Masjid Ganting, Padang

Masjid Ganting, Padang

Bangunan masjid di Indonesia sudah tersebar di setiap wilayah. Jika mengunjungi Indonesia dan melakukan perjalanan diberbagai wilayahnya, khusus bagi umat muslim sangat mudah menemukan tempat beribadah. Tak heran karena di Indonesia sendiri memang mayoritas penduduknya beragama islam. Dimulai dari masjid terbesar, tertua hingga masjid termegah sudah banyak dimiliki oleh Indonesia ditambah dengan berbagais ejarah yang dimiliki setiap pembangunan masjid tersebut. Dan salah satunya masjid yang sangat terkenal di Pulau Sumatera berada di Padang yaitu dengan nama masjid Ganting.

Masjid Ganting tepatnya berada di Jalan Ganting No. 3 Kelurahan Ganting Selatan Kecamatan Padang Timur Kota Padang Sumatera Selatan. Masjid Ganting sendiri menjadi daya tarik bagi para jamaah dan pengunjung yang berada di wilayah tersebut atau dari wilayah luar. Karena masjid ini merupakan masjid tertua yang berdiri di kota Padang. Awalnya dibangun masjid Ganting pun bertujuan agar sebagai sarana pemersatu 8 suku yang ada di Kota Padang. Selain itu masjid Ganting pernah menjadi sebuah pusat pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 silam.

masjid raya ganting

Pembangunan masjid Ganting dimulai sekitar tahun 1700. Pada saat itu pembangunannya bersamaan dengan dibangun pelabuhan Ema Heaven atau yang saat ini dikenal dengan nama pelabuhan Teluk Bayur. Keberadaan masjid ini pun akhirnya dapat memenuhi awal dari didirikan masjid. Yaitu sebagai sarana pemersatu ke 8 suku yang berada di Padang. Sejak awal dibangun, masjid Ganting tidak pernah dilakukan pemugaran secara besar-besaran. Hanya pernah dilakukan penambahan bangunan masjid tepatnya pada bagian depanmasjid bertambahmenjadi panjang 20 meter. Kemudian sejak tahun 1950 pengelolaan masjid Ganting berada di bawah Pemda kota Padang dan diserahkan kepada masyarakat Ganting untuk mengurus dan masjid tertua di Padang tersebut. Dengan ketelatenan dan kedisiplinan yang tinggi, masyarakat Ganting selalu merawat dan mengurus masjid Ganting secara baik maka tak heran bangunanmasjid tersebut masih berdiri kokoh meskipun usianya sudah sangat tua.

Dilihat dari segi bangunannya, masjid Ganting memilii desain bergaya Eropa. Hal tersebut terlihat dari kontruksi masjid dengan bentuk tumpang. Karena masjid ini sudah sangat lama dibangun dan disebut juga sebagai masjid kuno maka tak heran jika dilihat dari bangunannya memiliki denah persegi panjang serta memiliki serambi dibagian depan dan sisi samping ruang utama. Selain itu terdapat juga sebuah mihrab dan pagar yang mengelilingi masjid tersebut dengan satu pintu utama. Di Indonesia sendiri biasanya bentuk tumpang tersebut cukup beraneka macam yaitu mulai dari 2 tingkat hingga 7 tingkat. Sedangkan masjid Ganting memililki jumlah tingkat sebanyak 5. Jika mengunjungi masjid Ganting jangan kaget hanya karena masjid tersebut tidak seperti halnya masjid modern yang banyak dibangun pada saat ini. Melainkan bangunan masjid tersebut tetap dipertahankan dan terus dilesatarikan mengingat sebagai sejarah adanya sebuah masjid yang telah dibangun sejak dahulu kala.

interior masjid raya ganting

Masjid Ganting sendiri berdenah 42 x 38 meter dengan pondasi masjid yang terbuat dari batu dan semen. Sedangkan tembok bangunannya terbuat dari bata. Ketika memasuki masjid Ganting maka pengunjung akan menemukan beberpa ruangan, seperti ruang utama, ruang serambi masjid, mihrab dan mimbar. Tiang penyangga masjid tersebut berjumlah 25 buah dengan bentuk segienam berdiameter 40 cm dan tingginya mencapai 4.2 meter. Tiang tersebut polos tanpa adanya hiasan apapun dan terbuat dari beton. Selain itu masjid ini memiliki satu kubah serta dilengkapi dengan dua menara. Meskipun usianya sudah sangat lama,namun masjid Ganting terus dilestarikan oleh masyarakat sekitar.