Masjid dengan Menara Unik

Masjid dengan Menara Unik

1.Masjid Emin

Masjid tua yang dibangun pada masa dinasti Qing pada (1735-1796) oleh Kaisar Qianlong. Masjid ini berada di Chefchaouen Cina dengan memiliki menara yang unik dengan ketinggian 44 meter atau 144 kaki adalah menara masjid tertinggi di Cina. Menara dengan bentuk oktagonal di bangun dari bahan kayu dan batu bata dengan diameter 14 meter (46 kaki) pada bagian bawah, sedangkan diameter bagian atas sekitar 2,8 meter.

2.Masjid Samarra Iran

Gaya arsitektur suku Mesopotamia masih kental pada bangunan masjid Samarra. Terbukti dengan menara yang dimilikinya yang berbentuk spiral. Keindahan arsitektur menandakan bahwa peradaban masa lalu sudah maju dengan perhitungan yang akurat para arsitek masa lalu sehingga keberadaan bangunan masih berdiri saat ini.

3.Masjid Agung Banten

Salah satu masjid tertua di tanah Jawa ini juga memiliki menara dengan arsitektur yang unik. Masjid Agung Banten ini dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin pada tahun 1552 hingga 1570. Bangunan masjid dengan menara yang dimilikinya sangat tidak serasi karena menara memiliki gaya arsitektur Eropa yang mirip dengan bentuk mercusuar yang diarsiteki oleh arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel.

4.Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid Nasional atau masjid Negara Indonesia ini ternyata juga memiliki menara dengan arsitektur yang unik. Majid dengan gaya arsitektur modern ini terlihat dari bentuk menara yang dimilikinya, yaitu berbentuk meruncing hingga keatas dengan banyaknya lubanglubang angin pada menara tersebut. Lubang lubang tersebut memiliki fungsi untuk mengurangi tekanan angin yang berada diatas. Menara masjid Istiqlal memiliki diameter 5 meter dengan ketinggian menara 66,66 meter. Ukuran ketinggian menra tersebut merupakan simbol dari jumlah ayat yang terdapat pada Al Qur’an.

5.Menara Kudus

Kota Kudus, Jawa Tengah menjadi keberadaan masjid dengan menara yang unik ini. Masjid tua ini dibangun pada 956 H/1549 M ketika budaya Hindu masih kental di masyarakat. Sehingga menara yang dimiliki berbentuk seperti bangunan candi pada masa kerajaan Majapahit. Keberadaan menara yang khas mirip dengan bangunan candi menyiratkan bahwa dakwah Islam yang dibawa oleh para Sunan atau Wali dulu dengan Hikmah dan hasanah.