Masjid Agung Madrid Adalah Simbol Kebangkitan Islam di Spanyol

Masjid Agung Madrid Adalah Simbol Kebangkitan Islam di Spanyol

Dimasa lalu, Spanyol pernah menjadi salah satu pusat kekuasaan umat islam yang ada di Eropa. Ketika berada di bawah kekuasaan bani umayah, umat muslim telah berhasil membangun peradaban besar yang ada di bumi Hispania.

masjid agung madrid

Masjid ini dirancang sebagai masjid berkonsep modern dan tidak meninggalkan cirri sebagai sebuah masjid. Salah satunya dengan melengkapi bangunan masjid ini dengan menara ataupun balkon. Sehingga, jika tidak disertai dengan menara ataupun tulisan besar pada fasad depannya pasti akan sulit untuk mengenali jika bangunan ini sebuah masjid. Apalagi bentuk masjid ini tidak jauh beda terhadap bangunan yang ada disekitarnya.

Dinding masjid ini dibangun dengan material batu pualam. Selain itu, interiornya juga dihiasi oleh batu pualam ini pada bagian dindingnya. Sementara untuk bagian jendela masjid ini juga dilengkapi oleh kaca patri warna warni yang bernuansa islami sebagai penutup ruangan. Sementara pada satu sisi bangunan ini yang arahnya mengahadap pada halaman tengah juga dilengkapi oleh jendela dari kaca yang sangat besar yang bernuansa islami juga.

Beranda masjidnya juga dilengkapi oleh mozaik islami. Bisa anda lihat dari jendela jendelanya atau bangunan mihrab masjid bagian eksterior dan menaranya. Sebagai penyangga lengkungan besar yang ada didalam, dibangun pilar pilar dari batu pualam yang sangat ramping. Hal tersebut sama dengan masjid yang ada di cordoba serta istana alhamra, akan tetapi konsepnya sangat sederhana karena tanpa ada ukiran. Berbeda dengan kedua masjid tersebut yang menawarkan keindahan dan juga ukiran yang sangat indah.

Hiasan lain juga terlihat pada lampu Kristal gantungnya yang ada diruangan masjid. Sementara halaman masjid ini juga dirancang terbuka dengan lantai dari bahan material batu pualam berwarna terang. Sitambah pola yang sangat sederhana namun berwarna gelap. Selain itu, halaman tengah masjid ini juga bisa dimanfaatkan sebagai area tambahan bagi para jamaah yang ingin beribadah dimasjid ini.

Mihrab masjid ini juga dirancang dengan bentuk setengah lingkaran yang disertai adanya lengkungan berukir pada bagian atasnya. Sementara bahan material dari pembuatan mihrab tersebut ialah batu pualam berwarna hijau muda dengan merah hati. Ada juga ukiran geometris pada sisi kanan maupun kiri mihrab yang akan menambah keindahan mihrab ini. Hiasan kaligrafi atau tulisan arab juga turut serta menghiasi sisi bagian atas mihrab ini. Untuk bagian mimbarnya juga sangat unik yakni terbuat dari bahan kayu berbentuk podium setengah lingakaran.

masjid di madrid

Sedangkan kubah yang ada pada masjid ini hanya ada satu yakni di puncak menara. Pada ujung kubah tertinggi juga dipasang ornament lambing bulan sabit, yang merupakan lambing universal bagi islam sedunia. Atap yang digunakan oleh bangunan utama dengan bangunan penunjangnya ialah dari genteng serta tidak ada kubah. Di masjid ini juga dibangun gedung perkuliahan, tempat berwudhu, restoran hala, kafe dan juga gymnasium.

Masjid yang didominasi dengan warna putih tulang ini juga dilengkapi kubah kecil pada ujung menaranya yang warnanya sama dengan bangunan dibawahnya. Sehingga, jika anda tidak mengamati dengan teliti, pasti tidak akan tahu jika bangunan ini adalah sebuah masjid. Apalagi kubahnya sangat kecil yang ada dipuncak menara. Di Indonesia kubah yang hampir sama dengan kubah masjid ini juga banyak sekali. Kubah dengan bentuk halus dan berwarna putih ini seperti kubah beton yang juga banyak digunakan oleh masjid masjid yang ada di luar negri salah satunya di kota Madrid ini.

Masjid An Nashr Rotterdam Belanda

Masjid An Nashr Rotterdam Belanda

Salah satu masjid yang ada di Belanda Rotterdam ialah masjid An Nashr. Bangunan masjid ini dahulunya adalah sebuah gereja bernama Reformed Church. Gereja tersebut di dibeli komunitas islam yang ada di Rotterdam pada tahun 1982 dengan harga setengah juta Euro. Bangunan gereja tersebut kemudian dialih fungsikan menjadi bangunan masjid yang diberi nama An Nashr.

masjid An Nashr Belanda

Sementara pada tahun 2010 dilangsungkan proyek besar besaran dari pengelola masjid dengan dukungan LSM untuk merenovasi masjid dengan saling bekerja sama. Perluasan dan renovasi masjid ini dilakukan dan membutuhkan dana yang tidak sedikit yakni memakan dana lebih dari 10 juta Euro. Usaha ini bertujuan ingin memberikan tampilan baru pada masjid An Nashr yang dahulunya sebuah gereja.

Masjid ini juga termasuk salah satu masjid yang telah dikelola muslim maroko dan termasuk masjid besar di kota Rotterdam. Meskipun masjid ini bukan termasuk masjid satu satunya yang ada di Rotterdam, karena masih banyak masjid lain yang ada disini. Selain itu, Rotterdam juga dikenal sebagai salah satu kota paling ramah dengan muslim Eropa. Apalagi walikota dari kota ini ada yang pernah menjabat yang beragama muslim.

masjid di Rotterdam Belanda

Kota ini juga populer dengan penduduk imigran sangat tinggi yakni mencapai 47 % dari penduduk kota ini adalah imigran. Bahkan kota ini adalah kota dengan imigran muslim terbesar yang ada di belanda. Warga kota ini sebanyak 25 % beragama islam dan diperkirakan jika pada tahun 2020 nanti muslim adalah mayoritas kota ini. Dengan begitu, tidak akan sulit jika anda ingin mencari makanan halal dikota ini. Sedangkan walikota Belanda yang beragama islam ialah Ahmed Aboutaleb. Beliau termasuk warga belanda dari garis keturunan maroko menjabat sebagai walikota dari tahun 2009 silam. Beliau juga satu satunya muslim yang pernah menjabat sebagai walikota di kota ini.

Di kota ini anda juga akan mudah menemukan masjid di seluruh penjuru kota dan plosok kota. Akan tetapi, bangunan masjid disini memang tidak terlihat seperti masjid biasanya. Hal itu karena bangunan masjid tersebut ialah berbentuk seperti apartemen dan menyatu pada rumah rumah maupun apartemen bahkan juga kantor yang ada disekitarnya.

Nah, salah satu masjid yang terlihat seperti masjid di kota ini karena mempunyai kubah dan juga menara ialah masjid An Nashr ini. Dengan begitu, anda akan sangat mudah mengenali masjid ini. Tidak seperti masjid lain yang ada dikota ini yang bentuknya menyerupai dengan apartemen. Meskipun ada dimana anda tidak bisa mengenalinya.

ruangan yang lega di masjid an-nashr

Selain itu, para panitia masjid juga memiliki keinginan untuk membuat masjid ini sebagai salah satu masjid terbesar yang ada di Eropa. Mereka juga ingin menambahkan bangunan lainnya sebagai penyempurna bangunan masjid. Yang merupakan salah satu bangunan lembaga social serta kebudayaan selain sebagai tempat ibadah.

Masjid ini mempunyai bangunan kubah 2 buah dengan menaranya 2 buah. Kubah dengan warna putih ini seperti kubah beton yang ada di Indonesia. Jenis kubah ini juga banyak di bangun di Indonesia karena kekuatannya yang sangat kokoh. Sehingga banyak masjid yang dibangun di dataran tinggi memilih kubah ini untuk bangunan masjidnya.

Selain itu, untuk masjid yang dibangun di sekitar pesisir pantai juga menggunakan kubah beton bagi bangunan masjidnya. Bukan Cuma kokoh saja, kubah beton juga bisa di beri warna yang indah dan sesuai dengan bangunan masjidnya.

Masjid Central Seoul Korea

Masjid Central Seoul Korea

Seoul merupak ibu kota dari Korea selatan yang mana disini pemeluk agama islam sangat minoritas. Sehingga sangat jarang ditemukan masjid sebagai tempat ibadah umat islam. Namun disini ternyata ada sebuah masjid yang sangat megah dan indah yang diberi nama Masjid Sentral Seoul. Sedangkan dalam bahasa Arab masjid ini bernama Si’ul Al Markaz. Dengan petunjuk jalan yang berbahasa inggris, hal ini membuat masjid ini dikenal sebagai masjid Seoul Central Mosque.

masjid di korea

Masjid ini juga diapit oleh Sungai Han dengan Gunung Namsan dan berdiri sangat megah di wilayah Hannam-dong, Yongsan. Terletak pada distrik Yongsan-gu, Itaewon, Seoul. Bangunan masjid ini juga merupakan bangunan masjid tertua bahkan pertama yang ada di korea selatan. Masjid satu satunya di Seoul ini didirikan pada tahun 1976 dengan bantaun pemerintahan Korea serta kontribusi moneter sangat besar yang berasal dari bangsa Arab Saudi maupun Negara islam lainnya.

Bentuk arsitektur masjid ini juga sangat indah yang dicat warna putih dan ada 2 menara yang terletak didepan masjid. Dipuncaknya juga ada lambang bulan sabit sebagai pertanda jika masjid ini adalah tempat ibadah umat islam. Sementara kubah induknya juga menghiasi masjid ini yang dibangun pada atas masjid. Kubah yang bernuansa putih ini juga sangat seimbang dengan warna masjid yang dibangun dibawahnya.

masjid central di korea

Kubah induk yang hanya ada satu buah ini sudah cukup mewakili bangunan masjid yang terlihat sangat megah dan kokoh. Bangunan kubah jenis ini juga sangat kuat dan kokoh sehingga cocok sekali digunakan untuk masjid yang dibangun di wilayah antara sungai han dengan gunung namsan. Itu karena kekuatan bangunan kubah ini mampu menahan adanya guncangan yang kuat yang diakibatkan karena adanya gempa sekalipun ataupun karena guncangan lainnya. Sehingga perawatan kubah ini setiap tahunnya juga lebih hemat dan bahkan tidak perlu perawatan secara khusus. Karena memang karakter kubah ini sangat kokoh dan tidak gampang rusak.

Tepat di depan pintu masuk masjid ini juga dituliskan lafal Allahu akbar memakai huruf arab dengan ukuran yang sangat besar. Sementara dibawahnya ada anak tangga yang membawa para jamaah menuju ruangan dalam masjid.

Masjid tersebut terdiri atas 3 lantai dengan fungsi masing masing yang berbeda. Pada lantai pertama masjid adalah kantor dari (KMF) korea muslim federation. Sementara dilantai 2 masjid ini difungsikan untuk para jamaah laki laki dengan luas 427 meter persegi. Selanjutnya untuk lantai 3 masjid ini dimanfaatkan untuk para jamaah wanita yang beribadah di sini. Dimasjid ini juga dilengkapi oleh bangunan madrasah bantuan dari kerajaan Arab Saudi &  the Islamic Culture Research Institute.

Untuk masyarakat sekitar serta non islam, bangunan masjid ini adalah titik destinasi wisata religi karena indahnya arsitektur bangunannya. Ditambah lagi masjid ini berada diantara Namsan dan juga Han River.

interior yang elegan

Masjid Seoul berdiri dilahan seluas 4.870 meter persegi dengan luas area masjid sekitar 427 meter persegi. Di lahan tersebut juga didirikan kantor Islamic Center yang mempunyai luas sekitar 1.917 meter persegi.

Jamaah yang bisa tertampung dalam masjid ini ialah sekitar 800 jamaah. Disamping sebagai tempat ibadah umat muslim, masjid ini juga difungsikan sebagai pengajaran agama islam. Seperti adanya Prince Sultan Islam School. Disini akan mengajarkan berbagai kajian Alquran, fiqih dan hadis Nabi. Sedangkan Islamic Culture Research Institute ialah sebuah wadah bagi umat Muslim se-Korea Selatan untuk berkumpul.

Masjid Terbesar Ke Tiga Didunia Djamaa El Djazair

Masjid Terbesar Ke Tiga Didunia Djamaa El Djazair

Bangunan masjid memang sangat dibutuhkan untuk tempat beribadah terutama bagi umat muslim. Namun apa jadinya jika dalam sebuah Negara yang sangat sedikit sekali penduduknya yang beragama muslim, mungkin akan sulit untuk menemukan bangunan masjid. Salah satu Negara dengan jumlah penduduk beragama muslim yang sangat sedikit ialah Negara Cina. Dinegara ini sangat jarang dijumpai masjid sebagai tempat ibadah umat muslim.

menara masjid tertinggi

Namun salah satu masjid yang dibangun oleh Negara Cina ialah masjid Djamaa El Djazair. Masjid dengan ukuran yang sangat besar ini layak diacungi jempol karena besarnya yang menjadi masjid terbesar di sana. Pembangunan masjid ini juga membutuhkan dana yang sangat fantastis yakni mencapai 14 triliun. Luas masjid ini ialah 20.000 meter persegi. Dengan luas tersebut, masjid inipun mampu menampung sampai 120.000 jamaah. Ditambah lagi masjid ini juga dilengkapi dengan bangunan menara dengan tinggi 264 meter.

Bangunan masjid ini dikerjakan oleh dua Negara besar yakni China dan juga Aljazair. Kedua Negara tersebut memang sudah terkenal sebagai Negara dengan perekonomian yang sangat bagus. Sehingga dana yang dikeluarkan untuk bisa membangun masjid ini sampai jadi sangat fantastis. Dengan dana besar tersebut diharapkan masjid ini bisa menampung hingga ribuan jamaah yang berkunjung.

Alasan kenapa dana yang diperlukan untuk pembangunan masjid ini sangat besar ialah karena taraf pembangunan proyek sebagai tempat ibadah ini memang sangat tinggi. Ditambah dengan standart khusus yang akan diberikan untuk masjid ini, maka diharapkan supaya masjid ini bisa bertahan sampai 1000 tahun lamanya. Tahap pembangunan masjid ini juga cukup lama demi mendapat bangunan masjid dengan keindahan yang diimpikan.

pemandangan indah

Pembangunan masjid di aljazair ini memang terkesan sangat beda dengan bangunan masjid lainnya. Karena masjid ini memang dibangun dengan ukuran yang sangat besar dan di sebut sebagai bangunan masjid terbesar ketiga didunia. Masjid ini menduduki urutan ketiga setelah bangunan Masjidil Haram dengan Masjid Nabawi.

Dari pertama pemberitaan, pemerintah aljazair memang telah mengumumkan jika masjid terbesar yang ketiga didunia tersebut telah dibangunnya dengan bantuan dari Negara Cina. Selain itu, kedua Negara ini bukan Cuma berperan penting dalam penanaman investasi untuk digunakan pembangunan masjid ini. Melainkan juga turut dalam musyawarah bersama dalam memperbincangkan berbagai hal secara detail mengenai desain masjid, ukuran, dan juga bentuk masjid tersebut. Kedua ide yang akan dituangkan dalam bangunan masjid ini sangat unik mulai dari desain interior hingga desain eksteriornya.

Jika melihat sekilas mengenai bangunan masjid ini, tampak ada kubah induknya yang sangat besar ada 1 buah. Kubah induk ini terlihat seperti bangunan kubah biasanya namun berukuran sangat besar. Sehingga pembangunan kubahnya tidak akan main main dan memperhitungkan kekohan konstruksi bangunannya. Sehingga kubah ini bisa bertahan sampai puluhan tahun dan tahan terhadap guncangan besar sekalipun. Dengan begitu, kubah akan tetap dalam kondisi yang bagus meskipun ada guncangan keras karena gempa sekalipun.

menampung ribuan, jamaah muslim

Kekokohan kubah ini hampir sama dengan kekokohan kubah beton yang banyak dibangun di Indonesia. Kubah beton memang salah satu jenis kubah yang sudah banyak dibangun di Indonesia. alasan utamanya ialah karena kekokohan kubah ini sehingga bisa bertahan sampai puluhan tahun. Dengan biaya perawatan yang relative kecil sehingga bisa menghemat pengeluaran dana masjid. Variasi warna yang ditawarkan untuk kubah beton juga bermacam macam, dan tergantung dengan bangunan masjid yang ada dibawahnya.

Masjid Besar Tegalkalong di Sumedang Jawa Barat

Masjid Besar Tegalkalong di Sumedang Jawa Barat

Di Sumedang Jawa Barat terdapat banyak masjid dengan salah satu alasan sebagai penyebaran agama islam. Salah satu masjid tersebut adalah Masjid Besar Tegalkalong yang menjadi tempat ibadah umat muslim khususnya diwilayah tersebut. Arsitektur yang melekat dari masjid Besar Tegalkalong Sumedang tak lepas dari sejarah yang terjada pada zamannya. Masjid Besar Tegalkalong Sumedang termasuk salah satu masjid yang unik karena memiliki perpaduan antara Islam dan Tionghoa. Berlokasi di Jalan Sebelas April, Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara ini letaknya tidak jauh dari pusat kota yang hanya berjarak sekitar satu kilo meter.

masjid agung sumedang

Pada dulunya daerah Tegalkalong merupakan ibukota dari Kota Sumedang setelah dipindahkan dari Dayeuh Luhur pada tahun 1600-an. Hingga pendopo yang berada di Kecamatan Sumedang Utara pun kononnya merupakan peninggalan pada masa itu. Dikisahkan pada sekitar tahun 1678 tepatnya pada bulan Oktober  pernah terjadi serangan kedua kalinya oleh Kesultanan Banten setelah serangan pertamanya gagal pada bulan Maret 1678. Kali itu Kesultanan Banten mempersiapkan kekuatan lebih besar dan bergabung dengan pasukan Bali. Alhasil Sumedang banyak yang menjadi korban dalam pertempuran karena pada saat itu Pangeran Panembahan beserta rakyat Sumedang sedang melaksanakan ibadah shalat Ied. Waktu itu terjadi pada hari raya Idul Fitri pasukan yang dipimpin oleh Cilikwadara dan Cakrayuda membuat Sumedang dilanda masa kelam. Kerabat dari Pangeran Panembahan pun menjadi korban peperangan ini sedangkan beliau mencari perlindungan dan selamat di Indramayu. Kemudian Pangeran Panembahan memindahkan pusat pemerintahan Sumedang ke Regolwetan setelah konflik tersebut mereda.

Terlihat desain masjid yang menarik berasal dari pagarnya bewarna hijau dan di dinding bercat warna putih. Sedangkan atap masjid memiliki kemiripan dengan Masjid Agung Sumedang dengan adanya atap tumpang tindih yang berjumlah tiga tingkat dan pada bagian puncak terdapat mustaka seperti bunga yang sedang mekar. Bangunan masjid Tegalkalong tidak terlalu tinggi dengan jarak dari pintu ke langit-langit hanya sekitar 30 cm. luas bangunan masjid Tegalkalong pun sekitar 378 meter persegi yang dapat menampung jamah hingga berjumlah sekitar 600 jamaah. Hal yang unik dari masjid ini adalah tidak terdapat kubah seperti ciri khas masjid pada umumnya sehingga banyak yang mengira bahwa bangunan tersebut adalah bangunan pemerintahan biasa. Terlebih lokasi masjid Besar Tegalkalong tepat berada di depan kantor Kecamatan Sumedang Utara.

iinterior masjid agung sumedang

Masjid Besar Tegalkalong pernah mengalami beberapa kali renovasi seperti yang telah disampaikan oleh Dewan Keluarga Masjid (DKM) Tegalkalong, Bachren Syamsul Bachri. Namun ciri khas pada masjid tersebut yaitu atap yang bertumpang dan mustaka tetap dibiarkan tidak ada perubahan sama sekali. Salah satu alasan dari renovasi masjid Besar Tegalkalong adalah dikarenakan kapasitas daya tampung masjid Besar Tegalkalong sudah tidak memenuhi jamaah yang melaksanakan ibadah. Masjid Besar Tegalkalong diubah dengan nama masjid Besar Al-Falah Tegalkalong pada tahun 1985.

interior masjid agung sumedang

Di masjid tersebut juga terdapat berbagai aktivitas dilakukan disana salah satunya adalah pengajian ibu-ibu yang ada setiap hari senin dan hari sabtu pukul 14.00 WIB. Tak hanya itu saja, pada kamis malam juga biasanya ada pengajian yang dilaksanakan oleh bapak-bapak dan di hari sabtunya pada waktu subuh selalu diramaikan dengan pengajian. Pada akhir bulan juga biasanya diselenggarakan pengajian yang dihadiri oleh  masyarakat Kecamatan Sumedang Utara.

Masjid Chaqchan di Pakistan

Masjid Chaqchan di Pakistan

Di kawasan Khaplu terdapat sebuah masjid yang sudah sangat tua yang dibangun oleh Syed Ali Hamdani pada 1314 M dan selesai pada tahun 1384 M. pembangunan masjid itu bertujuan sebagai dakwah di daerah Khaplu. Syed Ali Hamdani sangat dihormati di wilayah tersebut sebagai waliullah. Masjid tersebut dinamakan Masjid Chaqchan yang selalu ramai didatangi oleh orang-orang yang akan melaksanakan ibadah shalat atau belajar kepada beliau. Selain itu tak sedikit dari mereka datang ke masjid Chaqcan untuk menikmati keindahan masjid dan pemandangan di sekitar masjid tersebut. Di Gligit, Baltistan terdapat bangunan warisan sejarah masa lalu yang salah satunya merupakan sebuah masjid kuno dengan gambaran arsitektural unik seni islam kuno.

salah satu masjid unik di pakistan

Pada awalnya Islam masuk ke kawasan Baltistan adalah hasil dari penyebaran dakwah yang dilakukan oleh seorang sufi yaitu Syed Ali Hamdani pada tahun 1314 M hingga 1384 M. Lalu dakwahnya dilanjutkan oleh Syed Muhammad Nurbakhhsh pada tahun 795 H hingga 859 H dan merupakan murid dari Khawaja Ishaq Khatlani yang juga beraliran sufi. Bahkan penduduk disana awalnya adalah orang-orang yang menganut agama Budha namun pada akhirnya mereka masuk agama Islam seiring dengan penyebaran dakwah di tempat tersebut. Beberapa ilmu Islam yang diajarkan pada mereka berupa Qur’an dan Sunnah, Syed Muhammad Nurbakhsh juga menulis buku fiqh dan usuluddin.

Pada hidupnya Syed Ali Hamdani menulis buku yang berjumlah 170 buku sama halnya dengan Syed Nuhannad Nurbakhsh  yang telah menulis setengah lusin buku dalam bahasa Parsi dan Arab. Hingga akhirnya pengaruh dari kedua guru besar ini menyebar hingga ke kawasan Kashmir hingga ke Tajikistan dan Iran. Hingga sekarang materi ajaran beliau masih dapat ditemukan di perpustakaan ‘Barat’ di Khaplu dan di perpustakaan Islam Shuffa di Madrasah Shah Hamdani.

keunikan di masjid chaqchan pakistan

Sebagian besar bahan bangunan masjid menggunakan kayu tak heran masjid Chaqchan telah mengalami beberapa kerusakan termakan usia. Dalam masjid itu juga terdapat banyak ukiran kayu yang sangat indah dengan ukiran Tibet menggunakan kayu pilihan. Agar masjid Chaqchan tidak ambruk maka Aga Khan melakukan restorasi total dan mengembalikan kepada bentuk asli semula. Selain itu, restorasi ini dilakukan agar salah satu warisan budaya ini tidak hilang dan tetap berdiri kokoh sebagai pusat peribadahan umat islam.

Dilihat dari luar masjid Chaqchan tidak terlihat sebagai tempat beribadah umat muslim. Pondasinya berasal dari kayu berupa susunan batu alam dan semen sangat kental dengan sentuhan seni tradisional Tibet. Bahkan bentuk bangunan serta ornament-ornamen di masjid Chaqchan identik dengan peribadahan Budha di Tibet. Sangat wajar karena 700 tahun lalu wilayah ini banyak dihuni oleh penduduk beragama Budha.

Hiasan lainnya yang melekat di masjid Chaqchan adalah ukiran kayu yang terdapat pada seluruh fasad bangunan dibagian dalam dan luar. Ukiran tersebut berbentuk geometris dan floral yang beraneka warna warni dapat ditemukan di dinding bagian luar dan dalam masjid. Selain itu ada hal unik di masjid Chaqchan yaitu dua lantai yang dipakai di musim yang berbeda. Pada musim dingin para jamaah menggunakan lantai dasar sedangkan pada musim panas bagian lantai atas digunakan para jamaah untuk melaksanakan ibadah shalat.

interior masjid chaqchan

Terdapat empat tiang kayu yang berfungsi untuk menopang struktur bangunan atap masjid Chaqchan. Di keseluruhan plafon ini juga terdapat ukiran geometris warna warni yang begiru indah dan mempesona. Ukiran tersebut hanya ada di bagian plafon dan dinding masjid namun tidak ditemukan pada bagian jendela dan pintu masjid. Di dalam masjid ini ada mihrab yang bentuknya kecil yang berupa ceruk dan dipenuhi oleh hiasan geometris. Mimbar disediakan disebelah mihrab dan juga terbuat dari kayu dengan satu anak tangga ditinggikan dari permukaan lantai dan ditinggikan lagi untuk tempat duduk sang khatib.

Masjid Ketchaoua di Aljazair

Masjid Ketchaoua di Aljazair

Di kota Aljir ibukota Aljazair terdapat sebuah masjid yang menjadi landmark yang terkenal yaitu Masjid Ketchaoua. Masjid Ketchaoua berdiri di derah Casbah di kota Aljir dan pembangunannya berawal ketika kekuasaan Dinasti Umasniyah pada abad ke 17. Masjid Ketchaoua juga merupakan warisan budaya dunia yang telah terdaftar oleh UNESCO. Dilihat dari arsitektur masjid bangunan ini memiliki paduan gaya Maroko dan gaya Byzantium di Romawi Timur.

Pada awalnya bangunan masjid ini didirikan pada tahun 1612 tapi fungsinya dialihkan menjadi Katedral St Phillippe di tahun 1845. Peralihan fungsi tersebut dilakukan pada masa penjajahan Perancis pada tahun 1962 dan pada tahun yang sama juga fungsiinya dikembalikan lagi sebagai masjid. Meskipun peralihan masjid ini dalam rentang waktu yang lama yaitu dalam kurun waktu empat abad namun masjid Ketchaoua masih menunjukan kemegahannya. Masjid ini pun menjadi salah satu objek wisata yang paling penting dan menarik di Aljazair.

masjid katsyawah

Peralihan masjid menjadi Katedral St. Phillipe ini terjadi ketika Perancis pada saat itu menjajah Aljazair. Pada tahun 1840 sebuah lambang salib resmi di letakkan di bagian puncak bangunannya oleh Marshal Sylvain Charles Valee. Dan pada tahun 1962 Aljazair memperoleh kemerdekaannya saat itu juga fungsi bangunan tesebut kembali untuk beribadah umat Muslim. Sebuah upacara resmi dilaksanakan yang dipimpin oleh Tawfiq Al Madani seorang Menteri Urusan Pelabuhan dan diselanggarakan di Ben Badis Square. Kejadian tersebut digambarkan sebagai ‘Penaklukan kembali keaslian Aljazair sebagai simbol yang tertinggi dari integritas nasional’. Tak hanya itu saja, di Casbah terdapat sisa reruntuhan Citadel, beberapa bangunan tua lainnya  serta reruntuhan perkotaan tradisional pada masa lalu.

Bangunan masjid ini mempunyai arsitektur yang sangat menarik. Di bagian pintu masuk utama dilengkapi dengan 23 anak tangga dan terdapat portico berornamen yang ditopang oleh empat kolom bercorak hitam terbuat dari batu marmer. Sedangkan di dalam masjid terdapat kolom-kolom yang terbuat dari batu marmer berwarna putih. Ditambah dengan keindahan menara dan langit-langitnya berhias dengan sentuhan seni plester semen bergaya Moor.

interior masjid ketchaouah

Saat ini masjid Ketchaoua terlihat jelas dari lapangan Casbah ditambah pemandangan laut di sisi depan dan terdapat dua menara yang mengapit pintu masuk.  Pemandangan yang memukau akan terlihat karena adanya sentuhan gaya Moor dan Byzantium yang sangat menarik. Dibagian dalam masjid ada makam dari San Geronimo pada saat masa penjajahan Perancis berlangsung ketika masjid ini berfungsi sebagai Katedral.

Masjid Ketchaoua memiliki sejarah yang tak dapat dipisahkan dengan kota kuno Casbah. Bangunan masjid tersebut berdiri megah di anak tangga pertama Casbah yang mengarah ke lima gerbang distriknya para aristocrat. Mereka merupakan orang kaya, keluarga kerajaan, para pebisnis dan poliiitikus di masa itu.

Pada tahun 2009 dilakukan restorasi perbaikan terhadap menara masjid, ruang tengah dan pembatas tangga oleh Departemen Warisan Budaya Aljazair. Pelaksanaan restorasi tersebut di rencanakan selesai dalam waktu satu tahun. Proses tersebut dilakukan secara tergesa-gesa karena salah satu menara di masjid Ketchaoua terancam runtuh.

Ketika berada di Aljazair sangat direkomendasikan untuk mengunjungi masjid Ketchaoua disamping melaksanakan ibadah. Karena keindahan masjidnya sudah dapat terlihat dari bagian luar apalagi jika memasuki masjid tersebut akan terasa lebih takjub dengan berbagai hiasan-hiasan menarik. dengan kemegahan masjid ini tak heran masjid Ketchaoua diabadikan dalam salah satu seri perangko di Aljazair.

Masjid Nasional Akbar Surabaya

Masjid Nasional Akbar Surabaya

Selain Jakarta sebagai pusat ibu kota negara Indonesia terdapat juga kota besar dan terkenal. Kota tersebut populer dengan nama kota Pahlawan yang pernah menjadi tuan rumah perhelatan Unity Cup. Dalam ajang tersebut adanya pertandingan sepak bola bertujuan untuk merekatkan dua bangsa Indonesia dan Malaysia. Semakin terhibur dan menyenangkan ketika Indonesia menang melalui tim Persebaya Surabaya Vs Kelantan FA.

masjid agung al akbar

Selain menjadi salah satu kota metropolitan, Surabaya memiliki beberapa bangunan megah yang menjadi landmark kota Pahlawan. Ada jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Nusantara menghubungkan Surabaya dan Madura.  Selain itu ada juga bangunan masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menambah deretan landmark kota Surabaya.

Didirikan pada lahan seluas 11,2 hektar dan memiliki luas bangunan 28.509 meter persegi, masjid Nasional Al-Akbar Surabaya mampu menampung para jamaah berkapasitas hingga 59.000. Pembangunan masjid Al-Akbar mempunyai tujuan sebagai Islamic Center dengan adanya multidimensi misi religious, cultural dan edukatif. Lokasi masjid Nasional Al-Akbar tepatnya berada di kawasan Pagesangan, jalan Masjid Al-Abar Timur No. 1 Surabaya dan berada di tepi jalan tol Surabaya-Malang. Ketika datang ke Surabaya dari arah bandara udara Internasional Juanda masjid Nasional Al-Akbar Surabaya akan menyambutnya dengan keindahan dan kemegahan yang terdapat di bangunan tersebut.

Atas gagasan H. Soenarto Soemoprawiro yang menjabat sebagai walikota Surabaya pada saat itu untuk membangun masjid Nasional Al-Akbar. Pada tanggal 4 Agustus 1995 dilakukan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI H. Try Sutrisno namun pembangunan masjidnya dimulai pada bulan September 1996. Lalu bertepatan dengan hari Pahlawan pada tanggal 10 Nopember 2000 masjid Nasional Al-Akbar diresmikan oleh Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid. Jika dilihat dari ukuran bangunan masjid, masjid Nasional Al-Akbar menjadi masjid terbesar ke dua di Indonesia setelah masjid Istiqlal di Jakarta dan merupakan masjid yang memiliki mihrab terbesar di Indonesia.

interior masjid agung al akbar surabaya

Pemerintah Kabupaten Surabaya menyediakan lahan bangunan untuk pembangunan masjid ini ditambah dengan lahan sawah  milik penduduk yang keseluruhannya mencapai 11,2 hektar dan fasilitas penunjang yang mencapai 22.300 meter persegi dengan rincian panjang 147 meter dan lebar 128 meter. Dalam membangun masjid Nasional Al-Akbar Surabaya di desain oleh tim dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan bekerja sama dengan para ahli yang sudah berpengalaman membangun masjid-masjid besar di Indonesia. Untuk langkah awal pembangunan masjid dilakukan dengan loading test agar mengetahui kekuatan beban tanah dan penentuan arah kiblat yang disahkan oleh pemuka-pemuka agama dari Departemen Agama. Agar pembangunannya lancar maka Departemen Perhubungan dan Departemen Pekerjaan Umum membuka jalan tol menuju masjid tersebut agar alat-alat berat dapat melewatinya karena tidak mungkin melewati ruas jalan di pemukiman penduduk.

Dibutuhkan waktu selama tiga bulan untuk menyelesaikan proses pemancangan bagi pondasi karena tiang pancangnya tidak kurang berjumlah 2000. Kubah masjid Nasional Al-Akbar memiliki kubah yang unik karena bentuknya menyerupai setengah telur dengan 1,5 layer yang tingginya mencapai 27 meter, dengan menumpu pada atap piramida 2 layer setinggi 11 meter. Selanjutnya masjid ini memiliki 45 pintu dengan daun pintu ganda yang artinya dibutuhkan daun pintu sebanyak 90 buah yang ukuran lebarnya 1,5 meter dan tinggi 4,5 meter. Di bagian dinding dan lantai dilapisi oleh marmer yang terbuat dari Lampung agar ruangannya terasa sejuk. Hiasan kaligrafi yang cantik terbuat dari kayu jati memberikan nuansa islami yang sangat menarik. Menara masjid Nasional Al-akbar memiliki satu menara yang tingginya mencapai 99 meter. Dengan kebesaran dan keindahan masjid Nasional Al-Akbar sangat dianjurkan bagi pengunjung untuk datang ke tempat beribadah yang terkenal di Surabaya.  masjid agung al akbar surabaya

Masjid Nurul Iman di Padang Sumatera Barat

Masjid Nurul Iman di Padang Sumatera Barat

Di Padang Sumatera Barat adat istiadatnya begitu kental dengan syariat Islam dengan keindahan alam yang sangat luar biasa. Masyarakat Minangkabau memiliki falsafah ‘hidup bersanding adat, adat bersanding Syara’, Syara’ bersanding Kitabullah’, tak heran mereka sangat memegang teguh ajaran agama Islam dan sangat mudah ditemukan beberapa masjid di berbagai tempat di Padang. Salah satu masjid yang menjadi pusat perhatian di kota Padang hingga menyebar ke kota lainnya adalah masjid Nurul Iman. Masjid tersebut sangat terkenal karena memiliki bentuk bangunan masjidnya merupakan yang terbesar di kota Padang. Lokasi masjid Nurul Iman tepatnya berada di Jalan Imam Bonjol dan Jalan MH Thamrin di pusat kota Padang.

masjid nurul iman padang

Dilihat dari awal pembangunan masjid hingga beberapa kali mengalami kerusakan dan pembangunann renovasi masjid Nurul Iman, ternyata masjid ini memiliki sejarah yang cukup berliku. Pembangunan dimulai pada tanggal 26 September 1958, namun pada masa orde lama pembangunan masjid Nurul Iman begitu lamban sampai akhirnya terbengkalai hingga pada tahun 1966 pembangunan masjid ini kembali dibantu oleh pemerintah. Selanjutnya pada saat itu Gubernur Harun Zain yang menjabat dari tahun 1967 hingga 1977 melanjutkan kembali pembangun masjid Nurul Iman. Dalam pembangunannya, masjid ini menghabiskan biaya sekitar Rp. 300 juta yang berasal dari para jamaah, sumbangan pemerintah dan Presiden Soeharto yang menjabat pada saat itu juga memberikan sumbangan sekitar 40 juta untuk membantu pembangunan masjid Nurul Iman.

Pada tahun 1976 masjid Nurul Iman sudah di fungsikan untuk dilaksanakan shalat jum’at meskipun proses tahap akhir belum selesai sepenuhnya. Kemudian kejadian mengerikan terjadi dua tahun setelah masjid difungsikan, tepatnya pada tanggal 11 November 1976 pukul 22.20 terdapat ledakan bom yang merusak bagian masjid ini. Menurut pihak keamanan kota Padang, sebenarnya bom tersebut dirancang untukk meledak pada saat pelaksanaan ibadah shalat Jum’at keesokan harinya, namun bom tersebut meledak lebih awal di malam hari sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

interior masjid nurul iman

Akibat dari ledakan bom tersebut mengakibatkan kerusakan dibagian masjid yang menyebabkan loteng masjid di lantai satu berantakan sepanjang 30 x 2 meter, jendela kaca di beberapa bagian pecah serta ventilasi lantai dua telah hancur selebar satu meter persegi. Pada saat itu juga masjid ini ditutup untuk proses penyelidikan namun ketika sholat jum’at akan tiba masjid ini kembali dibuka untuk umum.

Beberapa tahun pembangunan renovasi ini terbengkalai dan ketika berada dibawah pemerintahan Gubernur Gamawan Fauzi masjid Nurul Iman akhirnya dapat berdiri kokoh dengan arsitektur yang berbeda. Dibutuhkan sekitar 18.4 miliar rupiah dana dari APBD untuk melakukan renovasi total masjid An-Nur. Dan akhirnya pada tanggal 7 Juli 2007 proses renovasi total masjid An Nur diresmikan oleh wakil presiden, M. Jusuf Kalla.

Masjid Nurul Iman memiliki desain seperti halnya masjid megah dan mewah lainnya berhias kubah yang sangat besar di bagian utama masjid dan dilengkapi dengan menara yang sangat menjulang tinggi. Masjid ini terdiri dari dua  lantai yang disangga 30 tiang dan 16 tiang terdapat ditengah masjid sebagai tiang penyangga utama. Konsep bangunan masjid ini diambil dari konsep arsitektur masjid Attin di Taman Mini Indonesia Indah. Terlihat kubah dan menara berwarna hijau yang dihiasi oleh motif bintang segi lima di ornament dinding masjid. Sedangkan pada kubah masjid bermotif ketupat yang memiliki makna keindahan nilai-nilai kemoderatab bangunan masjid yang berada di Turki.

Masjid Saint Petersburg Rusia

Masjid Saint Petersburg Rusia

Meskipun di Rusia mayoritas penduduknya beragama non-islam, di negara ini terdapat sebuah masjid dengan bangunan yang sangat unik dan menarik. Sejarah mengatakan bahwa dahulu di era rezim komunis Uni Soviet benar-benar menghancurkan semua kehidupan beragama. Salah satu bangunan yang dijadikan kepentingan rezim tersebut adalah masjid-masjid yang berada di Rusia. Bangunan tersebut ditutup dan dibiarkan tidak terawat tetapi tetap digunakan oleh rezim tersebut untuk berbagai keperluan mereka. Pada saat itu masjid Saint Petersburg digunakan rezim Uni Soviet sebagai gudang dan terlihat tidak terurus. Saint Petrsburg merupakan sebuah ibukota Rusia yang pada saat itu masih berupa kekaisaran. Namun pada era Uni Soviet kota ini bernama Leningrat yang namanya dinisbatkan kepada Vladimir Lenin seorang pendiri Uni Soviet. Kota ini juga disebut-sebut sebagai kota yang terindah di Rusia dengan beberapa gedung menjulang tinggi dengan arsitektur indah dan menawan. Dan masjid Saint Petersburg adalah salah satu bangunan yang merupakan keindahan di kota tersebut.

indahnya masjid petersburg.

 

Pada tahun 1913 masjid Saint Petersburg dibangun oleh Nicholas II di kota Saint Petersburg. Didirikannya masjid ini bertujuan untuk memperingati 25 tahun atas Abdul Aht Khan, Emir Turkistan yang telah berkuasa di Bukhara. Perencanaan dibangunnya masjid ini sudah digagas oleh komunitas muslim Saint Petersburg sejak tahun 1880 namun izin pendiriannya baru dikeluarkan di tahun 1906. Sebelumnya pembangunan masjid ini ditentang oleh beberapa masyarakat karena lokasinya berada tepat di sebrang benteng Peter & Paul. Tetapi ketika Tsar Nicolas memberikan izin pembangunan tersebut pada tanggal 3 Juli 1907 seketika penentangan tersebut hilang dengan sendirinya.

Dana sebesar 750 ribu rubbels dibutuhkan untuk pembangunan masjid Saint Petersburg yang didapatkan dari sponsor orang kaya, seperti Ahun Ataulla Bayazitov yang menjadi ketua komite pembangunan masjid. Sedangkan untuk pembelian lokasi serta biaya pembangunan kesuluruhan masjid di danai oleh Said Abdoul Ahad Amir Buharskiy Emir dari Bokara. Pembangunan masjid Saint Petersburg membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu selama 10 tahun.

Arsitek yang mendesain ini pun dipilih dari berbagai segi dan dimenangkan oleh tiga orang non-muslim, mereka adalah arsitek Nikolai Vasilyev, Stepan Krichinskiy dan Alexander von Gogen. Pada tanggal 3 Februari 1910 dilakukan peletakan batu pertama yang dihadiri oleh tokoh agama dan beberapa tokoh masyarakat antara lain Amir Buharskiy, Hrusin Novikov Ahun Ataulla Bayazitov.

ukiran di setiap sudut di masjid petersburg rusia

Desain dari bangunan masjid Saint Petersburg termotivasi dari arsitektur Masjid Tamerlan’s yang berada di kawasan Asia Tengah. Kubah Besarnya terinspirasi oleh bangunan maosolium Gur Emir yang berada di Samarkand yang didirikan pada abad ke 15. Bangunan masjid ini terlihat lebih alami karena dindingnya berwarna abu-abu tua dibandingan dengan bangunan lain disekelilingnya. Bagian fasad depan dihias dengan kaligrafi Al-Qur’an yang begitu indah dan sangat cantik. Pada bagian interior dan eksterior masjid melekat arsitektur tradisional islam dengan beberapa kolom yang menyanggah lengkungan-lengkungan dibawah kubah yang ditutup pualam berwarna hijau. Terdapat juga lampu yang sangat besar pada bagian utama masjid dan juga berhias kaligrafi Al-Qur’an. Pada ruang mihrab dihiasi dengan keramik-keramik berwarna biru dan tembok masjid dipenuhi oleh berbagai ornamen sangat indah.

Masjid Saint Petersburg memiliki dua menara yang tingginya mencapai 49 meter lengkap dengan kubahnya yag berukuran 39 meter. Kubah masjid ini dirancang seperti sarang madu yang terlihat begitu menawan dengan ornamen berbentuk hexagonal dengan dominasi berwarna biru. Masjid Saint Petersburg  dapat menampung jamaah hingga sebanyak 5000 jamaah.