Masjid Agung Al-Kautsari Al-Aziziyah Dan Keunikan Kubahnya Di Lombok Barat

Masjid Agung Al-Kautsari Al-Aziziyah Dan Keunikan Kubahnya Di Lombok Barat

Bangunan Masjid Al Kautsari adalah bangunan pertama yang ada dalam area Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Lokasinya berada tidak jauh dengan Bandara Selaparang, Mataram, di Lombok. Memiliki jarak tempuh yang sangat dekat sekitar 10 menit dari lokasi bandara, masjid tersebut sangat potensial sebagai landmark wilayah setempat. Kehadirannya juga mewakili semangat ibadah masyarakat disini yang sangat kuat. Hal ini terlihat ketika masjid masih belum usai dibangun bebeberapa kegiatan ibadah serta dakwah telah dilaksanakan disini. Shalat berjamaah sudah ditegakkan meskipun tanpa penerangan listrik. Mereka juga menekuni kajian kitab-kitab Islam dengan beralaskan anyaman dari daun kelapa, serta berbagai aktivitas dakwah dilakukan disini.

 

Salah satu keunikannya ialah terletak pada suara azan yang dikumandangkan disini. Biasanya azan cuma dikumandangkan sehari lima kali. Namun, dalam masjid ini azan telah dikumandangkan sampai enam kali. Disamping untuk panggilan shalat wajib, azan disini dikumandangkan untuk memperingatkan para jamaah shalat malam agar melaksanakan ibadah shalat tahajud.

Kubah yang mempercantik bangunan masjid ini ada 3 kubah. Satunya sebagai kubah induk dan yang 2 lainnya sebagai kubah anakan yang lebih kecil dari kubah induknya. Pada kubah induk memiliki warna cat yang lebih tinggi karena kubah induknya termasuk kubah masjid enamel. Hal itu dikarenakan pada kubah Enamel ini, menggunakan sistem pengecatan yang menggunakan powder coating sehingga ketahanannya sangat tinggi serta dijamin oleh perusahaan dengan resmi. Ketahanannya mampu mencapai 15 tahun lamanya. Jadi, anda tidak perlu takut bila kubah enamel ini akan luntur pada warna catnya.

Sementara untuk kubah anakannya mempunyai ketahanan cat sekitar 5 tahunan saja. Itu disebabkan tanpa adanya sebuah lapisan cat yang terdapat pada kubah galvalum yang lebih kecil ukurannya tersebut. Sehingga saat terkena panas matahari, membuat cat pada kubah ini luntur. Terbukti dengan cat yang warnanya berubah menghitam seperti pada benda yang diletakkan berada di atas kompor. Saat cat telah berubah warnanya menjadi hitam, kemungkinan kubah tersebut sudah tidak dapat lagi dibersihkan sekalipun dengan menggunakan kain.

Sementara perbedaan antara bangunan kubah Galvalum dan Enamel selanjutnya ialah dilihat dari harganya. Karena kualitas kubah Enamel yang lebih unggul disbanding dengan kubah Galvalum, jadi harga kubah Enamel ini lebih mahal dibanding dengan kubah Galvalum.

Dilihat dari sisi bangunan, pada masjid ini memiliki ciri khas pada bagian kubah bulat yang mengerucut dalam sapuan warna putih yang lebih cerah beraksenkan garis diagonal berwarna biru ditambah dua menara yang ada disampingnya. Dua menara tersebut menjulang hingga tingginya mencapai 27 meter yang bermakna 2 warisan dai Rasulullah Saw yang berupa Al-Quran dan Al-Hadis. Warisan ini harus dipegang teguh agar umat islam tidak tersesat. Bagian interior masjid juga terlihat sangat menawan karena adanya tiang penyangga yang berwarna hijau granit dikombinasikan oleh warna cokelat keemasan untuk aksen tiangnya dan juga dinding masjid ini. Selain itu, interior kubah masjid tersebut juga diberi gambar langit yang akan menambah kesan megah masjid tersebut.

Bangunan masjid AL – Kautsari ini dibangun dengan 3 lantai yang berukuran 56 x 21 meter. Bangunan ini juga mampu menampung jamaah hingga 200 orang yang dilengkapi oleh dua menara yang bernuansa Masjidil Haram.

Uniknya bangunan masjid yang sangat megah tersebut telah “di-arsiteki” secara langsung (almarhum) pengasuh pondok pesantren tersebut bernama Tuan Guru Haji Musthafa Umar. Meskipun beliau bukan seorang arsitek namun Beliau yang menggambarkan bentuk masjid sesuai keinginan sama dengan ornamen di Masjidil Haram.

Masjid Raya Al A’zhom Miliki Kubah Terbesar di Dunia

Masjid Raya Al A’zhom Miliki Kubah Terbesar di Dunia

Masjid Raya Al A’zhom termasuk salah satu masjid kebanggan bagi warga Kota Tangerang. Desain yang unik karena memiliki lima kubah besar menjadi ciri khas dari masjid ini. Kemegahan dan keunikannya juga menjadikan masjid ini termasuk salah satu landmark di Kota Tangerang.

Bangunan masjid ini berada di atas lahan 2,25 hektare dan luas bangunan hingga 5.775 meter persegi ditambah lahan parkirnya seluas 14.000 meter persegi. Dengan ukuran tersebut, masjid yang bergaya timur tengah ini tergolong sebagai masjid terbesar yang berada di Kota Tangerang. Masjid yang warnanya dominan biru langit tersebut juga mampu menampung jamaah hingga 15.000 orang.

Masjid berkubah besar tersebut mempunyai keunikan karena tak ada tiang penyangganya. Sementara struktur kubah induk yang ada di tengahnya telah ditopang dengan 4 kubah anak yang berbentuk setengah lingkaran berada di bawahnya, jadi cukup kuat untuk menyangga kubah induknya.

Kubah masjid tanpa ada penyangga yang memiliki diameter 63 meter tersebut merupakan kubah terbesar di dunia. Disamping itu 5 kubah itu juga melambangkan banyaknya rukun islam ada 5 maupun sholat 5 waktu.

Sementara di bagian luar masjid ada 4 tiang menara. Simbol ini melambangkan ada empat tiang ilmu, diantaranya bahasa Arab, syariah, filsafat dan sejarah. Tinggi menara masjid ini mencapai 30 meter. Ini juga menyimbolkan sebanyak 30 juz ayat suci Quran. Sementara tinggi kuncup menara tersebut menjulang sampai 6 meter untuk simbol rukun iman ada 6.

Sedangkan di sisi dalam ada 4 kubah anak yang tertulis kaligrafi sangat indah ayat-ayat dari Al Quran yang berada dibagian sisi kubah barat tertulis Surat An Nur pada ayat 35, surah Al Baqarah pada ayat 255, serta surah Al Baqarah pada ayat 284-285. Sementara kubah selatan tertulis Surat At Taubah 105, surah An Nahl 97, surah Ali Imron 112, surah An Nisa 32, serta surah Al An’am pada ayat 132-133.

Selanjutnya untuk kubah timur tertulis Surat Al Bayinah pada ayat 5, serta surah Ar Rum pada ayat 30-33. Adapun kubah utara tertulis Surat Al Anbiya 107, surah Al Fath 29 serta surah Lukman pada ayat 17-18. Susunan ayat-ayat tersebut juga disusun sampai 3 baris sedangkan baris keempat pada masing-masing kubah telah diisi tulisan arab Asmaul Husna.

Dan juga ditulis surah Yusuf. Pada bangunan masjid ini telah dilengkapi oleh 4 buah tower dengan tinggi 55 meter berada dibagian empat sudut bangunan. Symbol ini memiliki makna sebanyak 4 ajaran islam yakni akidah, akhlak, syariah serta ibadah. Sedangkan untuk menampilkan ciri khas dari Kota Tangerang yang selama ini dikenal sebagai Kota Benteng, maka dibuat juga kantilever. Symbol tersebut berada di atas genteng yang berbentuk benteng disertai oleh banyak lubang berada di tengah untuk tempat meriam di sebuah benteng.

Selain itu, arsitek bangunan indah ini ialah Ir Haji Slamet Wirasonjaya, merupakan salah satu Guru Besar pada Jurusan Arsitektur kampus ITB. Kemegahan dan keunikan dari bangunan masjid ini akhirnya berhasil menjadi daya tarik para pengunjung yang berasal dari berbagai daerah. Apalagi sering menjadi lokasi shooting berbagai acara yang bertema religi di televisi.

Disamping itu, para warga Kota Tangerang menjadikan masjid ini sebagai sarana pusat kegiatan keagamaan islam seperti pengajian sejumlah majelis taklim, adanya Kultum setelah shalat fardu, kajian Al Quran, dan Festival Al Azhom serta masih banyak lagi.

Ini Dia Pesona Kubah Masjid Kristal di Malaysia

Ini Dia Pesona Kubah Masjid Kristal di Malaysia

Setiap negara yang ada di dunia memiliki masjid yang dibangun secara megah dengan arsitektur mewah bahkan tak biasa. Jika di Indonesia memiliki Masjid Kubah Emas, di negri jiran Malaysia pun juga memiliki kubah Masjid Kristal yang ada di Terengganu. Disini sangat cocok sebagai destinasi wisata ketika Ramadan tiba.

Sebenarnya fungsi utama sebuah masjid ialah menjadi tempat ibadah bagi umat Muslim. Akan tetapi lebih dari itu, sejumlah masjid di dunia bahkan menjadi daya tarik para turis karena keindahan arsitektur bangunan ataupun keunikan yang dimilikinya. Seperti pada kubah Masjid Kristal yang ada di Malaysia ini.

Masjid Kristal berada di wilayah Taman Tamadun Islam tepat pada Pulau Wan Man, di Terengganu. Sementara Terengganu sendiri ialah sebuah negara bagian Malaysia yang terletak di bagian timur dari Semenanjung Malaysia yang berbatasan dengan Pahang.

Keberadaan kubah Masjid Kristal sendiri sudah berdiri dari tahun 2008 silam. Luas yang mencapai ukuran 2.146 meter persegi ini mampu menampung hampir 1.000 jamaah lebih. Anda bisa lihat keistimewan serta daya tarik dari masjid ini yang terletak pada bangunan kubah kristalnya.

Pada bangunan masjid Kristal memiliki 1 kubah besar serta lebih dari lima kubah kecil yang telah mengelilingi kubah besarnya, ditambah empat menaranya. Kubah-kubah ataupun menara tersebut dibuat dari bahan kaca dan baja. Jika dilihat dari luar, maka kubah-kubah tersebut akan terlihat seperti bongkahan kristal sangat besar bila memantulkan cahaya matahari.

Apa lagi ketika malam hari, maka kubah-kubah Masjid Kristal ini akan bermandikan cahaya lampu yang berasal dari sekelilingnta. Hal ini semakin membuat bangunan kubah seperti kristal sungguhan nan berkilauan. Sangat Cantik sekali jika dilihat dari dekat ataupun jauh sekalipun.

Itulah yang menjadikan masjid ini disebut dengan Masjid Kristal. Konon pembangunan pada Masjid Kristal ini telah menghabiskan biaya hingga USD 80 juta ataupun kira-kira Rp 600 miliar.

Kubah Masjid Kristal ternyata menjadi masjid pintar yang pertama di Negara Malaysia yang telah dilengkapi oleh akses IT maupun WiFi didalamnya. Turis yang berkunjung pun dapat membaca Al Quran elektronik pada gadget mereka.

Sedangkan waktu paling tepat jika anda ingin berkunjung ke kubah Masjid Kristal ini ialah ketika sore hari. Karena suasana senja yang ada di sekitar masjid begitu elok dipandang. Ketika malam telah tiba, maka kubah-kubah masjid bermandikan cahaya lampu bisa anda abadikan menggunakan kamera milik Anda.

Ketika sudah terlalu marak bangunan emas yang telah dibangun, bangunan masjid ini memberikan sesuatu yang beda. Kubah Masjid Kristal yang ada di Malaysia ini menjadi bangunan megah yang dibuat dari bahan besi, kaca dengan kristal.

Bangunan ini juga termasuk salah satu destinasi wisata yang beda dapat dikunjungi ketika sedang melancong ke luag Negeri yakni di negri Jiran Malaysia. Masjid Kristal yang berada di Kuala Terengganu, Malaysia tersebut berdiri megah serta beda dengan yang lain karena bahan bangunannnya adalah kristal.

Arsitek bangunannya terbilang sangat unik. Alih-alih cuma mempunyai satu kubah besar, tapi masjid ini memiliki satu kubah kecil dengan dikelilingi oleh kubah-kubah yang lebih kecil lainnya. Semua itu disempurnakan oleh adanya 4 menara tinggi yang berada di ujung-ujungnya.

Kubah masjid Kristal ini tidak berwarna, dan tidak berhiaskan kaligrafi ataupun guratan seni yang begitu indah. Melainkan hanya dibalut oleh kaca berwarna abu-abu. Dan kilau mentari maupun awan sering dipantulkan, menjadikan kubah masjid ini menjadi objek foto begitu banyak pelancong.

Keindahan 7 Kubah Masjid Agung Jember

Keindahan 7 Kubah Masjid Agung Jember

Masjid Jami yang bernama Al Baitul Amien ini termasuk masjid tua yang merupakan warisan para leluhur di masa pemerintahan kolonial Belanda yang masih kokoh berdiri pada jantung Kota Jember, provinsi Jawa Timur. Keunikannya bukan hanya berhenti disini saja. Arsitektur masjid ini sangat berbeda dari kebanyakan masjid yang ada ciri khas paling mencolok ialah bagian bangunan kubahnya.

Keunikan yang terdapat pada kubah telah mendominasi artistik pemandangan bangunan masjid secara keseluruhan. Dalam setiap pintu masuk, ada tiang penyanggah bagian luar kubah yang dirancang lepas hingga ke tanah. Jika dilihat dari kejauhan, maka tiang-tiang ini akan membentuk jalan menuju ke pintu masjid.

Berdasarkan keterangan dari remaja masjid setempat, ada ketujuh kubah disini yang dirancang berdasarkan simbol sekaligus pada kedekatan antarkubahnya. Apalagi, tiga di antaranya yang saling berdempetan. Jadi pada bagian ini telah tersimpan simbol kemapanan dari umat Islam yang senantiasa harus mempererat tali silaturahmi dengan sesama.

Tak tanggung-tanggung sebanyak tujuh kubah yang berukuran besar dibangun dengan posisi yang bertumpuk satu dengan lainnya. Disamping itu, ketujuh kubah sangat besar ini juga berfungsi menjadi atap. Bagian kubah induknya menjadi ruang utama, sedangkan empat kubah lainnya yang ada di sisi kanan maupun kiri kubah utama ini berfungsi menjadi ruang tambahan. Selanjutnya kubah keenam maupun ketujuh yang ada di belakang bangunan kubah induk ini digunakan untuk tempat berwudhu. Angka tujuh mempunyai makna filosofis yang tengah menggambarkan tentang penciptaan alam semesta maupun dengan jumlah tingkatan langit serta bumi.

Memasuki di dalam kubah utama, mata akan langsung tertuju dengan bentuk plafon yang sengaja dibangun sangat megah. Plafon yang ditopang oleh pilar yang jumlahnya 17 ini melambangkan jumlah rakaat shalat serta tanggal turunnya kitab suci Al Quran di tanggal 17 Ramadan. Dinding yang dihiasi oleh tulisan kaligrafi juga berisi perintah untuk mengerjakan rukun Islam.

Desain bangunan yang telah menghabiskan uang hingga 1 Milyar tersebut mampu mendobrak seni arsitektur agama Islam Indonesia yang lebih cenderung bermain pada relief, ukiran maupun bentuk kubah bulatnya. Secara keseluruhan bangunan ini nyaris menonjolkan kubah yang telah memayungi semua bagian dindingnya. Apalagi jika dilihat sekilas terlihat seperti tidak berdinding. Jadi, muncul gaya khas bangunan dengan sejuta simbol yang nantinya mengarah di bagian atap masjid ini.

Menonjolkan Simbol Islami

Sedikit mengejutkan, ternyata bagunan Masjid Al-Baitul Amin ini merupakan ide cerdas dari K. Yayin Kesen. Dia termasuk salah seorang arsitektur yang berasal dari Universitas California. Nampaknya sang arsitek mau melakukan hijrah pada ornamen bergaya ukiran hingga menjadi garis-garis yang hampir semuanya menghiasi tiang di bagian interior masjid ini.

Masih membahas bagian interior bangunan, simbol Islami telah tersebar di tiang-tiang yang telah menopang kubah masjid ini. Setiap tiang yang dilapisi oleh kayu jati dengan membentuk garis tegas, membuat tiang terlihat berdiri sangat kokoh. Kekokohan tersebut, melambangkan kokohnya ikatan umat Islam dalam memperjuangkan agama Allah.

Jika mengamati perbedaan khas ukiran yang menjadi garis-garis tegas, pastinya akan mengundang pertanyaan begitu banyak orang. Sangat beralasan, sesudah diketahui jika garis-garis lurus tegas tersebut menyimbolkan kelurusan iman dengan niat para jamaah. Kondisi itupun terasa setiap waktu shalat tiba, banyak jamaah yang berdatangan. Ditambah letak strategis masjid yang berada di jantung kota, yang mempermudah masyarakat sekitar yang kebetulan sedang refresing untuk melaksanakan shalat lima waktu. Semakin banyaknya jamaah yang berkunjung untuk melaksanakan ibadah, mampu memacu remas untuk menggelar ta’lim dan bekerjasama dengan pesantren-pesantren yang ada disekitar kota Jember.

Pesona Kubah Masjid Agung Madani Rokan Hulu

Pesona Kubah Masjid Agung Madani Rokan Hulu

Lokasi masjid agung Madani Islamic Centre tepat berada di sebuah desa yakni Pematang Berangan, Kec. Rambah, Kab. Rokan Hulu, Prov. Riau. Masjid ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga Riau, melainkan masjid ini juga menjadi objek wisata relegius di kota pasir pangaraian sampai sekarang ini. Wisatawan yang berkunjung ke sini bukan hanya wisatawan lokal saja tetapi juga wisatawan mancanegara. Masjid ini dibangung di atas lahan selebar 22 Ha. Dengan luas Bangunan Masjid yang mencapai 15.800 yang mampu menampung 15.000 sampai 20.000 jamaah.

Desain Masjid Agung Madani Rokan Hulu.

Masjid Agung Madani di desain seperti desain pada Masjid Nabawi yang ada di Madinah. Sehingga bangunan yang ada di Masjid ini mengandung lambang dan simbol agama islam. Masjid Agung Madani dihiasi dengan beberapa kaligrafi dan lampu gantung yang memiliki berat 2 ton. Dibuat dari bahan Pelat Kuningan yang diimport dari Italia, dengan batu hias dari Batu Oksi berasal dari Jawa Timur. Bukan hanya itu saja, hiasan batu Akik dari provinsi Kalimantan dan Negara Turki, hiasan batu Cris Topas berasal dari provinsi Jawa Barat. Hiasan Batu Kalimaya berasal dari Banten, dengan kaca lampunya berbentuk Gold Spectrum diimport dari Negara Amerika.

Bagian tengahnya merupakan perisai muslim, sedangkan bagian pinggirnya ada rantai yang menjadi simbol persatuan umat Islam. Adanya 8 bilah pedang milik sabilillah Khaidir Ali, disertai oleh 16 busur panah milik Syaidina Ali ibnu Abi Tholib ditambahkan lagi 8 tombak milik Abu Bakar Assiddiq. Bunga Kusuma yang merupakan lambang kejayaan Islam dikelilingi oleh kaligrafi surat Al-Fatihah, Al –Kafirun, Annas dan 99 Asmaul Husna.

Desain kubah masjid agung Madani Rokan Hulu

Selanjutnya hal paling menarik disini ialah kubah yang di pasang sebagai penghias bagian atas masjid. Bagian Kubah utama memiliki diameter 25 meter, dengan tinggi 55 meter yang didampingi oleh 4 menara yang memiliki tinggi 66.66 meter. Dan menaranya sendiri memiliki tinggi mencapai 99 meter. Jumlah kubah yang dipasang disini ialah 5 buah kubah. Dengan kubah utamanya satu, dan empat yang lainnya sebagai pendamping dan berukuran lebih kecil dibanding dengan kubah utamanya.

Jenis kubah yang digunakan oleh bangunan masjid Agung amadani ialah kubah  panel. Jenis kubah ini termasuk kubah alternatif yang sekarang lagi trend. Selain karena bentuknya yang kotak ataupun belah ketupat sebagai penyusun bangunan kubahnya, jenis kubah panel mempunyai paduan motif warna sangat atraktif sehingga menambah nilai estetik kubah itu sendiri.

Tersedia 2 macam bahan dasar dapat digunakan dalam pembuatan kubah Panel ini. Diantaranya ialah plat Zincalume atau disebut dengan galvalum maupun plat baja low carbon merupakan bahan yang dilapisi oleh enamel yang selanjutnya banyak yang menyebutnya dengan Kubah Enamel.

Bahan Zincalume atau Galvalume adalah logam campuran seng dan alumunium ringan namun tahan karat. Sementara enamel sendiri termasuk bahan yang dibuat dari paduan antara kaca (Silica) yang telah dileburkan (to smelt). Bahan ini diatas lempengan besi-baja yang bermutu tinggi di sebuah oven yang bertemperatur tinggi. Selanjutnya mengurai dan menyatu hingga menjadi keras. Keutamaan Kubah yang berlapiskan enamel ialah ketajaman maupun kecerahan warnanya sangat tahan lama dan bisa mencapai hingga 20 tahun. Inilah yang menjadi daya tarik kubah masjid agung madani Rokan Hulu yang bisa diamati dari luar masjid.

Pesona Masjid Kubah Biru Ciater

Pesona Masjid Kubah Biru Ciater

Banyaknya masjid-masjid megah nan indah di Indonesia yang dipengaruhi dengan adanya arsitektur dan interior indah masjid-masjid tersebut. Tidak jarang pula masjid-masjid di Indonesia menggunakan gaya arsitektur Timur Tengah hingga gaya arsitektur Eropa yang sangat indah nan menarik. Munculnya pendapat yang sangat kuat dari dulu hingga sekarang adalah jika masjid tidak berkubah, maka corak keislamiannya berkurang. Oleh sebab itu, hampir semua masjid-masjid di Indonesia telah menggunakan kubah sebagai atap masjid. Kubah-kubah masjid di Indonesia pun sangat beragam unik dan indah yang tidak kalah dengan kubah-kubah di negara lain. Seperti contoh, Indonesia memiliki masjid yang berkubah biru di Ciater.

kubah-biru-ciater

Masjid bernama Masjid Assa’adah ini berlokasi di Lembah Sarimas Ciater Subang. Masjid yang memiliki desain yang indah ini terletak sekitar 200 meter sebelum objek wisata Sari Ater. Masjid Assa’adah ini memiliki arsitektur masjid yang tampak unik dan kokoh. Selian itu, keindahan masjid yang berlantai dua ini juga terletak pada interior dalam masjid yang terlihat luas nan indah, dipadu dengan dindingnya yang didominasi kaca tembus pandang. Apabila berada di dalam masjid kubah biru ini akan terlihat pemandangan luar bagaikan hamparan kebun teh yang luas. Sedangkan jika melihat dari luar, kubah biru masjid ini akan terlihat menyerupai jamur. Kubah biru masjid Assa’adah yang beraksitektur menyerupai jamur ini melambangkan makna mengayomi.

Masjid Assa’adah memiliki kubah besar berwarna biru yang sangat mempesona. Masjid Assa’adah Ciater ini lengkap dengan 3 kubah masjid yang berbentuk bulat dan 5 kubah yang berbentuk lonjong yang membuat Masjid ini terlihat semakin indah dan kokoh. Keindahan lainnya yaitu perpaduan warna dominasi kuning-putih dan warna kubah biru corak kuning yang sempurna ini membuat masjid Ass’adah Ciater semakin selaras dengan kondisi lingkungan yang penuh dengan penghijauan. Kubah masjid Assa’adah Ciater ini dilapisi keramik biru dengan aksen diagonal yang membentuk mozaik indah yang menjadi ikon masjid indah tersebut. Bentuk mozaik kubah melambangkan keserasian, kesetaraan, dan kesatuan dalam pola pandang dan pola pikir lembaga. Kemudian terdapat pula jendela di bagian bawah tubuh kubah yang dimaknai sebagai kesatuan beberapa pemikiran. Makna dari garis- garis biru yang saling bersilang dari bagian atas jendela menuju puncak tersebut melambangkan suatu kesatuan pemikiran yang bermuara di satu titik, yaitu Allah SWT. Kubah dan pucuk menara masjid Assa’adah Ciater yang didominasi dengan warna biru tua dan kuning mengandung arti bersemangat untuk maju, cerdas, kerja sama, serta mempunyai toleransi tinggi ke arah yang lebih baik. Tidak hanya kubah yang indah, masjid ini pun mempunyai keunikan pada bentuk lancip empat pucuk menara. Pewarnaan serta bentuk menara dan kubah ini sedikit dipengaruhi oleh bentuk masjid bersejarah di Rusia, yaitu Masjid Kul Sharif.

Masjid ini tidak pernah sepi dari pengunjung pada sore, malam, bahkan hingga dini hari. Keelokan serta kemegahan masjid berkubah biru ini tampak jelas dari kejauhan karena letaknya yang tinggi di antara pegunungan. Selain keindahan arsitektur masjid Assa’adah, disekitar masjid ini terdapat hamparan kebun teh yang seolah memadukan urusan ukhrawi dan duniawi. Suasana keteduhan hati seusai beribadah di masjid indah ini akan langsung dilengkapi dengan keindahan ciptaan Illahi yang dapat memberikan kesan istimewa tersendiri.

Kubah Masjid Agung Jawa Tengah

Kubah Masjid Agung Jawa Tengah

Siapa yang tidak mengetahui atau tidak mengenal kubah? Di Indonesia masyarakat yang mayoritas beragama islam, pasti sudah sangat akrab dengan bentuk bangunan satu ini yang selalu ada hampir di setiap masjid bahkan musholla. Hampir semua masjid dan musholla di Indonesia selalu dihiasi dengan atap yang berbentuk kubah. Dengan adanya masjid dan musholla yang semuanya hampir memiliki kubah, kemudian ada wacana yang mengatakan bahwa masjid belum bisa dikatakan islami jika diatasnya belum memiliki atap berupa kubah masjid.

Masjid-Agung-Jawa-Tengah

Terkesan indah nan megah, pesona demikianlah yang terpancar dari sebuah bangunan masjid yang mempunyai kubah. Kubah merupakan salah satu komponen arsitektur masjid, namun sejatinya kubah tidak hanya sekedar untuk menampilkan sisi keindahan dan kemegahan semata. Lebih dari itu, kubah juga memiliki fungsi utama sebagai penanda arah kiblat dari bagian luar serta untuk menerangi bagian interior masjid. Secara umum, sudah terdapat bentuk-bentuk kubah yang beraneka ragam, seperti kubah berbentuk separuh bola, kubah berbentuk seperti kerucut yang memiliki permukaan melengkung keluar, serta dikenal juga ada kubah piring yang memiliki puncak yang rendah dan dasar yang besar. Tidak hanya itu, terdapat juga kubah bawang karena bentuk kubah masjid terbut hampir menyerupai bentuk bawang. Pada umumnya kubah masjid diletakkan pada tempat tertinggi di atas bangunan dan berfungsi sebagai atap. Namun ada juga yang menempatkan kubah masjid di atas rangka bangunan petak dengan menggunakan singgah kubah.

Kehadiran kubah masjid pada masjid-masjid di Indonesia masih terbilang sangat baru. Menurut sejarah, atap kubah masjid hadir di Indonesia dimulai sekitar akhir abad ke-19 M. Hal tersebut menunjukkan bahwa selama lima abad lamanya, masjid-masjid di Indonesia tidak menggunakan menggunakan atap kubah masjid. Bahkan di Jawa saja atap kubah masjid baru muncul sekitar pada pertengahan abad ke-20 M. Berbicara mengenai masjid berkubah di Jawa, pernahkah Anda mengunjungi kota Semarang yang terletak di Jawa Tengah tersebut? Di daerah Semarang yang merupakan ibu kota Jawa Tengah ini, terdapat sebuah masjid megah dan terbesar di Kota Semarang. Penasaran seperti apa masjid dan kubahnya tersebut? Berikut pemaparannya.

Masjid Agung Jawa Tengah terletak di jalan Gajah Raya, Semarang Kota. Masjid Agung yang dibangun pada tahun 2001 ini sangat megah dan luas. Luas lahan untuk Masjid Agung tersebut mencapai 10 hektar serta luas bangunan induk untuk shalat mencapai 7.669 meter persegi. Masjid Agung tersebut bargaya arsitektur yang merupakan perpaduan antara Jawa, Jawa Tengah, dan Yunani yang telah diresmikan pada tahun 2006. Secara arsitektur, Masjid Agung Jawa Tengah tesebut memiliki keunikan yaitu dengan memadukan arsitektur Timur Tengah dan Roma, namun tidak melupakan ciri khas bangunan Jawanya. Gaya Timur Tengah ini dapat Anda temukan dari kubah masjid dan empat menara yang ada. Gaya bangunan Jawa mewakili dalam desain tanjung pada bawah kubah utama. Untuk pengaruh Yunaninya, akan jelas terlihat pada 25 pilar yang terletak di plaza utama. Pilar-pilar yang berwarna ungu tersebut dipadukan dengan kaligrafi yang akan menyerupai bangunan Coloseum di Roma. Masjid megah ini juga dilengkapi dengan 6 payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis. Gaya payung raksasa ini mengadopsi dari arsitektur Masjid Nabawi di Madinah.

Masjid Agung Jawa Tengah ini memiliki atap limasan yang mencerminkan gaya arsitektur khas Jawa. Pada bagian ujungnya terdapat kubah masjid yang berdiameter 20 meter dengan dikelilingi 4 menara masing masing menara tersebut setinggi sekitar 62 meter disetiap penjuru atapnya yang merupakan ciri khas bentuk bangunan masjid Agung ini.  Selain terdapat kubah masjid yang di kelilingi 4 buah menara, bangunan lain yang keunikan masjid terbesar di Semarang ini adalah adanya sebuah menara yang berbentuk kubus pada bagian dasarnya. Kemudian pada bagian atas berbentuk lingkaran yang mengerucut pada bagian atasnya. Sedangkan sisi sebelah selatan masjid terdapat  menara 99, disebut menara 99 karena menara ini memiliki tinggi 99 meter yang dimaksudkan untuk representasi Asma Al-Husan (99 sifat atau nama Tuhan). Di lantai 1 menara ini difungsikan sebagai stasiun Radio DAIS Masjid Angung Jawa Tengah, untuk lantai 2 merupakan Museum Perkembangan Islam di Jawa Tengah, dan untuk lantai 19 yang merupakan lantai paling atas merupakan gardu pandang yang dapat Anda kunjungi untuk melihat keindahan kota Semarang yang berpantai di sebelah utara dan berbukit di sebelah selatan. Selain itu fungsi menara juga biasa digunakan untuk melakukan Rukyat Hilal yaiut untuk melihat bulan baru sebagai pertanda telah masuknya bulan Ramadhan untuk Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan untuk lantai di bawahnya berfungsi sebagai rumah makan berputar.

Selain itu, di area Masjid Agung Jawa Tengah ini juga terdapat berbagai macam fasilitas seperti perpustakaan, museum kebudayaan islam, auditorium, ruang akad nikah, penginapan, pemandu wisata, cafe muslim, kios-kios cenderamata, buah-buahan, dan lain-lainya. Terdapat pula berbagai macam hiburan seperti air mancur, tempat bermain anak-anak, serta kereta kelinci yang dapat mengantarkan pengunjung berputar mengelilingi kompleks Masjid Agung Jawa Tengah yang megah ini.

Kubah Masjid Vector

Kubah Masjid Vector

Di dalam dunia grafika atau desain grafis, terdapat beberapa aplikasi yang dapat kita gunakan untuk mengolah gambar digital. Setidaknya, terdapat dua macam tipe gambar yang dihasilkan melalui proses digital, yakni gambar berbasis vektor dan gambar berbasis bitmap. Kedua macam tipe gambar ini harus kita bedakan karena masing-masing memiliki manfaat yang berbeda, tergantung bagaimana cara kita menggunakannya. Lalu tahukah Anda apa gambar vector itu? Bagaimana gambar vector dapat kita gunakan untuk mendesain kubah masjid?

kubah-masjid-indah

Kita dapat mendesain kubah masjid menggunakan gambar vector karena memiliki banyak keuntungan. Gambar vector merupakan gambar yang tidak bergantung resolusi. Gambar vektor ialah gambar yang tersimpan sebagai persamaan matematik atau biasa disebut algoritma yang menunjukkan seperti garis, kurva, serta bentuk-bentuk lain yang sangat cocok digunakan untuk mendesain kubah masjid. Karena gambar vektor merupakan hasil dari kurva, garis, serta bidang maka setiap unsur gambar vector memiliki stroke serta fill sehingga kita  dapat mengedit kubah masjid yang kita buat sesuai dengan kreasi kita. Gambar vector ini sangat mudah untuk diperkecil maupun diperbesar, namun tanpa menurunkan kualitas gambar kubah masjid tersebut. Gambar vector tidak bergantung resolusi, ketika kita melakukan pengecilan atau pembesaran, maka gambar kubah masjid akan tetap memiliki kualitas yang sama. Selain itu, memiliki ukuran file yang lebih kecil, dapat diperkecil atau diperbesar bentuknya tanpa harus merubah ukuran file kubah masjid tersebut. Untuk membuat kubah masjid vector, kita dapat menggunakan software, seperti Corel Draw, Adobe Illustrator, serta Macromedia Freehand.

Dalam pembuatan desain kubah masjid vector, sangat cocok apabila kita menggunakan software corel draw, karena terdapat kelebihan jika kita mendesain kubah masjid dengan gambar vector, diantaraya :

  1. Gambar kubah masjid akan fleksibel, yaitu gambar kubah masjid akan memiliki resolusi independen karena dapat menjadi output berkualitas paling tinggi dalam skala apapun.
  2. Ukuran gambar kubah masjid vektor dapat dikurangi dan ditingkatkan untuk setiap baris dan derajat, namun kubah masjid vector ini akan tetap tajam, baik di layar maupun ketika dicetak.
  3. Kubah masjid vector dapat Anda cetak pada resolusi tertingi dari printer Anda.
  4. Mengubah atribut dari objek masjid vector tersebut tidak akan berpengaruh terhadap obyek itu sendiri.
  5. Menggambar dan menyunting bentuk kubah masjid vector akan relatif lebih menyenangkan serta mudah.
  6. Kubah masjid vector sangat cocok menggunakan gambar vector dengan warna yang solid.

Untuk menggambar kubah masjid, pada umumnya kubah masjd sangat identik dengan bentuk hati terbalik. Lalu bagaimana langkah membuat kubah masjid vector?

1.    Buatlah sebuah kotak, ubah kotak tersebut menjadi sebuah curve untuk mempermudah proses pengeditan dengan cara klik Menu, Arrange, kemudian Convert to Curves, bisa juga menggunakan Crtl+Q. Kemudian pada toolbar pilihlah Shape Tools, lalu seleksi node pada bagian kiri atas dari persegi tadi kemudian Delete untuk menghapus node.

2.    Persegi tersebut telah berubah menjadi segitiga siku-siku. Masih menggunakan Shape Tools, kemudian klik pada sisi terpanjang dari segitiga tersebut. Perhatikan Property Bar yang akan menampilkan pilihan untuk memodifikasi garis yang tadi Anda klik. Karena kita akan membuat lengkungan maka pilih yang gambar melengkung atau Convert Line to Curve.

3.    Selanjutnya, ubah garis tersebut menjadi sebuah lengkungan.  Masih menggunakan shape tools, lalu kita seleksi node atap segitiga. Kemudian akan muncul 2 buah garis biru untuk mengatur kelengkungan tersebut.  Tarik garis biru hingga mendekati garis tegak lurus untuk menghasilkan lengkungan kedalam. Setelah cukup, kita lanjut untuk menyeleksi node ujung kiri dari segitiga tersebut. Pada node ini, tarik keluarlah garis bantunya hingga menghasilkan cembung atau lengkung keluar.

4.    Karena terlalu lebar, maka kita seleksi lagi node sudut kiri tersebut, kemudian kita drag kearah kanan sambil menahan Crtl agar tetap lurus atau tidak bergeser supaya kubah yang dibuat tidak terlalu lebar.

5.    Kemudian kita akan menduplikasi objek menggunakan teknik mirror. Gambar yang telah kita buat masih setengah kubah. Sekarang saatnya membuat kubah masjid tadi menjadi kubah utuh dengan cara klik gambar setengah kubah tadi menggunakan pick tool. Lalu kita arah kan pointer menuju sisi kiri tepat dititik pertanda aktif, apabila pointer mouse berubah menjadi bentuk 2 arah mata panah, kita tekan Crtl agar sejajar kemudian kita drag ke sebelah kanan untuk duplikasi secara mirror menggunakan garis tegak lurus sebagai sumbu. Setelah mendapat hasil duplikasi yang pas, lalu klik kanan untuk benar-benar menduplikasi setengah kubah tersebut. Selanjutnya kita seleksi kedua gambar tersebut menggunakan pick tool, kemudian pada property bar pilih lah weld.

Penggunaan gambar vector ini sangat cocok untuk mendesain kubah masjid, karena untuk tipe data vektor ini akan menghasilkan produk dengan bentuk relief yang lebih halus. Bagaimana? Apakah Anda tertarik mendesain kubah masjid vector tersebut? Selamat mencoba!

Kubah Masjid GRC

Kubah Masjid GRC

Dewasa ini dengan berkembang pesatnya kemajuan teknologi sangat berpengaruh dalam berkembang pesatnya kemajuan dalam berbagai bidang, seperti berkembang pesatnya dunia konstruksi. Hal tersebut sangat terlihat jelas dari berbagai keragaman inovasi dalam konstruksi bangunan. Ide-ide kreatif dan inovatif di dalam dunia konstruksi terjadi karena dipengaruhi oleh banyak faktor, dan faktor yang paling mendominasi adalah adanya suatu keinginan untuk mengolah material menjadi bahan bangunan yang lebih aman, mudah, murah, kuat, dan sehat. Salah satu contoh dari inovasi dunia konstruksi adalah dengan adanya bangunan yang saat ini ramai diperbincangkan yaitu mengenai Glassfibre Reinforced Cement.

kubah-masjid-grc

Glassfibre Reinforced Cement atau yang sering disingkat dengan GRC ini merupakan sebuah produk pracetak atau precast dari beton yang dimixed dengan serat-serat fiberglass alkali resistance dan bahan penguat tambahan lainnya. Produk GRC menawarkan berbagai macam variasi untuk segala aplikasi bangunan, misalnya dalam pembuatan kubah masjid. Produk GRC memiliki keuntungan diantaranya lebih ringan dibandingkan produk beton pracetak pada umumnya, dapat dibuat lebih tipis sebagai panel GRS atau papan GRC (GRC board). Disamping itu, produk GRC lebih tahan lama dalam berbagai cuaca, baik panas, hujan, bahkan diiklim salju saja ketahanan GRC dapat diandalkan, tahan terhadap pengikisan, perubahan suhu, dan tahan terhadap serangga yang menjadikan produk GRC ini lebih istimewa dalam pembuatan kubah masjid karena memiliki kelebihan tersendiri yang relatif  tidak dimiliki produk beton cor lainnya.

GRC memang sudah terbukti memiliki kemampuan yang sangat istimewa, dan hal ini lah yang menjadikan banyaknya kubah masjid yang terbuat dari produk GRC karena sifatnya yang lebih fleksibel dan efisien. Apabila kita membuat kubah masjid produk GRC ini, maka banyak sekali keunggulan dan karakteristik tertentu yang akan dihasilkan melalui proses GRC tersebut, diantaranya :

  1. Kubah masjid GRC mudah untuk diaplikasikan dan mampu membentuk detail yang rumit sehingga mempermudah para arsitek dan perancang untuk berkreasi membuat kubah masjid GRC dengan bahan ini.
  2. Kubah masjid GRC ini memliki bobot yang ringan, sehingga dapat mengurangi biaya untuk pondasi dan struktur.
  3. Kubah masjid GRC berbentuk tipis, dalam pemasangannya pun mudah sehingga dapat mengurangi untuk  biaya pemasangan dan pengangkutan.
  4. Kubah masjid GRC tidak hanya tahan terhadap cuaca, tetapi juga tahan api serta tahan korosi, anti rayap, tidak berjamur, dan tahan abrasi.
  5. Produk GRC memiliki kepekatan yang tinggi, untuk meminimalisir adanya kemungkinan adanya tingkat porositinya atau berpori-pori
  6. Kubah masjid GRC tidak akan terpengaruh terhadap sinar Ultra Violet.
  7. Kubah masjid GRC tidak mudah retak karena memiliki keuletan yang tinggi.
  8. Kubah masjid produk GRC ini tidak mengandung asbestos sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan.
  9. Biaya perawatan kubah masjid GRC tidak terlalu tinggi.
  10. Kubah masjid produk GRC juga mudah dicat.

Sistem pemasangan kubah masjid GRC ini sangat mudah, karena kemudahan dalam pemasangan merupakan hal yang penting dari produk GRC untuk menarik kosumen. Pada umumnya kemudahan tersebut biasa dilakukan dengan terlebih dahulu memasang rangka besi sebagai penahan beban. Setelah itu, barulah panel-panel GRC yang telah dilengkapi oleh fitting-fitting kemudian dipasangkan pada rangka-rangka besi tersebut menggunakan teknik penyambungan antar-panel dengan menggunakan flexible joint sealant. Dalam pembuatan kubah masjid GRC, kita gunakan GRC yang memilik ketebalan 10 mm. Itulah beberapa manfaat dan keunggulan kubah masjid produk GRC yang memiliki keistimewaan dibanding dengan produk beton cor lainnya.

Kubah Masjid Raya Bandung

Kubah Masjid Raya Bandung

Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat dan merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat. Kota Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarata dan Surabaya menurut jumlah penduduknya. Bandung terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta. Di kota kembang ini telah tercatat berbagai sejarah penting, di antaranya sebagai lokasi ajang pertempuran di masa kemerdekaan, tempat berdirinya sebuah perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia yaitu Institut Teknologi Bandung, dan pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955 yaitu suatu konfrensi yang menyuarakan terhadap semangat anti kolonialisme. Dahulu, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya juga menyebutkan bahwa Bandung merupakan ibu kotanya Asia-Afrika.

masjid-raya-bandung

Bandung juga dijuluki sebagai Kota kembang, karena dahulunya kota Bandung ini dinilai sangat cantik karena banyak bunga-bunga serta pohon-pohon yang tumbuh. Dan karena keindahannya dahulu, Bandung juga disebut sebagai Parijs van Java. Bandung sangat dikenal sebagai kota belanja, dengan adanya berbagai macam factory outlet dan mall yang banyak tersebar dan  juga menjadi kota wisata kuliner yang semakin menambah kepopuleran kota Bandung yang merupakan kota tujuan utama untuk pendidikan dan pariwisata. Namun tahukah Anda selain menjadi kota terkenal di Indonesia karena memiliki keramain dan kemegahan tersebut, Bandung juga memiliki masjid raya besar berkubah indah? Lalu bagaimana pesona masjid raya Bandung yang memiliki kubah masjid dan telah mengalami beberapa kali dalah tahap renovasi tersebut?

Masjid Raya Bandung ini dahulu bernama Masjid Agung Bandung. Tidak hanya namanya saja yang berubah, bentuk masjid ini pun juga mengalami beberapa kali perubahan. Semula rancangan masjid raya ini kental akan ciri khas bangunan Sunda. Setelah itu, masjid tersebut bersolek berwajahkan Arab. Masjid raya tersebut dibangun sekitar 2 abad silam dan pada abad ke-19 hingga saat ini telah terjadi delapan perombakan, serta lima kali pada abad berikutnya. Masjid Raya Bandung direnovasi terakhir kali pada tahun 2001 dan kemudian diresmikan tanggal 4 Juni 2003. Perubahan besar-besaran yang dilakukan pada Masjid Raya Bandung ini dirancang oleh Presiden RI pertama, Soekarno. Perubahan total yang dialami Masjid Raya Bandung tersebut diantaranya kubah masjid yang sebelumnya berbentuk “nyungcung” diubah menjadi kubah masjid persegi empat yang bergaya timur tengah seperti bentuk bawang. Namun, kubah masjid berbentuk bawang hasil rancangan Presiden Sukarno tersebut hanya mampu bertahan sekitar 15 tahun. Kubah masjid berbentuk bawang itu rusak karena terpaan angin kencang, kemudian diperbaiki pada tahun 1967. Kubah bawang tersebut akhirnya diganti dengan kubah masjid baru tahun 1970.

Masjid Raya Bandung yang kini  berdiri kokoh merupakan hasil dari rancangan 4 orang perancang hebat dari Bandung, mereka adalah Ir. H. Keulman, Ir. H. Nu’man, Ir. H. Arie Atmadibrata, serta Prof. Dr. Slamet Wirasonjaya. Pada rancangan awal, Masjid Raya Bandung ini tetap mempertahankan sebagian bangunan lama, yaitu jembatan hubung antara masjid dengan alun-alun yang melintas di atas jalan alun-alun disebelah barat serta dinding berbentuk sisik ikan disisi depan masjid. Satu-satunya perubahan yang dilakukan pada bangunan lama adalah dengan dilakukannya perubahan bentuk atap masjid dari bentuk atap limas diganti dengan kubah besar setengah bola yang berdiameter 30 meter sekaligus kubah masjid tersebut menjadi kubah utama. Untuk mengurangi beban yang terlalu berat, kemudian kubah masjid raya Badung tersebut dibangun dengan konstruksi space frame, lalu ditutup dengan material metal yang sudah dipanaskan dalam suhu sangat tinggi. Selain terdapat satu kubah utama Masjid Raya Bandung, juga terdapat dua kubah yang berukuran lebih kecil. Dua kubah masjid tersebut masing masing memiliki diameter 25 meter, kubah-kubah kecil tersebut diletakkan diatas bangunan tambahan. Sama halnya seperti kubah masjid utama, dua kubah masjid tambahan ini juga didesain menggunakan konstruksi space frame, namun kedua kubah masjid kecil ini ditutup dengan material transparan yang bertujuan untuk memberi efek cahaya ke dalam masjid.

Renovasi lain yang tidak kalah menarik ialah dengan adanya rangka besi berbentuk kubah yang terletak pada puncak menara masjid. Keunikan lainnya lagi bahwa hampir setiap rangka besi kubah tersebut diberi rangkaian lampu-lampu, sehingga pada malam hari nyala terang lampu-lampu tersebut yang akan membentuk gubahan bentuk kubah yang dapat dengan mudah dikenali oleh masyarakat luas sebagai bangunan masjid yang indah nan megah, serta dengan adanya kubah besar di tengah-tengah bangunan utama dan dilengkapi dengan 2 buah kubah masjid kecil di sisi kanan dan kirinya menjadikan Masjid Raya Bandung ini lebih dikenal masyarakat luas. Masjid Raya Bandung juga memiliki dua buah menara yang menjulang tinggi hingga 81 meter yang selalu dibuka untuk umum pada hari Sabtu dan Minggu. Luas bangunan ini mencapai hingga 8.575 meter persegi dan tanahnya seluas sekitar 23.448 meter persegi. Masjid raya yang berlokasi di dekat Jalan Asia Afrika tersebut dapat menampung hingga 13.000 jamaah. Bagaimana? Apakah Anda tertarik mengunjungai Masjid Raya Bandung yang megah serta berkubah besar tersebut?