilakukan renovasi, sehingga menara tunggalnya lebih tinggi lagi.

Bangunan masjid Agung cilegon dibangun menjadi tiga lantai, yang terdiri atas lantai basemen seluas (1.175 m2), yang kedua lantai dasar seluas (1.372) serta lantai satu seluas (1.073 m2). Bangunan lantai basemen dijadikan area pendukung untuk tempat berwudlu maupun toilet yang tepatnya berada pada lantai ini. Sementara untuk ruang sholat utamanya berada pada lantai dasarnya. Yang terakhir ialah lantai satu yang digunakan secara khusus untuk ruang utama sholat untuk wanita maupun sebagai tambahan saat melaksanakan ibadah sholat jumat ataupun ibadah shalat Idul Fitri, dengan Idul Adha yang dilaksanakan. Jika anda melihat masjid dari pintu gerbang, anda dapat langsung melihat pintu utama sebagai jalan utama masuk di dalam masjid.

Sementara untuk bisa masuk kedalam masjid lantai atas, disediakan juga tangga yang dibangun diluar masjid. Tangga tersebut akan mengarah pada empat pintu besar dan langsung terhubung pada ruangan sholat utamanya. Namun area parkir masjid memang tidak terlalu luas, jadi daya tampung kendaraan juga sangat terbatas.

Selain itu, pemilihan material yang digunakan untuk membangun masjid ini juga sangat berkualitas. Interior dan juga ekterior masjid tersebut di dominasi dengan material marmer warna putih, abu abu, hitam hingga ke ruangan dalamnya. Dengan ini, akan menghadirkan kesan sebuah masjid yang bernuansa sejuk ditengah kota yang sangat panas. Bangunan masjid ini juga sengaja dirancang menjadi sebuah bangunan masjid yang sangat modern sesuai kondiri kota Cilegon sebagai salah satu kota modern.

Bangunan kubah masjid ini diberi warna hijau yang membuatnya berkesan sangat asri. Disekelilingnya juga dibangun 4 menara yang menjulang tinggi mencapai 55meter. Kubah masjidnya diberi motif yang menyerupai dengan batik. Kesan modern juga terlihat pada detail masjid ini baik menara ataupun bangunan kubahya. Kubah yang dibangun dimasjid ini juga menyerupai dengan kubah dari tipe flannel enamel. Bedanya ialah jika kubah flannel enamel tampilan luarnya berupa tempelan yang berbentuk belah ketupat ataupun kotak-kotak. Sedangkan untuk kubah masjid ini diberikan motif dibagian luarnya. Jika anda ingin membuat kubah batik, bisa juga membangun kubah beton yang selanjutnya bagian luarnya dihiasi dengan motif yang disuka salah satunya dengan motif batk. Selain motif batik, banyak yang suka menghias dengan motif khas kota yang dibangun kubah tersebut.

Masjid Raya Singkawang Kalimantan Barat

Masjid Raya Singkawang Kalimantan Barat

Lokasi Masjid Raya Singkawang terletak berdampingan dengan bangunan Klenteng Tertua yang ada di Singkawang, yakni Vihara Tri Dharma Bumi Raya. Keduanya memiliki jarak hanya 200 meter saja. Meskipun lokasinya berdekatan, keduanya tidak terdengar ada keributan terjadi antar umat muslim dengan masyarakat Tionghoa mengenai persoalan ibadah yang mereka lakukan.

Ketika dibangun pertama kali, Masjid raya Singkawang masih sangat sederhana, dan berukuran kecil serta tidak memiliki menara. Namun setelah banyak melakukan renovasi, bangunan masjid ini ditambahkan dengan dua menara tinggi yang semakin memperindah bangunan masjid ini.

Kondisi Masjid juga diperluas karena mendapat sumbangan lahan milik keluarga bernama Kapitan Bawasahib Maricar. Sementara baru tahun 1953 telah dimulai pembangunan menara yang berada disamping kiri Masjid ini. Walaupun area tersebut bertambah semakin luas, tapi bentuknya masih tetap berbentuk segitiga. Itulah salah satu keunikan yang dimiliki oleh Masjid Raya Singkawang karena berdiri dengan bentuknya yang segitiga serta dikelilingi dengan jalan raya.

Masjid raya ini memiliki warna dasar Hijau dengan Putih. Sementara warna kubahnya ialah Emas yang berdiri kokoh berasama menara yang menjulang tinggi. Kubah yang digunakan untuk masjid ini termasuk kubah gavalum. Saat ini memang tersedia banyak macam kubah yang bisa disesuaikan dengan bangunan masjid yang akan di pasangkan dengan kubah diatasnya. Diantaranya ialah kubah beton, dan kubah flannel enamel.

Tipe kubah tersebut juga memiliki kelebihan tersendiri yang menjadi daya tarik konsumen untuk memilih salah satu tipe tersebut untuk bangunan masjidnya. Letak dan juga kondisi wilayah yang nantinya akan dibangun kubah juga bisa mempengaruhi tipe kubah apa yang harus dipilih. Jika kondisi tempat pembangunannya didataran tinggi dan rentan terhadap bencana seperti gempa, anda harus memilih struktur kubah yang lebih kuat dan tahan terhadap benturan yang terjadi karena gempa.

Kubah flannel enamel juga bisa menjadikan pilihan untuk wilayah pembangunan yang rentan terhadap gempa. Pasalnya kubah tipe ini memang dirancang secara khusus agar memiliki keawetan yang lebih bagus dan tahan terhadap guncangan. Warna yang disediakan juga lebih bervariasi dan sangat cerah cocok sekali untuk bangunan masjid manapun. Tipe kubah ini sekarang juga sudah populer sehingga banyak yang menjatuhkan pilihannya pada kubah satu ini.

Ketika malam hari datang, lampu-lampu yang terdapat di masjid ini mampu menambah keindahan suasana dan terkesan sangat megah. Ketika anda masuk kedalam masjid juga semakin bertambah adem dengan kondisi interior masjid yang sangat menakjubkan.

Dengan bangunan dua menara kembarnya, masjid ini terlihat seperti masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Menara yang dibangun tersebut memang sama dengan menara yang ada di masjid nabawi dan masjidil haram. Sedangkan kesan khas bangunan masjid Eropa timur tampak dengan penggunaan penopang silindris terhadap dua kubah besar yang berada di atas masjid ini.

Fasad bangunan masjid ini juga dibangun sangat tinggi seperti bangunan masjid khas dinasti Usmaniyah (Turki). Ada juga sentuhan local yang dituangkan pada bagian interior masjid seperti adanya pemakaian material kayu untuk beberapa ornament yang ada didalamnya. Hampir semua bagian dinding masjid dan juga jendela yang dibuat lebih besar maupun bangunan serambi memiliki ciri khas bangunan tropis.

Bangunan masjid difungsikan bukan Cuma untuk tempat ibadah salhat saja. Melainkan juga untuk kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang dilakukan oleh masyarakat sekitar Singkawang. Disini juga dibangun TPA ataupun Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an untuk pendidikan agama islam anak-anak yang berada di belakang masjid sisi kanan. Dengan kemunculannya tersebut akan sangat membantu pengembangan ilmu untuk anak-anak mengenai pendidikan agama Islam.

Masjid Agung Trans Studio Bandung

Masjid Agung Trans Studio Bandung

Bangunan Masjid Agung Trans Studio Bandung telah terinspirasi oleh rancangan masjid Nabawi yang berada di Madinah. Dominasi warna yang dihadirkan dibagian eksterior masjid ini ialah warna coklat, putih dan emas. Luas bangunan masjid ini kurang lebih 1800m2 dan terdiri atas dua lantai, yakni lantai dasar dengan mezanine. Masjid ini juga mampu menampung jamaah hingga 2000 jamaah. Sementara di area basement, juga ada Ballroom IBIS hotel Trans Studio Bandung, yang memiliki luas area sekitar 1200m2. Ruangan ini bisa digunakan untuk banyak acara seperti resepsi, meeting serta buka puasa bersama.

Jika anda lihat dari sisi luar bangunan masjid ini, akan ada ornament berupa marmer putih serta granite warna coklat, abu-abu maupun hitam. Khususnya di bagian lengkungan masing-masing jendela yang mirip dengan lengkungan jendela bangunan masjid Nabawi. Apalagi pembuatan masjid ini juga sama-sama menggunakan marmer putih berkualitas sama dengan marmer Masjid Nabawi.

Sementara bangunan kubah masjid ini terdiri atas 5 buah kubah yang divat warna perak dan juga emas. Untuk kubah induknya dicat warna emas, ditambah adanya lapisan emas murni selanjutnya dilapisi kembali oleh ornament kaca atau (mozaik). Sedangkan bagian makara yakni ujung kubah teratas dibuat dari material kuningan yang telah dilapis juga dengan emas murni.

Bagian interior kubah masjid telah dihiasi kaligrafi yang menuliskan potongan ayat suci al quran yang akan menambah keindahan interior kubah masjid ini. Nuansa keemasan yang sangat kental juga bisa anda jumpai dibagian interior masjid khususnya dibagian depan masjid atau area mimbar. Sementara sebelah kanan ataupun kiri mimbar juga telah dihiasi dengan kaligrafi bertuliskan Asmaul Husna yang diberi warna keemasan pula. Pada interior masjid juga tersedia lampu gantung sebagai hiasan yang berwarna emas dengan tiga tingkatan yang memiliki berat mencapai 2,8 ton terlihat sangat indah dan megah. Ini semua menjadikan masjid ini sebagai salah satu masjid terindah yang ada di Indonesia.

Bagian lantai dasar masjid juga digunakan untuk tempat sholat utama. Sementara untuk lantai mezanine difungsikan sebagai tempat ibadah shalat yang kedua. Untuk lantai yang selanjutnya berupa lantai basement bisa digunakan sebagai ruangan serbaguna yang bisa dimanfaatkan untuk acara apapun.

Sementara untuk struktur bangunan masjid bagian bawahnya atau pondasi berupa material beton sebagai dinding penahan tanah beton. Struktur bangunan bagian atas masjid untuk balok dan juga plat lantainya juga menggunakan bahan dari beton. Struktur bangunan kubahnya juga menggunakan bahan material dari beton. Interior masjid ini mengguakan struktur bangunan dari bahan marmer, gypsum, kuningan, fibros, dan juga metal. Namun bangunan kubahnya juga dilengkapi oleh mozaik dibagian dalamnya.

Bahan kubah dari beton memang memiliki kekuatan tekan yang lebih tinggi dibanding dengan bahan kubah lainnya. Material beton bertulang memiliki ketahanan yang sangat tinggi baik terhadap api maupun air. Apalagi bahan struktur ini juga termasuk bahan terbaik untuk sebuah bangunan yang sering bersentuhan dengan air. Selain itu, pada peristiwa kebakaran yang meiliki intensitas rata-rata, maka batang-batang struktur pada ketebalan penutup beton memadai untuk pelindung tulang cuma akan mengalami kerusakan di permukaanya saja dan tidak akan mengalami keruntuhan.

Banyak juga bangunan masjid yang menggunakan material beton untuk kubahnya termasuk masjid Agung Trans Studio Bandung. Sehingga bagi anda yang akan membangun masjid dan ingin memilih bahan material yang cocok untuk bangunan masjid anda, bisa menggunakan material beton ini.

Masjid Raya Sulaimaniah di Istanbul Turki

Masjid Raya Sulaimaniah di Istanbul Turki

Masjid Raya Sulaimaniah merupakan masjid terbesar sekaligus tertua yang ada di Istanbul Turki. Masjid ini juga merupakan peninggalan bersejarah di masa kejayaan pemerintahan Dinasti Turki Ottoman. Jika anda amati, daya tarik yang sangat mencolok dari masjid ini ialah adanya perpaduan kebudayaan Islam dengan kebudayaan Byzantium dibagian arsitektur bangunannya. Dilihat dari sisi bentuk dan juga struktur bangunannya tampak sangat jelas jika bangunan masjid ini dipengaruhi oleh kebudayaan Byzantium yang sangat kental.

Selain itu, penggunaan kubah besar dibagian atap Masjid ini juga sebagai cirri khas budaya Byzantium dan bisa anda temukan di Hagia Sophia. Bangunan ini mulanya adalah basilica atau katedral dari kekaisaran Romawi Timur. Bangunan kubah masjidnya juga mempunyai diameter sepanjang 26 meter dengan ketinggian yang mencapai 51,8 meter ditambah dengan dua sub kubah yang terdapat pada kedua sisinya. Maka tak heran bila berada di dalam lalu mamandang ke atas maka serasa sangat tinggi serta luas sekali interior masjid tersebut.

Di bagian sebelah kiri dan juga kanan masjid telah tersedia 4 buah menara yang memiliki ketinggian sampai 72 meter. Perpaduan semua bagian masjid juga tampak sangat megah yang telah melambangkan kejayaan pemerintahan Dinasti Ottoman di masa silam. Sementara keindahan dan juga kemegahan Süleymaniye Mosque tersebut dipengaruhi oleh seorang arsitek terkenal yang bernama Mimar Sinan.

Setiap bangunan bersejarah yang merupakan peninggalan peradaban pemerintahan Ottoman sangat terkenal oleh keindahan dan kerumitan dari desain maupun arsitekturnya. Sama halnya dengan bangunan Masjid Raya Sulaimaniah.

Bagian interior masjid ini memang berukuran sangat luas. Yakni memiliki ukuran panjang antara 59 meter dengan lebar 58 meter. Sementara lantai masjid dibuat dari bahan ubin iznik sangat halus yang telah tersusun rapi. Selanjutnya bagian mihrabnya juga dibuat dari bahan marmer putih. Namun untuk mimbarnya sendiri dibuat dari bahan kayu dan gading ditambah adanya hiasan mutiara yang semakin memperindah mihrabnya.

Apalagi dibagian interiornya juga diberikan hiasan kaligrafi, maupun hiasan ornamen berupa keramik monolit yang selanjutnya akan membentuk pola sangat indah dibagian dinding kubahnya, menjadikan Masjid Raya Sulaimaniyah semakin menakjubkan jika dilihat baik dari luar ataupun dari interior masjidnya.

Desain interior masjid ini juga hampir berbentuk persegi. Memiliki ukuran panjang sekitar 59 meter dengan lebar 58 meter. Sehingga, dengan ukuran tersebut, tentunya akan membuat interior masjid sangat luas. Bangunan kubahnya juga diapit dengan semi-kubah. Sedangkan bagian utara serta selatan telah berbentuk lengkungan ditambah adanya jendela tympana penuh, serta sudah didukung oleh ornament monolit porifiri besar. Memiliki dekorasi interior yang sangat halus didalamnya, karena menggunakan bahan Ubin Iznik yang sudah ditata sangat teratur.

Sementara untuk tipe kubah seperti pada masjid raya sulaimanah ini jika di Indonesia dibuat dari bahan beton. Kubah tipe ini memang memiliki ketahanan yang kuat dan masih banyak masjid di Indonesia yang menggunakan kubah jenis ini. Dalam hal ketahanannya, memang kubah beton lebih baik dibandingkan dengan bahan lainnya. Namun untuk perawatannya, kubah beton membutuhkan perawatan setiap tahunnya untuk tetap memperindah bangunan kubah ini. Sedangkan ada kubah jenis lain yang tidak membutuhkan perawatan setiap tahunnya seperti pada kubah flannel enamel. Kubah beton juga tidak bisa dirubah bentuknya alias tetap seperti itu motifnya. Jadi, anda bisa memilih kubah mana yang paling sesuai dengan bangunan masjidnya sesuai dengan kebutuhan. Baik kubah beton maupun kubah flannel enamel.

Masjid terapung Al Munawwar Ternate

Masjid terapung Al Munawwar Ternate

Salah satu bangunan yang paling menarik perhatian di ternate ialah masjid terapung al munawwar. Ketika berada diketinggian udara dan ingin mendarat pada bandara sultan Baabullah ternate juga akan tampak masjid terapung ini. Masjid ini juga termasuk masjid terbesar di wilayah Maluku Utara sehingga menjadi kebanggan bagi warga disini. Yang menjadikannya unik ialah masjid ini tepat berdiri di bibir pantai bernama Swering Gamalama disertai oleh dua menara yang berdiri kokoh di darat, serta dua menaranya yang terendam di dalam air laut.

Dengan suasana didekat pantai akan membuat interior masjid ini sangat sejuk. Adanya angin laut yang berhembus menembus celah-celah jendela masjid telah menjadikan udara didalam masjid sangat sejuk. Hal ini juga menambah khusuk bagi siapa saja yang sedang beribadah didalamnya. Pemasangan lantai dari bahan keramik sangat bening dan mengkilap ini semakin menambah keindahan interior masjid terapung ini. Adanya pilar-pilar masjid yang diberi warna putih dan iasan dibagian ujung pilar yang berwarna emas turut serta menambah kesan yang megah interior masjid tersebut. Beberapa bahan bangunan dari masjid ini juga didatangkan secara langsung dari Negara Turki seperti ornament interior masjid baik lampu maupun keramiknya. Untuk memasuki bangunan masjid utama, anda juga harus naik tangga yang secara langsung menghubungkan bangunan masjid utama dengan area luar masjid.adanya banyak jendela yang dipasang dimasjid ini juga membuatnya semakin sejuk karena angin sepoi-sepoi yang masuk dari pesisir pantai.

Jika anda mengelilingi masjid tersebut, akan terlihat pemandangan laut yang indah apalagi ketika senja dan pagi hari. Pastinya sebuah pengalaman berharga yang tidak akan terlupakan ketika melihat matahari tenggelam dan terbit dari masjid ini. Dari sisi lain masjid ini, anda akan melihat pemandangan berupa Gunung Gamalama dengan keindahan warna hijaunya. Jika anda beribadah di masjid terapung tersebut seakan membuat anda merasa berada di wilayah perbatasan tiga alam yakni darat, laut, maupun udara.

Masjid terapung Al Munawar memiliki luas bangunan 9.512 meter persegi sehingga mampu menampung kurang lebih 15 ribu jamaah. Terdapat 4 menara yang berada di setiap sudut-sudut masjid. Tingginya ditaksir mencapai 44 meter. Untuk menara yang berjumlah dua buah dibangun sangat kokoh di dasar laut.

Keindahan eksterior masjid juga semakin terasa dengan adanya bangunan kubah yang berwarna kuning dipadukan dengan warna hijau. Sehingga bangunan masjid ini bernuansa putih, kuning serta hijau. Warna ini sangat berkesan asri jika dilihat. Apalagi masjid ini berada di tepi laut yang menambah keindahan masjid ini. Dibagian ujung menara juga dipasang kubah kecil yang sangat indah dengan warna dan bentuknya menyerupai kubah induknya.

Jenis kubah seperti ini biasa dikenal sebagai kubah motif atau kubah flannel enamel. Warna yang disediakan untuk kubah jenis ini memang sangat beragam dan sangat mencolok sehingga cocok untuk bangunan masjid yang berkesan mewah. Salah satu warna yang tersedia ialah warna seperti kubah masjid al munawwar ternate ini. Warna ini juga sangat cocok dengan bangunan masjidnya.

Selain warna, kubah jenis ini diperhitungkan karena keindahan dan daya tahan kubah yang mampu bertahan hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. Sehingga anda bisa menghemat biaya perawatan masjid. Kubah seperti ini juga sangat cocok untuk dibangun di daerah pegunungan ataupun daerah pantai seperti letak masjid al munawwar ini. Karena bangunan masjidnya tahan terhadap erosi dan guncangan yang sangat dahsyat karena gempa sekalipun.

Bangunan Masjid Raya Syahabuddin Siak Sri Indrapura

Bangunan Masjid Raya Syahabuddin Siak Sri Indrapura

Masjid raya syahabuddin berlokasi di jaln. Sultan ismail. Berada tepat di persimpangan ruas jln. Datuk Pesisir kota Siak yang memiliki jarak kurang lebih 30 meter dengan bibir sungai Siak. Bangunan masjid yang diberi cat warna kuning ditambah dengan polesan cat hijau pada beberapa tiang penyangganyanya tersebut juga dikelilingi oleh rerumputan hijau sehingga menambah asri lingkungan masjid ini. Terdapat dua bangunan megah dikomplek masjid ini. Yakni bangunan Masjid Syahabuddin serta bangunan kedua yang menyerupai bangunan masjid modern ditambah kubah berbentuk bawang diatasnya adalah bangunan komplek dari pemakaman sang raja Siak, anggota keluarga maupun kerabatnya.

Dibangunnya masjid ini juga bukan Cuma sebagai tempat ibadah semata. Karena dari dulu, bangunan masjid Syhabuddin dijadikan pusat pendidikan islam yang sudah terbesar di wilayah Asia Tenggara. Saat itu, Sultan telah mendatangkan guru-guru islam yang berasal dari tanah Arab. Dalam sejarah telah membuktikan jika pemerintah Siak dahulu adalah pusat pendidikan Islam yang terbesar di wilayah Asia Tenggara. Sehingga banyak negara sahabat yakni Malaysia, Filipina, serta Thailand telah belajar pendidikan Islam dari Kesultanan Siak.

Terdapat lima kubah besar di masjid ini yang telah didominasi oleh warna biru yang dipadu dengan kuning tampak sangat mencolok. Desain kubah tersebut juga banyak digunakan oleh bangunan masjid-masjid besar yang ada di Provinsi Riau. Sebenarnya selain masjid yang digunakan oleh masjid raya ini, masih ada jenis kubah lain yang banyak digunakan oleh banyak masjid yang ada di tanah air. Diantaranya ialah kubah flannel enamel, kubah gavalum, GRC ataupun kubah beton. Namun yang paling modern saat ini ialah kubah flannel enamel. Kubah jenis ini memiliki cirri khas tersendiri yang membuatnya banyak digunakan oleh bangunan masjid-masjid modern yang ada di Indonesia.

Diantaranya ialah ketahanan yang sangat bagus karena bisa bertahan sampai 20 tahun. Keawetan inilah yang membuatnya banyak dipilih untuk pembangunan masjid baru maupun yang sudah lama. Selain itu, banyaknya warna yang di tawarkan juga mempengaruhi kubah ini sebagai pertimbangan untuk kesesuaian dengan bangunan masjid. Apalagi warna kubah ini sangat mencolok sehingga mampu menarik perhatian bagi siapa saja yang ingin beribadah didalam masjid yang memiliki kubah flanel enamel yang sangat indah ini.

Ada juga menara yang terdapat di satu sudut pintu masuk masjid. Desain Pintu tersebut juga sangat unik karena secara langsung telah terhubung pada selasar yang telah mengelilingi masjid. Sehingga membentuk garis persegi panjang yang menjadi akses masuk ke dalam masjid. Ada juga pekarangan yang terdapat di tengah selasar tersebut.

Jika anda mulai memasuki ruang utama dalam masjid, maka akan ruangan yang lebih lega. Atap yang begitu tinggi disertai oleh plafon yang telah mengikuti desain kubah utama yang dibiarkan tanpa adanya hiasan sama sekali atau hanya polosan saja. Kesan artistik juga muncul dari desain konstruksi struktur besinya.

Bagian dinding masjid juga ada banyak haiasan berupa lukisan kaligrafi dan juga aneka warna yang sangat cerah. Permainan warna tersebut tampak sangat kontras, sementara plafon masjid telah didominasi oleh warna cokelat disertai garis saling melintang berukuran sangat minimalis.

Selanjutnya beralih ke bagian mihrab yang tampil lebih semarak karena adanya permainan aksen geometris maupun kaligrafi yang berwarna cerah. Sementara ceruk mihrab yang tak terlalu besar juga telah diisi dengan mimbar dari bahan kayu yang diukir dengan cat warna emas. Mimbar tersebut juga berukuran sangat besar sehingga menjadikan ceruk mihrab tampak sangat penuh atau cenderung menjadi sebuah pigura mimbar.

Indahnya Kubah Batik Masjid Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat

Indahnya Kubah Batik Masjid Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat

Masjid Islamic Center Mataram dibangun dari masa kepemimpinan gubernur yang bernama M. Zainul Majdi. Sedangkan rencana tersebut dapat terealisasi di tahun 2011 kemudian diresmikan tepat tanggal 15 Desember 2013. Bangunan masjid ini berada du atas tanah seluas 7,6 hektar. Berada di sudut jln. Langko dan Udayana sebagai jalur utama, yang dibangun sangat megah dari perpaduan karakteristik bangunan tradisional di Lombok dengan Sumbawa.

Bangunan masjid ini juga telah dilengkapi dengan menara yang menjulang tinggi sampai 99 meter. Ini sesuai dengan jumlah nama-nama Allah yang ada 99 atau asm’aul husna. Menara tersebut juga telah dibuka untuk wisata religi. Dari menara ini anda bisa melihat indahnya kota mataram di ketinggian dan bisa dilakukan ketika malam hari maupun siang hari.

Keberadaan yang sangat strategis karena letaknya tepat di pusat kota, menjadikan masjid ini sebagai tujuan wisata religi baik wisatawan asing maupun lokal. Pulau Lombok juga populer dengan sebutan pulau seribu masjid. Alasannya karena pada pulau ini ada banyak masjid yang bertebaran baik masjid yang bercorak modern maupun masjid yang sudah kuno. Sebutan seribu masjid juga mewakili kondisi religius dari masayarakat setempat.

Bangunan masjid yang berada di pusat kota ini juga mempunyai 5 menara yang berdiri sangat tinggi. Dengan salah satu menaranya merupakan menara tertinggi yakni sampai 99meter yang melambangkan asmaul husna yang ada 99.

Dalam menara tersebut juga dilengkapi oleh lift. Hal ini bertujuan agar lebih memudahkan para pengunjung yang ingin mencapai tingkat teratas menara tersebut. Bangunan megah ini juga terlihat lebih cemerlang karena adanya cat berwarna dominan kuning emas serta krem yang dipadukan dengan warna hijau tosca.

Luas area masjid Islamic Center sekitar 74,749 meter persegi. Sementara untuk bangunan utamanya dengan luas 36,538 meter persegi, terdapat juga gedung pendidikan seluas 140,92 meter persegi. Bukan Cuma itu saja, ada juga gedung pengkajian seluas 8,928 meter persegi, wilayah komersial seluas 15,819 meter persegi yang nantinya dipergunakan untuk hotel syariah.

Masjid dengan bangunan masjid yang terdiri atas empat lantai ini juga sudah dilengkapi oleh Bollroom. Terdapat busman yang mampu menampung hingga 200 kendaraan beroda empat dengan 2000 kendaraan untuk roda dua. Untuk kapasitas jamaah yang tertampung pada masjid ini ialah sekitar 15.000 orang jamaah.

Bangunan kubah masjid Islamic center mataram juga sangat unik dan beda dengan bangunan kubah pada masjid lain yang ada di tanah air. Kubah masjid ini telah diberikan hiasan berupa motif khas batik sasambo sebagai motif batik khas daerah NTB. Warna keseluruhan masjid ini dengan kubahnya juga senada yakni berwarna hijau dan krem.

Selain kubah utama yang ada ditengah masjid, terdapat pula kubah kecil yang mengelilingi kubah induknya. Untuk kubah kecilnya diberi warna hijau keseluruhan dengan ada garis 4 buah berwarna krem. Kubah kecilnya seperti tipe kubah beton. Namun dengan ukurannya yang lebih kecil akan lebih mudah dibangun. Berbeda dengan kubah induk yang sangat besar yang ada ditengah masjid.

Kubah utama masjid ini seperti bangunan kubah flannel enamel yang banyak digunakan oleh masjid modern sekarang ini. Bedanya hanya terletak pada motif yang digunakan oleh masjid ini berupa motif batik sasambo. Namun kubah ini juga sama-sama memiliki warna yang cerah sehingga sangat pas dengan bangunan masjidnya. Kubah ini juga lebih awet dan tahan terhadap guncangan yang hebat karena gempa. Sehingga banyak yang memanfaatkan tipe kubah ini untuk bangunan masjid yang berada di daerah rawan gempa.

Masjid Agung Makhachkala Dagestan Rusia

Masjid Agung Makhachkala Dagestan Rusia

Masjid Agung Makhachkala termasuk sebuah masjid terbesar yang berada di Eropa serta Kaukasus yang mempunyai daya tampung hingga 17 ribu pengunjung. Masjid ini juga lebih besar ukurannya dibandingkan dengan Masjid Akhmad Kadyrov yang terdapat dikota Grozny. Masjid Agung Makhachkala juga dibangun seperti Masjid Sultan Ahmed yang berada dikota Istanbul Turki.

Cirri khas bangunan masjid Turki bisa langsung dikenali karena adanya menara yang berbentuk bundar. Dan dibuat seramping rampingnya tapi tetap tinggi menjulang bagian ujungnya lancip, menyerupai sebatang pensil yang runcing menghadap ke atas. Keindahan Masjid Agung Makhachkala semakin lengkap dengan tambahan dua menara tinggi yang terdapat dibagian sisi depan masjid. Bagian atap masjid juga sudah di lengkapi oleh bangunan kubah utama yang berukuran besar dan dikelilingi oleh kubah kecil. Ini juga merupakan ciri kedua dari bangunan arsitektural Masjid gaya Turki.

Selain itu, kubah utama dari Masjid Agung Makhachkala juga di kelilingi oleh 56 kubah kubah lebih. Pada bagian silinder bangunan kubah juga dilengkapi adanya rangkaian ventilasi namun di kejauhan tampak seperti deretan jendela kecil. Disamping telah di kelilingi oleh banyak kubah yang berukuran kecil, bangunan kubah utama masjid ini juga telah di apit dengan bangunan menara yang kecil. Konsep masjid berarsitektur Turki adalah perpaduan konsep bangunan klasik khas Eropa yang memiliki seni Islam dan Turki. Sehingga membentuk sebuah kesatuan baru menjadi arsitektural masjid berkonsep Turki yang mempunyai ciri khas tersendiri.

Jika masjid asli Indonesia mempunyai atap limas yang bertingkat tingkat, lain hal nya dengan Masjid Agung Makhachkala yang justru memiliki atap berkubah tingkat. Hal ini mampu menghasilkan susunan kubah sehingga kubah tersebut tampak bertumpuk tumpuk. Bagian luar setiap kubah juga di tutup oleh panel panel yang berbentuk geometri berwarna putih susu. Setiap ujung kubah teratas juga diletakkan lambang berupa bulan sabit ditambah lengkungan yang sempurna dan menghadap ke atas.

Sementara di Indonesia sendiri jenis kubah seperti ini, biasa disebut dengan kubah flabel enamel. Jenis kubah ini memang banyak dijadikan pilihan oleh masjid-masjid modern yang ada di Indonesia. keindahan kubah dengan pilihan warna indah yang menarik juga menjadikan kubah ini semakin populer saat ini. Apalagi untuk daerah dataran tinggi ataupun daerah yang rawan terhadap bencana alam seperti gempa sangat cocok jika memilih jenis kubah flannel enamel ini. Pasalnya kubah tipe ini tahan terhadap guncangan yang sangat besar sehingga bisa diandalkan keawetannya. Kubah ini juga bisa bertahan hingga 20 tahun sehingga bisa menghemat dana perawatan masjid yang biasa dikeluarkan setiap tahun untuk memperbaiki bagian masjid yang ada kerusakan. Nah, kelebihan tersebut menjadikan kubah flannel enamel semakin banyak di buru konsumen dari berbagai plosok daerah di Indonesia.

Eksterior dinding masjid Agung Makhachkala juga dilapis oleh ornamen batu alam. Adanya bukaan yang besar berlengkung telah mendominasi fasad yang ada di depan masjid. Ini juga memadukan material logam dan juga kaca warna gelap. Untuk permukaan lantai masjid ini telah ditinggikan, sehingga menambah kesan lebih megah serta kokoh untuk bangunan masjid ini. Ada anak tangga yang akan mengantar anda menuju ke pintu utama dari arah halaman depan. Masjid ini juga telah di warnai oleh jendela jendela kaca yang berukuran besar sebagai cirri khas lain gaya bangunan Eropa.

Setelah anda masuk ke dalam, maka akan terlihat lampu gantung yang berukuran sangat besar dan menggantung pada ruangan utama masjid. Adanya lengkungan lengkungan yang sangat besar diantara banyak pilar penyanggah masjid juga telah mendominasi interior masjid ini. Bangunan kubah utama masjid yang terlihat megah jika dilihat dari luar, akan jauh lebih indah jika dilihat dari dalam masjid. Bagian bawah kubah dalam masjid juga di hiasi oleh lukisan halus berbentuk geometris berbagai warna. Lukisan kaligrafi yang bertebaran juga banyak bentuknya. Masjid Agung Makhachkala Dagestan Rusia ini sangat cocok dijadikan wisata religi di Rusia.