Masjid Nasional Khadafi

Masjid Nasional Khadafi

Masjid Nasional Khadafi dibangun oleh pemerintah Libya pada masa pemerintahan Muammar Khadafi sebagai presidennya. Masjid tersebut merupakan hadiah kepada rakyat muslim Uganda. Masjid Nasional Khadafi berlokasi di atas bukit Kampala tua dengan memiliki bangunan yang besar maka masjid mendominasi bangunan yang ada di kota Kampala.

Sejak abad ke 19 Islam sudah masuk keUganda, Ahmed Ibrahim pada tahun 1844 telah melakukan perdagangan dan akhrinya bertemu dengan Raja Mutesa I dari Kerajaan Baganda, Uganda Tengah. Raja ini sangat tegas dan komitmen terhadap ajaran Islam di wilayah kekuasaanya. Kepandaiannya sudah tidak diragukan lagi dengan hafal Al quran dan mahir berbahasa Arab. Dari keturunan Raja Mutesa I tadi memiliki cucu yang berilmu seorang pioner Muslim Education Association (MEA) sehingga banyak menghasilkan intelektual di Uganda seperti professor, doctor, master dan sarjana Muslim di Uganda.

Populasi penduduk di Uganda, Muslim sebagai minoritas disana hanya 12 persen saja dari total populasi penduduk disana. Meskipun jumlah muslim sedikit, Uganda memiliki sebuah masjid yang besar. Masjid tersebut dibangun di masa pemerintahan Idi Amin pada 1971 hingga 1979. Meskipun memiliki sisi yang buruk dalam pemerintahannya, Idi Amin mampu menghadirkan Raja Faisal untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nasional Khadafi.

Pembangunan masjid lama tidak terwujud karena masalah finansial dan konflik di Uganda. Setelah meninggalnya Idi Amin barulah pemerintah Libya yang dipimpin Muammar Khadafi membiayai pembangunan masjid tersebut hingga memberikan bantuan perawatan selama 10 tahun dari diresmikannya Masjid pada 28 Maret 2008.

Arsitektur

Pintu utama masuk Masjid Nasional Khadafi sangat besar sehingga nampak kubah besar yang dimiliki Masjid Nasional Khadafi sangat indah dan megah. Bangunan Masjid Nasional Khadafi adalah bangunan terbesar yang ada di kota Kampala. Pintu masuk masjid ini terdiri dari dua pintu tama yang besar dan dua belas pintu dengan ukuran kecil. Inskripsi arab menghiasi di depan pintu masjid kemudian kaligrafi asmaul husna menghiasi interior masjid.

Daya tampung masjid 12.200 jemaah dengan kapasitas ruang sholat 5000 jamaah, kemudian ruang galeri berdaya tampung 1100 jamaah, dan teras masjid mampu menampung 3500 jamaah. Selain sebagai tempat sholat, masjid ini dilengkapi dengan ruangan lain sebagai aktifitas lainnya seperti ruang serba guna dan ruang konferensi sebagai sumber dana perawatan masjid.

Dalam ruang utama masjid dibawah kubah terdapat lampu gantung yang besar dengan 350 lampu hemat energi dengan berat total lampu gantung tersebut hingga 2 ton sehingga memperindah interior masjid.