Masjid  I-Jahan-Nuhma India

Masjid  I-Jahan-Nuhma India

India adalah suatu negara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, namun ternyata negara tersebut memiliki pemeluk agama Islam yang cukup banyak pula. Agama islam yang berkembang di negara ini ditandai munculnya masjid-masjid besar dan indah. Selain Masjid Taj- Mahal yang terkenal, ada salah satu masjid besar yang terkenal bernama Masjid I-Jahan-Nuhma, yang terletak dikawasan kota tua Delhi, tepatnya 1 km dari istana Lal Qila atau disisi jalan Chadni Chowk. Perjalanan menuju masjid ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum didaerah tersebut seperti autoricksaw atau lainnya.

Masjid I-Jahan-Nuhma India

Masjid I-Jahan-Nuhma juga dikenal sebagai masjid jami yang jemaahnya akan sangat banyak pada hari jum’at. I-Jahan-Nuhma dalam bahasa Persia diartikan sebgai Cermin Dunia, sehingga masjid ini menjadi salah saatu pendangan wisata religi dari para pengunjung maupun jemaah.  Masjid besar nan indah yang  dibangun pada zaman kerajaan Mughal ini mampu menarik perhatian para pengunjung baik dalam maupun luar. Masjid ini dinobatkan sebagai masjid terbesar dan Terindah di Delhi. Masjid ini merupakan masjid peninggalan raja Shah Jahan yang selesai dibangun pada tahun 1656.

Masjid I-Jahan-Nuhma mampu menampung sekitar 25.000 jemaah dalam ruangan utama masjid ini. Banyak sekali kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh warga sekitar masjid dengan mayoritas penduduknya muslim. Seperti halnya kegiatan bazaar yang dilakukan di sekitar daerah jalan menuju masjid, bazaar ini tentunya berkaitan dengan  kebutuhan umat muslim seperti buku-buku panduan beribadah, Al-Qur’an, pakaian muslim, kayu siwak dan sebagainya. Selain itu, didaerah sekitar wilayah masjid terdapat banyak restoran dan tempat – tempat menjual makanan yang halal khas muslim Mughal.

Secara corak artistik masjid I-Jahan-Nuhma ini memiliki dinding dengan warna merah bata dengan letak bangunan yang lebih menonjol dari pada bangunan lain disekitarnya. Dari jarak pintu masuk dengan halaman luar dipenuhi dengan anak tangga sebanyak lebih dari 20 anak tangga. Pada akhir tangga atau memasuki daerah pintu masjid depan untuk kaum wanita disediakan baju penutup sebagaimana ajaran yang berlaku, karena wanita yang memasuki masjid harus dalam keadaan tertutup. Dari pintu gerbang masjid, para pengunjung maupun jemaah harus melepas alas kakinya agar kesucian dan kebersihan area masjid terjaga.

interior Masjid I-Jahan-Nuhma India

Masjid ini memiliki tiga pintu gerbang besar yang terletak disebelah timur, selatan dan utara. Pintu-pintu gerbang ini semuanya disusun dari batu bata yang menjulang tinggi. Luas masjid ini sekitar 2160 m2 berada langsung menatap langit dan memiliki tempat wudhu ditengahnya berupa kolam air.

Masjid ini memiliki 2 menara pada ujung utara dan selatan gerbang masjid dengan masing – masing memiliki tinggi 41 meter. Pada bangunan utama masjid ini akan tampak kaligrafi dari ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis mengikuti bentuk dari gerbang masjid yang melengkung.

Jam kunjung juga ditetapkan pada peraturan masjid, hal ini disebabkan pengunjung yang datang bukan hanya dari kalangan muslim sehingga diharapkan tidak mengganggu kegaitan ibadah umat muslim yang memiliki  lima waktu sholat dalam sehari. Waktu untuk para pengunjung non-muslim yaitu diluar jam-jam sholat, misalnya setelah sholat subuh sampai dzuhur, lalu setelah sholat dzuhur sampai hampir tiba sholat ashar, nnamun pengunjung non-muslim tidak diperkenankan berkunjung lepas pukul  7 malam.

Masjid ini berdiri dengan elemen-elemen batu bata yang tersusun kokoh membentuk suatu bangunan yang megah. Atap masjid yang memiliki 3 buah kubah besar berhiaskan emas menambah  kemegahan dari Masjid yang berdiri sejak ratusan tahun silam. Menikmati keindahan arsitektur serta sejarah dari baitullah melalui masjid I-Jahan-Nuhma akan membawa wisata religi yang unik, karena wilayah tempat masjid ini berdiri merupakan mayorita umat Hindu.

Masjid Dimaukom – Masjid Pink Simbol Cinta dan Harmoni

Masjid Dimaukom – Masjid Pink Simbol Cinta dan Harmoni

Jika pada umumnya masjid berwarna natural dengan warna dasar putih, biru, maupun hijau. Di Filipina terdapat masjid yang unik dengan warna pink nan mencolok yang menghiasi seluruh eksterior dan interior masjid. Masjid dengan warna nyentrik ini sampai saat ini masih menjadi pusat perhatian masyarakan maupun wisatawan yang datang.

Masjid Dimaukom

Diberi nama “Masjid Dimaukom” karena masjid yang berlokasi di Kota Datu Saudi Ampatuan, Provinsi Maguindanao , Filipina Selatan tersebut dibangun atas perintah Walikota Datu Saudi Ampatuan, Samsodin Dimaukom, pada tahun 2011 lalu. Pembangunan masjid ini memakan waktu sekitar 2 tahun sampai pada tahun 2013 lalu.

Meskipun sudah dibuka sejak bulan Ramadhan tahun 2013, masjid ini baru populer karena ada kalangan para wisatawan mancanegara yang mampir dan memperkenalkan masjid tersebut dalam akun dunia maya mereka. Setiap harinya banyak sekali pengunjung masjid nyentrik ini, mulai dari orang Islam sampai orang-orang kristen yang ingin mengagumi keindahan dan keunikan masjid tersebut. Keunikan lainnya adalah masjid ini dibangun oleh para pekerja beragama Kristen.

Masjid ini dijuluki dengan “Masjid Pink” karena pada awal pembangunannya, umat kristen mau membantu dalam pembangunan masjid dengan sukarela atau tidak menerim upah sama sekali. Maka dari itu masjid ini diberikan warna pink yang dominan, sebagai bentuk apresiasi rasa persaudaraan, perdamaian, cinta kasih, serta harmoni antar umat beragama yang sangat kuat. Akhirnya, masjid ini dibangun dengan warna pink sebagai lambang atau simbil persatuan dan persaudaraan antar umat beragama di kota terebut.

Sedangkan warna pink menurut walikota Samsodin Dimaukom, dapat menjadi lambang kedamaian dan cinta, yaitu cinta pada Allah, sesama manusia, dan cinta kepada negara.

Memang jarang sekali terjadi toleransi antara umat islam dan kristen di dunia ini, namun berbeda halnya jika sedang berada dikawasan masjid pink ini. Anda bisa merasakan kehangatan dan ramah-tamah yang terjadi pada umat muslim disana dengan orang kristen. Kesinambungan hubungan yang harmonis tersebut benar-benar tercermin pada dunia nyata tanpa rekayasa.

Dari segi Arsitektur, keseluruhan warna yang dimiliki masjid ini dominan berwarna pink mencolok. Semua ornamen dan dinding masjid diberi warna pink juga. Pada awal kawasan masjid, sudah terlihat dengan jelas bahwa masjid ini memang didesain sedemikian rupa dengan warna dasar sama.

Selain masjid yang di cat dengan warna pink tersebut, ternyata bangunan terdekat dari masjid seperti pasar dan kantor polisi juga ikut diwarnai pink, bahkan siapapun yang datang berkunjung ke masjid ini harus berpakaian pink untuk menghormati keharmonisan masyarakat di sekitar masjid.

Warna yang terlihat berbeda di dalam interior masjid adalah tiang penyangga atas yang berwarna keemasan.

interior Masjid Dimaukom

Saat melangkahkan kaki ke dalam masjid, nuansa warna merah muda melekat pada semua interior dalamnya, yang berbeda hanya ketajaman warna di dalam ruang utama lebih redup daripada warna eksterior yang lebih mencolok.

Seperti masjid pada umumnya, masjid ini memiliki 1 kubah  besar dengan beberapa kubah kecil yang mengelilinginya serta 2 penjuru menara yang semuanya berwarna pink.

Untuk dapat menikmati keunikan dan keindahan masjid ini, pengunjung bisa naik Husky Bus atau jeep dari cotabato dengan jarak tempuh yang diperlukan sekitar 3 jam .

Jika kita melihat bangunan tersebut secara sekilas, memang tampak seperti rumah barbie yang ada di negeri dongeng, apalagi desain yang diadopsi oleh masjid tersebut sangat unik.

Masjid Badshahi yang indah dan megah di Pakistan

Masjid Badshahi yang indah dan megah di Pakistan

Bangunan masjid yang memiliki arsitektur indah dan menawan akan membuat para jamaah dan orang lain terpesona oleh tempat ibadah umat islam. Dengan adanya masjid seperti itu, kenyamanan dan kekhusyu’an dalam melaksanakan shalat akan lebih terasa. Di Pakistan terdapat masjid yang terkenal akan kemegahan dan keindahannya. Masjid tersebut adalah masjid Badshahi.

Masjid Badshahi

Masjid Badshahi ini sangat memukau hingga penjuru dunia karena memiliki ornamen yang sangat menarik. Selain itu, masjid ini juga menjadi masjid yang terbesar ke lima di dunia. Dalam bahasa Persia, Badshahi memiliki arti masjid Sang Raja dikarenakan pada masanya masjid ini dibangun atas perintah Sultan Mughal, Akbar. Pada saat itu, Sultan Mughal, Akbar adalah seseorang yang sangat menyukai seni. Tak heran masjid ini menghasilkan seperti seni yang sangat indah luar biasa. Lalu pembangunan masjid ini berada di bawah pengawasan Sultan Mughal, Aurangzeb. Pembangunannya dimulai pada tahun 1671 dan selesai di tahun 1673. Masjid Badshahi dapat menampung jamaah hingga berjumlah lebih dari 100.000 orang. Di ruang doa utama dapat menampung hingga jamaah berjumlah 55.000 dan selanjutnya di halaman dan portico dapat menapung jamaah hingga 95.000. Tak heran selain menjadi masjid terbesar kelima di dunia setelah Masjidil Haram di Mekah, Masjid Nabawi di Madinah, Masjid Hassan II di Casablanca dan Masjid Faisal di Islamabad, masjid ini merupakan masjid yang terbesar ke dua di Pakistan dan di Asia Selatan.

Kemegahan dan terkenalnya masjid ini didukung dengan letaknya yang sangat strategis yang berada di Taman Iqbal di Lahore, Pakistan. Karena taman ini merupakan salah satu taman terbesar di Pakistan dan banyak pengunjung yang sengaja datang ke tempat ini lalu mendatangi ke Masjid Badshahi. Masjid ini juga memiliki menara yang sangat tinggi  melebihi Taj Mahal yaitu dengan tinggi 4,2 meter. Dari luar juga terlihat bangunan yang didominasi oleh warna merah bata ini memiliki ornamen cantik di setiap sisi temboknya. Namun jika dilihat sepintas, arsitektur yang meleka di masjid Badshahi ini memiliki desain yang hampir mirip dengan masjid Jama di New Delhi, India yang telah dibangun pada tahun 1648. Masjid tersebut memang dibangun oleh ayah dan pendahulu Sultan Aurangzeb yaitu Sultan Shah Jahan. Tak heran desain yang dihasilkan pada masjid ini mendapat pengaruh Islam, Persia, Asia Tengah dan India.

interior Masjid Badshahi

Pada masanya juga masjid ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan di sekitar tempat itu hingga diberbagai tempat lainnya. Karena kemegahan dan keindahannya, masjid ini merupakan salah satu contoh semangat dan keagungan dari era Mughal. Masjid yang memiliki fondasi dan struktur bangunannya berasal dari batu bata dan tanah lempung yang dipadatkan ini menghasilkan masjid yang berdiri kokoh dan besar. Tanah lempung yang dipadatkan dengan cahaya sinar matahari kemudian di balur dengan lempengan batu pasir merah pada bagian kubah yang berlapis pualam putih.

Dan pada tahun 1993 pemerintah Pakistan menganjurkan untuk memasukkan Masjid Badshahi sebagai Situs warisan Dunia UNESCO. Selanjutnya masjid ini telah terdaftar dalam Daftar Tentatif Pakistan dan kemungkinan mendapatkan nominasi ke Daftar Warisan Dunia oleh UNESCO.

Tidak lengkap ketika berada di Pakistan jika tidak mengunjungi masjid Badshahi di kota Lahore ini yang mempunyai sejarah penting bagi negara Pakistan. Dalam kurun waktu selama 313 tahun atau dimulai pada tahun 1673 hingga 1986 masjid ini merupakan masjid terbesar di wilayah Pakistan sebelum pada akhrinya dapat dikalahkan oleh masjid Shah Faisal di Islamabad.

Masjid Agung Djenne – Masjid Dari Lumpur

Masjid Agung Djenne – Masjid Dari Lumpur

Masjid Agung Djenne

Biasanya masjid memiliki bangunan yang identik dengan kubah dengan hiasan beragam mosaic dan dilengkapi dengan menara yang tinggi menjulang. Namun di Afrika Barat terdapat sebuah masjid yang sangat unik dan megah tepatnya di sebuah kota kecil di pusat Mali. Masjid yang megah dan unik ini pembuatannya selesai hanya dalam kurun waktu satu tahun yang dibangun pada tahun 1906. Keunikan dari masjid ini adalah karena terbuat dari lumpur dan diresmikan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan situs sejarah dunia di tahun 1988. Bahkan di setiap tahunnya panduduk Mali selalu mengadakan festival dan melapisinya dengan plester yang sangat banyak. Festival tersebut sangat meriah dan penuh tawa. Tak hanya orang dewasa saja, anak-anak juga banyak yang mengikuti festival ini, mereka mencampur lumpur dengan sekam lalu memplester ulang masjid Djenne dengan tujuan agar bangunan masjid tetap kokoh.

Masjid yang pertama kali dibangun pada tahun 1240 Masehi  ini terlihat polos dan hanya terdapat  sedikit ornamen yang menghiasinya. Masjid ini dibangun oleh Sultan Koi Kunboro, pada masa awal dia masuk islam dan mengubah istananya sendiri menjadi tempat untuk beribadah. Keindahan dan kemegahan masjid pada saat itu diakui oleh Penguasa Djenne di awal abad ke 19, Sheikh Amadou.  Arsitektur yang dibuat pun bergaya ala Sudan Sahili yang mencerminkan kearifan masyarakat lokal Afrika Barat. Sang arsitek, Ismaila Traore telah menyulap lumpur yang digunakan sebagai bahan dasar masjid menjadi sebuah masjid yang memiliki seni tinggi. Ismaila hanya menggunakan bahan-bahan tradisional seperti batang dan cabang pohon yang diaduk bersama bata lumpur kering dan juga tanah liat serta hanya menggandalkan sinar matahari sebagai pengerasnya. Lumpur yang dihasilkan menjadi kuat dan kokoh seperti halnya semen.  Terdapat dinding yang kokoh dibangun diatas tanah seluas 5.625 meter persegi yang terbuat dari bata lumpur dan pada bagian luarnya diplester menggunakan lumpur yang sangat lembut. Keunikan lainnya adalah Pohon palem yang digunakan untuk membuat tembok masjid ,sehingga mampu menyanggah masjid dari bahan lumpur.

proses pembangunan

Mihrabnya memiliki tiga menara yang tingginya mencapai hingga 11 meter dan menonjol di atas dinding utama. Dalam setiap menara tersebut berisi tangga spiral yang menghadapke atap. Di puncak menara tersebut yang berbentuk kerucut telur burung unta yang menyimbolkan kemurnian dan kesuburan. Dinding masjid Djenne memiliki ketebalan antara 40 sampai 60 sentimeter yang makin keatas dinding tersebut maka ketebalannya makin menipis. Dinding tersebut berfungsi untuk menahan berat dari struktur masjid dan juga memberikan insulasi sinar matahari gurun yang menyengat. Pada siang hari tembok dari luar perlahan terasa panas namun dibagian dalam tetap memberikan kesejukan bagi para jemaah. Sedangkan pada malam hari tetap terasa hangat karena udara panasnya tersimpan di dalam tembok dan memberikan kehangatan di dalam masjid tersebut.  Meskipun lantainya tidak berubin, suasana di masjid Djenne sangat terasa kental akan nuansa islami.

Tak hanya penduduk Mali saja yang mengunjungi atau melakukan ibadah di masjid ini, banyak orang dari berbagai mancanegara datang dan mengunjungi masjid unik ini. Tak jarang orang yang datang ke Afrika Barat selalu menyempatkan waktunya untuk sekedar melihat atau beribadah di masjid yang terbuat dari lumpur ini. Selain itu, tak jarang dari mereka datang untuk berdo’a, belajar hingga berguru pada ulama yang ada disana.

Masjid Dengan Dua Arah Kiblat – Masjid Qiblatain

Masjid Dengan Dua Arah Kiblat – Masjid Qiblatain

Masjid yang terletak di Quba tepatnya di jalan Al Walid di atas sebuah bukit kecil sebelah uatara Harrah Wabrah Madinah ini sangat terkenal. Pada awalnya dikenal dengan nama masjid Bani Salamah karena masjid ini dibangun diatas bekas rumah Bani Salamah yang kira-kira 7 kilometer jika dihitung dari jarak masjid Nbawi di Madinah.

masjid Qiblatain

Bentuk bangunan masjid yang berbeda dengan masjid lainnya ini sesuai dengan namanya, yaitu masjid ini memiliki 2 arah kiblat yang menjadi saksi perpindahan arah kiblat kaum Muslim. Sejasrahnya yaiitu dahulu sebelum arah kiblat ditentukan menghadap ke ka’bah, masjid Qiblatain ini menghadap ke Baitul Maqdis di yerussalem. Namun setelah mendapatkan wahyu Allah ketika Rasulullah melaksanakan shalat bersama sahabat yang menghadap kea rah masjidil Aqsha pada waktu dhuhur.

Peristiwa tersebut terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah di hari Senin bulan Rajab. Pada saat shalat, turun lah wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 tentang arah kiblat untuk menghadap ke arah Masjidil Haram. Saat itu juga Rasulullah langsung memutar arah shalat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah.

Selain itu terdapat juga dua tempat imam shalat. Satu untuk imam shalat yang menghadap ke Baitul Maqdis dan satunya lagi tempat imam shalat yang menghadap ke Ka’bah. Namun saat ini tempat imam di bagian yang menghadap ke Baitul Maqdis sudah tidak dipakai. Ruangan mihrab masjid ini memiliki konsep orthogonal lalu dengan simetri adanya kubah kembar dan juga menara kembarnya. Kubah utamanyaa saat ini menunjukan arah kiblat yang sekarang menghadap ke Ka’bah sedangkan kubah satunya digunakan hanya untuk mengingat sadanya sebuah sejarah tentang masjid ini. Tempat mihrabnya berupa pasir dan tidak ada sajadah sedangkan tempat imam satunya terdapat sajadah dengan mimbar yang kusus. Karena itulah masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain.

Masjid Qiblatain telah beberapa kali mengalami pemugaran. Pemerintah kerajaan Arab Saudi         di bawah Raja Fahd melakukan perluasan, renovasi dan pembangunan kontruksi baru tanpa menghilangkan cirri khas masjid tersebut di tahun 1987. Selain itu, pada sebelumnya Sultan Sulaiman telah memguarnya juga di tahun 893 Hijriyah  atau 1543 Masehi.

Masjid Qiblatain juga memiliki bentuk yang cukup megah dan hampir sama dengan masjid lainnya. Salah satunya adalah adanya tempat shalat khusus wanita yang telah disediakan yang letaknya terpisah dengan jamaah laki-laki yang jaraknya cukup jauh. Khususnya bagi wanita ketika ingin menunaikan shalat di masjid ini harus berjalan berputar disebelah kiri masjid. Tempat shalat yang disediakan untuk jamaah wanita ini memiliki ukuran 150 meter persegi. Namun jika ingin langsung menunaikan shalat dan langsung menuju ruangan shalat, maka dapat menaiki escalator yang sangat tinggi. Lalu ada rak yang disediakan untuk menaruh alas kaki para jamaah.

masid qiblatin interior

Bentuk kubah masjid Qiblatain ini sama halnya dengan bentuk kubah masjid lainnya terutama di Indonesia. Bahannya terbuat dari beton sehingga sangat kuat dan kokoh dan tidak diragukan lagi tentang ketahanannya. Warna kubah ini adalah putih menyesuaikan warna masjid dibawahnya yang mencerminkan kemegahan dan kesederhanaan dari bangunan masjid Qiblatain ini. Bahkan kubah ini telah bertahan hingga puluhan tahun. Selain itu, biaya untuk perawatannya juga sangat terjangkau.

Saat ini Masjid Qiblatain menjadi tempat perhentian bagi umat Muslim yang berkunjung ke Madinah salah satu alasannya adalah ingin melihat arah kiblat di masjid itu.

Masjid Hasan II – Pesona Keindahan Religius Berbalut Keindahan Pantai

Masjid Hasan II – Pesona Keindahan Religius Berbalut Keindahan Pantai

Masjid ini terletak di Casablanca, Maroko, didesain oleh arsitek berkebangsaan perancis Micheal Pinceau. Mulai dibangun pada tahun 1980, masjid ini menjadi masjid terbesar kedua di dunia setelah Masjidil Haram di kota Mekah.

Sebagai masjid terapung terbesa di dunia karena dibangun menjorok ke Samudera Atlantik yang terlihat seperti berada di tengah laut.

kemegahan masjid Hassan II

Dibangun pada tahun 1986 – 1993 untuk memperingati mendiang raja maroko Hasan II, Masjid megah ini menjadi penanda kota di Casablanca.

Terdapat teknologi yang diaplikasikan dimasjid ini, dengan memanfaatkan cahaya laser untuk pencahayaan dan memberikan keindahan dimalam hari. Selain itu, penggunaan pemanas lantai untuk mengontrol suhu ruangan untuk kenyamanan jemaah masjid.

Juga terdapat pintu elektrik dan atap yang bisa di buka-tutup dengan teknologi yang sangat canggih dan tak mengejutkan lagi yaitu beberapa bagian lantai masjid yang memakai kaca tebal, sehingga jemaah dapat melihat samudera atlantik yang indah dibagian bawah masjid.

keunikan interior masjid hassan II

Ukuran masjid yang sangat besar dengan interior ruang sholat yang mengagumkan, membuat para jemaah selalu merasa nyaman ketika berada pada masjid Hasan II ini.

keindahan interior masjid hassan II

Adanya ukiran tangan para pengukir yang sangat professional dengan hasil dekorasi cetakan semen, bahan-bahan terpilih seperti kayu cedar dari atlas, batu pualam dari pegunungan agadir, dan batuan granit dari trafroute.

Sekitar 25.000 jema’ah dibagian dalam dan 80.000 pada bagian pelataran luarnya dapat ditampung di masjid ini.

Dilihat dari segi arsitekturnya, keindahan masjid ini hampir sama dengan masjid Cordoba yang ada di Spanyol. Masjid ini merupakan hadiah dari sang raja sultan Hasan II yang namanya diabadikan menjadi nama masjid ini sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Maroko sampai sekarang.

Sekitar $ 800 juta atau Rp. 8 triliun dihabiskan untuk membangun masjid ini, sehingga masjid Hasan II disebut dengan masjid termahal sedunia. Dengan harga yang sangat mahal, terlihat hasil bangunan masjid yang sangat luar biasa indah.

Bagian depan masjid dibangun menggunakan berbagai bahan dengan kualitas tinggi seperti titanium, perunggu dan batu granit. Ruangan utama memiliki panjang sekitar 200 meter, lebar sekitar 100 meter, dan tinggi sekitar 65 meter.

Menara yang terdapat di masjid ini merupakan menara masjid tertinggi di dunia sampai saat ini. Bahkan, dari puncak menara terdapat sinar laser yang terlihat sangat terang mengarah ke kiblat.

Ruangan tempat sholat pria dilapisi dengan karpet berwarna merah dan terletak di ruangan utama, sedangkan balkon khusus wanita dan anak-anak diletakkan di sebelah kanan pintu masuk dengan ornamen indah terbuat dari kayu berwarna gelap yang menghiasinya. Dibawah lantai terdapat tempat pemandian umum, serta air mancur yang bisa digunakan untuk berwudlu.

Setidaknya 6.000 seniman maroko dipekerjakan pada proyek pembangunan masjid ini agar rasa seni terutama dalam segi religius bisa sepenuhnya didapatkan. Masjid ini juga dirancang khusus sebagai masjid yang tahan terhadap gempa bumi.

Sedangkan maksud dari pemberian fasilitas penghangat lantai, dimaksudkan agar kaum muslim sekitar tetap dapat beribadah dengan nyaman di dalam masjid meskipun pada saat musim dingin sekalipun.

Bagian ornamen masjid didesain sedemikian rupa untuk menghasilkan nuansa seperti didalam istana. Tiang-tiang interior di ukir dengan sangat baik oleh para seniman dengan perpaduan corak warna yang indah.

Pembangunan masjid Hasan II ini memerlukan waktu selama 7 tahun namun dengan hasil yang benar-benar indah. Masjid Hasan II sampai masuk dalam nominasi masjid terbesar dan tercantik di dunia, klimaks keindahan masjid Hasan II terletak pada waktu pagi dan petang, disaat sunset dan sunrise muncul jelas dengan membawa keindahan yang luar biasa.

Masjid Faisal Pakistan – Masjid Tanpa Kubah

Masjid Faisal Pakistan – Masjid Tanpa Kubah

Masjid yang berada di Paskitan ini menjadi masjid yang terbesar di Pakistan dan di Asia Selatan.  Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 43.295,8 meter persegi ini mampu menampung hingga 74.200 jamaah. 10 ribu jamaah di bagian ruang shalat utama, 24 ribu jamaah di bagian are portico dan 40 ribu jamaah di halaman tengah dan 200 ribu di area pendukung.  Meskipun daya tampungnya lebih sedikit dri masjid Hassan II di Maroko namun masjid Faisal memiliki daya tampung terbesar di area penghubung setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Masjid ini berada di bawah bukit Magala utara kota Islamabad, kaki bukit bagian paling barat dari pegunungan Himalaya. Selain itu, masjid ini juga memiliki kemegahan yang luar biasa indah. Karena terdapat pilar-pilar beton raksasa dan menara-menara yang tinggi. Terdapat empat menara yang sangat tinggi sekitar 80 meter atau 260 kaki dengan diameter 10 meter.  Masjid Faisal juga memilik ciri khasnya sendiri yaitu masjid yang besar dan megah tanpa adanya kubah. Meskipun tanpa kubah, masjid ini sangat menarik dan indah. Terlihat garis-garis modern kontemporer bercampur dengan tenda tradisional khas Beduin  brada di dala ruang shalat yang berbentuk segitiga dengan empat menara. Kemegahannya di buat oleh seorang arsitek Vedat Dalokay asal Turki. Dengan perpaduan gaya Asia Selatan, Arab dan Turki menjadikan masjid ini salah satu contoh arsitekur islam modern di dunia.

masjid faisal

Tak hanya tempat untuk beribadah, masjid Faisal juga menyediakan beberapa sarana dan fasilitas yang menunjang. Seperti perpusatakaan, museum, ruang kuliah, kafetaria dan Universitas Islam Internasional yang mampu menampung hingga 700 mahasiswa. Selain itu ruang utama di masjid ini dihiasi oleh lampu gantung yang ukurannya sangat besar dengan berat 7,5 ton dan dihias dengan 1000 bola lampu listrik. Hal lain yang menarik dari mesjid ini adalah adanya ruang khusus sholat untuk wanita. Karea di Pakistan wanita sangat dianjurkan unuk shalat di rumah. Rung shalat ini dihias dengan pualam putih dan hitam yang didatangkan dari Yunani. Dan dibagian halaman tengah masid ditutup dengan granit Italia.

indor masjid faisal

teras masjid faisal

Masjid Faisal memiliki sejarahnya sendiri. Nama yang diambil dari Raja Faisal Bin Abdul Aziz ini mendukung atas rencana pembangunan tempat ibadah Nasional oleh Pemerintah Pakistan pada tahun 1966. Tak tanggung-tanggung untuk membangun masjid ini dibutuhkan seorang arsitek yang sangat handal. Oleh karena itu diseleggarakan sayembara internasional yang diikuti hingga 17 negara. Selama empat hari penjurian, seorang arsitek dari Turki, Vedat  Dalokay memenangkan sayembara itu.

Pembangunan masjid Fasial dimulai pada tabun 976 oleh National Construction of Pakistan yng dipimpin oleh Azim Khan. Karena menghasilkan masjid yang megah, masjid yang dana nya ditanggung oleh pemerintah Saudi Arabia ini menghabiskan dana lebih dari 130 juta Riyal Saudi Arabia atau sekitar 120 juta dolar Amerika. Meskipun menghabiskan jutaan dolar, masjid yang dibangun sangat megah dan indah yang memiliki keunikannya sendiri.

kemegahan masjid faisal di malam hari

Pada tahun 96 masjid ini telah selesai dibangun dan menjadi markas bagi Inernational Islamic University. Meskipun pada awalnya banyak sekali yang mengkriik msjid ini karena tidak terdapat kibah yang biasanya menjadi ciri khas sebuah masjid. Namun, seiring berjalannya waktu, kritikan tersebut hilang dan menghasilkan masjid yang sangat megah dengan lokasi yang menarik ber latar belakang bukit Margalla.

Masjid Sultan Ahmed Istanbul – Masjid Biru

Masjid Sultan Ahmed Istanbul – Masjid Biru

Masjid Sultan Ahmed atau dalam bahasa Turki Sultanahmet Camii merupakan sebuah masjid yang berada di Istanbul, Ibukota Kesultanan Utsmaniyah (1453 – 1923) dan kota terbesar di Turki. Mendapatkan sebutan “Masjid Biru” karena pada masa lalu hampir semua interior masjid dihiasi dengan warna biru.

masjid biru

Sekilas Sejarah Masjid Biru

Menurut sejarah masjid ini dibangun pada abad ke-16, sekitar tahun 1609 – 1616 atas perintah sultan Ahmed I, sultan pertama Ottoman yang naik tahta sebelum menginjak usia dewasa, yang kemudian dijadikan nama masjid tersebut.

Masjid ini juga dikenal dengan sebutan “Masjid Biru” karena pada awalnya warna cat interior masjid didominasi dengan warna biru. Namun, sekarang warna biru tersebut di hilangkan karena bukan merupakan dekor asli masjid. Meskipun sudah tidak berwarna biru lagi, sebutan lamanya masih melekat pada masyarakat sekitar sampai sekarang.

Sultan Ahmed I memberikan mandat kepada Sedefhar Mehmet Aga, seorang arsitektur masjid yang terkenal pada masanya, untuk membuat masjid sebagai tempat ibadah umat islam yang megah dan indah tanpa perlu berhemat biaya.

Masjid Sultan Ahmed Istanbul

Desain dan Struktur Masjid Biru

Struktur dasar bangunan ini hampir mirip dengan kubus, dengan ukuran 53 x 51 meter. Masjid ini memiliki struktur yang hampir sama dengan masjid pada umumnya yaitu kiblat diarahkan ke ka’bah mekah, dengan letak mihrab di depan.

Bangunan masjid terbagi menjadi 2 bagian yaitu bangunan utama masjid serta pelataran tengah dengan koridor yang mengelilinginya dan menyatu pada bagian utama masjid. Desain seperti ini merupakan desain masjid yang umum pada masa lampau.

Area pelataran masjid dibagian tengah yang luas biasanya difungsikan untuk area sholat tambahan apabila jemaah yang datang melebihi daya tampung bangunan masjid utama. Masjid Biru ini memiliki daya tampung jemaah sebanyak 10 ribu jemaah.

Dulunya memang masjid ini hanya berukuran 53 x 51 meter saja, namun terjadi renovasi pelebaran ruang utama masjid menjadi 73 x 54 meter. Ketinggian utama sisi luar mencapai 43 meter dengan diameter lingkaran 23,5 meter serta ketinggian setiap menara yang mengelilinya mencapai 64 meter.

Bangunan masjid utama ditopang oleh 4 tiang utama dengan ukuran yang sangat besar dan dibuat dari beton yang dilapisi batu granit serta ornamen-ornamen keramik hias Iznik berwarna biru.

Ternyata penghapusan cat biru pada bangunan luar tidak serta merta menghilangkan ciri khas masjid biru dibagian dalamnya. Masih terdapat dominasi warna biru dibagian interior atas masjid atau kubah masjid yang dipertahankan sampai sekarang. Pada kubah dihiasi 200 buah kaca patri yang berguna untuk pencahayaan di siang hari.

Terdapat lampu gantung yang unik berhias bola-bola kristal serta pelingdung berbentuk cangkang telur burung onta dengan tujuan agar tidak ada jaring laba-laba yang tumbuh di sekitar lampu.

keindahan interior Masjid Sultan Ahmed Istanbul

Masjid ini memiliki jendela-jendela yang besar untuk memberikan rasa lega untuk para jemaah. Selain itu kusen dan bingkai jendela yang ada dihiasi dengan sangat indah memakai teknik Opus Sectile, yaitu teknik untuk merangkai beberapa potongan material yang berbeda sampai menghasilkan corak baru yang indah.

Pada kubah utama dilengkapi dengan 26 jendela, 5 diantaranya jendela tanpa kaca, kubah-kubah yang lebih kecil juga dilengkapi dengan 14 jendela. Kaca-kaca yang menghiasi masjid tersebut berasal dari pemberian Signoria of Venice kepada Sultan Ahmed I pada masa pemerintahannya.

Walaupun kecenderungan warnanya lebih dominan pada satu warna saja, kemegahan dan kekokohan masjid ini tidak perlu diragukan lagi. Apalagi keindahan masjid ini akan klimaks jika kita meihatnya pada saat petang, dengan hiasan lampu-lampu pada sekeliling masjid yang sudah menyala dengan terang.

Masjid Al Mulk – Masjid Pelangi

Masjid Al Mulk – Masjid Pelangi

Masjid Al Mulk atau biasa disebut dengan “Masjid Pink” atau “Masjid Pelangi” merupakan masjid tradisional yang terletak pada Shiraz, Iran, tepatnya berada di Gawd-i-Arabian Quarter. Sesuai dengan namanya, masjid ini sangat indah karena memiliki warna warni yang terdapa pada dindingnya. Tak hanya itu saja, kaca jendela yang berwarna dan dindingnya yang menampilkan array berwarna warni dari ubinnya yang di cat geometris.

masjid al mulk

Masjid yang dibangun atas perintah Mirza Hasan Ali Nasir ini dimulai sejak tahun 1876 hingga 1888. Masjid Nasir Al-Mulk ini sangat kental dengan adat Iran yang di rancang oleh arsitek Muhammad Al-Mimar dan Muhammad Reza Kashi Paz AL-Shirazi. Ada alasan tersendiri kedua arsitek itu membuat masjid yang sangat indah menawan. Tujunnya yaitu ingin menciptakan tempat ibadah yang menyerupai seperti suasana hubungan langit dan bumi dengan berbagai ragam warna warni. Bahkan pada akhirnya, hasil karya mereka menjadi contoh utama seni dan arsitektur Islam di dunia. Meskipun usianya sudah sangat tua, keindahan dari masjid ini masih memukau para jamaah atau pengunjung.

Dari luar masjid, masjid Nasir Al-Mulk ini terlihat seperti masjid pada umumnya. Namun ketika memasuki masjid ini, khususnya bagi jamaah baru, pasti akan merasakan decak kagum yang luar biasa.  Dari luar jendela yang menggunakan kaca patri akan memberikan pandangan nya ke interior masjid  yang dihiasi oleh indahnya warna-warni. Sangat jarang ditemukan sebuah tempat ibadah yang sangat indah dengan tiang-tiang memancang sejajar dengan pintu dan jendela. Terdapat juga pilar-pilar masjid yang berdiri kokoh yang dihiasi dengan kaligrafi yang sangat cantik. Pada selasar masjid terdapat penggunaan batu bata ekspos yang lebih dominan. Di langit-langit masjid terlihat keramik yang ditata sangat cantik, bagus dan apik sehingga siapa pun yang melihatnya akan berdecak kagum. Ditambah langit-langitnya yang berbentuk kubah yang khas dengan bangunan Timur Tengah dipercantik dengan ornamen biru tua.

Keindahan lainnya yang sangat luar biasa berasal dari banyaknya kaca patri yang mengubah bagian dalam masjid menjadi berwarna warni ketika ditimpa cahaya matahari dari luar. Cahaya yang dihasilkan membuat sipapun yang melihatnya akan terpesona tiada henti. Jika ingin merasakan keindahannya, waktu yang sangat tepat adalah ketika di pagi hari saat matahari terbit dengan cahaya yang masuk ke dalam menyesuaikan warna dan corak kaca. Pantulan cahaya dengan berbentuk bermacam-macam pola.  Namun pada siang hari keindahan di masjid ini akan tidak terlalu terlihat karena sinar matahari berada di atas.

interior masjid pelangi al mulk

Terlihat dari luar, langit-langit dibangun dengan sangat indah dan cantik dengan tekhnik arsitektur tingkat tinggi oleh Panj Kaseh. Teknik yang digunakan menghasilkan lima bentuk cekungan di langit-langit bangunan dan salah satu fungsinya adalah sebagai pendingin. Sehingga selain meikmati keindahan masjid, jamaah atau pengunjung juga merasa nyaman.

Selain warna warni yang dihasilkan dari kaca  patri melalui sinar matahari, masjid ini juga memiliki ubin, dinding hingga langit-langit berwarna merah muda. Tak heran jika masjid ini mempunyai julukan ‘Masjid Pink’. Karena banyaknya jendela kaca patri yang berada di masjid Nasir Al-Mulk, membuat suasana di dalam masjid seperti wonderland dengan warna warni yang menarik hati. Selain itu, ornamen-ornamen cantik yang dicat di langit-langit dengan lengkungan yang rumit namun menarik menambah nilai tinggi sendiri di masjid ini.

Jika sedang berada di Iran, sangat dianjurkan untuk datang mengunjungi masjid yang sangat ndah ini. Selain untuk berwisata religi, menikmati keindahannya tidak akan pernah ditemukan ditempat lain.

Menelisik Lebih Jauh Masjid Terbesar Inggris Raya, Masjid Raya Birmingham

Menelisik Lebih Jauh Masjid Terbesar Inggris Raya, Masjid Raya Birmingham

Meski Inggris bukanlah negara yang memiliki jumlah penduduk Muslim mayoritas, namun geliat akan pertumbuhan Islam nampak jelas di negeri yang dipimpin seorang ratu ini. Jika melihat dari statistik, peningkatan mualaf di negeri tersebut cukup signifikan, dengan jumlah 2,7 juta pada tahun 2011 dan naik menjadi 3,1 juta pada tahun 2014. Pertumbuhan Islam yang lumayan pesat ini tentu tak dapat dipisahkan dari sumbangsih berbagai pusat agama dan pendidikan Islam di Britania Raya, salah satunya masjid Raya Birmingham.

masjid birmingham

Sejarah dan Latar Belakang Pembangunan

Masjid yang sekaligus dijadikan sebagai pusat pendidikan agama Islam ini menjadi masjid pertama di Birmingham dan masjid kedua di seluruh Inggris raya ketika pertama kali dibuka secara resmi untuk para jamaah pada tahun 1975. Masjid Raya Birmingham juga tetap menjadi sebuah institusi yang sama sekali unik di Inggris Raya dengan tak bekerjasama pada sekolah Islam manapun.

Jamaah dari berbagai aliran dalam Islam diperkenankan untuk menghadiri kajian Islami dan juga khotbah, terutama pada sholat Jumat yang mampu mencapai 4000 jamaah yang terdiri dari berbagai Muslim dari penjuru dunia seperti Pakistan, Arab, Afrika, dan berbagai kawasan Asia lain dimana semua membaur jadi satu di dalam masjid yang luas ini.

Tak seperti masjid yang terkenal lainnya di Inggris Raya, tak adanya dominasi dari satu jamaah atau aliran tertentu dalam pendanaan pembangunan dan kepengurusan masjid Raya Birmingham ini memberikan keuntungan bagi keseluruhan jamaahnya tanpa terkecuali.

Arsitektur Megah Nan Luas

interior masjid birmingham

Pembangunan masjid raya Birmingham yang telah dimulai sejak 1969 memakan waktu selama enam tahun guna merampungkannya hingga siap digunakan sebagai tempat ibadah. Masjid ini memiliki kubah besar yang terbuat dari bahan emas , ditambahkan dalam pemugaran yang dilakukan pada kurun tahun 1980 an. Pembangunan terbaru yang dilakukan pada masjid terbesar di Inggris ini dilakukan dengan menambahkan beberapa serambi baru dan perluasan sederhana dengan menambahkan instalasi pintu darurat.

Masjid ini memiliki 3 tingkat lantai yang didesain begitu mengesankan. Lantai dasar masjid dilengkapi dengan ruang untuk pertemuan komunitas dan kantor kepengurusan. Beralih kebagian utama, masjid ini memiliki ruangan utama yang begitu luas untuk para jamaah laki-laki dalam menunaikan sholat. Ruangan utama mampu mengakomodasi hingga 3000 jamaah laki-laki, sementara untuk sekat ruang jamaah wanita mampu menampung 1500 jamaah.

Pada bagian tengah ruangan utama tepat pada bagian bawah kubah berdiameter 14m, tergantung lampu hiasan berkilau  hasil donasi dari salah satu jamaah masjid raya Birmingham. Lampu ini menambah kesan modern dalam mempercantik seisi ruangan utama yang memiliki desain sederhana dengan corak dominan warna putih.

Untuk melengkapi fungsionalitas dan kemegahan masjid raya Birmingham, di sekeliling ruang utama tempat para jamaah melakukan ibadah sengaja disediakan rentetan serambi yang ditempatkan pada lantai dua. Serambi tersebut juga memiliki tujuan salah satunya untuk para tamu non-Muslim yang ingin mempelajari Islam lebih dalam. Mereka bisa duduk-duduk di serambi ini dan mengamati berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para jamaah di lantai bawah.

Tak hanya menonjolkan keindahan dan kemegahan arsitekturnya yang minimalis, masjid ini juga menjadi garda depan untuk gerakan kemanusiaan dan sosial, terlepas untuk para muslim maupun non-muslim yang membutuhkan. Gerakan sosial dan kemanusiaan yang dilakukan seperti gerakan amal memberi makanan gratis (food bank) dan dapur sup musim dingin untuk para tunawisma di sekitarnya.