Bangunan Masjid Raya Syahabuddin Siak Sri Indrapura

Bangunan Masjid Raya Syahabuddin Siak Sri Indrapura

Masjid raya syahabuddin berlokasi di jaln. Sultan ismail. Berada tepat di persimpangan ruas jln. Datuk Pesisir kota Siak yang memiliki jarak kurang lebih 30 meter dengan bibir sungai Siak. Bangunan masjid yang diberi cat warna kuning ditambah dengan polesan cat hijau pada beberapa tiang penyangganyanya tersebut juga dikelilingi oleh rerumputan hijau sehingga menambah asri lingkungan masjid ini. Terdapat dua bangunan megah dikomplek masjid ini. Yakni bangunan Masjid Syahabuddin serta bangunan kedua yang menyerupai bangunan masjid modern ditambah kubah berbentuk bawang diatasnya adalah bangunan komplek dari pemakaman sang raja Siak, anggota keluarga maupun kerabatnya.

Dibangunnya masjid ini juga bukan Cuma sebagai tempat ibadah semata. Karena dari dulu, bangunan masjid Syhabuddin dijadikan pusat pendidikan islam yang sudah terbesar di wilayah Asia Tenggara. Saat itu, Sultan telah mendatangkan guru-guru islam yang berasal dari tanah Arab. Dalam sejarah telah membuktikan jika pemerintah Siak dahulu adalah pusat pendidikan Islam yang terbesar di wilayah Asia Tenggara. Sehingga banyak negara sahabat yakni Malaysia, Filipina, serta Thailand telah belajar pendidikan Islam dari Kesultanan Siak.

Terdapat lima kubah besar di masjid ini yang telah didominasi oleh warna biru yang dipadu dengan kuning tampak sangat mencolok. Desain kubah tersebut juga banyak digunakan oleh bangunan masjid-masjid besar yang ada di Provinsi Riau. Sebenarnya selain masjid yang digunakan oleh masjid raya ini, masih ada jenis kubah lain yang banyak digunakan oleh banyak masjid yang ada di tanah air. Diantaranya ialah kubah flannel enamel, kubah gavalum, GRC ataupun kubah beton. Namun yang paling modern saat ini ialah kubah flannel enamel. Kubah jenis ini memiliki cirri khas tersendiri yang membuatnya banyak digunakan oleh bangunan masjid-masjid modern yang ada di Indonesia.

Diantaranya ialah ketahanan yang sangat bagus karena bisa bertahan sampai 20 tahun. Keawetan inilah yang membuatnya banyak dipilih untuk pembangunan masjid baru maupun yang sudah lama. Selain itu, banyaknya warna yang di tawarkan juga mempengaruhi kubah ini sebagai pertimbangan untuk kesesuaian dengan bangunan masjid. Apalagi warna kubah ini sangat mencolok sehingga mampu menarik perhatian bagi siapa saja yang ingin beribadah didalam masjid yang memiliki kubah flanel enamel yang sangat indah ini.

Ada juga menara yang terdapat di satu sudut pintu masuk masjid. Desain Pintu tersebut juga sangat unik karena secara langsung telah terhubung pada selasar yang telah mengelilingi masjid. Sehingga membentuk garis persegi panjang yang menjadi akses masuk ke dalam masjid. Ada juga pekarangan yang terdapat di tengah selasar tersebut.

Jika anda mulai memasuki ruang utama dalam masjid, maka akan ruangan yang lebih lega. Atap yang begitu tinggi disertai oleh plafon yang telah mengikuti desain kubah utama yang dibiarkan tanpa adanya hiasan sama sekali atau hanya polosan saja. Kesan artistik juga muncul dari desain konstruksi struktur besinya.

Bagian dinding masjid juga ada banyak haiasan berupa lukisan kaligrafi dan juga aneka warna yang sangat cerah. Permainan warna tersebut tampak sangat kontras, sementara plafon masjid telah didominasi oleh warna cokelat disertai garis saling melintang berukuran sangat minimalis.

Selanjutnya beralih ke bagian mihrab yang tampil lebih semarak karena adanya permainan aksen geometris maupun kaligrafi yang berwarna cerah. Sementara ceruk mihrab yang tak terlalu besar juga telah diisi dengan mimbar dari bahan kayu yang diukir dengan cat warna emas. Mimbar tersebut juga berukuran sangat besar sehingga menjadikan ceruk mihrab tampak sangat penuh atau cenderung menjadi sebuah pigura mimbar.

Indahnya Kubah Batik Masjid Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat

Indahnya Kubah Batik Masjid Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat

Masjid Islamic Center Mataram dibangun dari masa kepemimpinan gubernur yang bernama M. Zainul Majdi. Sedangkan rencana tersebut dapat terealisasi di tahun 2011 kemudian diresmikan tepat tanggal 15 Desember 2013. Bangunan masjid ini berada du atas tanah seluas 7,6 hektar. Berada di sudut jln. Langko dan Udayana sebagai jalur utama, yang dibangun sangat megah dari perpaduan karakteristik bangunan tradisional di Lombok dengan Sumbawa.

Bangunan masjid ini juga telah dilengkapi dengan menara yang menjulang tinggi sampai 99 meter. Ini sesuai dengan jumlah nama-nama Allah yang ada 99 atau asm’aul husna. Menara tersebut juga telah dibuka untuk wisata religi. Dari menara ini anda bisa melihat indahnya kota mataram di ketinggian dan bisa dilakukan ketika malam hari maupun siang hari.

Keberadaan yang sangat strategis karena letaknya tepat di pusat kota, menjadikan masjid ini sebagai tujuan wisata religi baik wisatawan asing maupun lokal. Pulau Lombok juga populer dengan sebutan pulau seribu masjid. Alasannya karena pada pulau ini ada banyak masjid yang bertebaran baik masjid yang bercorak modern maupun masjid yang sudah kuno. Sebutan seribu masjid juga mewakili kondisi religius dari masayarakat setempat.

Bangunan masjid yang berada di pusat kota ini juga mempunyai 5 menara yang berdiri sangat tinggi. Dengan salah satu menaranya merupakan menara tertinggi yakni sampai 99meter yang melambangkan asmaul husna yang ada 99.

Dalam menara tersebut juga dilengkapi oleh lift. Hal ini bertujuan agar lebih memudahkan para pengunjung yang ingin mencapai tingkat teratas menara tersebut. Bangunan megah ini juga terlihat lebih cemerlang karena adanya cat berwarna dominan kuning emas serta krem yang dipadukan dengan warna hijau tosca.

Luas area masjid Islamic Center sekitar 74,749 meter persegi. Sementara untuk bangunan utamanya dengan luas 36,538 meter persegi, terdapat juga gedung pendidikan seluas 140,92 meter persegi. Bukan Cuma itu saja, ada juga gedung pengkajian seluas 8,928 meter persegi, wilayah komersial seluas 15,819 meter persegi yang nantinya dipergunakan untuk hotel syariah.

Masjid dengan bangunan masjid yang terdiri atas empat lantai ini juga sudah dilengkapi oleh Bollroom. Terdapat busman yang mampu menampung hingga 200 kendaraan beroda empat dengan 2000 kendaraan untuk roda dua. Untuk kapasitas jamaah yang tertampung pada masjid ini ialah sekitar 15.000 orang jamaah.

Bangunan kubah masjid Islamic center mataram juga sangat unik dan beda dengan bangunan kubah pada masjid lain yang ada di tanah air. Kubah masjid ini telah diberikan hiasan berupa motif khas batik sasambo sebagai motif batik khas daerah NTB. Warna keseluruhan masjid ini dengan kubahnya juga senada yakni berwarna hijau dan krem.

Selain kubah utama yang ada ditengah masjid, terdapat pula kubah kecil yang mengelilingi kubah induknya. Untuk kubah kecilnya diberi warna hijau keseluruhan dengan ada garis 4 buah berwarna krem. Kubah kecilnya seperti tipe kubah beton. Namun dengan ukurannya yang lebih kecil akan lebih mudah dibangun. Berbeda dengan kubah induk yang sangat besar yang ada ditengah masjid.

Kubah utama masjid ini seperti bangunan kubah flannel enamel yang banyak digunakan oleh masjid modern sekarang ini. Bedanya hanya terletak pada motif yang digunakan oleh masjid ini berupa motif batik sasambo. Namun kubah ini juga sama-sama memiliki warna yang cerah sehingga sangat pas dengan bangunan masjidnya. Kubah ini juga lebih awet dan tahan terhadap guncangan yang hebat karena gempa. Sehingga banyak yang memanfaatkan tipe kubah ini untuk bangunan masjid yang berada di daerah rawan gempa.

Masjid Agung Makhachkala Dagestan Rusia

Masjid Agung Makhachkala Dagestan Rusia

Masjid Agung Makhachkala termasuk sebuah masjid terbesar yang berada di Eropa serta Kaukasus yang mempunyai daya tampung hingga 17 ribu pengunjung. Masjid ini juga lebih besar ukurannya dibandingkan dengan Masjid Akhmad Kadyrov yang terdapat dikota Grozny. Masjid Agung Makhachkala juga dibangun seperti Masjid Sultan Ahmed yang berada dikota Istanbul Turki.

Cirri khas bangunan masjid Turki bisa langsung dikenali karena adanya menara yang berbentuk bundar. Dan dibuat seramping rampingnya tapi tetap tinggi menjulang bagian ujungnya lancip, menyerupai sebatang pensil yang runcing menghadap ke atas. Keindahan Masjid Agung Makhachkala semakin lengkap dengan tambahan dua menara tinggi yang terdapat dibagian sisi depan masjid. Bagian atap masjid juga sudah di lengkapi oleh bangunan kubah utama yang berukuran besar dan dikelilingi oleh kubah kecil. Ini juga merupakan ciri kedua dari bangunan arsitektural Masjid gaya Turki.

Selain itu, kubah utama dari Masjid Agung Makhachkala juga di kelilingi oleh 56 kubah kubah lebih. Pada bagian silinder bangunan kubah juga dilengkapi adanya rangkaian ventilasi namun di kejauhan tampak seperti deretan jendela kecil. Disamping telah di kelilingi oleh banyak kubah yang berukuran kecil, bangunan kubah utama masjid ini juga telah di apit dengan bangunan menara yang kecil. Konsep masjid berarsitektur Turki adalah perpaduan konsep bangunan klasik khas Eropa yang memiliki seni Islam dan Turki. Sehingga membentuk sebuah kesatuan baru menjadi arsitektural masjid berkonsep Turki yang mempunyai ciri khas tersendiri.

Jika masjid asli Indonesia mempunyai atap limas yang bertingkat tingkat, lain hal nya dengan Masjid Agung Makhachkala yang justru memiliki atap berkubah tingkat. Hal ini mampu menghasilkan susunan kubah sehingga kubah tersebut tampak bertumpuk tumpuk. Bagian luar setiap kubah juga di tutup oleh panel panel yang berbentuk geometri berwarna putih susu. Setiap ujung kubah teratas juga diletakkan lambang berupa bulan sabit ditambah lengkungan yang sempurna dan menghadap ke atas.

Sementara di Indonesia sendiri jenis kubah seperti ini, biasa disebut dengan kubah flabel enamel. Jenis kubah ini memang banyak dijadikan pilihan oleh masjid-masjid modern yang ada di Indonesia. keindahan kubah dengan pilihan warna indah yang menarik juga menjadikan kubah ini semakin populer saat ini. Apalagi untuk daerah dataran tinggi ataupun daerah yang rawan terhadap bencana alam seperti gempa sangat cocok jika memilih jenis kubah flannel enamel ini. Pasalnya kubah tipe ini tahan terhadap guncangan yang sangat besar sehingga bisa diandalkan keawetannya. Kubah ini juga bisa bertahan hingga 20 tahun sehingga bisa menghemat dana perawatan masjid yang biasa dikeluarkan setiap tahun untuk memperbaiki bagian masjid yang ada kerusakan. Nah, kelebihan tersebut menjadikan kubah flannel enamel semakin banyak di buru konsumen dari berbagai plosok daerah di Indonesia.

Eksterior dinding masjid Agung Makhachkala juga dilapis oleh ornamen batu alam. Adanya bukaan yang besar berlengkung telah mendominasi fasad yang ada di depan masjid. Ini juga memadukan material logam dan juga kaca warna gelap. Untuk permukaan lantai masjid ini telah ditinggikan, sehingga menambah kesan lebih megah serta kokoh untuk bangunan masjid ini. Ada anak tangga yang akan mengantar anda menuju ke pintu utama dari arah halaman depan. Masjid ini juga telah di warnai oleh jendela jendela kaca yang berukuran besar sebagai cirri khas lain gaya bangunan Eropa.

Setelah anda masuk ke dalam, maka akan terlihat lampu gantung yang berukuran sangat besar dan menggantung pada ruangan utama masjid. Adanya lengkungan lengkungan yang sangat besar diantara banyak pilar penyanggah masjid juga telah mendominasi interior masjid ini. Bangunan kubah utama masjid yang terlihat megah jika dilihat dari luar, akan jauh lebih indah jika dilihat dari dalam masjid. Bagian bawah kubah dalam masjid juga di hiasi oleh lukisan halus berbentuk geometris berbagai warna. Lukisan kaligrafi yang bertebaran juga banyak bentuknya. Masjid Agung Makhachkala Dagestan Rusia ini sangat cocok dijadikan wisata religi di Rusia.

Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed Abu Dhabi

Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed Abu Dhabi

Abu Dhabi adalah ibu kota dari United Arab Emirate. Disinilah masjid terbesar di dunia berada. Masjid Agung Sheikh Zayed juga termasuk masjid terbesar yang ketiga di dunia sesudah masjid di Mekah maupun di Madinah. Masjid ini juga di bangun diatas beberapa batas-batas. Yakni 11 meter merupakan batas atas laut serta 9.5 meter untuk batas atas dataran tujuannya ialah supaya jelas terlihat di berbagai penjuru arah. Sementara lokasi masjid ini berada diantara Musaffah Bridge dengan Maqta Bridge Abu Dhabi.

Memiliki luas area 22.412 meter persegi sudah cukup luas untuk sebuah bangunan masjid. Panjang masjid ini sekitar 420 meter disertai lebarnya yang mencapai 290 meter. Dengan lus tersebut, masjid ini mampu menampung hingga kurang lebih 40.000 pengunjung dan 7.126 pengunjung pada ruang utamanya. Dalam pembangunan masjid semegah ini juga memanfaatkan 33.000 ton baja ditambah dengan 250.000 m3 beton dan dibangun diatas 6.500 pondasi.

Keindahan desain dan juga pembangunan Masjid ini memanfaatkan bahan-bahan dari para pengrajin di berbagai negara. Diantaranya India, Italia, Jerman, Pakistan, Maroko, Turki, Malaysia, Cina, Iran, Inggris, Yunani, Selandia Baru, dan juga UAE sendiri. Pilihan bahan yang digunakan memang sangat kokoh serta tahan lama misalnya batu marmer, Kristal, emas, keramik, dan batu semi mulia.

Struktur bangunan yang digunakan oleh masjid ini ialah dari bahan beton yang telah didekorasi dengan bahan marmer putih murni yang berasal dari italia serta yunani. Jenis marmer ini juga merupakan marmer putih paling murni di dunia. Sementara untuk arsitektur bangunan masjid Sheikh Zayed telah terinspirasi dari berbagai Negara seperti Persia, Mughal, masjid Moor, Masjid Badshahi yang terdapat di Lahore, Pakistan, serta Masjid Hassan II Casablanca, Maroko.

Mengenai tata letak kubah dengan keindahan lantai masjid telah terinspirasi dari Masjid Badshahi yang arsitekturnya juga telah terinspirasi dari Persia, Mughal serta Moor. Bentuk lengkungan kubah telah terinspirasi dari masjid Moor. Bangunan menaranya juga merupakan inspirasi dari bangsa Arab klasik. Jadi, desain masjid agung Sheikh Zayed mampu digambarkan dalam perpaduan berbagai bangunan masjid seperti Arab, Persia, Mughal maupun Moor. Masing-masing desain elemennya juga telah dibuat secara hati-hati serta dipertimbangkan dengan betul-betul supaya bisa sesuai terhadap visi masjid agung sheikh zayed.

Kubah

Ada 82 kubah masjid yang memiliki 7 ukuran tidak sama pada masjid ini. Kubah utamanya juga termasuk kubah masjid terbesar yang ada di dunia karena memiliki tinggi 85 meter dengan diameter sekitar 32.2 meter. Letak dari kubah utamanya berada tepat di tengah atap masjid atau diatas ruang berdoa utama ataupun main hall. Lapisan kubah tersebut dari bahan marmer putih.

Hiasan yang ada diatas kubah berupa “mahkota” warna emas memanjang seperti bentuk bawang 3 buah yang mengecil keatas serta diperindah adanya hiasan berbentuk bulan sabit dari bahan kaca emas. Pada bagian bawah kubah juga ada jendela-jendela. Ada 14 kubah yang berkaca hijau diatap ruangan wudhu berada dibawah tanah bagi perempuan dan juga laki-laki. Sehingga kubah ini bisa dilihat dari lantai dasar.

Keindahan kubah yang dipancarkan oleh masjid ini memang tidak dimiliki oleh masjid-masjid indah yang ada di Indonesia. Karena bahan kubah masjid Indonesia juga tak seindah yang dipasang disini. Yang merupakan bahan material pilihan dari berbagai Negara sebagai penghasil utama bahan tersebut.

Kubah yang ada di Indonesia juga ada terdiri dari berbagai macam bahan dan jenisnya. Untuk bahan yang banyak digunakan oleh bangunan masjid sekarang ini ialah bangunan kubah dari bahan flannel enamel, kubah gavalum, dan kubah beton ataupun jenis kubah lainnya. Ketiga kubah tersebut sekarang ini banyak di bangun untuk masjid-masjid baru karena memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri yang mampu mengunggulkan masing-masing kubah. Kelebihan yang dimiliki misalnya tahan terhadap panas, tidak mudah berkarat, dan catnya juga tidak mudah mengelupas. Sehingga bisa menghemat biaya pengeluaran untuk perbaikan masjid.

Masjid Agung Al Falah Dengan 1000 Tiang di Jambi

Masjid Agung Al Falah Dengan 1000 Tiang di Jambi

Masjid Agung Al-Falah termasuk sebuah masjid terbesar yang ada di Provinsi Jambi. Masjid tersebut juga dikenal menjadi Masjid 1000 Tiang, walaupun jumlah tiang yang ada didalamnya cuma 256 buah. Lokasi masjid ini berada tepat di Jln. Sultan Thaha Nomor 60 Legok, Jambi. Bangunan masjid tersebut Cuma berupa sebuah pendopo terbuka yang didalamnya ada banyak tiang penyangga serta terdapat satu kubah besar pada atapnya. Konsep bangunan yang memiliki konsep keterbukaan tidak terdapat sekat tersebut akan menghasilkan konsep yang lebih ramah.

Masjid yang merupakan kebanggaan bagi masyarakat Jambi ini berada diatas lahan 26.890 M2 yang melebihi 2,7 Hektar. Sementara luas bangunan masjidnya ialah 6.400 M2 yang berukuran 80m x 80m, sehingga mampu menampung hingga 10 ribu jamaah.

Bangunan masjid agung Al-Falah juga dibangun secara lengkap karena memiliki kubah besar maupun menara yang menjulang tinggi. Keseluruhan bangunan masjid juga menggunakan bahan material dari beton bertulang. Jika diamati, beberapa tiang masjid yang berwarna putih sangat ramping ini mempunyai kemiripan terhadap bangunan tiang yang ada di masjid agung Roma di Italia.

Sedangkan tiang pada masjid Al-Falah juga terbagi atas dua bentuk. Pada bentuk tiang yang pertama adalah tiang-tiang langsing yang diberi warna putih disertai 3 sulur ke atas sebagai penyanggah sekeliling atap bagian luar. Sementara bentuk tiang yang kedua adalah silinder yang dibalut dengan tembaga sebagai penopang struktur kubah pada tengah masjid bagian dalam. Pemakaian material tembaga sebagai penutup tiang berbentuk silinder tersebut juga memberi kesan sangat antik tapi tetap megah bagian interior masjid agung Al-Falah ini.

Bagian dalam kubah juga sudah dihiasi oleh ornamen berupa garis-garis simetris yang menyerupai garis lintang maupun garis bujur bumi. Bagian dalam kubah juga ada ring besar tepat dibawahnya yang telah dihias oleh lukisan kaligrafi Al-Qur’an yang diberi warna emas. Ada sebuah lampu gantung yang berukuran sangat besar dari bahan tembaga mampu memperindah tampilan ruang terutama bagian dalam kubah.

Masjid tersebut juga tidak berdinding. Karena sekat yang ada ialah sisi barat mihrab ataupun tempat imam sholat dari bahan gebyog atau kayu berukir. Namun itu juga tidak sepenuhnya telah menjangkau puncak pilar. Cuma tiga perempat dinding saja yang telah tertutup oleh sekat. Selanjutnya 3 sisi lainnya telah dipenuhi dengan tiang dari berbagai bentuk. Sehingga tidak Cuma ada satu deretan tiang saja. Komposisi tiangnya juga berlapis-lapis dan beraneka bentuk ataupun bahannya.

Untuk bangunan kubah masjid ini, dipilih dari bahan beton. Sebenarnya masih ada bahan lain yang lebih indah dan tahan lama hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. Selain kubah dari bahan beton ada kubah lain yang berbahan flannel enamel. Jenis kubah ini juga banyak digunakan oleh masjid-masjid indah lainnya yang ada di Indonesia. Memiliki ketahanan yang kuat terhadap erosi atau guncangan yang kuat akibat gempa membutuktikan jika kubah jenis ini sangat cocok jika digunakan untuk masjid yang letaknya di daerah yang rawan terjadi gempa.

Selain kubah diatas, juga tersedia kubah GRC yang juga sangat populer saat ini yang biasa menggantikan kubah masjid berbahan beton bertulang. Bahan dari kubah GRC ialah beton GRC atau (Glassfibre Reinforce Concrete) adalah pengembangan teknologi beton yakni jenis beton fiber yang disertai oleh penguat serat dari fiberglass. Keutamaan sifat beton GRC ialah lebih ringan serta ulet yang tetap kokoh dan dapat dicetak dengan bentuk lembaran tipis. Dengan kubah jenis ini akan lebih mudah pemasangannya dan lebih cepat daripada kubah dari bahan beton.

Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Hadirnya bangunan masjid raya mujahidin Pontianak memang menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar. Bangunan masjid ini disesain dengan gaya masjid Nabawi yang didukung dengan tata ruang memadai. Hal ini menajdikan masjid banyak dikunjungi oleh wisatawan baik muslim ataupun non muslim.

Bangunan Masjid Raya Mujahidin berada di atas lahan sekitar 4 hektar sehingga mampu menampung hingga 9 ribu Jemaah yang datang. Secara umum dibagi menjadi tiga bangunan utama yakni ; pada bangunan utama Masjid memiliki ukuran 60 x 60 meter, sedangkan bangunan menara utama dibangun terpisah dengan bangunan utama, serta area plaza berbentuk segi empat dikelilingi oleh koridor panjang diantara bangunan utama masjid maupun menara utama.

Perpaduan berbagai unsur arsitektur Islami peradaban Islam manapun yang dipadu adanya ornamen khas dari masyarakat Pontianak menjadikan masjid ini terlihat sangat megah. Bangunan utama masjid dibangun dua lantai, untuk ruang sholat utama ada di lantai dua dan lantai dasar digunakan dalam banyak aktivitas pendukung. Jika anda melewati area plaza terdapat tangga besar yang akan menghubungkan menuju ke area sholat yang berada di lantai dua.

Adanya kubah utama yang sangat besar bewarna keemasan adalah sebuah keindahan ditambah dengan mozaik khas Kalimantan yang disematkan dibagian permukaan kubah hingga menghasilkan kubah yang bermotif. Sebenarnya banyak sekali motif kubah yang ada di Indonesia. Diantaranya motif kubah kotak, belah ketupat ataupun motif umum lain yang banyak digunakan oleh masjid-masjid di Indonesia. Namun terkadang, untuk wilayah tertentu, kubah masjid menampilkan motif yang sesuai dengan cirri khas wilayah tersebut. Misalnya saja untuk masjid Pontianak ini membangun kubah masjid yang bermotif seperti cirri khas budayanya.

Mereka memberikan warna emas dan motif batik untuk kubahnya. Sama hal nya dengan kain songket warna emas yang sangat indah seperti pada budaya bangsa melayu. Jika dari kejauhan kubah utama ini akan terlihat seperti kain songket emas yang banyak dikenakan oleh masyarakat Pontianak. Dibagian ujung kubah juga diberikan ornamen sederhana meruncing menyerupai tegaknya hurup alif. Terdapat empat menara yang menjulang tinggi pada keempat penjuru mempunyai bentuk dan tinggi yang sama.

Di bagian ujung menara juga telah dilengkapi oleh kubah bewarna ke-emasan namun tanpa adanya ornamen atau hanya polosan saja. Sama halnya dengan kubah utamanya, di puncak menara juga telah dilengkapi oleh ornamen yang sama dengan kubah utama masjid. Masjid yang memiliki bentuk ini mengingatkan pada bangunan masjid dari dinasti Usmaniyah karena ditandai adanya menara yang menjulang disertai kubah yang memiliki ukuran besar.

Pada sekeliling bangunan utama juga sudah dilengkapi oleh beberapa pilar tinggi yang sangat besar ditambah dengan adanya lengkungan 2 warna. Bangunan tersebut adalah ciri khas bangunan Masjid di Cordova maupun Istana Alhambra. Sedangkan motif khas  Kalimantan juga sangat terasa di bagian interior masjid karena adanya balutan warna emas pada setiap mozaik penghias interior masjidnya. Pembangun masjid tersebut juga sangat jeli ketika memadukan berbagai unsur peradaban Islam pada pembangunan masjid ini.

Interior masjid juga terlihat sangat luas dan sejuk. Bagian lantai masjid berupa keramik warna cokelat muda yang menyatu sangat cantik dan warna dindingnya juga senada yakni berwarna emas. Pilar-pilar yang telah menopang bangunan sangat kokoh berdiri. Jika anda menengok ke atas, maka ada kubah megah yang berhiaskan kaligrafi berwarna emas bagian dalamnya. Di tepi bangunan utama juga ada 4 menara yang berdiri.

Masjid Tertua Al Osmani Medan Berkesan Budaya Melayu

Masjid Tertua Al Osmani Medan Berkesan Budaya Melayu

Keberadaan dari bangunan MAsjid Raya Al-Osmani memang tidak bisa dipisahkan dengan eksistensi Kesultanan Deli sampai sekarang. Nama Masjid Al Osmani juga disebut dengan Masjid Raya Labuhan yang dibangun ketika tahun 1854. Sementara pembangunan masjid tersebut juga digagas seorang Sultan Deli VII bernama Osman Perkasa Alam. Beliau adalah seorang Sultan sekaligus yang sangat dihormati rakyatnya pada masa pemerintahannya.

Bangunan Masjid Al-Osmani Medan begitu terlihat megah dan indah. Denah bangunan utamanya memang berbentuk segi empat, dan atap kubah utama berbentuk persegi delapan dibuat dari tembaga. Bangunan kubah tersebut juga bertumpu dengan dinding tumpu yang berbentuk persegi delapan di bagian atasnya, hal ini sesuai dengan bentuk bangunan kubah, serta persegi empat di bagian bawahnya. Adanya ukiran-ukiran dn ornamen pada Pintu masuk masjid maupun disudut bangunan sangat terlihat bagus sehingga semakin memperkuat banguan yang bergaya Melayu.

Dinding Masjid Al Osmani juga telah didominasi dengan cat warna kuning, yang merupakan warna kebesaran dari kesultanan melayu. Selain itu, Masjid Osmani juga lebih dulu dibangun dari pada masjid Raya Al Mahsun yang terletak di pusat kota medan. Masjid Al Osmani dibangun oleh Sultan Osman Perkasa Alam, yang merupakan Sultan Deli ke-7 pertama kali mendirikan masjid ini ketika tahun 1854. Kemudian Putra beliaulah yang melanjutkan tahtanya dan membangun masjid tersebut menjadi sebuah bangunan masjid permanen yang sampai sekarang berdiri kokoh.

Keadaannya sekarang ini, masih menunjukkan bahwa megahnya masjid pada zamannya. Didalamnya ada mimbar yang dibuat dari kayu berukir, dengan jam dinding antik serta lampu hias gantung berbahan kristal yang menjadi ornamen untuk memperindah interior masjid Al Osman. Dominasi warna kuning maupun hijau pada dinding masjid juga menjelaskan identitas bangsa Melayu yang sangat melekat dengan masjid tersebut. Sampai sekarang ini, selain digunakan untuk tempat beribadah, bangunan masjid ini juga digunakan untuk tempat peringatan hari besar keagamaan. Sekaligus untuk tempat pemberangkatan para jemaah haji dari wilayah Medan bagian utara untuk menuju pemondokan para jamaah haji.

Dinding masjid yang di beri warna kuning terang serta warna kubahnya yang hitam hingga corak hijau pada pinggiran dinding untuk ornamen, seolah memberikan kesan jika masjid ini dibangun oleh Sultan Deli ketika kerajaan masih dipusatkan di Belawan. Semua warna tersebut sama persis terhadap bangunan Istana Maimun yang ada di Kota Medan.

Bangunan Masjid yang dikenal juga sebagai Masjid Labuhan ini karena lokasinya berada pada kecamatan Medan Labuhan sebagai masjid tertua yang ada di Kota Medan. Di luar masjid juga Ada bedug tua berusia sekitar puluhan tahun namun masih digunakan sebagai penanda waktu adzan. Khusus ketika bulan Ramadan, bedug ini dipukul sangat keras sebagai pengumuman waktu berbuka bagi kalangan Belawan maupun sekitarnya.

Bentuk kubah masjid raya Al Osmani memang sangat berbeda dengan bentuk kubah masjid lainnya yang kebanyakan berbentuk separuh bulat. Karena bentuk kubah masjid utamanya ialah persegi 8. Sedangkan untuk kubah pendampingnya juga tidak berbentuk bulat melainkan berbentuk segi empat. Berat kubah ini sangat fantastis karena mencapai 2,5 ton. Biasanya kubah yang sangat berat berbahan gavalum. Cirri selanjutnya dengan warna yang hanya satu macam ini juga biasa ada pada kubah gavalum.

Kubah jenis ini memang sangat kuat dan kokoh, sehingga cocok sekali digunakan untuk masjid manapun. Kubah yang berbahan dasar galvalum juga bisa menetralkan cuaca panas karena bahan galvalum mampu menahan panas hingga temperatur 3000C. bahkan kubah ini juga tidak mudah mengelupas catnya karena daya serap yang dimilikinya sangat luar biasa. Sehingga banyak yang menggunakan kubah ini dengan perhitungan tersebut.

Indahnya Warna Masjid Baitul Makmur TanjungUban

Indahnya Warna Masjid Baitul Makmur TanjungUban

Masjid Baitul Makmur TanjungUban termasuk salah satu masjid yang begitu indah yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Tanjunguban. Bangunan ini sangat kokoh berdiri di dataran tinggi yang memiliki luas area sekitar 1.6 hektare. Tempat ini adalah wakaf dari masyarakat.

Lokasi masjid ini berada dekat di area makam pahlawan kota Tanjung uban. Sehingga dari masjid ini kita bisa melihat pemandangan di wilayah Tanjung uban sekitarnya pada ketinggian. Anda juga bisa melihat pemandangan selat Uban pemisah pulau Batam dan pulau Bintan.

Bangunan masjid ini termasuk masjid terbesar di wilayah Bintan yang berada di Tanjunguban. Arsitektur kubah Masjidnya dibuat dari bahan baja ringan, tahan terhadap karat, dan memiliki diameter hingga 9 meter. Masjid yang terdiri dari 2 lantai ini, memiliki daya tampung hingga 2 ribu jamaah. Sementara untuk daya tampung keseluruhan masjid yang meliputi serambi maupun halaman yang mencapai 6.000 jamaah.

Berbeda dengan bangunan masjid lain pada umumnya, karena desain Masjid ini memang sangat unik. Memiliki warna yang sangat ngejreng telah mendominasi sebagian besar dinding bangunan masjid. Ditambah lagi halaman paving masjid ini di cat bernuansa colorfull sehingga masjid ini terlihat sangat berbeda. Arsitektur bangunan juga tidak kalah indahnya dengan masjid lainnya.

Jika dilihat secara geografis, letak masjid ini berada di Tanjung Uban, Kec. Bintan Utara, Kab. Bintan, Prov. Kepulauan Riau. Jika anda ingin menuju ke Masjid ini, jarak yang harus ditempuh sekitar 80 kilometer dari Tanjung Pinang. Waktu yang anda habiskan sekitar 2 jam jika menggunakan mobil ataupun motor.

Namun bila pengunjung dari Batam, bisa memanfaatkan transportasi laut baik kapal feri ataupun speed boat dari wilayah Pelabuhan Telaga Punggur. Anda juga bisa lebih cepat memakai speed boat karena hanya memakan waktu sekitar 30 menit untuk tiba di Tanjung Uban. Selanjutnya anda tinggal melanjutkan perjalanan sekitar 2 kilometer agar bisa tiba di masjid.

Bangunan masjid Baitul Makmur juga mengadopsi arsitektur modern dengan digabungkan desain arsitektur tradisional. Keindahan arsitekturnya dapat dilihat dari bagian eksterior maupun interior masjid, yang memiliki nilai artistik.

Di bagian eksteriornya, telah dilapisi cat berwarna mencolok yang terlihat eye catching. Kesan colorfull sangat terasa di sisi luar masjid, bagian halaman masjid yang sudah dipaving telah dihiasi oleh warna-warni cat yang sangat indah. Taman yang ada di halaman masjid juga semakin mempercantik keindahan sekitar area masjid.

Kubah yang dimiliki oleh masjid ini ada 5 kubah, yang terdiri dari 1 kubah utama dengan 4 kubah kecil. Konon pembuatan kubah tersebut menelan biaya sampai 600 juta rupiah. Bangunan kubah juga telah dihiasi oleh ornamen warna-warni sehingga melambangkan keberagaman suku maupun bangsa umat Islam.

Banyak sekali jenis kubah yang ada di Indonesia. Warna yang bermacam-macam juga memberikan daya tarik tersendiri mengenai kubah yang ada pada sebuah masjid. Untuk kubah yang memiliki warna sangat mencolok biasanya barasal dari jenis kubah panel enamel. Kubah jenis ini biasanya terdiri atas 2 warna atau lebih. Banyak yang lebih suka dengan jenis kubah ini selain memiliki warna yang mencolok, jenis kubah ini juga tahan lama hingga 20 tahun.

Jenis kubah ini juga sangat cocok jika di gunakan untuk masjid yang berada di dataran tinggi seperti masjid ini. Karena resiko kerusakan yang terjadi karena peristiwa alam yang terjadi sangat sedikit. Jadi, sangat cocok untuk pemasangan daerah tersebut. Bukan Cuma itu saja, untuk daerah yang rawan gempa, kubah panel enamel juga sangat cocok digunakan karena tahan terhadap guncangan yang terjadi sehingga tetap awet dan tahan lama.

Masjid Raya Bayur keindahan di tepi danau Maninjau

Masjid Raya Bayur keindahan di tepi danau Maninjau

Masjid Raya bayur adalah salah satu masjid tua di sekitar danau Maninjau, kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, sumatera Barat. Masjid yang dibangun pada awal abad ke 20 berlokasi tidak begitu jauh dari jalan raya yang menghubungkan Kota Lubuk Basung, ibukota kabupaten Agam, dengan Kota Bukittinggi.

Bentuk masjid ini sedikit banyak telah mengalami perubahan hingga menjadi seperti yang tampak saat ini. Pada awal tahun 2000, masyarakat setempat berupaya renovasinya secara menyeluruh. Partisipasi para tokoh masyarakat dari kenagarian bayur dan warga di tanah Rantau membuat renovasi Masjid dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang tidak begitu lama.

Renovasi meliputi perbaikan bangunan dan penataan lingkungan masjid seperti pembenahan ruang terbuka area parkir dan taman masjid. Hal ini dilakukan agar lingkungan masjid tampak lebih Asri.

Pasca renovasi Masjid ini tampak indah dengan perpaduan gaya arsitektur pagoda Thailand dan gonjong rumah khas Minangkabau. Hal tersebut dapat dilihat pada menara kecil di empat sudut atap bangunan utama. Struktur atap dirancang mengikuti pola bangunan rumah panggung dengan atap bersusun tiga yang menjadi ciri khas bangunan masjid Nusantara zaman dahulu.

Masjid Raya Bayur memiliki beberapa keunikan yang khas seperti kubah persegi empat di tengah atap bangunan utama, tempat menara di setiap sudut kubah utama, dan kubah kecil persegi empat di atasnya mihrab.

Dinding masjid dilapisi papan berukir yang disapu nuansa gelap. Tiang tiang penyangga terbuat dari tembok dihiasi warna lembut sehingga sangat serasi dengan dinding masjid.

Ketika Kaki melangkah memasuki area masjid, tampak air mancur terus memancar. Melangkah ke belakang masjid, terdapat kolam ikan yang tertata rapi. Di kiri kanan kolam ikan tersebut terdapat tempat wudhu.

Di sebelah utara masjid terdapat sebuah pondok pesantren tua. Santri-santrinya meramaikan masjid dengan berbagai kegiatan, mulai dari belajar berceramah, khotbah hingga tata cara sholat jenazah. Tak dimungkiri para santri tersebut menyemarakkan masjid yang menjadi sentra pengembangan ajaran Islam di kanagarian bayur ini.

Hamparan Indah panorama Danau Maninjau dengan aktivitas para nelayan di pagi dan sore hari menjadi Point Plus keindahan pemandangan di masjid ini.

Wisata Religi Ke Masjid Terapung Melaka Malaysia

Wisata Religi Ke Masjid Terapung Melaka Malaysia

Jika membahas tentang masjid terapung, pasti tidak aka nada habisnya. Pasalnya masjid terapung memang banyak ditemukan di Negara-negara yang memiliki wilayah laut didalamnya. Selain menambah keindahan pemandangan masjid, terkadang alasan lain telah membuat Negara-negara tersebut membangun masjid terapung kebanggaannya. Salah satu Negara yang memiliki masjid terapung ialah Negara Malaysia. Masjid terapung Melaka yang ada di Malaysia memang sangat indah tak kalah dengan masjid terapung yang ada di Negara lain.

Dengan lokasi yang berada di pinggir pantai, tentu akan menjadikan suasana masjid lebih sejuk dan sangat nyaman. Sehingga masjid ini juga sangat pas jika dijadikan wisata religi. Lokasinya memang sangat dekat dengan pulau Sumatra, anda bisa berkunjung kesini jika penasaran dengan keindahan masjidnya.

Lokasi Masjid Selat Melaka memang berada di wilayah Banda Hilir dengan kondisi menghadap langsung pada Selat Malaka. Ini termasuk selat tersibuk sekaligus terpanjang di dunia.

Masjid ini juga memiliki empat menara yang meniru gaya menara di Masjid Nabawi. Sementara bangunan kubah yang terdapat disampingnya diberi warna biru, yang menyerupai masjid-masjid yang terdapat di wilayah Timur Tengah. Dengan pembangunan yang terdapat di atas air laut, maka Masjid Melaka biasa dijuluki sebagai Masjid Terapung. Bangunan masjid yang telah diresmikan mulai di tahun 2006 lalu itu, telah berdiri diatas lahan yang memiliki luas hingga 1,8 hektar yang mampu menampung hingga 2000 jemaah. Bila dilihat sepintas, maka masjid ini mirip sekali dengan masjid terapung yang ada di Jeddah. Hal itu karena dari masjid itulah keluar inspirasi pembangunan masjid ini.

Luasnya Masjid ini karena mampu menampung sampai 12 ribu jamaah. Meskipun begitu, para turis juga dipersilakan menengoknya ke dalam masjid. Keindahan Masjid Melaka semakin terlihat mempesona jika dilihat ketika malam hari. Pancaran lampu yang serasi akan memberi efek penerangan yang sangat indah karena masjid tersebut tersorot lampu dan memantulkan warna yang sangat indah. Jadi, tak heran jika banyak sekali fotografer dunia yang menjadikan masjid tersebut sebagai objek fotonya. Selain itu, lampu dari menara masjid yang memiliki tinggi sekitar 30 meter tersebut telah digunakan juga untuk pedoman kapal yang sedang berlayar di wilayah Selat Malaka seperti lampu suar. Jadi, lampu ini sangat penting bagi para pelayar yang berlabuh di selat ini.

Sementara untuk kubah yang di pasang di masjid ini juga sangat indah. Di Indonesia sendiri ada banyak macam bahan kubah yang tak kalah indah dengan kubah yang dipasang di masjid Melaka. Pembuatan kubah masjid ada yang dari baja ringan, berupa Enamel dan juga Galvalum yang sekarang ini sedang trend di Indonesia. Karena kedua jenis bahan baja ringan itu termasuk bahan yang mudah, murah, dan praktis dijadikan untuk bahan pembuatan kubah masjid.

Kubah masjid Enamel dibuat dengan bahan plat baja namun mempunyai komposisi karbon sangat rendah. Disamping itu dilengkapi juga oleh porselin Enamel yang bertujuan agar tidak berkarat. Hasil yang akan ditampilkan oleh pembuatan kubah Enamel juga lebih menarik serta awet.

Untuk perbedaan yang terdapat pada kubah masjid Enamel dengan Galvalum ialah adanya kandungan pada bahan Enamel maupun Galvalum. Jika kubah berbahan Galvalum terdapat campuran bahan Silikon, Zinc, serta aluminium, tapi pada bahan Enamel, terdapat kandungan coating maupun porselin.

Namun kedua kubah ini mempunyai kelebihan yang sama. Yakni tahan terhadap cuaca panas sangat ekstrim sekalipun. Ketahanan kubah Enamel dalam menghadapi derajat panas lebih tinggi dibandingkan dengan kubah dari bahan Galvalum. Karena kubah Enamel, mampu bertahan hingga suhu yang mencapai 8000 Celcius namun pada kubah Galvalum Cuma bisa bertahan hingga suhu 3000 Celcius.