Pesona Masjid Jamaa al-Jadid, Aljazair

Pesona Masjid Jamaa al-Jadid, Aljazair

Masjid yang dibangun pada tahun 1660 Masehi atau 1770 Hijriah, ketika itu Aljazair diatas penjajahan Prancis. Masjid Jamaa al-Jadid memiliki kubah utama yang memiliki ketinggian 24 meter dengan topangan empat pilar yang besar, sedangkan keempat sudut masjid ada sebuah kubah setengah bundar.

Masjid Jamaa al-Jadid, Aljazair

Haji Habib adalah Gubernur Aljazair pada waktu itu di tunjuk oleh Dinasti Usmaniyah yang berpusat di Istanbul, Turki untuk membangun sebuah Masjid. Haji Habib adalah seorang anggota pasukan khusus dari Infanteri Dinasti Usmaniyah dengan istilah Yanisari yang memiliki arti Pasukan Baru. Aljazair dulunya adalah salah satu wilayah kekuasaan kekhalifahan Usmaniyah.

Masjid Jamaa al-Jadid, Aljazair1

Yanisari adalah pasukan elit pertama bentukan dari Sultan Murad I sebagai pasukan pribadi yang bertugas mengawal Sultan dengan memiliki kemampuan khusus dan salah satu kemampuan khususnya yaitu memiliki loyalitas yang tinggi dan hanya patuh diperintah oleh Sultan saja.

Sehingga gaya arsitektur masjid Jamaa al-Jadid bergaya arsitektur Usmaniyah. Namun sentuhan arsitektur lokal juga terlihat pada bangunan masjid tersebut. Gaya arsitektur Andalusia dan Italia pada waktu itu mewarnai jugadi kawasan Afria Utara, maka kombinasi dari berbagai arsitektur tadi menghasilkan sebuah bangunan masjid yang sangat indah.

arsitektur Masjid Jamaa al-Jadid, Aljazair

The Mosque of the Fisherman’s Wharf atau masjid di pelabuhan nelayan menjadi sebutan dari Masjid Jamaa al-Jadid karena lokasinya berada didekat pelabuhan. Masjid yang memiliki ukuran lebar 27 meter (timur barat) dan panjangnya 48 meter (utara-selatan)

Delapan tiang besar di dalam masjid ini masing masing tiang berukuran dua meter persegi, dan setiap tiang dihubungkan dengan lengkungan beton sekaligus menjadi penopang struktur atap diatasnya. Ketinggian setiap lengkungan sekitar 9 meter dari lantai. Untuk kubah utama masjid memiliki diameter 10 meter dan dasar kubah menjulang setinggi 8 meter dari penopangnya.

Masjid Jamaa al-Jadid, Aljazair2

Mihrab dan mimbar tepat berada dibawah kubah utama masjid, karena letak kubah utama tidak berada pada tengah bangunan masjid. Pembangunan kota Aljir membuat bangunan masjid semakin rendah dari jalan raya, sehingga diperlukan anak tangga untuk menuju pintu utama masjid.

Ekterior masjid didominasi dengan warna putih. Keunikan yang bisa di lihat kasat mata adalah gaya arsitektur masjdi bergaya Usmani namun memiliki menara yang bergaya Maroko dengan ketinggian 25 meter. Bangunan menara memiliki 3 lantai, untuk lantai ketiga terdapat jam besar, ada juga balkoni yang ditempatkan di bagian teratasnya.

Masjid Megah di Singapura

Masjid Megah di Singapura

Negara maju di Asia Tenggara ini bukanlah sebuah negara Islam, namun disana ternyata memiliki beberapa masjid megah dengan arsitektur yang indah. Pribumi negara tersebut dulunya adalah orang melayu yang beragama Islam, maka tidak mustahil disana terdapat bangunan masjid meskipun kaum muslimin di negara tersebut terpinggirkan.

Berikut beberapa masjid megah di Singapura :

1.Masjid Sultan Singapore

masjid sultan singapore

Kampong Glam menjadi letak dari bangunan Masjid Sultan Singapore. Masjid tua dan bersejarah ini di bangun pada tahun 1826 oleh orang Jawa yang melakukan perdagangan di negara Singapura dengan struktur khas Jawa. Kemudian pada tahu 1920 dibangun dan direnovasi seperti bentuk bangunan sekarang.

arsitektur Masjid Sultan Singapore

Masjid ini memiliki kubah emas yang besar dengan arsitektur indah dan megah pada bangunannya. Masjid Sultan Singapore sekarang juga menjadi salah satu obyek wisata di Singapura karena memiliki nilai sejarah dan bangunan dengan arsitektur yang indah. Selain sebagai tempat ibadah sholat, masjid ini juga menjadi tempat untuk kajian agama Islam. Tempat wudhu yang bersih dan nyaman dengan disediakan sabun pada setiap kran air. Masjid juga ada pemandu yang ramah yang mampu menguasai beberapa bahasa. Dan yang terakhir disekitar masjid banyak toko yang menjual souvenir khas Singapura dengan harga yang murah murah.

2.Masjid Abdul Gafoor

Masjid Abdul Gafoor

Masjid yang di bangun oleh komunitas muslim India Selatan yang tinggal di Kampong Kapor pada tahun 1907 hingga sekarang masjid berdiri kokoh dan megah. Salah satu masjid bersejarah di Singapura ini memiliki arsitektur yang indah, bisa dilihat pada eksterior masjid akan tampak ukiran kayu yang sangat indah.

interior Masjid Abdul Gafoor

Ruang utama sholat juga memiliki beranda yang melekat pada pilar-pilar semi lingkaran. Interior masjid juga dihiasi kaligrafi yang indah. Tiga buah tangga memisahkan mimbar imam dengan makmun. Masjid Abdul Gafoor memiliki dua lantai dengan hiasan yang hampir sama indahnya. Kemudian masjid juga memiliki menara berbentuk heksagonal yang sungguh indah yang berfungsi melantunkan adzan.

3.Masjid Hajjah Fatimah

Masjid Hajjah Fatimah

Seorang pengusaha wanita kaya yang bernama Fatimah dulu rumahnya terbakar dan bekliau selamat dari insiden tersebut. Kemudian sebagai rasa syukur, ia membangun sebuah masjid yang bernama Masjid Hajjah Fatimah. Masjid unik ini memiliki kombinasi arsitektur Melayu, Cina dan Eropa.

interior Masjid Hajjah Fatimah

Masjid tua yang dibangun 1846 memiliki kubah yang mirip bentuk bawang, kemudian tempat wudhu berbentuk seperti rumah melayu yang memiliki hiasan ukiran dari kayu khas melayu Islam. Lantai poselen cina juga menghiasi interior masjid, dan yang paling unik adalah puncak menara masjid mirip puncak enara gereja.

Masjid Biru Yerevan

Masjid Biru Yerevan

Masjid tua yang sudah berusia 18 abad ini terkenal dengan sebutan Masjid biru karena memiliki kubah yang berornamen warna biru. Bangunan masjid biru di Yerevan pada kekuasaan Uni Soviet difungsikan sebagai musium sejarah Yerevan. Bangunan Masjid Biru kembali berfungsi sebagai masjid ketika Armenia merdeka, kemudian renovasi masjid dilakukan dengan bantuan dari negara Iran.

Masjid Biru Yerevan

Pergantian kekuasaan di wilayah Kota Yerevan meninggalkan warisan arsitektur sebuah bangunan yang khas. Selain itu seringnya pergantian kekuasaan membuat bangunan masjid biru beralih fungsi menjadi bukan tempat ibadah.

Masjid Biru Yerevan1

Pada akhir tahun 1990, Masjid Biru mengalami pemugaran yang dilakukan oleh pemerintah baru Armenia. Pemugaran dilakukan dengan biaya dari bantuan negara Iran yang mampu diselesaikan pada tahun 1999. Pemugaran masjid biru tersebut menjadi polemik karena timbul keprihatinan dari pejabat tinggi di Azerbaijan bahwa masjid biru tersebut adalah warisan dari budaya Azerbaijan yang sekarang diklaim sebagai masjid Iran.

mihrab Masjid Biru Yerevan

Selain itu pemerintah Armenia pada tahun 1995 menyerahkan kepemilikan masjid biru kepada Iran, dan pada 2015 juga memperpanjang kepemilikan selama 99 tahun.

Arsitektur

menara Masjid Biru Yerevan

Masjid Biru Yerevan memiliki ruang sholat utama, perpustakaan, dan madrasah dengan 28 kelas yang berada pada kawasan masjid seluas 7000 meter persegi. Memiliki sebuah menara dengan ketinggian 24 meter berada disebelah gapura masjid. Gaya arsitektur persia sangat kental pada bangunan Masjid Biru ini.

Masjid Biru memiliki tiga buah kubah dengan kubah utama yang besar dengan warna biru dan kedua kubah lainnya berwarna coklat dan lebih kecil.

Pesona Masjid Selimiye

Pesona Masjid Selimiye

Sultan Selim II memerintahkan untuk membangun sebuah masjid pada tahun 1568 sampai 1574. Seorang arsitek bernama Mimar Sinan membuat bangunan masjid dengan karya tertinggi dalam arsitektur Islam. Pembangunan masjid ini berdasarkan mimpi dari Sultan Selim II yang bertemu Nabi Muhammad SAW kemudian Nabi memerintahkan Sultan Selim II untuk membangun masjid di Edirne.

Masjid Selimiye

Kota Edirne merupakan wilayah Turki bagian barat yang menghubungkan daratan Turki dengan Benua Eropa. Wilayah barat dari Turki belum banyak memiliki bangunan masjid waktu itu, dan Edirne menjadi tempat yang strategis berdirinya sebuah bangunan masjid.

Masjid Selimiye1

Sang arsitek Mimar Sinan membutuhkan waktu 8 tahun untuk mendapatkan inspirasi karya fonumenalnya. Kemudian dimulailah pembangunan pondasi masjid yang membutuhkan waktu dua tahun agar bangunan masjid menjadi kokoh dengan topangan pondasi yang kuat. Pembangunan masjid ini dikerjakan oleh 14.400 pekerja dan biaya yang dibutuhkan sejumlah 4,58 juta keping emas.

interior Masjid Selimiye

Pada tanggal 14 Maret 1575 Masjid Selimiye dibuka untuk umum, kemudian tiga bulan sesudahnya Sultan Selim II wafat dan belum sempat meresmikan Masjid Selimiye yang telah dibangunnya.

ruang utama Masjid Selimiye

Kubah Hagia Sophia di Istanbul dan ungkapan seorang arsitek kristen bahwa tidak ada seorang muslim yang mampu membangun kubah semacamnya menjadi motivasi bagi Mimar Sinan untuk membuktikan ucapan arsitek kiristen tersebut tidak benar, dengan dibangunnya Masjid Selimiye menjadi masterpice kebesaran arsitektur Islam.

air mancur Masjid Selimiye

Arsitektur khas Mimar Sinan adalah penggunaan sistem pendukung oktagonal melalui delapan pilar gores di pelapis persegi dinding. Muncul dari pilar-pilar empat semi kubah di sudut alun-alun di belakang lengkungan. Sehingga Masjid Selimiye memiliki kubah masjid berdiameter 31 meter, setara dengan kubah yang dimiliki Hagia Sophia. Sedangkan tinggi kubah utama Masjid Selimiye dari lantai dasar setinggi 42 meter.

kubah Masjid Selimiye

Kubah Masjid Selimiye jika dilihat dari atas seperti seekor kura kura dikarenakan ada penampang persegi delapan pada kubah utama dan setiap sudutnya ditopang oleh delapan pilar besar. Muqarnas (ornamen berbentuk stalaktit) menghiasi bagian antara dasar kubah dengan kedelapan pilar yang menopangnya.

langit langit Masjid Selimiye

Masjid Selimiye memiliki sebuah tempat wudhu berupa air mancur (sardivan) di tengah halaman berbentuk persegi panjang. Empat buah menara setinggi 84 meter berada pada keempat sudut masjid, setiap menara memiliki 3 buah balkon dan dua menara memiliki pintu tangga menuju ke tiga balkon tersebut.

mimbar Masjid Selimiye

Ada dua lantai pada ruang utama masjid, lantai dasar sebagai ruang utama shalat dan lantai atas adalah sebuah balkon yang mengelilingi ruang utama. Kemudian ada 384 buah jendela dan dibagi beberapa tingkatan dalam menerangi dalam masjid. Pada tingkat kelima terdapat deretan jendela kubah yang menerangi interior kubah masjid.

arsitektur Masjid Selimiye

Marmer putih dan coklat muda dari Pulau Marmara serta ubin-ubin keramik dari Kota Iznik mendominasi interior masjid sehingga tampak mewah dan megah. Masjid Selimiye memiliki luas 2.475 meter persegi sehingga mampu menampung 6000 jamaah. Keberadan Masjid Selimiye sudah empat abad dan menjadi ikon Kota Edirne serta menjadi masterpiece peradaban Islam di bidang arsitektur.

Pesona Masjid Agung Kota Tasikmalaya

Pesona Masjid Agung Kota Tasikmalaya

Masjid yang berdiri megah di pusat kota Tasikmalaya ini bernama Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Memiliki area masjid seluas 7.215 meter persegi, untuk luas masjid sendiri 2.456 meter persegi. Masjid Agung Kota Tasikmalaya memiliki gaya arsitektur kontemporer.

Masjid Agung Kota Tasikmalaya

Pada masa pemerintahan Raden Tumenggung Soeria Atmadja Masjid Agung Kota Tasikmalaya didirikan. Pada saat itu Raden Tumenggung Soeria Atmadja menjabat sebagai Bupati Sumedang. Masjid Agung Kota Tasikmalaya rampung pembangunannya pada tahun 1888 Masehi atau 1307 Hijriah. Tujuan didirikannya sebagai pusat aktifitas ke-Islaman, kemudian Patih Tasikmalaya Raden Demang Soekma Amidjaja penghulu Raden Aji Aboebakar diserahi Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Sebelum direnovasi bangunan masjid Agung Kota Tasikmalaya mirip dengan bangunan masjid Agung Demak.

Masjid Agung Kota Tasikmalaya1

Beberapa renovasi dilakukan untuk mempertahankan bangunan masjid. Pada tahun 2002 dilakukan renovasi dengan merubah bentuk masjid seperti masjid yang terlihat sampai saat ini yang dipimpin oleh Bupati Suryana WH. Perubahan masjid tersebut menghabiskan dana sebesar 7,9 miliar. Kemudian Masjid Agung Kota Tasikmalaya diresmikan oleh wakil Presiden waktu itu Hamzah Haz.

menara masjid agung kota tasikmalaya

Pada desain masjid terdapat makna filosofis Islam, seperti lima tap yang dimiliki Masjid Agung Kota Tasikmalaya bermakna menjalankan kewajiban sholat lima waktu dalam satu hari. Sedang makna lainnya adalah sebuah simbol jumlah rukun Islam yang lima. Kemudian empat menara masjid juga memiliki simbol bahwa tingkat kesempurnaan ilmu adalah ilmu bahasa Arab, syariat, sejarah, dan al-hikmah atau filsafat. Menara yang memiliki tinggi 33 meter juga bermakna dzikrulloh Tasbih, Tahmid, dan Takbir dengan jumlah masing masing 33 kali.

arsitektur Masjid Agung Kota Tasikmalaya

Selain sebagai tempat untuk ibadah sholat, Masjid Agung Kota Tasikmalaya jugan menjadi pusat kegiatan Islam mulai dari kajian Islam dan berbagai kegiatan Islam lainnya.Masjid megah satu ini menjadi salah satu Ikon wisata karena merupakan warisan sejarah dahulu yang masih berdiri kokoh dan megah.

Masjid yang pernah meraih penghargaan karena memiliki prestasi dalam hal pemberdayaan umat salah satunya melalui koperasi yang didirikan. Dengan kegiatan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat sekitar maka jamaah dan kegiatan masjid tersebut tidak pernah kosong.

Masjid Nurani Bekasi

Masjid Nurani Bekasi

Masjid megah yang berdiri di area masjid di jalan I Gusti Ngurah Rai, Kranji, Bekasi Barat di bangun pada tahun 2013 dari dana seorang dermawan yang bernama Ir.H.Soeharto. Masjid yang dekat dengan statsiun Kranji Bekasi ini memudahkan jamaah yang jauh untuk sampai di Masjid Nurani. Jarak masjid dengan stasiun sekitar 1.5 km dan bisa ditempuh 7 menit dengan naik sepeda lipat atau seli.

masjid nurani bekasi

Masjid indah ini memiliki gaya arsitektur Timur Tengah dan Andalusia dengan sentuhan gaya modern. Dari eksterior masjid bisa dilihat kubah dan menara yang memiliki gaya arsitektur Timur Tengah. Kemudian gaya arsitektur Andalusia bisa dilihat pada bentuk jendela yang berbentuk lengkungan dengan ujung lancip merupakan arsitektur khas negri Spanyol. Gapura pada pintu masuk utama masjid juga merupakan sebuah lengkungan dengan ujung lancip khas arsitektur Andalusia.

interior Masjid Nurani Bekasi

Sentuhan modern bisa dilihat dari bentuk masjid yang berbentuk kubus dengan dominasi warna cerah pada bangunan Masjid Nurani. Menara masjid yang dimiliki berada pada tengah bangunan masjid sehingga letak menara ini tidak seperti pada umumnya letak menara masjid. Menara dengan aksen banyak jendela berfungsi sebagai fentilasi udara, agar udraa didalam menjadi sejuk dan segar.

dalam kubah tembaga

Masjid Nurani memiliki dua lantai dengan fungsi lantai satu sebagai ruang kantor dan ruang serbaguna, tempat wudhu, toilet. Ruang utama sholat ada dilantai dua dengan kapasitas jamaah total ditambah ruang serbaguna sekitar 1500 jamaah. Masjid satu ini memiliki pintu selebar 3 meter dengan daun pintu terbuat dari kayu dengan hiasan susunan sebuah batu bata yang berwarna emas.

Masjid Nurani Bekasi1

Lantai masjid dari bahan granit yang berwarna krem. Namun lantai ini ditutup dengan karpet berwarna merah. dinding masjid ada sebuah ornamen ventilasi yang memiliki bentuk susunan batu bata. Sedangkan bentuk cekungan selebar 6 meter dengan 3 meter kedalamannya merupakan bentuk dari mihrab Masjid Nurani. Lengkungan khas Andalusia memiliki lapisan dari pualam warna hitam.

mihrab masjid nurani

Ornamen ventilasi dari tembaga memiliki susunan berbentuk batu bata. Pada tengah mihrab muncul tulisan timbul Allah yang berwarna emas. Sedangkan mimbar terbuat dari bahan kayu yang dicat warna hitam dengan ornamen warna emas. Kubah yang dimiliki masjid ini berdiameter 8 meter denga topangan 4 pilar yang masing masing pilar memiliki diameter 75 cm. Dan dalam kubah dilapisi tembaga polos dengan kaligrafi gaya kufi.

Pesona Masjid Gifu Jepang

Pesona Masjid Gifu Jepang

Menjadi agama minoritas di sebuah negara, komunitas muslim memiliki perjuangan yang lebih dalam membangun sebuah tempat ibadah yaitu masjid. Apalagi, jika sebuah negara tersebut memiliki toleransi rendah terhadap pemeluk agama minoritas. Maka akan sulit sekali mendapatkan ijin dari pemerintah untuk pembangunan rumah ibadah masjid.

Pesona Masjid Gifu Jepang

Hal tersebut tidak terjadi di negara Jepang, karena Jepang memiliki toleransi tinggi terhadap perbedaan terutama dalam hal agama. Budaya litersasi membuat mereka memiliki toleransi dan rasa ingin tahu yang tinggi. Komunitas muslim tertinggi di Jepang terdapat di daerah Gifu sehingga disana ada sebuah masjid cantik yang bernama Masjid Gifu.

Pesona Masjid Gifu Jepang1

Masjid Gifu sendiri dibangun pada tanggal 27 Oktober 2007 dan pembangunan rampung pada 30 Juni 2008. Masjid Gifu kemudian diresmikan pada 27 Juli 2008 dan dihadiri oleh banyak tamu dan undangan diantaranya Duta besar Afganistan, Iran dan Irak. Kemudian Wakil duta besar negara Pakistan, Qatar, Saudi Arabia,Mesir, Maroko, Oman, dan Amerika Serikat. Tamu kehormatan yang hadir adalah Imam Masjidil Haram yaitu Sheikh Mahir Al-Muaiqetly.

Arsitektur

interior Masjid Gifu Jepang

Total dana pembangunan Masjid Gifu sebesar 129 juta yen atau setara dengan 1.1 juta US Dollar. Masjid Gifu memiliki luas 351 meter persegi dan berada di area Islamic center yang terdapat didalamnya sekolah internasional dan pusat kebudayaan Islam. Sekolah internasional dan pusat kebudayaan Islam sendiri pembangunannya menelan dana 135 juta yen.

ruang sholat Masjid Gifu

Masjid dibagi beberapa ruangan, yaitu ruang untuk sholat, runag perpustakaan, ruang konsultasi. Masjid megah ini memilki kubah dan menara meskipun tidak terlalu tinggi sehingga khas dari bangunan sebuah masjid sudah terpenuhu pada Masjid Gifu. Letak masjid Gifu yang berada ditengah sawah membuat pemandangan disekitar masjid lebih alami.

Masjid Gifu bangunannya didominasi oleh warna putih, memiliki tiga buah kubah dengan satu kubah yang paling besar sebagai kubah utama. Kemudian menara kembar menjadikan bangunan masjid tampak simetris terlihat dari depan. Masjid Gifu ini pembangunannya juga melibatkan warga negara Indonesia alumni dan mahasiswa dari Universitas Gifu.

Pesona Masjid Ibnu Tulun Mesir

Pesona Masjid Ibnu Tulun Mesir

Masjid yang dibangun oleh Ahmad Ibnu Tulun pada tahun 876 M hingga 879 M ini berada di Kairo Mesir. Masjid yang masih kokoh berdiri ini memiliki usia ratusan tahun sebagai bukti kejayaan Islam dimasa dinasti Tulun. Ahmad Ibnu Tulun sendiri berasal dari kota Samarra dan putra dari seorang budak di masa dinasti Abbasiyah.

Masjid Ibnu Tulun Mesir

Di masa pemerintahan dinasti Tulun, dibangunlah sebuah kota baru yang bernama al-Qata’i. Kota inilah banyak didiami oleh para pengikut setia Ahmad Ibnu Tulun. Di tengah kota yang dibangun tadi juga dibangun sebuah masjid yang besar untuk menampung jamaah dari pengikut Ahmad Ibnu Tulun yang jumlahnya begitu banyak.

Arsitektur

kubah masjid ibnu tulun

Bangunan Masjid Ibnu Tulun seluas 140 m x 116 m, sedang luas area masjid seluruhnya 2,6 hektar. Masjid Ibnu Tulun memiliki pelataran dengan ukuran 90 m x 90 m. Gaya arsitektur yang tampak pada bangunan Masjid Ibnu Tulun adalah bergaya Samarra merupakan kota asal dari Ahmad Ibnu Tulun yang berada di Iraq.

ornamen masjid ibnu tulun

Gaya arsitektur Samarra yang bisa dilihat adalah bangunan menara yang berbentuk spiral, namun bentuk asal menara masjid berubah karena terjadi beberapa kali renovasi setelah kekuasaan dipegang oleh generasi berikutnya. Material yang digunakan pada bangunan Masjid Ibnu Tulun adalah bata merah, dan ukiran lapisan plester semen memperindah bangunan Masjid Ibnu Tulun.

dalam kubah

Arcade diatas pilar pilar besar menjadi penopang atap Masjid Ibnu Tulun, kemudian kubah bertulang yang memiliki struktur octagonal pernah dibangun ulang oleh Sultan Lajin di tahun 1296 M. Dahulu masjid ini memiliki tempat wudhu di lokasi pancuran air, namun musibah kebakaran menghancurkan tempat tersebut.

menara spiral

Gaya arsitektur Andalusia dan Afrika utara juga terdapat pada masjid ini, yaitu atap dibelakang mihrab yang ditopang dengan tiang tiang dari kayu, selain itu lengkunagn ganda, tapal kuda pada juga merupakan gaya arsitektur Andalusia yang dijumpai pada bentuk dari jendela masjid dan menara masjid.

mihrab masjid ibnu tulun

Masjid Ibnu Tulun memiliki sebuah halaman (courtyard) yang luas. Luasnya halaman akan berpengaruh dengan udara didalam masjid menjadi sejuk. Pada tengah halaman terdapat kubah besar yang didalamnya terdapat sebuah sumur untuk mengambil air wudhu.

Menara spiral yang dimiliki Masjid Ibnu Tulun menjadi daya tarik yang unik. Gaya Samarra melekat pada bangunan menara masjid ini. Bangunan menara menyatu dengan bangunan masjid, tetapi gaya arsitektur Samarra biasanya menara terpisah dengan bangunan masjid.

Keunikan Masjid Sendang Dhuwur Lamongan Jawa Timur

Keunikan Masjid Sendang Dhuwur Lamongan Jawa Timur

Di Kota Lamongan Jawa Timur memiliki sebuah masjid tertua sampai sekarang masih kokoh berdiri. Masjid tersebut bernama Masjid Sendang Dhuwur yang sudah berusia 477 tahun. Masjid ini menjadi jejak sejarah perjuangan Sunan Sendang Dhuwur dalam melakukan dakwah penyebaran Islam di wilayah itu.

Masjid Sendang Dhuwur

Sunan Sendang Dhuwur adalah anak dari Abdul Kohar Bin Malik Bin Sultan Abu Yazid seorang yang berasal dari baghdad Iraq. Sunan Sendang Dhuwur memiliki nama asli Raden Noer Rahmad yang lahir pada tahun 1320 M dan wafat di tahun 1585 M sesuai dengan pahatan pada dinding makam Sunan Sendang Dhuwur. Wali songo menjadi ulama kharismatik saat itu, dan sebenarnya masih ada lagi ulama ulama lain yang memiliki kharismatik saat itu yang tidak begitu terkenal, salah satunya Sunan Sendang Dhuwur.

interior Masjid Sendang Dhuwur

Keinginan Sunan Sendang Dhuwur untuk mendirikan sebuah masjid kala itu terkendala dengan bahan kayu yang tidak dimilikinya. Kemudian Sunan Drajad menyampaikan hal tersebut kepada Sunan Kalijogo dan direkomendasikan kepada Ratu Kalinyamat atau Retno Kencono di Mantingan, Jepara yang saat itu sudah memiliki masjid. Pergilah Sunan Sendang Dhuwur ke Mantingan dan bertemu dengan Mbok Rondo. Kemudian Mbok Rondo memberikan syarat jika dalam satu malam bisa memboyong masjid yang ada di Mantingan tersebut tanpa bantuan siapapun maka akan diberikan cuma cuma oleh Mbok Rondo.

Masjid Sendang Dhuwur1

Dengan izin Alloh Masjid Mantingan tersebut bisa dipindah dalam satu malam tanpa bantuan orang lain ke bukit Amitunon, Desa Sendang Duwur. Dengan cara apa yang pasti Masjid tersebut mampu dipindahkan oleh Sunan Sendang Dhuwur dengan ijin Allah SWT. Masjid tua tersebut ada beberapa material kayunya yang diganti dan yang asli tetap disimpan. Masjid ini juga pernah dipugar, namun arsitektur aslinya masih kuat berada dijamannya.

Arsitektur bergaya campuran antara Islam dan Hindu tampak pada bangunan mulai dari gerbang hingga interior yang ada di Masjid Sendang Dhuwur. Peninggalan bersejarah hingga saat ini masih ada adalah bedug, mimbar, gentong tempat air untuk minum. Atap bersusun juga merupakan khas dari bangunan Jawa yang diambil dari gaya arsitektur candi.

Pesona Masjid Jami’ Sultan Abu Bakar Johor Bahru Malaysia

Pesona Masjid Jami’ Sultan Abu Bakar Johor Bahru Malaysia

Ibadah bisa menjadi khusyuk tersebab salah satunya adalah tempat dalam beribadah tersebut. Jika kita beribadah di dalam masjid yang luas dengan arsitektur bangunan yang indah serta fasilitas yang nyaman, maka ibadah yang kita lakukan bisa lebih khusuk daripada ibadah yang dilakukan di tempat yang ramai dan bising.

Pesona Masjid Jami' Sultan Abu Bakar Johor Bahru Malaysia

Masjid Jami’ Sultan Abu Bakar Johor Bahru menjadi salah satu tempat beribadah yang bisa memberikan kenyamanan beribadah dengan beberapa fasilitas yang dimiliki masjid beserta gaya arsitektur indah bangunannya. Sebuah bukit dengan pemandangan indah menjadi lokasi Masjid Jami’ Sultan Abu Bakar Johor Bahru. Pemandangan indah yang ada salah satunya adalah Selat Johor sebagai tempat ibukota kerajaan Johor dahulu yang menghadap ke arah Singapura.

mimbar Masjid Jami' Sultan Abu Bakar Johor Bahru

Masjid tua ini didirikan oleh Sultan Abu Bakar seorang Raja Johor dengan gelar Bapak Johor Modern. Masjid Jami’ Sultan Abu Bakar Johor Bahru memiliki arsitektur bergaya Eropa dengan sentuhan khas Melayu tampak pada ekterior dan interior masjid. Masjid tua ini bisa terawat dengan baik karena peran Pemerintah setempat dalam merawat dan melestarikan peninggalan sejarah masa lalu.

speaker Masjid Jami' Sultan Abu Bakar Johor Bahru

Pada interior masjid tampak indah beragam ornamen yang menghiasi dinding dan pilar pilar yang menopang bangunan masjid tersebut. Menuju pintu masuk pada ruang sholat utama jamaah akan bertemu dengan sebuah perangkat untuk membakar wewangian pada masa lalu, dan sekarang sudah tidak difungsikan.

cawan Masjid Jami' Sultan Abu Bakar Johor Bahru

Catatan sejarah Masjid Jami’ Sultan Abu Bakar Johor Bahru dibangun oleh Sultan Abu Bakar pada tahun 1892 sampai 1900. Untuk merampungkan pembangunan butuh waktu yang lama yaitu delapan tahun. Setelah selesai pembangunan Masjid Jami’ Sultan Abu Bakar Johor Bahru diresmikan oleh putra Sultan Abu Bakar yang bernama Sultan Ibrahim pada 1900 yang dihadiri oleh Menteri Besar Johor Dato Ja’far Bin Haji Muhammad.

menara Masjid Jami' Sultan Abu Bakar Johor Bahru

Pembangunan Masjid Jami’ Sultan Abu Bakar Johor Bahru menghabiskan dana sebesar 400 ribu ringgit dimasa itu dengan menghasilkan bangunan masjid yang megah dan kokoh. Pilar yang bergaya Eropa dengan mimbar berukir dari tembaga sangat indah menghiasi interior Masjid Jami’ Sultan Abu Bakar Johor Bahru. Begitu juga speaker antik masih dimiliki oleh masjid ini yang tampak pada menara masjid. Warna bangunan putih sangat mendominasi bangunan Masjid Jami’ Sultan Abu Bakar Johor Bahru yang identik dengan khas bangunan Eropa.