Karakteristik Masjid Agung Kota Pare Pare

Karakteristik Masjid Agung Kota Pare Pare

Masjid agung Pare Pare adalah salah satu masjid megah yang ada di kota pare pare. Bangunan masjid ini terlihat lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan. Sehingga posisinya memang agak tinggi sehingga untuk memasuki masjid ini anda harus melalui tangga yang dibangun menuju ke dalam area masjid.

Jalan menuju Masjid Agung Parepare juga bisa diakses dengan dua alternatif jalan, yang pertama melalui Jalan Ahmad Yani atau jalan poros Parepare-Kab. Sidrap. Alternative yang kedua ialah melalui Jalan PDAM yang tepat berada di belakang masjid. Kapasitas Masjid tersebut bisa menampung hingga 2000 jemaah. Selain itu, jumlah jamaah jika digabungkan dengan area pelataran bisa menampung 3000 jemaah lebih.

Bagi setiap pengunjung yang memasuki area masjid ini akan melewati tempat berwudhu. Kemudian mulai menaiki anak tangga untuk menuju ruangan utama masjid. Ada juga tempat berwudhu yang lebih representatif terletak di bagian belakang bangunan masjid. Tempat wudhu ini dimaksudkan untuk para jamaah yang masuk masjid melalui alternatif jalan PDAM. Selain menjadi tempat ibadah, ternyata bangunan Masjid Agung Parepare, termasuk alternatif lain bagi pemerintah kota maupun masyarakat Parepare untuk tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan keagamaan berjumlah besar.

Untuk memperindah bangunan Masjid Agung Pare Pare, maka dilengkapi dengan empat menara yang diletakkan pada empat sisi bangunannya. Bangunan utama masjid ini mempunyai luas 1,764 meter persegi atau (42meter x 42meter). Bangunan masjid juga dibangun secara bertingkat hingga tiga lantai. Sedangkan ruang underground berukuran luas 750 meter persegi atau (25 x 30). Sementara untuk area parkir yang disediakan untuk para jemaah bisa menampung hingga 30 mobil untuk tempat parkir bagian bawah. Sedangkan area parkir bagian atas mampu menampung hingga 40 mobil. Selain itu, ada satu buah menara lagi yang akan ditambahkan pada masjid ini dengan tinggi mencapai 60 meter. Pernah mengalami keruntuhan dan sudah diperbaiki.

Pada bangunan Masjid ini juga dilengkapi dengan aula serba guna yang berada di lantai dasar dan bisa menampung hingga 500 orang. Ada fasilitas full AC yang diperuntukan ketika acara-acara berskala besar. Misalnya pernikahan atau acara penting lain yang di adakan di Kota Parepare. Bangunan masjid ini juga terdapat ruang underground untuk tempat ngantor organisasi-organisasi Islam. Pada area underground yang letaknya berdekatan dengan anak tangga masuk, juga sudah disiapkan toilet khusus laki-laki, maupun tempat berwudhu sampai 40 buah pada sisi kanan maupun 40 buah sisi kirinya.

Hiasan masjid ini juga dibuat khas seperti Negara timur tengah. Disamping itu, pada setiap sudut bangunan tiangnya tertuliskan kalimat Allah, Arrahman serta Arrahim. Namun untuk interior kubahnya juga dihiasi dengan kaligrafi yang bertuliskan Asmaul Husna.

Bangunan kubah utama masjid ini telah mengadopsi bangunan Majid Agung Surabaya. Kubahnya ada lima buah dengan perpaduan warna hijau, biru dan kuning. Kubah yang digunakan untuk bangunan masjid ini dari tipe flannel enamel. Kubah ini memang banyak digunakan oleh masjid-masjid di tanah air sekarang ini. Jadi, tak heran jika banyak yang menyukai kubah jenis ini. Selain keindahan desainnya, kubah ini juga memiliki ketahanan yang lebih lama dibandingkan dengan kubah yang lain. pasalnya kubah flannel enamel mampu bertahan hingga 20 tahun dan setiap tahunnya tidak perlu perawatan.

Untuk masjid yang dibangun pada dataran tinggi atau yang rentan terhadap bencana alam, maka jenis kubah ini sangat cocok dijadikan pilihan. Karena kubah ini tahan terhadap getaran yang disebabkan karena gempa. Jadi tidak perlu khawatir jika kubah ini akan retak.