Masjid Menggunakan Dinding Kaca Termegah

Masjid Menggunakan Dinding Kaca Termegah

Masjid Al-Raudhah di Kota Medan

Masjid Al-Raudhah di Kota Medan

Pada saat anda datang ke masjid Al-Raudhah yang bertempat di jalan kemuning Kota Medan, desain dari masjid tersebut dengan dilengkapi dinding kaca dan menjadi salah satu masjid kaca yang ada di Sumatera Utara. Masjid yang didirikan dari YPSA (yayasan pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah) Buya Drs. H. Sofyan Raz, Ak, M.M menyatakan dengan pembangunan masjid ini semoga memberikan manfaat untuk semua kaum muslim dimana saja, masjid ini sebagai salah satu bukti bakti terhadap ibu sebagai rasa hormat anak ke orang tua dan sebagai salah satu ladang atau tempat untuk beramal.

Mengusung konsep dari arsitek Ka’bah dengan menggunakan bahan kaca sebagai salah satu masjid yang memiliki syarat dengan berbagai seni arsitektur. Dasar dari pembangunan masjid ini ialah untuk mengingatkan manusia terhadap sang penciptanya, meskipun dengan berbagai jabatan, kedudukan, siapapun yang ada di bumi akan kembali kepada penciptanya, sebagai sarana untuk berlomba dalam kebaikan secara bersama-sama serta danuntuk menegakkan sebuah kebenaran yang ada di bumi.

Beliau juga menambahkan jika pembangunan masjid tersebut didasari hati yang suci murni dan keikhlasan, hadir dengan sentuhan keindahan mengusung konsep Ka’bah yang diambil dari nama taman atau Al-Raudhah.

1.Tujuan Pembangunan Masjid Al-Raudhah

Masjid tersebut diresmikan bersamaan dengan tanggal yang sangat unik 13/3/2013, agar moment ini selalu dikenang masyarakat sebagai salah satu tempat ibadah umat islam untuk menabung kebaikan. Pernyataan tersebut juga ditambahkan Erwin Lubis, M.M. pada saat meresmikan masjid tersebut pendirian ini agar menular ke daerah lain dengan semangat generasi muda dan bahkan yang sudah tua agar selalu meramaikan masjid sebagai tempat segala aktiftas kebaikan.

Selain itu dengan adanya masjid agar semakin banyak yang umat muslim melantunkan ayat suci, msjid ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi informasi sesuai dengan perkembangan zaman.

Sedankan penjelasan dari KH. Zulfikar Hajar, Lc. Masjid yang dibangun dengan konsep yang modern sebagai salah satu wadah dalam meningkatkan pentingnya beribadah untuk sholat jamaah dan berbagai ibadah yang dilakukukan di masjid, membangun masjid juga sama artinya membangun spiritual untuk masyarakat agar selalu dekat dengan sang penciptanya.

2.Biaya Pembangunan masjid

Pembangunan Masjid Al-Raudhah memakan waktu yang lama karena pada masa itu memang tidak mudah untuk mendapatkan semua peralatan bangunan, dibangun mulai tahun 1906 dengan jumlah biaya mencapai 1 juta gulden setera dengan 7 Miliar. Setelah melewati berbagai proses akhirnya selesai pada tahun 1909, sesuai catatan dari sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam selaku pemimpin kesultanan Deli sebagai sultan terkaya di wiliyah Hindia Belanda, pembangunan masjid ini memang dibuat sangat mewah dan megah bahkan melebihi megahnya istana beliau (Istana Maimun). Dana untuk pembagunan masjid ini tidak dibebankan ke umat seperti sekarang ini, namun seluruh dana yang dibutuhkan, untuk membangun masjid ini semua dari harta beliau sendiri turut berkontribusi salah satu Taipan China yang ada di kota Medan saat itu.

3.Konsep Bangunan Masjid

Masjid Al-Raudhah langsung mendatangkan arsitek dari belanda JA Tingdeman sebagai nahkoda dalam suksesnya masjid yang begitu indah tersebut. Bahkan bahan bangunan yang digunakan untuk membangun masjid Al-Raudhah didatangkan dari luar negeri diantaranya Marmer langsung dari Italia dan Jerman, Kaca Patri dari Cina dan lampu gantung dari Paris.

Selain arsitek dari Belanda masjid kaca yang indah ini juga digarap arsitek dari Maroko, Melayu, Eropa dan Timur Tengah hingga menhasilkan bagunan yang indah dengan berbentuk persegi empat.

Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal alhasil masjid kaca di kota Medan tersebut memiliki kontruksi bangunan yang kokoh dihiasi dengan pernak pernik yang detail bahkan seperti anda datang ke Masjid Biru di Turki. Desain ini semakin komplit diding kaca yang menggunakan dari bahan kaca patri tidak hanya menghadirkan keindahan namun harganya sangat mahal sekali.

Masjid tersebut juga di lengkapi dengan hiasan yang detail hingga ke tempat wudlu dan setiap sudut dari masjid dan kubah yang berbeda dengan masjid di Indonesia karena mengambil model persegi empat.

 

Masjid Raya Al-Kasiah

Masjid Raya Al-Kasiah

Salah stau masjid karya Maestro Arsitek asal Indonesia Prof. Muhammad Noe’man tersebut berada di wilayah jalan raya Klari Karawang bertepatan lokasi yang menghubungkan Kota Karawang dengan Purwakarta. Nah ketika anda sedang dalam perjalanan melewati kota tersebut sebaiknya beribadah di masjid Al-Kasiah yang sangat nyaman dan memiliki bangunan yang indah menambah kekhususukan dalam menjalankan ibadah.

Selain anda akan disajikan suasana yang aman dan nyaman anda bisa menikmati bangunan yang didesain ramah lingkungan serta ramah untuk siapa saja pengunjung yang datang.

1.Sejarah Pembangunan Masjid Raya Alkasiah

Masjid yang dibangun dana keluarga ahli waris S. Wongsoredjo dengan gagasan putranya Alm. Soekandar Wingjosoebroto, untuk proses pengerjaan bangunan masjid ini di bawah kendali putra bungsunya Drs. Moh Sisman. Semasa hidupnya S. Wongsoredjo mengabdikan dirinya sebagai Kepala Stasiun Kereta Api Klari, nama masjid Al-Kasiah tersebut diamil berdasarkan dari ayat Al-qur’an dan juga nama dari neneknya. Masjid yang diresmikan oleh rs. H. Mohammad Sisman tanggal 20/09/1998 dengan harapan membawa berkah di dunia dan di akherat.

2.Konsep Masjid Al-Kasiah

Siapa yang tidak kagum dengan arsitek bangunan masjid Al-Kasiah, tentunya semua penasaran siapa yang memiliki ide seperti ini, jika melihat masjid megah dari Putra Jaya Malaysia yang menggunakan seluruh desainnya menggunakan besi dan menjadi salah satu masjid besi yang mememiliki keindahan luar biasa. Masjid ini juga memiliki desain yang hampir mirip dengan masjid Putra Jaya, dengan bahan material juga mengambil dari bahan besi dan menjadi salah satu masjid besi yang ada di Karawang.

Daya tarik dari masjid ini ialah bahan besi, namun bukan bahan besi biasa, besi yang digunakan warisan dari jaman Majapahit dengan dikolaborasikan bahan besi yang saat ini. Jadi semakin menarik arsitek bangunan masjid Al-Kasiah.

3.Masjid Berdinding Kaca

Konsep bangunan dari masjid Al-Kasiah mengambil dinding dari bahan kaca, konsep ini sangat banyak manfaatnya untuk menghemat listrik yang dbutuhkan, dengan sirkulasi udara yang cukup dan cahaya matahari yang menambah rasa nyaman saat didalam masjid. Selain itu masjid ini berbeda dengan masjid lainnya karena sudah tidak menggunakan plafon yang mebuat udara dalam masjid semakin teratur tempareturnya. Kerangka besi yang membuat masjid ini semakin kokoh dan kayu sebagai lapisan pelindung atap untuk menambah sisi elegan dari masjid Al-Kasiah.

Untuk bagian mihrab menggunakan kaca bening dengan dinding dari bahan beton dan hiasan kaligrafi yang memiliki ukuran sangat besar membuat semakin indah cahaya masuk secara natural diambil dari glass wall yang ada di depan mihrab.

Semoga informasi ini menambah pengetahuan dan semakin khsusu’ dalam beribadah, selamat membaca dan semoga bermanfaat. Jazakumullah khairan.